“ Girls first love”
(Cinta pertama anak perempuan)
Novel ke dua, Girl’s first love - Batista Dela Sale…
Follow instagram : @coretandella_
Mengisahkan tentang dua anak perempuan yang mencari sosok cinta pertamanya.
Dania Rayanza (17) dan Rania Rayanza (4) Keduanya hidup bertiga dengan sang ibu yang kini sakit-sakitan. Hidup yang sulit membuat ibu Rianti tidak bisa berobat dengan baik.
Suatu hari, ibu Rianti tiba-tiba saja mengalami penurunan. Sebelum dirinya pergi meninggalkan kedua putrinya, Ibu Rianti berpesan kepada putri sulungnya untuk pergi mencari keberadaan ayahnya yang diketahui merantau di kota J.
“Dania, tolong jaga adikmu Rania… Pergilah kalian ke kota J. Carilah ayahmu yang pergi merantau disana, temui dia dan hiduplah bersama ayah dan adikmu. Bunda sudah tidak kuat lagi, tolong jaga Rania… “ ucapnya tersendat.
“Rania… putri bunda, maaf bunda tidak bisa menjagamu hingga dewasa. Bunda sayang Rania, bunda sayang Dania… jaga diri kalian baik-baik… “
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dlbtstae_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RANIA SAKIT
Di sebuah lokasi yang tak jauh dari kampus, ada seorang gadis cantik tengah dibully oleh tiga seniornya.
Byurr ! Satu ember berisi air, ditumpahkan ke atas kepala wanita itu membuatnya menjadi basah. Sedangkan pelakunya tertawa bahagia dan mengejek kesenangan.
“Lo udah bikin gue malu, sekarang gue yang bikin lo malu ! “ serunya mengkode kedua temannya untuk melemparkan telur busuk dan tepung ke arah seorang wanita yang tampak sudah basah kuyup.
“Oke Gadis, “ sahut salah satu temannya.
Kedua temannya langsung melempari telur busuk dan tepung ke badan Dania, namun sebelum itu terjadi, ketiganya dikagetkan dengan air yang tiba-tiba menyirami ketiganya begitu brutal.
“AAAAAAAA !! “ teriak ketiganya panik. Bahkan telur dan tepung yang ingin mereka lemparin ke Dania kini berpindah melumuri ketiganya.
“AAAAA BAUUUUUU !! “ teriak Gadis mencak-mencak.
Kedua temannya pun ikut bete, “ Siapa yang ngerjain kita !!! “ teriak Gadis.
Air yang menyirami mereka belum selesai, membuat ketiganya tidak melihat siapa yang mengerjai mereka bertiga.
Dania yang melihat itu, mengusap wajahnya dan menatap ketiga wanita itu dengan heran. “ Siapa yang mengerjai mereka ? “ tanya nya polos, namun saat dirinya melihat ke arah kiri, Dania justru melihat sahabatnya memegang selang mobil pemadam kebakaran diatas pagar dengan seorang pria yang duduk di sebelahnya.
Sampai akhirnya, ketiga orang yang membully Dania pergi kocar-kacir dengan hati yang sangat marah dan kesal.
Melihat kepergian ketiga orang itu, Jena mematikan selangnya agar airnya tidak keluar lagi.
“Mau mandi sekalian nggak ? “ tanya Jena polos.
Dania menggeleng bahkan badannya sudah sangat dingin dan sekarang dirinya sudah menggigil. Jena yang peka, memberikan selang itu kepada sosok pria di sampingnya dan melompat dari atas pagar, lalu menghampiri Dania.
“Ayo ke mobil itu, ada pakaian ganti untuk lo ! “ ajak Jena pelan.
Jena sebelumnya memberikan pesan kepada sopirnya membelikan pakaian untuk Dania saat keduanya tadi berencana akan pulang ke mansion, namun Jena tak sengaja melihat Dania di bully maka dari itu dirinya meminta tolong salah satu damkar yang baru saja menyelesaikan misinya untuk membantunya menolong temannya yang dibully.
Keduanya menaiki pagar yang ada dan ya sudah menyalakan kran selang lalu menyemprot ketiganya, “ senjata makan tuan, “. ucap Jena tersenyum membuat pria tampan di sampingnya ikut tersenyum sangat tipis tanpa ada yang menyadarinya.
“ BANG TERIMAKASIH SUDAH MEMBANTU !! “ ujar Jena melambaikan tangannya begitu juga Dania.
Pria tampan itu mengangguk dan melompat ke balik tembok yang ada di sebelahnya.
Dania yang bingung dimana mereka bertemu pun bertanya, “ Mereka baru saja melakukan tugas di gedung sebelah. Makanya aku bisa meminta tolong. “ jelas Jena.
Dania mengangguk dan langsung mengganti pakaian nya, sementara pak sopir turun dari mobil agar Dania bisa mengganti pakaian.
