NovelToon NovelToon
Luka Hati Ayana

Luka Hati Ayana

Status: tamat
Genre:Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:46.8k
Nilai: 5
Nama Author: Wahidah88

Ayana Zakiyah, nama yang sangat cantik seperti pemiliknya. Seorang gadis muslim yang sangat polos namun juga seorang kpopers yang sangat beruntung bisa mendapatkan beasiswa menimbah ilmu di negeri tempat idolanya bernaung. Bukan hanya itu dia memiliki paman dan bibi yang begitu sayang dan juga seorang kekasih yang begitu setia, meskipun jarak yang menjadi penghambat hubungan mereka. Namun, seketika itu pula semua itu hancur karena kepolosan Ayana. Karena hal itu, membuatnya harus kehilangan semuanya. Sebuah kemalangan harus dia terima ketika dia mengetahui dirinya hamil dengan seorang idol bernama Kim seungmin yang merupakan idol yang sangat di kaguminya. Hidupnya seketika hancur. Beasiswanya dicabut. Tetapi, Ayana tidak ingin meminta pertanggung jawaban dari Seungmin, dikarenakan Ayana tak mau menanggung dosa lebih banyak, dengan perbedaan keyakinan diantara mereka.
bagaimana dengan nasib Ayana? Apakah Seungmin akan tahu dan mau bertanggung jawab?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahidah88, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecewa namun tetap ingin bertemu

Sudah sejauh ini Azka melangkah, mencari keberadaan tunangan yang tiba-tiba memutuskan pertunangan secara sepihak. Faktanya Azka menemukan kenyataan akan kehidupan Ayana selama di Korea Selatan. Azka tidak menyangka Ayana senekat itu melakukannya. Perempuan yang terkenal akan kepolosan dan alim itu berani hamil dengan laki-laki lain. Rasa sakit hati setelah mendengar kenyataan pahit tentang sang kekasih membuatnya ingin mengakhiri semuanya. Namun, apakah harus berakhir seperti ini. Azka bahkan belum bertemu dengan Ayana. Setelah berpikir panjang, dengan rasa sakit hati yang dia punya. Azka memutuskan untuk menemui Ayana secara langsung.

Azka menemui Natalie, setelah menempuh perjalanan lumayan lama untuk menemukan alamat tempat Ayana tinggal. Beruntung perempuan tadi mau membantunya, bahkan pelayan cafe juga memberikan alamat tempat dimana Sora teman dekat Ayana tinggal di Seoul.

" Sudah ada kabar?" tanya Natalie ketika melihat Azka yang sudah berada didepan pintu rumahnya.

" Sudah.. aku mendapatkan alamatnya teman dekatnya bernama Sora." ucap Azka dengan nada lemah, hatinya masih terasa sakit mengingat kembali perkataan kedua orang yang di temui tadi.

" Syukurlah.. karena Natalie menjaga jieun, biar aku yang mengantarkan mu kesana." ujar suami Natalie yang kebetulan ada di rumah.

Selama pencarian Azka terhadap Ayana di Daegu, Azka menumpang tinggal di rumah Natalie dan suaminya. Meski canggung karena harus numpang, namun ini juga demi biaya selama dia berada di Korea Selatan. Biaya hidup di Korea Selatan jauh lebih mahal dibandingkan dengan Indonesia. Jadi Azka harus lebih berhemat selama menetap di negara tersebut.

Kekecewaan yang Azka rasakan menyisakan luka di hatinya. Dia berusaha untuk tidak percaya dengan perkataan perempuan tadi, namun pelayan itu malah justru membenarkan semua. Rasa kekecewaan cukup mendalam bagi Azka, namun itu tidak menghentikan pencariannya.

" Aku akan kembali ke Seoul. Alamatnya berada di Seoul." ucap Azka memperlihatkan kertas yang telah diberikan pelayan cafe tempat dimana Ayana pernah bekerja.

" Distrik gangdong? Dekat gedung SJ intertaiment, kan? Disana lumayan terdapat apartemen yang elit. Pasti teman kekasihmu itu orang kaya." ujar Natalie sangat tahu daerah tersebut.

