Seorang ilmuan jenius yang meninggal di usia muda akibat kelelahan, karena memiliki tubuh yang lemah. Tidak disangka jiwanya merasuk pada seorang pria desa yang hidup sebagai petani miskin.
Orang tua baru saja mati dan dia mendapatkan jatah tanah warisan paling sedikit?
Dikenal orang yang pasif karena tidak pernah melawan?
Namun dia tidak mengeluh, dengan melihat tubuhnya yang kuat dan sehat saja dia sudah sangat bersyukur.
[ Selamat! Kamu telah terikat pada sistem Sugar Daddy ]
"Ha?!"
Dengan sistem yang aneh ini, Lin Chen mendadak menjadi Sugar Daddy zaman kuno.
"Suami, carilah istri lagi... Kami tidak kuat, huhuhu..." Istri pertama mengumpulkan keberanian nya dan menyuarakan suara hati para istri.
***
Kembali lagi di cerita author RAS(BY/AR)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17
Lin Chen mengajak An Roro ke sebuah toko kain, toko kain tersebut sebenarnya juga menjual pakaian jadi. Sehingga pembeli dapat membeli kain ataupun pakaian.
"Selamat datang tuan dan... Nona, ingin membeli pakaian atau kain?" seorang laki-laki muda menyambut mereka dengan ramah, dia sedikit kebingungan menatap wanita yang terlihat muda laki-laki yang sudah dewasa.
Saat melihat keduanya saling bergandengan, pemuda itu sadar jika seharusnya dia memanggil nya nyonya. Namun dia tidak membicarakan nya karena akan merasa canggung, yah... Akhir-akhir ini memang banyak laki-laki dewasa atau mungkin tua yang memiliki istri muda, mungkinkah ini sedang tren?
Lin Chen menggandeng tangan An Roro yang sudah resmi menjadi istrinya itu ke dalam.
"Berapa kain yang kalian jual dan jenis apa yang paling sering orang beli?" Tanya Lin Chen, terlihat begitu santai dan mengerti.
"Ah itu, kami memiliki banyak jenis kain kasar dan kain linear dengan berbagai corak dan warna. Yang paling sering para wanita beli adalah kain linear berwarna kuning dan corak bunga musim gugur, ini sedang tren di kalangan nona kaya."
"Sedangkan untuk laki-laki, ada warna biru tua dan warna abu-abu yang banyak orang beli. Harga kain kasar di mulai dengan 10 sampai 15 Wen sedangkan untuk kain linear di mulai dengan harga 18 sampai 30 Wen"
"Itu bagus, lalu bagaimana dengan kain sutra? Apakah kalian tidak memiliki nya?"
Pelayan itu terlihat ragu sebentar, namun sebagai karyawan yang menjunjung tinggi etika dan sopan santun terhadap pembeli miskin pun dia akan tetapi menjelaskan. Yah, mungkin dia hanya penasaran seperti bibi-bibi lain yang hanya ingin bertanya.
"Kain sutra tentu ada, jenis yang paling populer sekarang adalah kain sutra berwarna kuning dan merah muda. Warna ini sangat populer di kalangan nona muda dan menjadi tren kain sutra sekarang ini. Harganya di mulai dari 90 Wen hingga ke atasnya"
Artinya jelas bahwa kain sutra di bandrol dengan harga paling rendah 90 Wen.
"Suami, apakah kita benar-benar membutuhkan kain sutra?" Bisik An Roro, mendengar harga 90 Wen untuk satu meter membuatnya merasa sesak.
Lin Chen tersenyum menggenggam tangan istrinya, "tentu perlu"
Lin Chen mengangguk mengerti kepada pelayan itu, meskipun dirinya keluarga petani dan rasanya tidak cocok menggunakan kain sutra, namun pakaian bagus tentu saja perlu untuk keperluan lainnya.
"Lin Chen!"
Sebelum Lin Chen sempat mengatakan sesuatu kepada pelayan itu, suara seorang perempuan memanggil nya.
Dari atas tangga itu, seorang perempuan berjalan turun wajah terangkat angkuh dan sorot mata memandang rendah dirinya. Di depan nya seorang pelayan lainnya menuntun nya, dan di samping wanita itu--- dia menggandeng seorang pria setengah baya gendut.
"Hua Hua, siapa dia?" Suara pria itu yang terdengar jelas begitu arogan.
"Aduh tuan Wang, dia itu Lin Chen!!"
"Lin Chen mantan suami mu itu? Petani miskin yang tidak sanggup memberikan mu pakaian yang layak itu?"
