NovelToon NovelToon
Sistem Raja Wisata: Gunung Legendaris Warisan Kakek

Sistem Raja Wisata: Gunung Legendaris Warisan Kakek

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Semua orang menganggap Gunung Sumber Abadi hanyalah tempat wisata gagal yang dikutuk, tetapi bagi Rizky Santoso, warisan yang dibuang oleh seluruh keluarganya ini adalah awal dari segalanya. Tepat saat ia menerima beban hutang dan kawasan wisata yang hancur itu, sebuah sistem misterius bangkit dan memberinya kekuatan untuk mengubah gunung tandus menjadi destinasi kelas dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Rizky memegang patung perunggu itu dengan tangan kanannya yang masih terbalut sarung tangan kulit tebal.

Dia menatap lurus ke arah lubang kecil di mata ukiran burung raksasa pada pintu batu sebelah kiri.

"Bos, apa kamu yakin patung kusam itu benar-benar kuncinya?" tanya Siska meragu dari belakang.

"Kalau tebakanku salah, mungkin pintu ini akan menembakkan panah beracun ke arah kita," jawab Rizky dengan nada bercanda.

Siska langsung bersembunyi di balik punggung Rizky dan memegang kerah jaket atasannya itu erat-erat.

"Bos jangan menakut-nakuti begitu, aku masih mau gajian bulan depan," rengek Siska ketakutan.

Rizky tersenyum kecil dan memantapkan hatinya.

Dia memasukkan kepala patung burung elang perunggu itu tepat ke dalam lubang melingkar di pintu batu.

Klik.

Suara roda gigi logam purba bergesekan terdengar sangat keras dari dalam dinding gerbang tersebut.

Krak krak krak.

Rizky dan Siska refleks melangkah mundur saat melihat debu tebal berjatuhan dari langit-langit gua.

Pintu batu seberat puluhan ton itu perlahan bergeser membelah ke arah kanan dan kiri secara otomatis.

Grumuhhhh.

Suara gemuruh gesekan batu memekakkan telinga mereka selama hampir setengah menit lamanya.

Angin sejuk yang berbau seperti bunga melati tua berhembus kencang dari dalam celah pintu yang terbuka.

Wushhh.

"Udaranya tidak bau tanah busuk Bos, rasanya sangat segar dan wangi," komentar Siska mengendus udara di sekitarnya.

Rizky menyorotkan lampu senter kepalanya menembus kegelapan di balik pintu batu raksasa tersebut.

Dia melangkah masuk perlahan melewati ambang pintu dengan Siska yang terus menempel rapat di belakangnya.

Tap tap.

Mata mereka berdua seketika membulat sempurna melihat pemandangan di dalam ruang rahasia tersebut.

Ruangan ini bukanlah sekadar gua kosong melainkan sebuah lembah bawah tanah yang sangat luas dan memanjang.

Di sepanjang dinding tebing lembah, tumbuh jamur berukuran raksasa dan lumut merambat yang memancarkan cahaya kebiruan secara alami.

Cahaya alami itu cukup terang untuk menerangi sisa-sisa bangunan batu kuno yang berjejer rapi di dasar lembah.

"Astaga naga, apakah ini adalah kota persembunyian alien zaman purba Bos?" tanya Siska takjub melihat pilar-pilar batu berukir indah.

"Ini jelas buatan manusia Siska, tapi aku tidak menyangka kakek buyutku menyembunyikan tempat sebesar ini," jawab Rizky kagum.

Mereka berdua berjalan perlahan menuruni tangga batu lebar yang mengarah langsung ke pusat reruntuhan kota kuno tersebut.

Jalanan di bawah sana terbuat dari susunan batu pualam putih yang sangat mulus tanpa ada retakan sedikit pun.

Di tengah alun-alun kota kuno itu, berdiri sebuah menara kristal yang cahayanya sudah memudar redup.

Ding!

[Pemberitahuan Sistem Skala Besar!]

[Misi Eksplorasi Khusus Menembus Batas Kegelapan telah berhasil diselesaikan dengan sempurna.]

[Sistem mendeteksi keberadaan Area Kota Kuno Bawah Tanah dengan tingkat kelestarian sembilan puluh persen.]

Rizky menghentikan langkahnya dan membaca rentetan kotak biru transparan yang terus bermunculan di depan matanya.

[Memulai proses sinkronisasi area baru dengan Sistem Raja Wisata.]

[Sinkronisasi berhasil, Area Kota Kuno Bawah Tanah kini resmi menjadi hak milik mutlak Host.]

"Sistem, seberapa besar potensi tempat ini jika aku ubah menjadi zona wisata baru di masa depan?" tanya Rizky di dalam batinnya.