" Aku kurang tahu soal itu. Aku hanya diberi alamat ini, siapa tahu Ayana tinggal bersamanya karena mereka berdua sama-sama berangkat ke Seoul untuk mencari kerja."

" Tunggu! Jadi apa yang dikatakan perempuan yang kita temui itu benar dong. Lalu, kamu sudah tahu alasan beasiswanya Ayana di cabut?"

Azka mengangguk dengan lemas, Natalie dan suaminya seolah mengerti dengan situasi yang telah terjadi pada Azka meski mereka berdua tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. " Apa kamu baik-baik saja?" tanya Natalie mengkhawatirkan Azka, begitu pula tatapan khawatir dari suami Natalie.

" Lumayan. Sedikit mengecewakan. Aku butuh kebenaran akan alasan itu. Jika benar, kenapa dia melakukannya?"

Suami Natalie duduk disampingnya Azka, mencoba menenangkan laki-laki itu. Meski baru mengenal Azka tiga hari yang lalu, tetapi dia cukup tahu kisah Azka demi mencari kekasihnya yang tiba-tiba menghilang kabarnya. Tidak semua laki-laki berniat melakukan hal semacam itu, kecuali satu atau dua orang saja yang mau menmpuh jarak sejauh itu hanya demi mencari kekasihnya yang telah hilang kabarnya. Kisah Azka membuat Natalie sempat bertanya kepada suaminya jika hal itu juga terjadi padanya. Karena itu termasuk pengorbanan cinta seseorang meski jawaban bisa saja menyakitkan hati.

" Aku akan ke Seoul hari ini juga. Kebetulan aku sudah memesan melihat tiket KTX di internet." ucap Azka, tidak mau berlama-lama lagi. Dia ingin menyudahi semua ini, meski dia sudah tahu jawabannya.

" Aku akan mengantarmu kesana." ucap suami Natalie.

Azka mengucapkan salam perpisahan kepada Natalie dan jieun. Meski tiga hari tinggal di rumah Natalie, Azka sangat senang bisa menganal sosok mungil nan cantik seperti jieun. Jieun sangat lucu dan imut, tingkah lucu jieun seolah menjadi penghibur Azka ketika sudah lelah tiba di rumah karena terlalu la mencari tahu tentang keberadaan Ayana. Bahkan jieun seolah menjadi pengobat, ketika hatinya sedang merindukan kekasihnya itu.

" Kamu hati-hati ya, jangan lupa hubungi Furqon jika sudah sampai di Seoul." ucap Natalie ketika Azka hendak pergi meniaki mobil bersama suaminya.

" Siap kak. Makasih ya sudah membiarkan aku menuoang tiga hari disini, maaf jika selama ini sudah merepotkan. Aku pergi dulu." Azka pamit sambil melambaikan tangannya kepada Natalie yang sedang menggendong jieun.

Azka memandangi setiap pemandangan ketika dirinya dalam perjalanan. Sungguh Daegu merupakan kota yang sangat indah. Tetapi tidak menarik hati bagi Azka, karena kita ini justru menyiksakan luka bagi Azka. Entah kenyataan benar atau tidak, namun luka itu masih sangat terasa jika apa yang telah di dengar adalah kenyataannya.

Perjalanan satu jam lebih Azka dari Daegu ke Seoul. Dia turun KTX, dihadapannya dia melihat Furqon menunggu sambil melambaikan tangannya padanya. Azka tersenyum menghampiri temannya itu. " Maaf sudah merepotkan mu." ucap Azka merasa bersalah kepada Furqon karena meminta Furqon untuk menjemputnya.

" Tidak masalah. Kebetulan sekali aku akan berangkat kerja juga." ucap Furqon tersenyum membantu Azka membawakan kopernya.

" Aku akan langsung ke distrik gangdong."

" Dengan membawa kopermu? Apa tidak di letakkan dulu di kost?"

