NovelToon NovelToon
Tertolak Rindu

Tertolak Rindu

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:20.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Perhatian Kian Sakala selalu tercuri pada teman perempuan SMAnya, Wanda Safia yang selalu diperlakukan seperti babu oleh Aditama Hasta.

Wajah lelah dan tertekannya selalu mengusik hati manusiawinya Kian. Tapi sepertinya pertolongannya terhadalp Wanda malah selalu berbuah pahit untuk temannya itu

Semoga suka, ya♡♡♡
Spin off Pesona Cassanova. Tapi bisa dibaca terpisah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Debat keluarga

"Kenapa hobi banget adu fisik, sih, sayang?" Emily yang baru pulang sore harinya langsung menyidang putra kembarnya. Dewa suaminya juga ada di sampingnya.

"Aku ngga tahan, mam, melihat perempuan diperlakukan dengan kasar." Kian mengeluarkan pendapatnya, membela diri.

Kening Emily berkerut.

"Perempuan?" tanyanya ngga paham.

Dewa menatap Kian lebih serius.

"Iya, mam." Kian menyahut tenang

"Teman di sekolah, mam." Azka menambahkan.

"Maksudnya putranya Panji Hasta memperlakukan perempuan dengan kasar?" Dewa ikut menginterogasi.

Kian mengangguk.

"Keluarga Wanda bekerja di rumah Aditama. Neneknya art sudah sejak lama. Mendiang mamanya pernah jadi asisten papanya. Jadi dia menganggap Wanda asistennya juga," ungkap Kian mejelaskan kronologi awal mula bisa terjadi perkelahian ini.

"Ooh... Jadi Wanda itu perempuan yang diperlakukan kasar?" Emily menatap Kian penuh makna.

"Ya, dikata-in babu, disuruh suruh. Sampai didorong. Aku kasian, mam." Kian dengan luwes mengeluarkan unek uneknya.

Emily bertatapan dengan Dewa. Baru kali ini kedua putranya membahas perempuan di luar Keyra, Dira dan Vira atau kerabat mereka yang lain. Terutama Kian.

"Jadi kalian bela-in sampai akhirnya berkelahi rame rame?" Dewa mengangguk anggukkan kepalanya, mulau mengerti akar masalah kali ini. Karena Ezra tidak menjelaskan dengan detil waktu ditanya. Hanya mengatakan tentang hukuman mereka dan soal ganti rugi saja.

"Dia yang mulai duluan. Kita hanya melayani aja," sahut Kian anteng. Cengirannya terlihat jelas.

Emily tersenyum, begitu juga Dewa.

"Jadi mau sampai kapan begini terus? Berkelahi karena perempuan. Yang terlibat banyak orang lagi." Emily melepaskan nafas panjang. Kalo begini, sampai kelulusan di tiga tahun ke depan, putranya dan putra putra kerabatnya akan selalu bermasalah.

"Kalo berantem fisik di sekolah cukup sampai hari ini, mam. Soalnya guru BP yang baru ngasih hukuman berat banget," lapor Kian dengan wajah berubah be-te.

Alis Emily berkerut.

"Masih Bu Elia, kan?" Seingatnya Bu Elia baru dua minggu yang lalu bekerja di sekolah putra kembarnya. Mereka sudah pernah bertemu.

Sudah diganti orang lain?

"Masih, mam. Kan, hitungannya belum lama." Azka yang menyahut

"Kata Ezra kalian harus membersihkan kamar mandi selama satu minggu, bergantian dengan putranya Panji Hasta. Begitu?" Dewa tersenyum sedikit lebar

Kian menghembuskan nafas panjang.

"Kalo kami berkelahi lagi, hukumannya diperpanjang satu bulan."

Emily dan Dewa serentak tergelak

"Ya, udah, jangan kelahi lagi," nasehat Emily sambil mengacak gemas rambut Kian.

"Susah, mam. Aditama itu kompor yang gampang meledak," omel Kian.

Emily menghembuskan nafas pelan. Masalah putranya seperti biasa, pasti akan berlanjut.

"Azka. Kamu dengan yang lainnya ngga masalah ikut dihukum?" tanya Dewa mengalihkan pembicaraan.

"Mau gimana lagi, dad. Aditama itu suka keroyokan."

"Kalo gitu ngga ada solusinya," tukas Dewa sambil menatap Azka dan Kian bergantian.

"Kalian bakal ngegantiin tugas pembantu sekolah membersihkan kamar mandi selama tiga tahun," sambungnya kemudian tertawa lagi. Meledek kekesalan yang ada di wajah putra kembarnya.

