NovelToon NovelToon
Cinta Ibu Pengasuh

Cinta Ibu Pengasuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Romansa-Teen angst / Fantasi
Popularitas:158.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Tampan

Andi dan Intan adalah dua kakak beradik yang terlahir dari keluarga sederhana. Andi umur 5 tahun dan Intan adiknya umur 3 tahun. Bapaknya meninggal karena serangan jantung, sedangkan mamaknya menikah lagi dengan seorang pria duda.

Mereka (Andi dan Intan) harus berjuang sendiri tanpa kedua orang tua, hingga menjadi pengemis dan pengamen untuk bertahan hidup. Akan tetapi, Andi dan Intan berpisah karena suatu kecelakaan di sebuah lampu merah.

Bagaimana kisah selanjutnya tentang kedua kakak beradik ini? Ikuti kisahnya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tampan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 31: Ujian Akhir-3/Andi Marah

Selanjutnya..

**

Sebelumnya..

"Sudah! Aku tidak mau lagi mendengar penjelasan Bunda, Bunda jahattt..!" kata Indah dengan nada marah juga. Lalu, dia meninggalkan Andi dan Bunda Risma dengan melangkah cepat menuju kamarnya.

**

Andi langsung cepat beranjak dan mengikuti Indah.

"Indah, Indah, tunggu Ndahhh..," panggil Andi.

Andi langsung mendorong pintu kamar yang hanya ditahan Indah dari dalam. Terjadilah dorong-dorongan antara Andi dan Indah. Tetapi, tenaga Indah tidak sekuat tenaga Andi hingga akhirnya Indah mengalah dan pintu pun terbuka.

Andi melihat Indah berdiri sambil menunduk dan menangis sesunggukan.

"Kamu marah kepada Bunda hanya karena tidak pernah cerita bahwa ibumu masih hidup, haaa..! Itukah balasanmu kepada Bunda yang sudah merawat, mendidik, memberikan kasih sayang, membesarkan, hingga menyekolahkan kita? Jawabbb..!" kata Andi dengan nada tinggi dan air matanya membasahi pipinya.

**

Anak-anak lainnya, Bunda Rita, Bunda Astri, dan PRT seketika heboh menghampiri ruang tamu dan berdiri di depan pintu kamar Indah.

**

"Kita dianggap melebihi anak kandungnya! Saat kita masih kecil, kita selalu bersama dan dibawa Bunda kemana-mana. Teganya kamu mengatakan Bunda 'JAHAT'. Kamu masih mending diantar ibumu kemari, sedangkan aku? Aku masih sempat mengalami jadi pengemis, bahkan adikku ditabrak orang saat mengemisss..! Jika memang ibu kita sayang kepada kita, seharusnya mereka yang mencari dan melihat kitaaa..!" lanjut Andi dengan nada tinggi juga.

**

"Cukup Andi! Cukup, Nak. Biarkan dia kalau mau mencari ibunya," sahut Bunda Risma dari ruang tamu yang sedari tadi menangis.

**

"Banggg...," panggil Indah dan menatap Andi.

Indah langsung memeluk Andi.

"Maafkan aku, Bang," kata Indah yang masih meneteskan air mata.

Andi pun membalas pelukan Indah dengan erat, karena baru pertama kali memarahinya.

"Aku juga minta maaf ya, Dik. Aku enggak bermaksud memarahimu, hanya saja aku tidak sanggup melihat jika Bunda kita dibentak. Kita jangan sampai menjadi anak yang tidak tahu berterima kasih," kata Andi.

Indah kemudian melepas pelukannya dari Andi, lalu berlari menuju ruang tamu. Dia langsung memeluk Bunda Risma.

"Maafkan aku, Bunda. Huhuhu..," kata Indah sambil menangis.

"Enggak apa-apa, Sayang. Bunda bukannya tidak mau bercerita tentang ibu kamu, karena kamu masih sekolah. Bunda tidak ingin pikiranmu terganggu, lalu berusaha ingin mencari ibu kamu yang tidak tahu kemana perginya. Kalau kamu sudah tamat sekolah, mau mencari ibumu pun, silahkan! Mau tidak kalian ingat pun Bunda, tidak apa-apa! Siapalah Bunda ini, hanya seorang pengasuh-nya bagi kalian" kata Bunda Risma.

Indah pun menangis sejadinya mendengar perkataan Bunda Risma.

"Huhuhu.., jangan berkata seperti itu, Bunda. Aku minta maaf," ucap Indah sambil menangis dan geleng-geleng kepala di pundak/bahu Bunda Risma.

"Iya. Sudah, jangan nangis lagi, Nak," kata Bunda Risma sambil mengelus-elus bahu Indah.

**

Anak-anak lainnya membubarkan diri. Bunda Astri dan Bunda Rita duduk di samping Indah yang masih memeluk Bunda Risma.

**

Indah kemudian melepas pelukannya dari Bunda Risma, lalu memeluk Bunda Astri lagi.

"Huhuhu...." Indah menangis.

"Yang dikatakan Bunda Risma benar apa adanya, Nak. Bunda juga ada di teras saat itu. Setelah menyerahkanmu kepada Bunda Risma, ibumu langsung pergi begitu saja. Doakanlah selalu ibumu ya Nak, agar Tuhan memberi kesehatan dimanapun dia berada. Sudah! Jangan nangis lagi," ucap Bunda Astri sambil mengelus-elus bahu Indah.

"Iya, Bunda," jawab Indah, lalu melepas pelukannya.

Andi yang berdiri menyaksikan Indah memeluk Bunda Risma dan Bunda Asrti kemudian kembali duduk di samping Bunda Risma.