[Menjawab Host, area ini memiliki potensi wisata tingkat dunia yang bisa menarik jutaan pengunjung internasional.]

[Namun Host memerlukan infrastruktur keamanan dan pembersihan berskala besar sebelum membukanya untuk umum.]

Rizky mengangguk paham dan tersenyum membayangkan aliran uang tanpa batas dari para turis mancanegara nantinya.

"Siska, coba bayangkan jika kita menjual tiket wisata petualangan malam ke tempat ini," ucap Rizky memecah kesunyian.

Siska yang sedang asyik menyentuh pilar batu berukir langsung menoleh dengan mata berbinar-binar penuh dolar.

"Kita bisa menjual tiketnya sepuluh kali lipat lebih mahal dari harga tiket Jembatan Kaca Bos!" seru Siska sangat antusias.

"Orang-orang kota pasti rela mengantre berbulan-bulan untuk melihat langsung kota bawah tanah yang menyala ini."

"Benar sekali, kita akan memonopoli wisata alam dan sejarah sekaligus dalam satu payung gunung ini," ucap Rizky penuh ambisi.

Dia berjalan mendekati menara kristal di tengah alun-alun yang tingginya mencapai sepuluh meter tersebut.

Permukaan kristal raksasa itu terasa sangat hangat saat Rizky menyentuhnya dengan tangan kosong.

Sringgg.

Tiba-tiba kristal itu memancarkan kilatan cahaya putih yang menyilaukan mata selama beberapa detik.

Rizky dan Siska refleks menutup mata mereka dengan kedua lengan pelindung.

"Aduh silau, apa batu kaca itu mau meledak Bos?" jerit Siska mulai panik.

"Tenang Siska, ini hanya reaksi energi sisa dari masa lalu," dusta Rizky untuk menutupi campur tangan sistemnya.

Padahal, Rizky baru saja melihat notifikasi sistem yang sangat mengejutkan tepat sebelum kilatan cahaya itu muncul.

Ding!

[Selamat, Host telah menyentuh Inti Energi Kota Kuno yang tertidur.]

[Sistem memberikan Hadiah Utama Penyelesaian Arc Dua!]

[Host mendapatkan Cetak Biru Restorasi Kota Kuno Level 1 dan Voucher Pekerja Konstruksi Gaib.]

Rizky menahan tawanya agar tidak meledak kencang di depan manajernya.

"Sistem, apa fungsi sebenarnya dari Voucher Pekerja Konstruksi Gaib ini?" tanya Rizky sangat penasaran di dalam hati.

[Voucher ini memungkinkan Sistem untuk merenovasi dan membersihkan seluruh area kota kuno dalam waktu satu malam tanpa perlu campur tangan manusia.]

[Pekerjaan ini akan menghemat miliaran rupiah dan menjaga kerahasiaan tempat ini sampai benar-benar siap diluncurkan.]

"Ini benar-benar hadiah yang paling aku butuhkan dari sistem saat ini," batin Rizky mengepalkan tangannya puas.

Jika dia harus menyewa kuli bangunan dari desa, berita tentang kota bawah tanah ini pasti akan bocor ke publik sebelum waktunya.

Orang-orang dari dinas purbakala pasti akan datang dan mencoba mengambil alih tempat ini atas nama kekayaan negara.

Rizky menoleh ke arah Siska yang ternyata diam-diam sibuk berfoto swafoto dengan latar jamur bercahaya menggunakan ponselnya.

Cekrek. Cekrek.

"Siska, tolong hapus semua foto itu dari ponselmu sekarang juga," perintah Rizky tiba-tiba dengan nada dingin dan serius.

Siska menghentikan aktivitasnya dan menatap bosnya dengan bibir mengerucut sangat kecewa.

"Kenapa Bos, aku mau pamer ke teman-teman kuliahku kalau aku sedang liburan di tempat sekeren ini," protes Siska mengeluh.

"Ini adalah rahasia perusahaan level tertinggi Siska, tidak boleh ada satu orang pun yang tahu tentang tempat ini selain kita berdua," tegas Rizky melangkah mendekati manajernya.

"Kalau foto itu bocor ke internet, pemerintah pusat akan turun tangan dan menyita seluruh Gunung Sumber Abadi dari tanganku."

Siska langsung membelalakkan matanya ngeri menyadari konsekuensi fatal dari tindakan gegabahnya tersebut.

"Maaf Bos, aku sama sekali tidak berpikir sampai sejauh itu tadi," ucap Siska merasa bersalah sambil buru-buru menghapus file fotonya.

