Nadila terkejut saat pulang dari butik nya, dia menemukan wanita hamil di rumah nya. Irfan, suami nya Nadila mengatakan bahwa dia adalah Rani, sepupu nya yang baru saja datang dari desa.
Irfan mengatakan bahwa bahwa suami nya Rani baru saja meninggal dunia dan dia tidak punya siapa- siapa di desa.
Itu lah sebab nya dia pergi ke kota, awal nya Nadila percaya dengan semua ucapan suami nya. Tapi tidak berselang lama Nadila menemukan bukti, bahwa wanita itu bukan lah sepupu nya Irfan, melainkan istri sirih nya.
Setelah ketahuan, Irfan membela diri dan mengatakan alasan dia menikahi Rani karena Nadila tidak bisa memberi nya keturunan.
Nadila membalas semua perbuatan Irfan, setelah itu dia membeberkan sebuah fakta yang membuat Irfan menyesal seumur hidup nya.
Ikuti kisah nya di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34
"Oh ya Dil, bukan kah suami mu satu kantor dengan suami ku, kenapa kau tidak lapor kan saja dia ke kantor nya. Perusahaan itu sangat tegas, di sana ada peraturan yang melarang keras karyawan yang berselingkuh!" Jelas Anisa.
"Oh ya, benarkah itu Nis? Aku tidak tahu loh jika di kantor tempat mas Irfan bekerja ada peraturan seperti itu!" Nadila bertanya pada Anisa.
"Bener itu Dil, Mas Haris yang cerita sama aku. Pemilik perusahaan menerapkan peraturan tentang poligami di kantor nya, dan itu berlaku terhadap semua orang!"Jelas Anisa lagi.
"Baik lah, terima kasih Nis. Aku pasti akan melaporkan mas Irfan, tapi tidak sekarang. Akan ku berikan kejutan untuk diri nya nanti!" Ujar Nadila dengan senyum mengembang di bibir nya.
Kini Nadila menemukan cara untuk memberi pelajaran untuk Irfan, satu persatu kejutan yang telah dia siapakan akan dia berikan tepat pada waktu nya.
Sementara itu, saat ini Irfan yang sedang berada di kantor nya tengah berfikir keras. Bagai mana cara nya agar dia bisa menaklukkan Nadila seperti dulu lagi, hidup nya benar - benar kacau setelah diri nya membawa Rani ke rumah nya.
"Apa yang harus aku lakukan, agar Nadila kembali menjadi istri yang penurut seperti dulu? Jika Nadila teru seperti ini, bagai mana aku bisa memenuhi semua kebutuhan Rani dan juga keluarga ku?" Irfan bertanya pada diri nya sendiri.
Selama ini semua uang gaji Irfan hanya di gunakan untuk menyenangkan Rani dan sebagian lagi untuk biaya kebutuhan keluarga nya di kampung, sedang kan untuk semua kebutuhan di dalam rumah tangga mereka semua nya di penuhi oleh Nadila.
Itu lah sebab nya Irfan begitu syok saat mengetahui betapa besar dan banyak nya kebutuhan di dalam rumah tangga mereka setiap bulan nya, dan Irfan tentu sadar uang gaji nya tidak akan bisa mencukupi itu semua.
"Aku harus bisa membujuk Nadila lagi, jika tidak semua nya akan hancur. Apalagi jika sampai Nadila meminta cerai dari ku, ini tidak boleh di biarkan!" Irfan bermonolog pada diri nya sendiri.
"Aku juga harus bicara dengan Rani, jangan sampai Rani bicara yang menyinggung Nadila. Karena jika Rani tidak melakukan sesuatu yang menyakiti Nadila, maka semua nya akan lebih muda bagi ku untuk membujuk Nadila!" Guman Irfan lagi.
Hari ini Irfan izin pulang lebih cepat, karena dia ingin membicarakan rencana nya pada Rani. Dia ingin agar Rani mendukung nya, untuk sementara ini agar tidak menyinggung istri pertama nya itu.
Irfan tidak ingin kehilangan Nadila, karena itu adalah kehancuran di dalam hidup nya. Selama ini walaupun dia tidak pernah memberikan uang nafkah pada Nadila, tapi Nadila tidak pernah menolak untuk membantu keluarga nya. Berapa pun uang yang di minta oleh keluarga nya, Nadila akan selalu memberikan nya. Tapi itu dulu sebelum Irfan menikahi Rani, dan Irfan ingin Nadila kembali seperti dulu.
"Mas, tumben kamu pulang cepat? Biasanya sore kamu baru pulang!" Tanya Rani dengan heran.
"Iya aku sengaja sayang, ada hal penting yang mau aku bicarakan sama kamu!" Jawab Irfan sambil meletakkan tas kerja nya di atas meja.
