Apa jadinya bila seseorang menawarkan kita untuk menikahi putrinya secara tiba-tiba??
Armand Wicaksana secara sadar menerima pernikahan dengan seorang wanita yang tengah hamil oleh kekasihnya yang tidak mau bertanggung jawab.
Meskipun sang istri, Carissa Wilhelmina selalu bersikap tidak baik padanya.
"Jika anak ini lahir, aku ingin kita bercerai" ucap Carissa.
"Terserah saja, aku ikuti permainanmu" balas Armand acuh sembari berjalan meninggalkan Carissa.
Akankan mereka bisa menjalankan rumah tangga yang sesungguhnya?
Ataukah justru Armand menyerah dengan sikap Carissa???
Yuk kepon novel baruku...
Happy reading....😘😘😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Oktana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Balas Dendam Dengan Elegan
Armand kini sudah menemukan kembali hotel untuk dirinya tinggal selama di Zurich. Armand bisa saja terus mengajak Carissa bercinta seharian tapi ia cukup untuk memberi sebuah pelajaran untuk Carissa bahwa di campakkan itu tidak enak.
"Biar dia merasakan di manfaatkan itu tidak enak" gumam Armand.
Kim yang sedari tadi melihat temannya itu hanya diam sehabis keluar dari hotel merasa heran.
"Kamu baik-baik saja?" tanya Kim.
"Aku baik" balas Armand.
"Kenapa kamu tiba-tiba ingin pindah hotel? Setahuku itu hotel favoritmu?" tanya Kim.
Armand hanya tersenyum, ia tidak mungkin menceritakan hal yang sebenarnya pada Kim.
"Aku hanya ingin dekat saja dengan tempat bekerja. Aku malas harus jauh-jauh dan sepertinya hotel ini lebih cocok untuk ku sekarang" balas Armand.
Sesudah mengantar Armand sampai hotel, Kim pamit pergi. Armand segera memesan kamar pada resepsionis.
"Silahkan Tuan, kamar anda ada di no 109" ucap resepsionis itu sembari menyerahkan key card pada Armand.
...
Pagi harinya Carissa menggeliatkan tubuhnya di bawah balutan selimut, tangannya mencari-cari Armand tetapi ranjang di sebelahnya kosong tak bertuan.
"Armand!" Carissa memanggil pria yang semalam sudah membuat ia menjerit kenikmatan.
Hening tak ada suara.
"Armand!" Carissa memanggil lagi tapi tetap hening.
Ia langsung bangkit dari ranjangnya dengan tubuh yang masih polos. Ia merasakan seakan tulangnya remuk. Armand menyiksanya seperti angin tornado menghantam pemukiman.
Ketika ia melihat ke arah kiri, secarik kertas menarik atensinya, tangannya terulur lalu mengambil kertas itu. Ia membaca catatan kecil yang di tinggalkan Armand.
"Dia pergi setelah aku tertidur!" lirih Carissa.
Entah ada rasa nyeri yang ia rasakan setelah di gauli lalu di tinggal pergi.
"Aku harus kembali ke Paris jam 10 pagi" ucap Carissa yang melihat jam di ponselnya.
"Masih ada waktu 3 jam lagi" ucapnya.
Ia segera bangkit lalu berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Jujur saja ia masih merasa lengket oleh cairan kenikmatan yang Armand semprotkan.
"Auhhhh" ketika ia melangkah, ia merasakan miliknya yang perih. Mungkin lubang mungil itu tidak pernah di masuki oleh siapapun sesudah ia selesai masa nifas.
Kendati demikian, Carissa tetap berjalan ke kamar mandi.
..Skip....
Sesudah sarapan pagi, semua model sudah berkumpul di lobi hotel untuk pergi ke bandara. Carissa tidak sadar bahwa di lehernya terdapat kiss mark yang di lakukan oleh Armand semalam. Viviane yang jeli pada tanda merah itu tahu bahwa itu tanda chu pang.
"Carissa, no kamarmu 133, kenapa kau keluar di kamar no 132? Kau tidur dengan siapa malam tadi?" selidik Viviane.
"Aku rasa kau tidak berhak untuk tahu" balas Carissa acuh.
"Tak mungkin jika kau tidur dengan Hans, oh tuhan Hans itu gay kelas berat. Tapi jika kau tidak tidur dengan Hans, dengan siapa kau tidur, Nona Indonesia?" tanya Viviane semakin sesuka hati mengintrogasi Carissa.