"Sudah bersih Bos, tidak ada satu pun foto yang tersisa di galeriku maupun di penyimpanan awan."

Rizky mengangguk lega dan menepuk bahu manajernya itu dengan sangat lembut.

"Bagus, aku percaya padamu seratus persen Siska, kamu adalah tangan kananku yang paling bisa diandalkan," ucap Rizky dengan nada tulus.

Wajah Siska seketika merona merah padam mendengar pujian langsung dari bos tampannya tersebut.

"Bos ini bisa saja merayunya, awas nanti ada staf perempuan lain yang cemburu lho," canda Siska salah tingkah mengalihkan pandangannya ke arah dinding.

"Aku serius Siska, setelah tempat ini resmi dibuka nanti, gajimu akan ku naikkan tiga kali lipat dari sekarang," janji Rizky memancing semangat.

Mata Siska kembali membesar dan dia refleks melompat memeluk sebelah lengan Rizky karena sangat kegirangan.

"Wah terima kasih banyak Bosku yang tampan, aku berjanji akan tutup mulut rapat-rapat sampai hari kiamat tiba!" teriak Siska tertawa lepas.

Mereka berdua menghabiskan waktu sekitar dua jam lagi untuk berkeliling menyusuri sisa area lembah tersebut.

Rizky diam-diam memindai setiap sudut bangunan menggunakan Mata Lensa Dewa untuk memastikan tidak ada binatang buas atau bahaya yang tersisa.

Sebagian besar bangunan berupa rumah-rumah batu berukuran kecil yang isinya sudah kosong melompong dimakan usia ribuan tahun.

Hanya bagian alun-alun utama dan menara kristal saja yang masih utuh berkat energi pelindung yang mengelilinginya.

"Bos, perutku sudah keroncongan minta diisi nasi padang jatah bonus tadi pagi," keluh Siska memegangi perutnya yang berbunyi sangat nyaring.

Kruyukkk.

Rizky melihat layar ponselnya yang kebetulan sama sekali tidak mendapat sinyal komunikasi di bawah sana.

Waktu sudah menunjukkan pukul satu siang lewat, pantas saja asistennya itu mulai rewel karena kelaparan tingkat dewa.

"Baiklah, eksplorasi ringan kita hari ini cukup sampai di sini, mari kita kembali ke permukaan gunung," ajak Rizky membalikkan badan ke arah gerbang batu.

"Syukurlah, aku sudah sangat rindu melihat sinar matahari dan mencium bau polusi udara desa," celoteh Siska mengekor riang di belakang.

Mereka menaiki kembali puluhan anak tangga pualam dan berjalan melewati gerbang raksasa berukir burung tersebut.

Rizky berhenti sejenak dan menyempatkan diri untuk mencabut patung perunggu elang dari lubang kunci mekanismenya.

Srek.

Begitu patung itu dicabut sepenuhnya, suara gemuruh roda gigi purba kembali terdengar nyaring dari dalam tebing.

Krak krak krak.

Pintu batu raksasa itu bergerak menutup kembali dengan ritme yang lambat hingga menyatu rapat tanpa meninggalkan celah sedikit pun.

Grumuhhhh blam.

Debu-debu kering kembali beterbangan memenuhi lorong gua sempit itu menyisakan keheningan yang mencekam seperti sedia kala.

"Keren sekali, pintunya bisa mengunci sendiri tanpa harus didorong pakai tenaga manusia," puji Siska sambil terbatuk-batuk menepis debu dari wajahnya.

Uhuk uhuk.

"Ayo cepat jalan Siska, kita harus merencanakan strategi pemasaran besar-besaran untuk bulan depan," ucap Rizky memimpin jalan keluar.

Di dalam hati, Rizky sudah tidak sabar menunggu malam gelap tiba untuk menggunakan hadiah voucher pekerja konstruksinya.

Dia membayangkan ratusan pekerja gaib dari sistem akan menyulap kota tua berdebu itu menjadi taman hiburan bawah tanah paling spektakuler di dunia.

Masa depan Gunung Sumber Abadi kini tidak lagi hanya bergantung pada wisata air terjun dan jembatan kaca semata.

Kerajaan bisnis wisata Rizky baru saja menanamkan pondasi terkuat dan termegahnya pada siang hari ini.

1
Eka Yudha
Bagus sih meskipun fiksi tapi ceritanya hidup
Rifqy Channel
kak nissa segera update ini gue suka pokoknya sampe 100 Bab pun gak apa-apa karena suka bangett
Nissa Safira: terima kasih kak atas dukungannya🙏
total 1 replies
Rifqy Channel
i like it
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!