Mengorbankan segalanya dan bahkan mendonorkan ginjalnya untuk sang ibu mertua.
justru membuat dirinya dibuang seperti sampah oleh sang suami dan keluarganya.
Karna dianggap penyakitan dan tidak dibutuhkan lagi.
Apa yang akan dilakukan pada si wanita cantik,untuk membalaskan dendamnya pada sang mantan suami dan juga keluarganya??
Follow Ig Me : Mitha_shin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ovelia.shin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Zia akhirnya telah resmi menikah dengan Dean dan menjadi istri sahnya.Zia masih tidak percaya dalam sekejap hidupnya telah berubah drastis.Dari hidupnya yang sudah hancur dan kehilangan sang bayi didalam kandungannya akibat ulah Randy.Kini kembali bangkit dengan kehidupan yang baru dan penampilan yang baru.
Hidupnya seolah seperti bangun dari mimpi buruknya.Dan sudah saatnya ia mulai akan pelan-pelan membalaskan semua perbuatan Randy dan juga keluarganya.Zia begitu bertekad ingin menghancurkan Randy dan keluarganya tanpa ampun sedikit pun.Merasakan bagaimana rasanya hidupnya seolah tidak ada artinya lagi.
"Zia." panggil Dean pada Zia yang sedang menikmati makan malam bersamanya.
Zia pun menoleh kearah nya
"Yah.." jawab Zia singkat.
"Mulai besok aku akan memberikan mu posisi di kantor sebagai sekretaris pribadi ku,dan ini hanya untuk menjalankan rencana kita." ujar Dean memberitahu.
"Sekretaris??" tanya Zia mengulang perkataan Dean.
"Yah..Menjadi sekretaris pribadi ku dalam permainan kita." jawab Dean.
"Tapi aku tidak memiliki pengalaman sebagai seorang sekretaris."kata Zia memberitahu tentang dirinya.
"Tidak masalah,di sana aku tidak meminta mu untuk bekerja.Tugas mu cuma berada di samping ku.Sekretaris cuma untuk memperlihatkan para staff ku saja.Dan pelan-pelan aku akan mengajari mu,sisanya aku yang akan urus." kata Dean menjelaskan.
Zia pun langsung mengangguk,mengikuti arahan Dean.
"Begitu,baik lah..aku akan menuruti semua arahan mu." jawab Zia sambil menatap Dean.
"Permainan ini akan segera dimulai.Dan untuk mengelabuhi mereka,kamu harus menutupi identitas mu dengan memakai identitas yang baru." ujar Dean memberi tahu lagi.
"Identitas yang baru??" tanya Zia yang bingung.
Sesaat Dean mengeluarkan sesuatu dari dalam tas kerjanya.
"Ini kartu identitas mu yang baru.Jangan pernah memberitahu nama asli mu.Dan bersikap lah selayaknya wanita yang asing dan berwibawa walau pun status mu hanya sekretaris ku.Karena kemungkinan kamu akan terus bertemu dengannya." jelas Dean lagi.
"Bertemu dengannya??apakah ini tidak membuat mu merasa keberatan??karena kita sudah menikah?" tanya Zia mengingatkan Dean.
"Sejujurnya sangat membuat ku merasa keberatan,tapi jika ingin membuat musuh masuk dalam perangkap kita harus mengorbankan sesuatu.Jadi jangan pikirkan hal itu.Aku tidak apa-apa." jawab Dean.
"Aku masih tidak percaya jika kamu rela melakukan ini semua untuk ku..Ku pikir tidak akan ada satu pun orang yang akan peduli dengan akhir hidup ku." ucap Zia mengungkapkan perasaannya.
"Kan sudah ku bilang,apa yang pernah terjadi pada mu,itu pernah terjadi pada ku.Tidak muda menghadapi seseorang dengan posisi kita yang lemah dan tertindas."kata Dean menceritakannya kembali.
"Tapi ku lihat kehidupan mu sangat terpandang??"
"Memang,tapi sebelumnya kamu tidak tahu apa yang sudah ku lalui.Jangan membahas tentang kehidupan masa lalu ku..lebih baik fokus pada rencana kita." kata Dean.
"Baik lah,aku tidak akan pernah membahasnya.Tapi sebelumnya aku ingin mengatakan terima kasih pada mu.Karena kamu sudah menerima kondisi ku yang seperti ini dan membantu ku membalas kan sakit hati ku pada mereka.Entah bagaimana aku akan membalas semua kebaikan mu.Tapi aku akan berusaha menjadi istri yang baik untuk mu." ungkap Zia lagi
"Yah..hanya menjadi istri yang baik untuk ku itu sudah lebih dari cukup." jawab Dean sambil mengusap rambut Zia dengan lembut.
puaskan balasdendanmu Zia