Shania Goldwyn, seorang petugas tiket kereta bawah tanah terpaksa menjadi seorang hot Mommy dari seorang putra yang tidak ia tahu siapa ayahnya. Trauma mendalam ia rasakan setelah lari dari sebuah penyekapan sebuah kelompok Gengster berbahaya di kotanya.
Vedran Sean Kingston, seorang pimpinan Gengster Mongrel Mob di New Zealand. Pria yang sangat kejam dan berbahaya dan tak segan membunuh dengan keji harus kewalahan mencari sosok perempuan yang telah mencuri hati dan pikiran dan juga anaknya.
Pria kejam itu berjanji akan menemukan perempuan yang telah mencuri anak kandungnya itu kemanapun ia berada.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bhebz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31 Rayfan Kalah
Vedran Sean Kingston mulai duduk di samping Shania Galdwin sang kekasih hati dengan wajah yang sangat bahagia. Sedangkan Rayfan Achraf Crusnoslav menarik kursi di samping Alma Shofie.
Mereka makan dengan tenang meskipun tenang meskipun terkadang Harry cukup heboh dengan acara kumpul bersama yang merupakan hal yang sangat luar biasa baginya.
"Uncle Rayfan, aku sangat merindukanmu."
"Aku juga sayang," jawab Rayfan Achraf dengan mata yang tak lepas dari wajah Shania Galdwin yang sedari tadi hanya sibuk menyuapi putranya.
"Apakah uncle sudah punya teman baru dan melupakan mommy dan aku?" tanyanya lagi disela-sela kunyahannya
"Tidak Harry, justru aku datang ini untuk menemui kalian semua. Beberapa hari ini aku mencari kalian di rumah yang lama tetapi kata bibi Halimah kalian sudah lama pindah."
"Oh iya uncle, karena aku sekarang tinggal bersama dengan Daddyku di rumah yang sangat besar."
Deg
Rayfan Achraf Crusnoslav merasakan sesak di dadanya. Hatinya sangat sakit mendengar penjelasan dari anak kecil itu. Dengan berusaha tersenyum ia mengangguk pelan pada Vedran Sean Kingston yang sedang menatapnya dengan angkuh.
Tak ada lagi kesempatan untuknya untuk kembali kepada Shania Galdwin. Perempuan itu ternyata sudah menikah dengan orang lain. Tangannya mengepal kuat di bawah meja untuk menahan perasaan emosinya saat ini.
Ia ingin marah tetapi harus marah pada siapa? toh ia yang tidak pernah datang pada acara pernikahan itu. Tetapi itu murni bukan kesalahannya tetapi kesalahan para Gengster itu yang telah menjadikannya korban.
"Rayfan, kami mohon maaf ya. Kamu sudah mendengar sendiri dari Harry kan cerita yang sebenarnya." Alma Sofhie berbisik dengan sangat pelan di dekat wajah pria yang nampak sangat kecewa dan sakit hati itu.
Rayfan Achraf Crusnoslav tidak menjawab. Ia masih berusaha menahan diri untuk tidak marah. Ia tahu diri kalau ia bukanlah siapa-siapa di sini.
"Anda pasti sangat dekat dengan putraku tuan. Dan aku ucapkan terimakasih banyak karena sudah menjaganya selama ini," ujar Vedran Sean Kingston sembari menatap pria itu.
"Sama-sama tuan. Harry adalah anak yang baik.Ia pantas mendapatkan keluarga yang utuh."
"Doyle, berikan ucapan terimakasih pada tuan Rayfan dan juga undangan untuk pernikahan kami."
Deg
Rayfan Achraf Crusnoslav tanpa sengaja saling bertatapan dengan Shania Galdwin.
"Jadi nona Galdwin belum menjadi istri anda? dan anda tinggal bersama? dan Harry memanggil Daddy?" tanpa sadar Rayfan Achraf Crusnoslav mengeluarkan semua tanya yang sejak tadi mengganggu pikirannya.
Tiba-tiba ia merasa mempunyai semangat baru untuk merebut kembali perempuan cantik itu dan putranya.
"Harry adalah putra kandungku dan ia harus tinggal bersamaku begitupun mommynya tuan Rayfan. Anda harus menyingkirkan pikiran buruk di dalam pikiran anda agar hidup anda lebih nyaman okey?"
Vedran Sean Kingston menatap pria itu dengan tatapan mengintimidasi. Ia sungguh tidak mau ada yang berpikir buruk tentang Shania Galdwin, perempuan suci yang sangat menjaga kehormatannya.
"Nona Galdwin?" Rayfan belum menyerah. Ia memanggil nama Shania Galdwin seolah-olah ingin mendengar secara langsung dari mulut perempuan itu kalau kata-kata pria itu salah.
