Di usia 23 tahun, Clev adalah pendiri D&D Company, sebuah konglomerat raksasa yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari logistik, real estate, hotel dan resor, apartemen, restoran, energi, hingga investasi. Saat memutuskan membangun pusat bisnis barunya di kota Drep, ia mendapati kota itu telah lama berada di bawah kendali organisasi mafia yang mengakar di setiap sudut.
Clev tinggal di sebuah kediaman mewah di sudut utara Kota Drep bersama adiknya, Derina (19 tahun), serta orang-orang kepercayaannya: Maria dan suaminya Garry,Lenny, Mira,Thomas,serta Leo kepala keamanan yang memimpin dua anggota penjaga rumah.
Sementara itu, di pusat kota Drep, berdiri megah gedung D&D Company sebagai simbol dimulainya era baru. Di balik kemegahan perusahaan tersebut, tak seorang pun menyadari bahwa sang pendiri memiliki tujuan yang jauh lebih besar daripada sekedar bisnis, tujuan itu adalah menghancurkan organisasi mafia yang sudah lama menguasai kota Drep.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon General Blast, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14 - Putri sang Mafia
Sore harinya di rumah Clev.
Clev sudah bersiap untuk berangkat ke apartemen Merry untuk menjemput nya dan menemani Merry ke pesta ulang tahun temannya.
Sementara di halaman rumah, Thomas sudah menyiapkan mobil sedan biasa yang ingin digunakan Clev untuk menjemput Merry.
Clev keluar dari rumah,
Thomas yang sedang mengelap kaca mobil melihat Clev keluar,
"Mobil sudah siap, Tuan Clev" kata Thomas
"terimakasih Thomas" ujar Clev lalu berjalan ke arah pintu pengemudi mobil lalu masuk dan membuka jendelanya,
"Thomas..jika Derina ingin pergi tolong antarkan dia,jangan biarkan dia keluar malam seorang diri" tegas Clev ke Thomas
Thomas mengangguk,
"baik , Tuan.." jawab Clev sambil sedikit membungkuk kan badan nya
Kemudian Clev menutup jendela mobil dan berjalan, sementara di gerbang pagar Leo menyuruh anak buahnya untuk membukakan pagar rumah.
Saat Clev keluar rumah melewati mereka para penjaga rumah ,Leo dan anak buahnya membungkukkan tubuh nya sedikit.
Di perjalanan Clev melajukan mobilnya dengan santai hingga memasuki pusat kota Drep yang selalu ramai melewati Bene ruas jalan hingga setelah beberapa lama sampai di depan apartemen Merry.
Merry yang sudah menunggu di depan tangga apartemen tempat tinggal nya melihat sebuah sedan merah mendekati nya,lalu berhenti di depannya dan kaca terbuka,
"sudah siap berangkat?" tanya Clev dari kursi pengemudi
Merry terkejut hingga matanya melebar,
"Clev? Kamu membawa mobil?" tanya Merry yang mendekati mobil Clev
Clev tersenyum,
"masuklah..aku tidak tahu dimana tempat pesta ulang tahun temanmu jadi kamu harus menunjukkan jalannya" jelas Clev
Merry tersenyum dan membuka pintu penumpang kemudian duduk,lalu Clev melajukan mobilnya menuju jalan raya pusat kota Drep.
"Serius..kamu memiliki mobil seperti ini?" tanya Merry masih bingung
Clev tidak menoleh
"hanya mobil sewaan.." jawab Clev santai
Mendengar itu mata Merry melebar dan menatap Clev dengan serius,
"menyewa? kamu aneh atau apa?" ujar Merry dengan nada sedikit tinggi
"kamu benar-benar pembohong yang buruk.." lanjut Merry lalu kembali menatap jalan di depan sambil menyilangkan tangannya
Clev hanya senyum seperti biasa
"tidak usah dipikirkan, yang terpenting kita datang kan ke pesta ulang tahun teman mu" ujar Clev
Merry kembali menatap Clev
"bagaimana tidak dipikirkan,kamu bilang kamu hanyalah karyawan biasa di sebuah hotel dan sekarang kamu mengendarai mobil yang bahkan tidak bisa dibeli oleh Supervisor ku dalam beberapa tahun" ujar Merry lalu menghadap sepenuhnya ke Clev di kursi pengemudi.