" Tidak usah. Aku ingin segera memastikan."

Azka ingin memastikan apa yang telah di dengar. Dengan koper yang di bawanya, dia menaiki taksi menuju distrik gangdong tersebut. Dia turun tepat di sebuah cafe sesuai dengan alamat yang di tulis di dalam kertas yang dibawanya. Dia memandangi cafe tersebut, cukup estetik banyak kalangan muda yang mengunjungi. Azka memasuki cafe dengan menarik kopernya. Banyak pasang mata yang memandangnya aneh, karena membawa koper memasuki cafe. Namun dia tetap berjalan menuju kasir, tujuan untuk bertanya tentang Sora.

" Mau pesan apa?" tanya penjaga kasir dengan ramah.

" Maaf sebelumnya aku ingin bertanya, apa kamu mengenal Sora?"

" Aku sendiri. Ada apa?" tanya pelayan itu yang ternyata adalah Sora.

" Aku Azka, temannya Ayana." Azka tidak memperkenalkan dirinya sebagai tunangannya Ayana lagi, dia sudah terlanjur kecewa.

" Duduklah dulu, mau pesan apa?"

" Aku capuccino satu."

Azka duduk menunggu sora mengantarkan minumannya. Sora datang dengan membawa satu gelas cappucino dan meletakkan di meja tempat azka duduk.

" Apa kamu orang Indonesia?" tanya Sora menggunakan bahasa Indonesia.

" Kamu bisa bahasa Indonesia?" Azka cukup terkejut karena Sora terlihat seperti orang Korea tidak ada sama sekali raut wajah Indonesia sama sekali.

" Aku pernah tinggal di Indonesia dulu. Apa kamu mencari Ayana?"

" Iya, aku sudah mencari di Daegu, ternyata dia sudah ada di Seoul."

" Dia sekarang berada di rumah sakit."

" Rumah sakit?"

" Iya, dia sedang dalam proses melahirkan anaknya. Aku akan memberikan alamatnya kepadamu." ucap Sora tersenyum, entah kenapa Sora merasa jika Azka adalah laki-laki baik. Dia tahu siapa Azka Dimata Ayana. Dia tahu jika Azka adalah tunangan Azka, yang dimana Azka memutuskan pertunangan itu karena kehamilannya.

Bukannya merahasiakan, namun Sora tahu Azka datang sejuh ini pastinya untuk bertemu dengan Ayana. Maka dari itu Sora tidak ingin menyembunyikan kehamilan ayana dan memberitahu hal itu kepada Azka. Sora ingin Ayana bisa menyelesaikan masalahnya dengan Azka dengan baik.

" Ini alamatnya, dan nomor ruangan. Kamu tinggal datang saja disana. Aku permisi kerja dulu." ujar Sora tersenyum lalu kembali bekerja.

1
Adelia Rahma
setelah sekian purnama akhirnya
Adelia Rahma
wah semoga agensi Seungmin tidak membuat Ayana kesulitan
Adelia Rahma
wah seperti nya sudah ada benih-benih cinta ni di hati Ayana
Adelia Rahma
cobalah kalian jalani dulu aja..kalo ada kecocokan segera lah kalian menikah dan membesarkan anak kalian dalam satu ikatan pernikahan
Adelia Rahma
kalo kmi melepaskan Ayana kali ini.. Kamu akan kehilangan keduanya untuk selamanya Seungmin
Adelia Rahma
tapi setelah kamu bersatu dgn Azka maka hidupmu akan menderita karena calon mertua laki lakimu pasti tidak akan menerima kamu dgn tgn terbuka karena dia sdh menjodohkan azka dgn perempuan yg katanya jauh lebih baik akhlaknya dari pada kamu
Adelia Rahma
udahlah Azka kamu gak bisa lagi bersama Ayana karena Ayana akan bersama Seungmin demi anak mereka
Leebit
ayo tebak siapa?😁
Adelia Rahma
wah siapa itu
Doa ibu
mari-mari mampor ke novel ku RANJANG PANAS SANG PERAWAN
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!