NovelToon NovelToon
PERMAINAN TAKDIR

PERMAINAN TAKDIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia / Romansa Fantasi
Popularitas:134
Nilai: 5
Nama Author: Nourayl

Ada pertemuan yang terjadi karena kebetulan.

Ada pula pertemuan yang telah direncanakan jauh sebelum kedua insan itu saling mengenal.

Aluna tidak pernah membayangkan bahwa hidupnya akan berubah sejak malam ketika ia bertemu seorang pria asing bernama Niel.

Di balik sosok pria yang tampak tenang itu, tersimpan rahasia yang mampu mengubah hidup banyak orang.

Namun, Niel bukan satu-satunya yang menyimpan masa lalu.

Ketika satu demi satu kebenaran terungkap, keduanya menyadari bahwa mereka bukan sekadar dipertemukan oleh takdir.

Mereka adalah bagian dari Permainan Takdir.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nourayl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Suara Yang Menunggu

"Ibu..."

Suara Niel nyaris tak terdengar.

Ruangan itu kembali sunyi.

Cahaya putih dari pilar memenuhi setiap sudut laboratorium, sementara suara perempuan itu terdengar semakin jelas.

"Lama sekali..."

"Aku menunggu kalian sampai di sini."

Aluna memejamkan mata.

Perasaan hangat yang selama ini hanya hadir dalam mimpi akhirnya memiliki jawaban.

Suara itu nyata.

Bukan ilusi.

Bukan ingatan yang rusak.

Melainkan pesan yang telah disiapkan bertahun-tahun lalu.

___________________________________________

Perlahan, cahaya di atas pilar mulai membentuk sosok manusia.

Bukan tubuh sungguhan.

Melainkan rekaman tiga dimensi.

Seorang perempuan berambut panjang berdiri di hadapan mereka.

Tatapannya lembut.

Dipenuhi rasa rindu.

Niel membeku.

Karena wajah itu...

adalah wajah yang selama ini hanya ada dalam satu foto usang di rumahnya.

"Ibu..."

Perempuan itu tersenyum.

"Kalau kau bisa melihatku..."

"Berarti kau berhasil."

Air mata Niel jatuh tanpa bisa ia tahan.

Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun...

ia kembali mendengar suara ibunya.

________________________________________

"Niel."

Perempuan itu menatap lurus ke arahnya.

"Aku minta maaf."

"Tidak ada ibu yang ingin meninggalkan anaknya."

"Tidak ada ibu yang ingin melihat putranya tumbuh dengan begitu banyak pertanyaan."

Niel mengepalkan tangan.

"Kalau begitu kenapa?"

"Kenapa Ibu membiarkan semua ini terjadi?"

Rekaman itu terdiam sejenak.

Kemudian menjawab,

"Karena waktu itu..."

"Aku hanya memiliki dua pilihan."

"Menyelamatkanmu."

"Atau menghancurkan semuanya."

__________________________________________

Aluna berdiri tanpa berkedip.

Perempuan itu kini menatapnya.

"Aluna."

Gadis itu refleks menahan napas.

"Kau pasti sangat bingung."

"Aku bahkan tidak mengenal Anda..."

Perempuan itu menggeleng pelan.

"Bukan."

"Kau hanya tidak mengingatku."

Kalimat itu membuat Aluna membeku.

"Dulu..."

Perempuan itu tersenyum.

"Kau sering memanggilku Ibu."

Ruangan mendadak hening.

Aluna menatap Niel.

Lalu kembali menatap sosok di depannya.

"Apa maksudnya?"

Perempuan itu menghela napas panjang.

"Setelah kedua orang tuamu meninggal dalam kecelakaan..."

"kau tinggal bersama kami selama hampir dua tahun."

Mata Aluna membelalak.

Napasnya tercekat.

"Itu tidak mungkin..."

"Tidak ada yang pernah memberitahuku."

"Karena semua data tentangmu dihapus."

Ayah Niel menundukkan kepala.

"Itu keputusan kami."

_______________________________________

Aluna merasakan dunia di sekelilingnya runtuh.

Jadi...

bukan hanya masa lalunya yang hilang.

Tetapi juga keluarga yang pernah menerimanya.

Air mata mengalir tanpa bisa dihentikan.

Niel perlahan menggenggam tangannya.

"Aku..."

Suara Aluna bergetar.

"Jadi kita benar-benar keluarga?"

Perempuan itu tersenyum hangat.

"Kalian bukan saudara sedarah."

"Tapi sejak kecil..."

"Kalian selalu menganggap satu sama lain sebagai rumah."

___________________________________________

Leon memejamkan mata.

Ia tahu.

Rahasia terbesar akhirnya terbuka.

Niel menoleh kepadanya.

"Jadi selama ini kau tahu."

Leon mengangguk.

"Aku tahu."

"Lalu kenapa menyembunyikannya?"

Leon tersenyum pahit.

"Karena jika kalian mengingat semuanya terlalu cepat..."

"Kalian akan kembali mencoba melakukan hal yang sama."

"Apa?"

"Mengorbankan diri demi satu sama lain."

Ruangan kembali hening.

Karena semua orang tahu...

Leon tidak sedang berbohong.

___________________________________________

Tiba-tiba kotak logam di tangan Niel terbuka sendiri.

Di dalamnya hanya ada satu benda.

Sebuah kunci kecil berwarna perak.

Di bawahnya terdapat secarik kertas.

Dengan tulisan tangan ibu Niel.

"Takdir bukan tentang jalan yang sudah ditentukan."

"Takdir adalah keberanian memilih jalanmu sendiri."

"Kalau kalian membaca ini..."

"Jangan selesaikan permainan ini untuk kami."

"Selesaikan untuk diri kalian sendiri."

__________________________________________

Seketika alarm berbunyi keras.

PERINGATAN!

SISTEM ORIGIN AKAN AKTIF DALAM 10 MENIT.

Seluruh laboratorium bergetar.

Retakan mulai muncul di dinding.

Lampu berkedip tanpa henti.

Adrian langsung melihat panel.

"Waktunya habis!"

Darren menarik Niel.

"Tuan, kita harus pergi!"

Namun sebelum mereka bergerak...

Leon berdiri tepat di depan pintu keluar.

Tatapannya tenang.

"Tidak."

"Kalau kalian keluar sekarang..."

"Permainan ini akan terus berulang."

Niel menatapnya tajam.

"Lalu apa yang harus kami lakukan?"

Leon melihat kunci perak di tangan Niel.

"Gunakan itu."

"Dan akhiri semua ini."

"Tapi ingat..."

"Setelah kunci itu digunakan..."

"Kalian akan kehilangan sesuatu yang tidak akan pernah bisa kembali."

Niel dan Aluna saling berpandangan.

Tak ada lagi keraguan.

Namun kini...

harga yang harus dibayar belum mereka ketahui.

Bersambung....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!