Hans yang di maksud adalah gundik pria sang desainer sesama pria yang merangkap menjadi asisten pribadinya.
"Aku rasa Nona Denmark ini tidak cocok untuk menjadi seorang top model, kau cocoknya menjadi seorang paparazi. Tak usah mengurusi aku, urus saja dirimu sendiri. Kau tahu aku memergoki Valentino berciuman dengan Jedediah di ruang make up" ucap Carissa lalu pergi meninggalkan Viviane yang tengah cemburu mendengar kekasihnya selingkuh dengan model wanita asal Argentina.
Tepat jam 10, mereka semua naik pesawat untuk kembali ke Paris.
..
Tepuk riuh di kantor itu terdengar membahana seiring dengan pembahasan meeting dari semua yang hadir di dalamnya termasuk Armand.
Semua orang mengemukakan gagasannya untuk memajukan bank itu supaya lebih di percaya oleh nasabah. Solusi demi solusi terus di kemukakan oleh para orang-orang hebat dari berbagai negara.
Meeting itu baru selesai jam satu siang. Armand segera kembali lagi ke hotel. Walaupun badannya lelah, ia sangat merindukan sang putri. Armand pun menghubungi Indah. Tak lama Indah mengangkat panggilan video Call dari Armand.
"Hallo Mand!' sapa Indah.
" Hallo Bu, Bu Azura sehat kan? Mana Azura Bu, aku sangat rindu pada anak itu" tanya Armand.
Indah langsung memperlihatkan Azura yang sedang memakan biskuit bayi.
"Papapapappa" ucap Azura kala melihat wajah Armand terpampang nyata di layar ponsel.
"Hai Azura sayang, putri Papa! Azura sehat Nak? Azura rewel gak selama Papa gak di rumah? Hmmmm Papa rindu sama Azura" Armand mengoceh walau Azura tidak mengerti apa yang Armand katakan.
"Azura sehat Mand, kamu tak usah khawatir. Tapi Mand, selepas kamu pergi, Pak Abimanyu selalu kemari menemui Azura. Ibu risih banget sebenarnya cuma di usir gak enak sekali" keluh Indah.
"Dasar aki-aki kesempatan banget tak ada aku di rumah. Bu kalau dia ke rumah lagi, tolong jangan di kasih masuk. Enak aja setelah dia menolak Azura sambil mengatai anak haram, sekarang dia mau dekat-dekat dengan Azura setelah dia tahu anakku tumbuh sehat dan lucu. Jangan harap aku akan berikan dia izin menemui Azura lagi setelah aku pulang" geram Armand.
"Tadi juga dia datang lagi, hanya Ibu sengaja tidak membuka pintu. Aneh banget sudah tua tapi sifatnya labil kaya ABG. Pagi ngomong apa, siang beda lagi. Konglomerat kok kaya begitu" balas Indah dengan nada sewot.
"Sudah abaikan saja orang itu, tidak berguna juga hanya bikin aku darah tinggi" kesal Armand.
"Sama kaya anaknya, mereka berdua sama-sama tidak jelas" balas Indah mengingat Carissa.
Setelah lama berbincang, akhirnya Armand memutuskan sambungan video call nya dengan Indah.
Indah sempat menyebut Carissa, mengingat nama itu, Armand jadi ingat malam tadi. Carissa sempat menjerit memanggil Armand dengan sebutan sayang ketika semalam bercinta dengan dirinya. Armand tidak mau berspekulasi liar mengenai kenapa Carissa memanggilnya sayang, Armand tahu hal itu biasa di lakukan siapa saja ketika sedang tumpang tindih untuk membumbui agar percintaan itu semakin menggelora.
"Gara-gara kau Carissa, aku jadi pusing begini. Kenapa coba harus bertemu dengan dia lagi" Armand menjadi kesal pada situasi yang sudah terjadi.
Ia pun memutuskan untuk tidur karena malam harinya ia akan jalan-jalan bersama Kim dan Shamir ke Bahnhofstrasse
Bahnhofstrasse adalah salah satu jalan perbelanjaan paling terkenal di dunia. Di tempat wisata terkenal di Zurich, kita bisa menemukan toko-toko desainer ternama, perhiasan, dan jam tangan mewah. Ada juga souvenir untuk dibawa pulang, Bahnhofstrasse adalah tempat yang tepat untuk berbelanja.
Jadi kalau readers liburan ke Zurich, jika ingin membeli souvenir untuk keluarga dan teman yang ada di Indonesia datang saja ke kawasan Bahnhofstrasse....🤗