"Hahaha, aduh aku sangat malu mengatakannya namun benar sekali"
"Hahaha, kamu sangat beruntung bisa terlepas dari pria seperti itu dan memilih bersamaku"
Pria itu menarik pinggang He Lianhua, menunjukkan kepemilikan nya. Namun sebelum itu, matanya seketika terfokus pada An Roro yang berdiri di samping Lin Chen.
Dia melepaskan pelukan He Lianhua di pelukan nya, dan berjalan mendekati Lin Chen. "Gadis kecil, kamu ini siapa nya pria ini?"
"Aku katakan ya, pria ini hanya petani miskin. Lebih baik kamu menjauh darinya, daripada kamu hidup menderita"
An Roro merasa tidak nyaman dengan tuan Wang menatap nya begitu mesum. Dia mundur dan bersembunyi di lengan Lin Chen.
"Suami, mereka itu... Siapa?"
Lin Chen menatap wajah mesum tuan Wang yang sepertinya tertarik pada An Roro, dan wajah kesal He Lianhua di belakang tuan Wang.
"Mereka ini... Aku tidak kenal mereka, entah siapa sebenarnya, tiba-tiba bersikap sok kenal dengan kita"
"S-suami... Mungkinkah mereka ini penipu? Aku pernah melihat orang-orang seperti ini yang bersikap sok kenal dan akhirnya malah pinjam uang, jika tidak di beri mereka akan memaksa."
"Suami, harus kah kita pergi saja"
Lin Chen menatap wajah An Roro, jika tidak melihat wajah serius nya Lin Chen pikir An Roro ini sengaja ingin membuat mereka marah. Namun perkataan nya tentu saja membuat Lin Chen merasa senang, namun membuat kedua orang itu memiliki wajah yang muram.
He Lianhua mendengar jelas interaksi mereka, dari apa yang mereka katakan. Ternyata Lin Chen telah memiliki istri baru yang terlihat cantik dan muda, entah kenapa hatinya merasa marah, kesal dan juga sesak.
Namun dia benar-benar marah dengan perempuan itu. "Apa maksud perkataan mu?! Lin Chen, istri baru mu ini benar-benar pandai mengata-ngatai orang, benar-benar tidak sopan ya!"
Lin Chen tersenyum santai. "Terimakasih pujian nya" Lin Chen menatap An Roro. "Lihat, dia memuji mu pandai"
An Roro terlihat bingung, bukannya maksud perempuan ini tidak baik? Namun suaminya telah berbicara seperti itu, dia mengangguk dan sedikit menurunkan dagu nya. "Terimakasih pujian nya"
He Lianhua benar-benar merasa sangat kesal, dia menunjuk kedua orang ini dengan tak mengerti. "Lin Chen, kamu jangan bersikap tidak tahu! Aku ini mantan istrimu, kau tahu!"
Lin Chen menatap nya, seolah tidak mengerti orang seperti apa He Lianhua itu. "Kamu ini aneh sekali, kita sudah jadi mantan tapi kenapa kamu bersikeras terus mengatakan nya. Apakah menjadi mantan ku benar-benar membuat nya bahagia?"
He Lianhua tertegun tak mengerti, hingga detik berikutnya dia berhasil mencerna nya. Suaminya memberikan pelototan kepadanya, kedua pelayan yang awalnya ingin bersikap netral pun tak kuasa menahan tawa.
Yah, sudah jadi mantan istri. Tapi kenapa pihak perempuan begitu ingin di sebut mantan istrinya, apakah begitu bangga nya menjadi mantan istri.
"Lin Chen, kamu ini gila ya!" Marah He Lianhua, namun Lin Chen nampak tidak terprovokasi sama sekali.
Dia punya caranya menghadapi orang seperti ini, cukup lihat dan buat dia marah. Meskipun kamu tidak memenangkan debat, namun jika kamu sudah membuat nya marah, itu menjadi kesenangan tersendiri daripada memenangkan debat nya.
Tuan Wang akhirnya sadar jika sedari tadi Lin Chen hanya mempermainkan mereka, hatinya merasa dongkol, namun dia tidak mau menjadi orang yang membuat keributan. Dia kemudian berjalan ke sisi He Lianhua, memeluk pinggang nya dan menatap Lin Chen sambil mendengus. "Hei gadis cantik. Aku sarankan kamu untuk pergi meninggalkan pria itu. Asal kau tahu, dia hanya orang miskin. Hidup mu akan sengsara jika bersama nya, wanita di samping ku adalah contoh nyata nya"