Azka dan Kian menatap horor pada daddynya.

"Laen kali, sayang, pikir dulu sebelum menyesal nantinya," nasehat Emily lagi.

Kian dan Azka sama sama menghembuskan nafas kesal.

"Dad, bisakah kita saja yang membayar uang sekolah Wanda?" usul Kian setelah keheningan sempat tercipta.

Tawa Emily dan Dewa sudah mereda.

"Biar Aditama ngga kasar kasar lagi sama Wanda?" Emily yang menyahut.

Kian mengangguk.

"Biar kita juga ngga bersihin kamar mandi lagi, mam," tambah Azka.

"Oke. Nanti daddy bicarakan sama papanya Aditama," janjinya ngga yakin perseteruan anak anak mereka akan berakhir. Wanda hanya satu saja dari sekian keributan yang mereka lakukan.

Wajah putra kembarnya tampak berbinar.

"Thank's, dad." Kian benar benar lega mendengarnya.

Sikap putranya membuat Dewa curiga.

"Kian, kamu suka dengan Wanda?" todong Dewa membuat Kian agak berubah ekspresinya.

Emily sekarang fokus menatap Kian, menunggu jawabannya.

Kian menggelengkan kepalanya lebih dulu sebelum menjawab pertanyaan daddynya.

"Aku kasian aja melihatnya, dad." Saat mengatakan penyangkalannya, hati Kian merasa ngga nyaman.

Dia juga bingung kenapa merasa begini. Beberapa kali menolong Wanda karena Kian merasa cewe itu wajib dia tolong. Apalagi Wanda terlihat p@srah saja menerima perlakuan yang ngga seharusnya dia dapatkan.

Emily dan Dewa menganggukkan kepala mereka. Tidak i bertanya lagi yang bisa menyudutkan Kian.

"Oke, besok daddy akan janjian ketemu Papanya Aditama. Tapi kalo mereka menolak, daddy ngga bisa maksa. Itu privasi mereka."

"Oke, dad." Kian tau keberhasilannya mungkin nol koma nol nol nol persen. Tapi setidaknya dia sudah mengusahakan yang terbaik buat Wanda.

Anehnya dia merasa perutnya mendadak mulas tapi bukan seringai sakit yang ada di wajahnya, melainkan sekelumit senyum.

*

*

*

"Pa, Bu Elia bisa dipecat?" tanya Aditama yang menyusul papanya ke ruang kerjanya.

Langkah Panji Hasta terhenti. Tubuhnya berbalik menatap putranya yang hanya berjarak dua meter saja darinya.

"Kenapa harus dipecat?"

Aditama menghembuskan nafas kesal.

"Dia berani sekali menjemur kami dan menyuruh membersihkan kamar mandi selama satu minggu," omel Aditama mengeluarkan unek uneknya.

"Kenapa kalian hobi banget bertengkar? Setau papa, ini pertengkaran yang sudah kesekian kalinya." Panji Hasta berkata setelah duduk di sofanya. Tubuh lelahnya menyandar.

Selain di sekolah, anaknya juga pernah berantem di luar sana. Tiap ketemu kalo lagi nongkrong, buntutnya berkelahi. Untung saja para orang tua bisa menganankan situasi hingga tidak ada aparat yang terlibat.

"Kian yang mulai, pa," sergah Aditama ngga mau disalahkan. Dia duduk di sofa yang berada di depan papanya.

"Kali ini masalahnya apa? Sampai dapat hukuman begitu?"

"Dia mengganggu Wanda."

Alis Panji berkerut. Rasanya aneh mendengar kata kata putranya. Dia cukup mengenal orang tua Kian, juga kerabatnya.

"Pokoknya dia mengganggu Wanda. Aku ngga suka."

Panji menghela nafas berat.

"Jadi pertengkaran kali ini karena Wanda?"

Aditama menganggukkan kepalanya.

"Oh ya, papa bisa pecat Bu Elia?"

Panji Hasta menggeleng.

"Kenapa?"

"Bu Elia anak bu kepala sekolah yang juga pemilik.yayasan Dharnawangsa."

Aditama terhenyak. Di luar dugaannya. Pantasan guru BP itu berani sekali menghukum mereka.

"Kalo begitu aku mau pindah sekolah."

Panji Hasta tertawa pelan.

'Pindah karena takut dengan Kian?" pancingnya.

Aditama mendengus jengkel. Panji tertawa melihat anaknya yang memang memiliki sumbu pendek. Gampang meledak.

"Aku ngga takut sama dia, pa. Aku ngga mau terus terusan bersihin kamar mandi."

Papanya masih tertawa.

