NovelToon NovelToon
Menjadi Istri Kedua Ayah Sahabatku

Menjadi Istri Kedua Ayah Sahabatku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:15.7k
Nilai: 5
Nama Author: Tasya Chuky

Bandung tidak pernah ramah bagi kantong seorang perantau. Di usianya yang menginjak 23 tahun, Yasita Humaira harus memutar otak setiap akhir bulan. Demi mengirimkan rupiah untuk Ayah dan Ibunya di kampung, dia rela menahan lapar dan berhemat sedemikian rupa. Yasita sadar diri; dia bukan wanita sholeha, bukan pula muslimah taat yang rajin beribadah. Shalatnya masih bolong-bolong, penampilannya biasa saja. Jauh dari kata sempurna.

​Beruntung, di kota ini dia memiliki Zulaikha—sahabat dekat seumuran yang bak langit dan bumi dengannya. Zulaikha adalah definisi wanita idaman: keturunan Arab-Indonesia dengan mata tajam yang indah, selalu anggun dengan gamis dan hijab lebar yang menjuntai. Tak hanya cantik, Zulaikha adalah putri dari pemilik Mandra Bros J, raksasa industri pakaian muslimah dan perhiasan emas tempat Yasita mengadu nasib. Namun persahabatan itu putus ketika sebuah Tawaran Dari Umi laila Ibu Zulaikha memintanya menjadi istri kedua Ayah Zulaikha yaitu Jalal Ash-Siddiq....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tasya Chuky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

"Coba kau cerita sama saya, kau kenapa sebenarnya?" tanya Mama dengan nada suara yang sangat serius.

​Aku hanya menggeleng, memalingkan wajah karena malas dan takut menjawab.

​"Yas, saya ini perempuan, sudah melahirkan kalian. Jadi saya tahu apa yang baru kau alami itu. Muntah dan mual setiap pagi... itu gejala orang mengandung," ucap Mama telak, menghunjam langsung ke inti ketakutanku.

​Aku seketika terdiam. Pertahanan yang selama satu bulan ini kubangun rapat-rapat akhirnya runtuh total. Air mataku merebak dan detik itu juga tangis piluku pecah. Aku menangis sejadi-jadinya di hadapan wanita yang melahirkanku.

​"Kasihan anakku... Coba cerita sama Mama, apa yang terjadi di perantauan?" Ucap Mama melembut, membawa tubuhku ke dalam pelukannya.

​Mendengar kepedulian Mama, aku pun mulai bercerita, meski dengan sedikit rekayasa. Aku tidak berani berterus terang mengatakan bahwa suamiku telah meruda paksaku, atau bagaimana keluarga besarnya merendahkan harga diriku. Aku hanya menceritakan bahwa aku sudah menikah secara siri di Bandung, dikarenakan pria itu memiliki istri pertama yang sedang sakit sakratulmaut. Aku juga jujur mengatakan bahwa suamiku sudah berumur 40 tahun.

​"Apa?! Suamimu umur 40 tahun?! Sudah gila kamu?!" bentak Mama, spontan melepaskan pelukannya karena syok.

​Aku hanya terunduk diam, menerima omelan Mama. Namun, entah setan apa yang merasuki pikiranku, tiba-tiba sebuah kalimat pembelaan meluncur begitu saja dari bibirku. "Umur 40 tapi masih kelihatan muda, Ma. Kalau dibanding sama Bapak, beda jauh..." ucapku sedikit sewot.

​Aku menggigit bibir, merutuki diriku sendiri. Bisa-bisanya dalam kondisi terdesak begini aku malah membela pria tua monster itu?

​Mama mendengkus sinis mendengar ucapanku. "Eheh, jelas toh beda jauh! Bapamu itu sudah 50 tahun lebih!" ketusnya, walau raut wajahnya terlihat lucu karena menahan jengkel.

​Aku sempat tersenyum tipis melihat ekspresi Mama, sebelum rasa cemas kembali merayapi hatiku. "Ma, terus bagaimana ini? Nanti Bapak tidak marah ji?" tanyaku pelan, mencicit ketakutan membayangkan reaksi Bapak.

​Mama menghela napas panjang, mengusap bahuku dengan lembut untuk menyalurkan kekuatan. "Tenangmi, nanti saya yang bicara pelan-pelan sama bapamu," kata Mama menenangkanku. Dia kemudian bangkit dan berjalan keluar, memberiku ruang untuk sendiri.

​Aku menatap perutku yang masih rata. Aneh sekali. Kemarin, saat pertama kali menyadari keterlambatan bulan, aku menolak keras kehadiran janin ini karena dia adalah bukti dari malam kelam itu. Namun sekarang, entah mengapa, tiba-tiba muncul rasa sayang dan kelembutan yang hangat mengalir di dadaku.

​Baiklah, Nak. Ibu akan berusaha. Ibu akan coba pertahankan kamu sekuat tenaga, ucapku tulus dalam hati, dipenuhi tekad yang baru.

••••••••••••

Tiga tahun terlewati dengan sangat cepat. Jika kuingat kembali masa-masa dulu saat Bapak pertama kali mengetahui tentang kehamilanku, beliau memang sempat mengamuk dan kecewa besar. Namun, berkat ketelatenan Mama yang menenangkan, Bapak akhirnya luluh dan dengan sabar menerima kenyataan ini.

​Anak yang kuduga akan membawa kutukan itu kini telah lahir ke dunia. Seorang bayi laki-laki tampan yang kuberi nama Jayan Zaidan. Entah mengapa, jika dipikir-pikir kembali, nama itu terasa agak asing di telingaku. Namun, jauh di lubuk sanubari, nuraniku seolah menuntun dan mengharuskan bocah kecil itu menyandang nama tersebut.

​Pagi ini dengan sigap aku bersiap-siap mengajak Jayan keluar rumah. Aku sudah berjanji akan membawanya berburu jajanan di pasar. Dengan dibonceng oleh Andra, adik kembarku, kami bertiga membelah jalanan kampung menuju pasar.

​"Hore! Om, kita mau beli gado-gado sama nasi kuning, sama makanan enak lainnya toh!" seru Jayan dengan suara cadelnya yang menggemaskan.

1
Fitria Syafei
KK cantik kereen 😍 kereen 😍 terimakasih 😘
Fitria Syafei
semangat kk cantik 👌 KK cantik mantaf 🥰 terimakasih 🥰
Fitria Syafei
cepat sehat yaa KK cantik 😍 KK cantik kereen 😘 terimakasih 😘
Ummi Sulastri Berliana Tobing
cepat pulih y Thor 😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!