Hukum tidak berpihak pada Anggita, jadi aku yang akan jadi hukumnya. Satu misi yang menjadi tujuanku hancurkan Arvin Teriaz. Aku Nabila Azzahra, topengku sekretaris, senjataku kode. Rencana sempurna begitu sempurna sampai Galen Teriaz, dokter yang membenci darahnya sendiri, mengulurkan tangan dalam misiku.
Apakah misi mereka berhasil dalam, menghancurkan seorang Arvin Teriaz ?
Baca selengkapnya !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah Mayaddah f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28 PENCULIKAN DI LEMBANG DAN PENGKHIANATAN
Hujan turun gak berhenti dari sore, lampu di Panti Asuhan Harapan kedip-kedip dan listrik padam sebagian. Di dalam, Bu Marta duduk di lantai. Koper di depannya, wajahnya pucat.
Nabila jongkok di sampingnya.
"Bu... ceritain pelan-pelan" Ucap Nabila
Bu Marta terisak
"Tiga hari lalu ada orang dateng dan bilang dari lapas. Bawa foto Riko anak saya, tidur di kamar, tapi ada pisau di lehernya. Katanya, kalo ibu gak transfer uang yayasan, Riko mati" Jawab Bu Marta
Galen menahan emosi, rahangnya mengera
"Terus ibu transfer?" Tanya Galen memastikan
Bu Marta mengangguk
"Ibu takut nak, ibu pikir lebih baik uang hilang daripada nyawa. Tapi sekarang mereka minta lagi, katanya Riko disekap di gudang pasar" Jawab Bu Marta
"Bu Marta, kami butuh BAP. Harus ke kantor sekarang juga" Ucap Polisi
Nabila lalu peluk Bu Marta
"Bu kuat ya, kita cari Riko bareng" Ujar Nabila
*****
Di mobil menuju polres, suasana berat. Galen nyetir, Nabila di samping sedangkan Anggita sama Dito di belakang sambil buka laptop. Tiba-tiba HP Galen bergetar dari nomor tersembunyi lalu Galen angkat dengan menyalakan speaker.
Terdengar suara pria serak sambil ketawa
… [ Pak Galen Teriaz, selamat malam ]
Galen [ Kalian siapa?!]
… [ Utusan pak Bram, ini pesan penting. Jangan lapor polisi, jangan bawa tim. Besok jam 10 malam, di gudang tua belakang pasar Lembang. Bawa uang 2 miliar cash, kalo mau anak itu hidup]
Galen mengepal setir
Galen [ Kalo aku bawa polisi? ]
… ketawa [Ya udah kami akan kirim jenazahnya ke panti, pilihan ada di tangan bapak]
_TUT_
Mobil mendadak diem.
"Sayang jangan, itu jebakan" Ucap Nabila
Galen nengok ke arah Nabila
"Aku tahu, tapi aku gak bisa diem, liat anak 12 tahun disiksa" Jawab Galen
"Kak, gudang itu udah 2 tahun kosong. Tapi CCTV nunjukin ada truk masuk 3 hari lalu jam 2 pagi" Ujar Anggta
"Kak... itu pasti jebakan maut" Celetuk Dito
Galen tarik napas
"Berarti kita balik jebakan itu" Ucap Galen
*****
Malam berikutnya tepat pukul 21:15, di gudang tua. Temboknya lumutan, Pintu besinya karatan. Galen turun dari mobil dengan memakai jas hitam basah kuyup, di tangannya tas ransel kosong.
Nabila dari dalam mobil sambil berdoa
"Tuhan Yesus, jaga suamiku. MalaikatMu kelilingi tempat ini" Gumam Nabila
Galen gedor pintu.
"Buka! Aku dateng sendiri!" Teriak Galen
Pintu kebuka di dalam begitu gelap, bau minyak tanah. Dari dalam 3 orang bertopeng keluar, satu diantaranya nyeret Riko. Anak 12 tahun itu, bajunya kotor, bibirnya berdarah tapi di lakban, tangannya diikat.
"Uangnya mana?" Kata Orang bertopeng yang berbadan tinggi
Galen angkat tasnya
"Kosong, aku gak bawa uang tapi aku bawa nyawaku. Tukar sama anak itu" Jawab Galen
Oarng bertopeng ketawa
"Beg*, tembak aja sekalian" Ujar Orang bertopeng
Tiba-tiba.
Lampu sorot dari 4 arah nyala.
"POLISI! ANGKAT TANGAN! LEPASIN ANAKNYA!"
Bu Dewi teriak dari luar saat mendengar keributan, orang bertopeng itu panik lalu dia tarik Riko jadi tameng.
"JANGAN MAJU! AKU TEMBAK ANAK INI!" Ancamnya
Galen tanpa mikir panjang, dia lari dan nerjang.
"DOR!"
Peluru nyasar di bahu Galen, dia ngerasain panas di bahu kanan bekas luka lamanya tapi dia tetep maju.
"LEPASIN DIA!" Teriak Galen.
Polisi langsung nyergap 3 orang itu dilumpuhin, dan Riko lepas dan menangis.
"Kak Galen..." Teriak Riko
Dari luar, Nabila pecah. Dia lari masuk.
"GALEN!" Teriak Nabila
Galen terkapar di lantai, darah ngalir
"Nab... Riko... selamat..." Lirih Galen
Nabila memegang wajah Galen
"Jangan tidur, dengerin aku. Kita belum selesai, kita belum bangun rumah singgah" Ujar Nabila
Tak lama Ambulans datang, lalu Galen di tandu masuk ke mobil ambulan. Di mobil ambulans, Galen masih melek.
"Nab... maaf ya... bulan madu kita..." Ucap Galen smabil terbata
Nabila nangis …
"Diem, hemat tenaga. Kamu harus sembuh, kamu harus jadi kepala keluarga" Ujar Nabila
Galen senyum lemah
"Ada kamu... cukup..." Jawab Galen
*****
Sementara itu di lapas.
"Pak Bram, operasi gagal. Anak buah bapak ketangkep, dan anaknya selamat" Ucap Sipir
Bram duduk di ranjang besi, diam 10 detik lalu ketawa pelan.
"Hahahaha, Dia beneran rela mati ya" Ujar Bram
"Mau kirim surat lagi?" Tanya Sipir
"Iya. Terakhir" Jawab Bram sambil megambil kertas
*****
Sudah 7 hari Galen di rawat dan sekarang, dia sudah bisa pulang. Di meja rumah ada surat, amplop coklat lalu Nabila yang buka. Dan isinya tulisan Bram.
‘Kamu jago nyelametin orang, sekarang selamatkan dirimu sendiri karena aku keluar 6 bulan lagi’
_ Bram _
Nabila sobek surat itu kecil-kecil
"Kita gak takut" Ucap Nabila dengan oenuh amarah
Galen dari belakang peluk Nabila
"Ada Tuhan, ada kita, ada keluarga. 6 bulan itu waktu buat kita siapin benteng" Jawab Galen
Nabila noleh
"Kita lawan pake apa?" Tanya Nabila
Galen tatap mata Nabila
"Pake iman, pake kebenaran, pake kasih sayang" Jawab Galen
Dari dapur kedengeran suara Astrid
"YANG SAKIT MAKAN DULUAN! RENDANGNYA ANGET!"
Semua ketawa, tapi di mata mereka ada tekad. Di kejauhan, di balik pagar, ada mobil hitam parkir ngawasin lalu pergi.
Minta likenya ya reader 🙏🏻😊, terima kasih 🙏🏻