"Masalah apa mas? Tentang resepsi pernikahan kita?" Tanya Rani dengan sangat antusias.
"Bukan sayang, masalah yang lain. Tapi ini jauh lebih serius dan penting dari acara resepsi itu!" Jawab Irfan.
Seketika wajah Rani menjadi cemberut, dia ingin sekali mengadakan resepsi pernikahan secara mewah. Dia ingin menunjuk kan pada semua orang, bahwa dia bisa mendapatkan laki - laki yang kaya raya.
"Jangan bilang ini tentang istri mandul mu itu mas?" Tebak Rani.
"Iya ini memang tentang Nadila!" Jawab Irfan lagi.
"Apa lagi yang di lakukan oleh wanita mandul itu, mas. Sebaik nya kamu cerai kan saja dia, kan sekarang sudah ada aku yang menjadi istri mu dan bisa memberi mu keturunan!" Rani mulai menghasut Irfan.
"Rani dengar kan aku, saat ini aku tidak bisa menceraikan Nadila. Jika aku mencerai kan dia sekarang, maka kita berdua yang akan rugi. Sebelum bercerai dengan Nadila, aku ingin memastikan semua ini menjadi milik ku. Termasuk Rumah dan mobil!" Irfan memberikan alasan pada Rani.
"Mas, kamu itu bodoh banget ya. Kamu kepala keluarga di rumah ini, tapi kok bisa - bisa nya semua nya di kuasai oleh wanita mandul itu!" Ujar Rani dengan geram.
"Maka dari itu, aku mau minta bantuan pada mu. Untuk saat ini jangan pernah menyinggung Nadila, turuti saja dulu keinginan nya. Aku akan mengubah sertifikat rumah dan mobil menjadi atasan nama kamu, sayang. Saat semua nya sudah berhasil nanti, baru kita tendang Nadila keluar dari rumah ini!" Jelas Irfan sambil tersenyum.
"Benarkah itu mas? Rumah dan mobil akan menjadi atasan nama aku?" Tanya Rani dengan nada tidak percaya.
"Iya sayang!" Jawab Irfan.
"Mas, aku mau mas. Baik lah aku akan menuruti semua perintah Mas! Terima kasih banyak mas!" Rani sangat senang.
Rani langsung memeluk Irfan dengan erat, dia sangat bahagia ternyata Irfan begitu mencintai nya. Hingga mau memberikan mobil dan rumah untuk diri nya.
"Iya sayang, aku akan melakukan apa saja untuk mu. Karena kau telah memberikan aku keturunan yang tidak bisa aku dapat kan dari wanita lain!" Jawab Irfan lagi.
Sebenar nya ini adalah akal - akalan Irfan saja agar Rani tidak melakukan sesuatu yang bisa menyinggung Nadila, Irfan takut jika Nadila sampai meminta cerai pada nya. Karena jika hal itu sampai terjadi, diri nya yang akan kesulitan ekonomi. Gaji nya tidak akan cukup untuk memenuhi semua kebutuhan di rumah ini, dan juga untuk keluarga nya di kampung. Di tambah lagi saat ini ada Rani yang menjadi tanggung jawab nya.
'Bagus lah, Rani percaya pada semua ucapan ku. Semoga saja dia tidak lagi membuat Nadila marah, dengan begitu Nadila akan senang dan tidak akan meminta cerai dari ku!' Batin Irfan di dalam hati.
"Oh ya sayang, mulai hari ini mas akan memberikan uang untuk kebutuhan rumah tangga kita pada Nadila. Dengan begitu biar dia yang mengatur semua nya, kekurangan nya dia yang akan menambah nya, kamu tidak papa kan sayang?" Tanya Irfan pada Rani.
"Aku tidak Papa mas, asalkan bagian ku lebih banyak dari Nadila!" Jawab Rani lagi.
"Tentu saja sayang!" Jawab Irfan lagi.
Irfan sangat senang saat ini karena Rani mau menuruti keinginan nya, tinggal nanti dia akan membujuk Nadila lagi. Semua yang Irfan janjikan pada Rani, tentu saja bohong. Semua itu dia lakukan agar Rani mau menuruti keinginan nya, mobil itu memang milik Nadila yang di beli nya jauh sebelum menikah dengan Irfan. Sedangkan rumah ini status nya masih mencicil, dan tentu saja saat ini Nadila sudah menolak untuk membayar cicilan nya lagi.
mungkin arsen gk megang perusahaan jd gk tau apapun ttg bpk nya 🤣.
berarti Arsen gk punya kuasa. bpk nya sampe beli rumah buat gundik dia gk tau. berarti perusahaan seratus persen yg nangani bpk nya.
Arsen berarti gk punya kedudukan 🤣 Dan kuasa sama sekali.