Setelah berganti pakaian, Jena mengajak Dania untuk pergi ke suatu tempat yang sudah lama tak mereka kunjungi lagi.
“Kita mau kemana, Jen ? “ tanya Dania merasa heran, bahkan dirinya bingung siapa Jena.
Dania tak tahu jika Jena adalah anak bungsu di keluarga Wilson. Bahkan setiap video call, Jena tak pernah menampakan sosok rumahnya. Selalu background gold dan black, yang menjadi latar dimana keduanya melakukan video call.
“Tempat yang sudah lama tak kita kunjungi, “
“Eh, gue baru ingat ! Lo nggak kerja ? “ tanya Dania heran pada Jena.
Jena menggeleng, “ Kan gue udah ngasih tahu lo, gue udah nggak kerja disana lagi ! “ jelas Jena.
“Terus kita mau ke—. LAH INI TEMPAT KERJAAN KITA DULU KAN JEN !! “ pekik Dania membuat Jena dan pak sopir kaget.
“Nggak usah heboh ! Iya kita ke sini, karena abang gue nyuruh gue datang ! “ ujar Jena dan turun dari mobil.
Melihat Jena turun, Dania segera menghampiri. “Kita mau ngapain, gue takut ketemu mereka… “ ucap Dania takut.
“Nggak usah takut ! Mereka sudah dipecat, Dan. Bahkan bapaknya diceraikan begitu saja oleh istrinya dan ibu HRD serta pak manager keuangan yang ngefitnah lo udah di balik jeruji sekarang, “ ucap Jena.
“loh kok bisa, kenapa ? “ tanya Dania.
“Ya bisa, lo kayak nggak tahu aja. Mereka itu sudah melakukan penyelewengan, “ ucap Jena singkat.
Kini keduanya masuk ke dalam perusahaan dengan Dania yang memegang tangan Jena. Keduanya berjalan tanpa peduli dengan tatapan karyawan yang menatap heran keduanya bahkan saat Jena menggunakan lift khusus CEO membuat salah satu karyawan menegurnya.
“Maaf nona ! Lift ini tidak bisa digunakan di sembarang orang ! “ tegurnya.
Jena tak perduli, ia bahkan menarik tangan Dania untuk masuk lift yang sudah terbuka.
“Nona !! “ ujar wanita cantik itu menghalang keduanya. Akan tetapi, Jena justru menekan tombol tutup membuat wanita tadi mengumpat kesal.
“Hei, kenapa kau seperti itu ! Nanti kita bakal dipanggil satpam dan diusir ! “ ujar Dania kesal kepada sahabatnya itu.
“Sudah, biarkan saja ! “
Setelah sampai di lantai paling atas, Dania dan Jena bertemu Reo yang hendak masuk ke dalam ruangan Jeon.
“Bang Reooooooo !! “ teriak Jena heboh saat melihat pria kesayangannya.
Reo yang sudah memegang handle pintu berbalik menatap Jena dan Dania yang rambutnya masih basah. Keningnya mengerut dalam.
“Dan, kamu kenapa ? “ tanya Reo pelan membuat Jena berdecak kesal.
“Eh, nggak papa bang.. “
“Nggak papa gimana, habis dibully dia bang ! “ ujar Jena dan menarik tangan Dania untuk segera masuk ke ruangan abangnya.
“lahhh… . “
*
*
*
*
*
“Cemuana lima puluh enam lebu bu ! “ ucap Gaga semangat saat dirinya belajar berjualan.
“Ini dek tampan… “ ucap Bu RT menyerahkan uang enam puluh ribu kepada Gaga.
“Cebental ya ibu elte, Gaga cali dulu kembalianna… “
Gaga mengotak atik kalkulator, ia sudah memahami cara menghitung menggunakan kalkulator atas ajaran Rania. “Kembalianna empat lebu, tunggu cebental ya bu.. “ ucap Gaga lagi.
Setelah mendapatkan uang empat ribu, Gaga segera memberikan uang tersebut kepada bu RT. “Terima kasih, Gaga. “
“Sama-sama bu elte yang tantik dan baik hati !! “ seru Gaga senang.
Bu RT tertawa, namun ia tidak melihat keberadaan Rania. Entah dimana bocah itu, tumben tidak terlihat. Sedangkan bocah yang dicari tengah tertidur dengan kening yang diberi kain basah.
“uuuuuhh, dingin… . “
Setelah kepergian, Bu RT tak lama datanglah seorang bocah genit menenteng rak berisi kue kering.
“HELLLOOOO, LANIAAAAA LIJA DATANG NIIII !! “ teriaknya sedangkan di belakang ada Rava yang tak mau kalah.
“CAYANGKUUUU ABANG LAVA DATANG NIIIIII !! “
...***...
Jangan lupa dukungannya.🥰
Kaka cerita Rania ga di lanjut sih??🤔 konsisten dunk KA.