"Harry sudah bertemu dengan Daddy kandungnya tuan Crusnoslav. Dan kami benar akan menikah. Aku harap anda bisa datang." perempuan itu menjawab keingintahuan mantan calon suaminya itu dengan cukup jelas.
Rayfan Achraf Crusnoslav terdiam dengan hati kembali jatuh terhempas ke dasar tanah lapisan ke tujuh. Dengan tersenyum ia pun berucap,
"Selamat tuan. Nona Galdwin adalah perempuan yang baik dan ia pantas bahagia. Jangan sampai ia menangis lagi atau aku akan mengambilnya kembali dari tangan anda."
Vedran Sean Kingston merasakan dadanya mendidih dengan kata-kata pria itu yang mempunyai niat untuk merebut Shania Galdwin darinya.
"Terimakasih tuan. Tapi aku tidak suka mendengar keinginanmu itu." geram Vedran Sean Kingston dengan rahang mengetat. Andai tidak ada Harry dan para perempuan itu di sini ia yakin sekali kalau ia akan memberikan pelajaran pada mata pria itu yang selalu menatap wanitanya.
Alma Sofhie yang merasa kalau udara di meja itu sudah mulai memanas segera meminta izin untuk meninggalkan tempat itu dan mengajak Rayfan Achraf sahabatnya untuk segera pergi dari sana.
"Aku minta maaf Pak. Aku dan sahabatku ini sedang ada keperluan penting. Permisi." Alma Sofie menarik tangan pria itu untuk berdiri dari kursinya dan mendorongnya keluar dari area ruang VIP itu.
"Nikmati waktu anda pak. Aku juga akan ikut mereka." Conan Doyle juga segera berpamitan dan segera menyusul Alma Shofie dan Rayfan keluar dari Restoran itu. Entah kenapa hatinya sangat tidak nyaman melihat kedekatan Alma dengan pria itu.
"Jadi mommy akan menikah dengan Daddy seperti dulu dengan uncle Rayfan?" Harry yang sejak tadi menyimak pembicaraan orang dewasa itu mulai ingin tahu banyak hal.
Shania Galdwin tersenyum lalu mengangguk. Ia mengelus rambut putranya dan memeluknya. Ia sangat berharap keputusannya ini sudah tepat meskipun rasa takut pada pria di sampingnya ini masih ada.
"Alhamdulillah ya Allah. Tapi daddy tidak akan membuat mommy menangis kan?" Harry menatap Vedran Sean Kingston dengan mata berkaca-kaca. Ingatannya terbang jauh mengingat kembali hari pernikahan mommynya yang batal dan membuatnya sakit dan bersedih.
"Tidak sayang. Daddy tidak akan membuat mommy bersedih lagi. Daddy akan buat kalian bahagia. Kemarilah peluk Daddy." Pria itu meraih tangan kecil putranya dan memeluknya erat.
Shania Galdwin tersenyum melihat keakraban keduanya. Bagaimanapun juga darah lebih kental daripada air.
"Peluk mommy juga Daddy," ucap Harry yang langsung membuat seluruh tubuh Vedran Sean Kingston bereaksi. Pria itu menyeringai senang.
"No Harry. Tidak boleh sayang. Mommy kan belum menikah sama Daddy jadi tidak bisa dipeluk." Shania Galdwin dengan cepat menolak permintaan putranya itu. Ia langsung berdiri dari duduknya dan segera menjauhkan dirinya.
"Kalau begitu Daddy akan menikahi mommy sore ini juga sayang supaya mommy bisa dicium dan dipeluk seperti ini." Vedran Sean Kingston mencium seluruh permukaan wajah putranya kemudian memeluknya erat untuk menjawab perkataan calon istrinya itu.
Shania Galdwin mendengus kesal dengan bibir mencibir.
"Apakah aku benar nyonya Kingston?"
"What ever!" jawab perempuan itu dan meninggalkan Harry dan Daddynya yang tersenyum lucu dengan ekspresi perempuan cantik itu.
"Mommy aku ikut." Harry berusaha melepaskan diri dari pelukan sang Daddy dan ikut berlari keluar dari ruangan itu. Tinggallah Kingston yang tersenyum lebar dengan rasa bahagia di hatinya.
Dengan cepat ia meraih handphonenya untuk menghubungi Conan Doyle agar mempersiapkan pernikahannya sore ini juga. Masalah admistrasi akan ia urus belakangan yang terpenting adalah ia sah dan halal untuk menyentuh perempuan cantik itu.
🍀
*Tobe continued
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Sore ini othor undang para readers untuk menghadiri kawinan babang Kingston ya.
Jangan lupa bawa saweran 😍
Nikmati alurnya dan happy reading 😍