"jadi siapa sebenarnya dirimu, Clev?" tanya Merry yang menyilang kan tangannya di dada dan memiringkan kepalanya
Clev tertawa pelan,
"sudah kubilang ini hanya mobil sewaan.." ujar Clev
Merry memutar matanya dan bersandar kembali di kursi penumpang masih tetap menyilangkan tangannya di dada nya,
"ya terserah saja.." ujar Merry kesal
Setelah beberapa lama di perjalanan akhirnya Clev dan Merry sampai di sebuah rumah sederhana tingkat dua dan di halaman rumah tersebut sudah terparkir beberapa mobil dan motor.
"disini?" tanya Clev lalu berhenti di depan halaman rumah tersebut
Merry yang melihat-lihat dari kaca mobil,
"iya..ayo kita turun" ujar Merry lalu bergegas turun dari mobil, sementara Clev mematikan kendaraan nya dan keluar dari mobil.
Lalu Merry dan Clev berjalan ke rumah tersebut dan seseorang membuka pintu rumah itu dan menyapa Merry.
"Merry.." ujar wanita teman Merry lalu memeluknya
"kamu lama sekali.." lalu wanita itu melihat ke arah Clev
"pacarmu?" tanya wanita itu ke Merry
Merry tersentak
"bukan..bukan..dia temanku yang kuajak kesini" jelas Merry meluruskan dugaan temannya
Teman Merry tertawa lalu mengulurkan tangannya ke Clev
"aku Sharon.." kata teman Merry
Clev menyambut jabat tangan itu
"Clev.." sambil tersenyum ke Sharon
Setelah itu Sharon menatap ke Merry,
"pilihan mu sangat bagus.." ujar Sharon pelan sambil menyenggol lengan Merry
Lalu Sharon mengajak Merry dan Clev masuk ke rumahnya dan benar saja di dalam rumah memang sudah ramai teman-teman dari Merry.
Satu persatu pun menghampiri Merry dan mereka juga berkenalan dengan Clev ,dengan kehadiran Merry yang membawa Clev membuat keadaan muka Merry terlihat merah karena candaan dan ledekan teman-teman nya, sementara Clev tetap santai tenang dan tersenyum sesekali.
Setelah beberapa lama dan semua sudah terbiasa ,bahkan Merry sudah tidak malu-malu lagi sudah mengobrol, tertawa bersama teman-teman nya.
Clev sendiri berada di meja tempat minuman sedang mengambil salah satu minuman di meja,dan seorang wanita datang untuk mengambil minuman juga.
"kamu pacar Merry ya?" tanya wanita itu
Clev menoleh
"tidak..kami hanya teman" jawab Clev santai
Wanita itu tersenyum
"namaku Bella.." ujar nya
Clev mengangguk
"Clev.." balas Clev kepada Bella
Bella menatap Clev
"ketenangan seperti itu sangat jarang saya temui dari seseorang" ujar Bella tersenyum
"anda pasti menyimpan banyak rahasia dari balik senyuman mu itu.." tambah Bella
Setelah beberapa saat Merry datang menghampiri Clev lalu dia melihat Bella,
"hai Bella..sudah berkenalan dengan Clev?" tanya Merry ramah
Bella mengangguk lalu berbalik membawa minumannya,
"kamu membawa orang yang menarik, Merry" ujar Bella lalu berjalan untuk bergabung dengan teman lainnya
Clev memperhatikan Bella dengan tatapan tenang, Merry melihat tatapan Clev lalu menyenderkan tubuhnya di lengan Clev,
"dia anak Bruno.. pemimpin Mafia Karibia" bisik Merry sehingga hanya Clev yang mendengar.
Seketika mata Clev melebar ,sebuah bisikan dari Merry yang membuat musik keras dari pesta obrolan,tawa dan teriakan para teman-teman Merry tidak terdengar di pendengaran Clev, yang ada di kupingnya dan di kepalanya saat ini adalah Bruno pemimpin Mafia Karibia memiliki seorang anak berusia 21 tahun bernama Bella!!