"Maafkan aku Bunda, gara-gara aku Bunda menitikkan air mata," kata Andi sambil menghapus air mata Bunda Risma dari wajahnya yang sudah mulai menua.

"Enggak apa-apa, Nak. Kamu enggak salah, kamu sudah remaja (dewasa) dan berhak: mengeluarkan pendapat, bertanya, menjawab, dan dijawab," jelas Bunda Risma.

"Aku ganti baju dulu ya, Bun," kata Andi setelah suasana sudah tenang.

****

Begitu matahari terbenam di ufuk barat, tidak lama kemudian malam pun tiba.

Anak-anak di panti asuhan, termasuk Andi dan Indah, juga Bunda Risma, Bunda Rita, dan Bunda Astri baru selesai makan malam.

"Bun, besok aku pergi jalan-jalan perpisahan bersama teman-teman sekelasku," kata Andi membuka pembicaraan.

"Berapa lama, Nak?" tanya Bunda Risma.

"Enggak lama kok Bun, paling beberapa hari aja," jawab Andi.

**

"Aku ikut, Bang!" kata Indah tiba-tiba.

"Oooo.., kalau dengar jalan-jalan kalah cepatnya peluru!" canda Andi.

Indah pun memainkan bibirnya karena dicap "Kalah Peluru" kalau dengar jalan-jalan.

"Enggak bisa loh Dik, ini jalan-jalan dari sekolah," bujuk Andi.

**

"Tap--" ucapan Bunda Risma tiba-tiba terpotong.

"Iya, aku paham, Bun. Jangan Bunda pikirkan, ya. Teman-temanku sudah berjanji akan membekaliku," timpal Andi.

"Maafkan Bunda Nak, Bunda tidak bisa membekalimu," batin Bunda Risma. Bunda Risma kemudian mengangguk sambil (seperti) tersenyum paksa.

"Kringgg.., kringgg.., kringgg...." suara telepon (rumah) panti asuhan.

Mendengar suara telepon, Bunda Risma langsung beranjak dari tempat duduknya dan melangkah menuju ruang tamu.

Tiba di ruang tamu, Bunda Risma mengangkat dan menempelkan gagang telepon ditelinganya.

"Halo, dengan panti asuhan Kasih Bunda?" jawab Bunda Risma.

"Halo, Bunda, ini aku Rendy teman kelas Andi. Andi-nya ada, Bunda?" tanya Rendy.

"Oh, sebentar ya Nak, biar Bunda panggilkan," jawab Bunda Risma. Bunda Risma kemudian menutup gagang telepon dengan telapak tangannya.

"Andiii.., dari temanmu, Nak!" panggil Bunda Risma. Andi pun beranjak dari tempat duduknya dan berlari menuju ruang tamu.

Tiba di ruang tamu, Andi menerima gagang telepon dari Bunda Risma, lalu menempelkan ditelinganya.

Andi: "Halooo...."

Rendy: "Halo Di, ini aku Rendy."

Andi: "Ada apa, Ren?"

Rendy: "Besok, Jam 8.00 pagi kita berangkat ya, Di! Kami menjemputmu, sekalian satu arah."

Andi: "OK, Ren."

Rendy menutup telepon, begitu juga dengan Andi.

"Ada apa, Nak?" tanya Bunda Risma yang sudah menonton TV.

"Besok pagi kami berangkat Bun, Jam 8.00," jawab Andi.

"Oooo...," balas Bunda Risma dengan singkat.

"Aku beres-beres dulu ya Bun, biar tinggal berangkat besok," pamit Andi, lalu melangkah menuju kamarnya.

Di kamar, Andi melipat beberapa pasang pakaiannya, lalu memasukkannya ke dalam tas. Setelah semuanya beres, dia merebahkan tubuhnya di atas kasur.

BERSAMBUNG..

1
Yuyun Arianti
Bru mulai BCA sabar yh😍
Asih Putri
kapan kelanjutan nya
Suwito Suwit
mampir sebentar,,,ternyata belum mengudara,,,
Suwito Suwit
Bu Risma,,memang berkhaRisma kok
Suwito Suwit
si Andi kapan besarnya,,,,
Suwito Suwit
aduhh,,,,kasihan banget serius,,,
🎯™ Irma Suryani 🦊⃫⃟⃤ BM√
kok belum ada kelanjutanx
🎯™ Irma Suryani 🦊⃫⃟⃤ BM√
kapan kelanjutanx Thor kok udah lama ga up?ayo Thor lanjut dong
Elly Susanti
mudah mudahan Andi bertemu Intan adiknya...Mama biarkan aja jadi apa.
Elly Susanti
untung cerita di novel kalau kenyataan mau ku cekik itu Maamnya.Lihat aja ada balasannya
Elly Susanti
kalau.aku lebih mementingkan anak dari pada orang lain.dasar Bu Rina sama Rio nga punya hati.
Yayat Sayat
seorang ibu yang ga punya hati nurani.. 😯😯😯
🎯™ Irma Suryani 🦊⃫⃟⃤ BM√
Thor kapan lg up Thor Aq menunggu kelanjutanx
Eda Sally
semangat say😍
Ama Hengky Siringo-ringo
horasss bapa,,bereng Jo di FB i,,na Hona hack do FB ni bapa i??
Tampan: Mahua huroa uda?
total 1 replies
Suryani Nst
kk lnjt dong😔😔
Suryani Nst
lanjut kk
🎯™ Irma Suryani 🦊⃫⃟⃤ BM√
mana sambunganx Thor kok belum up ya
Noah.: follback
total 1 replies
anggita
daftar like ajs
anggita
like😜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!