"Ya, sudah. Jangan cari masalah lagi dengan Kian atau siapa pun. Kamu harus serius sekolah. Siapa lagi nanti yang akan ngurusin bisnis papa kalo bukan kamu."

Aditama terdiam.

"Latihan sabar. Nanti kalo kamu sudah gantiin papa, akan sulit dapat klien kalo kamu gampang naik darah."

"Aku masih SMA, Pa. Masih jauh," ngeles Aditama.

"Karena masih jauh makanya dimulai dari sekarang. Kian juga bakal gantiin papanya. Masa kalian masih mau gontok gontokan juga nantinya?"

Rahang Aditama mengeras. Bukan solusi yang dia dapatkan dari papanya.

"Selain Kian, kamu juga pernah berantem dengan Alen, Denish, Gio. Mereka semua itu bakal jadi bos, sama kayak kamu. Kamu akan butuh mereka untuk berbisnis."

"Aku ngga perlu berbisnis dengan mereka. Aku sudah punya Mahesa dan teman teman pendukungku yang lain," sanggah Aditama keras kepala.

Panji Hasta mengangguk anggukkan kepalanya.

"Dunia itu berputar, Tama. Mungkin nanti kamu akan butuh mereka."

"Nggak akan pernah, pa."

1
Pujierde
aiiish gak malu gitu hidup jadi benalu gak punya harga diri donk gw klo jadi wanda ogah punya suami jadi benalu pada orang tuanya wlo hartanya berjibun
Pujierde
sepertinya perkiraan kamu salah deh soalnya para sepupu yang tengil" itu sudah memicu amarah aditama
Pujierde
ya ampun ngebet banget mw nikah siiiiih kamu masih muda kiaaaaan belum waktunya nikah kamu mw ngasih apa sama istrimu masa jadi benalu orang tua siiiih malu tau sama daddy kamu yg kerja dan mapan dulu baru menikah
Rahmawati
penasaran nanti gimana sikap tama kl tahu Wanda saudaranya
Bunda Keisha
Nasibnya Wanda hampir sama dengan Emely, cuma Emily disayang Papa dan saudara tirinya.. ❤
Pujierde: betul banget bun bedanya saudara tirinya yang sudah jadi istri aaron (klo gak salah) sudah tau dari mereka masih kecil dan papanya emily gak selingkah tapi di jebak sama rekan bisnisnya
total 3 replies
Khey Rachmat
jgn sampe menyesal km panji trs2 belain si anak cengeng... mending jujur aja sihhh
🟡MENTARY
om Erza mempet bu guru
anggita
iklan☝☝like👍
Rahmawati
ternyata daadyy dewa gk sembarangan ngasih ijin nikah, di gembleng dulu biar siap jd kepala keluarga
NurKasih
Jodoh mahesa apakah dlm circle kian cs😄
NurKasih
Moga aja nanti bila tama tahu wanda adik nya tidak membenci wanda lagi dan akan merasa menyesal kerna perlakuan nya yg terlalu jahat, udahlah panji jika isteri mu masih x memaafkan kisah lalu mu tinggalkan saja, lagian sekarang isteri mu selingkuh atas dasar ingin balas dendam..cari la wanita yg bisa menerima masa lalu mu.. Moga tama punya hati baik seperti mu bkn seperti ibunya yg pendendam
falea sezi
nenek nya goblok🤣 si tua bego😒
🟡MENTARY
Keren
🟡MENTARY
Untung Ada Keyra
Susma Wati
pelan -pelan rahasia tentang wanda terbongkar dan aditama mengetahuinya, akan sehancur apakah aditama mengetahuinya rahasia tentang wanda, dan rahasia tentang papa dan mamanya yang ternyata saling selingkuh, tapi kalau mamanya wanda beda ya dia korban dari panji yang memaksa nya memuaskan hasrat bejat nya, kalau merelin mah memang sengaja niat selingkuh, alasan nya mau balas panji, tapi dengan kelakuan merelin apakah aditama akan memaklumi kelakuan ibunya!
Rahmawati
daripada terus ditutupi mending kasih tu aja sih, sudah resikomu panji dibenci sama anakmu sendiri
Lusi Hariyani
semoga aditama th klo wanda adik y
Pujierde
aditama itu dan dia bakalan cari tau siapa wanda semoga aditama tidak semakin membenci wanda ketika mengetahui kebenarannya
Pujierde
kenakan lo klo kamu menghormati nenek sebagai tangan kanan kakek dan nenek kamu tama setidaknya kamu menganggap wanda teman kamu
Pujierde
mantaaaaap 👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!