NovelToon NovelToon
Kehidupan Kedua Pengembara Terkuat

Kehidupan Kedua Pengembara Terkuat

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Epik Petualangan / Action
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Dazhi

Shen Dazhi, seorang pengembara yang berhasil mengumpulkan 10 pusaka legendaris yang diturunkan oleh Dewa. Bukan hanya itu, dirinya juga berhasil mengalahkan pemimpin sekte aliran hitam terbesar dan menjadi salah satu orang terkuat di dunia.

Namun rasanya semua itu tidak sepadan karena banyak sekali rekan-rekan serta orang tersayangnya yang mati dimasa lalu karena ulah sekte hitam tersebut.

Sampai akhirnya, dirinya diberikan kesempatan kedua oleh Dewa untuk kembali ke masa lalu dan menyelamatkan orang-orang berharganya.

Inilah cerita sang Pengembara dari masa depan yang kembali ke masa lalu untuk menulis ulang takdirnya!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dazhi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 : Kekhawatiran Orang Tua

Xiao Xinyue menutupi wajahnya dengan tangan, satu persatu tetes air mata jatuh karena rasa khawatir terhadap anak sulungnya itu.

"Tenang dulu Yue'er. Ceritakan padaku bagaimana dia bisa hilang."

"Iya... Tadi Zhizhi bilang dirinya mau pergi ke desa. Aku sudah menyuruhnya untuk pulang sebelum makan siang, tapi sampai sekarang dia belum pulang."

Xia Xinyue mencoba tenang dan menjelaskan kronologinya walau sebenarnya dirinya panik bukan main.

"Ya ampun, kemana anak itu pergi? Tadi saat memperbaiki atap Nyonya Su, aku tidak melihatnya sama sekali."

Shen Guowei memeluk sang istri dan mengelus kepalanya agar sang istri menjadi lebih tenang.

"Aku takut... Besok adalah tanggal 19 bulan 11. Tepat pada hari ulang tahun Zhizhi yang ke-9... Tiba-tiba aku teringat percakapan kita tentang menangkap beruang... Jangan-jangan sekarang anak itu sedang pergi Kehutan untuk menangkap beruang. Bagaimana ini Guowei Gege? Aku tidak mau Zhizhi terluka."

Xiao Xinyue terus mengutarakan kekhawatiran nya kepada sang suami.

Disisi lain, Shen Guowei mengingat kembali percakapan dirinya dan Dazhi lima bulan lalu. Ia juga mengingat tentang anaknya yang sering berlatih di rerumputan depan rumah. Jangan-jangan Dazhi sampai sekarang menganggap serius ucapannya itu? Dan hari ini dia benar-benar pergi ke hutan untuk menangkap beruang.

"Astaga, aku tidak menyangka akan jadi seperti ini." Gumam Shen Guowei.

"Tenang saja Yue'er. Aku akan pergi ke hutan dan mencari anak kita. Kau dan Yunyun tunggu di rumah saja."

"Baik—"

Belum sempat Xiao Xinyue menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba Yunhe berdiri sembari menunjuk kearah sosok anak kecil yang berjalan mendekati mereka.

"Ibu! Ayah!! Itu kak Zhi!!" Teriak Yunhe senang.

Pasutri itu segera menatap kearah yang ditunjuk Yunhe dengan pandangan tak percaya. Mereka mendapati Dazhi dengan baju lusuh dan kotor sedang berjalan kearah mereka. Tetapi yang membuat mereka paling terkejut adalah sebuah kepala beruang ditangan kiri Dazhi.

Xiao Xinyue berlari diikuti dengan sang suami. Xia Xinyue lalu berlutut dihadapan Dazhi untuk menyejajarkan tingginya dengan anak itu.

"Zhizhi, darimana saja kau? Lalu, apa yang kau bawa itu?"

Xiao Xinyue melirik kearah kepala beruang yang dibawah anaknya. Dibelakang, Shen Guowei ikut menimpali.

"Apa maksudnya semua ini Zhizhi?"

"Ah, maaf membuat ibu dan ayah khawatir. Tadi aku pergi ke hutan, lalu lihatlah! Aku berhasil mengalahkan beruang!!"

Dazhi menyodorkan kepala beruang yang ia bawa kepada sang ayah agar bisa terlihat lebih jelas.

Shen Guowei dan Xiao Xinyue saling berpandangan, mereka tak menyangka kalau sang anak benar-benar akan mengalahkan beruang.

"Ah, Zhizhi... Bagaimana kalau kau mandi dulu? Setelah itu kita akan membicarakan ini diruang makan."

"Baiklah ibu."

Dazhi menaruh kepala beruang kemudian segera pergi mandi seperti apa yang ibunya suruh. Badannya ini memang sudah sangat bau dan lengket akibat pergi kehutan tadi.

Ketika Dazhi pergi mandi, Xiao Xinyue dan Shen Guowei berbicara berdua membahas hal tersebut.

"Guowei Gege! Anak kita benar-benar mengalahkan beruang. Apa yang harus kita lakukan?"

"Tenang dulu Yue'er. Kita akan menanyakan penjelasannya kepada Zhizhi nanti. Sekarang, apa yang harus kita lakukan pada kepala ini? Sepertinya ini asli."

***

Hari ini, tumben sekali acara makan malam bersama tidak diisi oleh ocehan Yunhe. Sepertinya gadis itu tau kalau suasananya sedang serius jadi dia memilih diam daripada membuat suasananya jadi lebih buruk.

Baik Dazhi maupun orangtuanya kebingungan harus bilang apa. Dazhi sedari tadi sedang memikirkan alasan yang bagus untuk menjelaskan kenapa dirinya yang masih kanak-kanak bisa mengalahkan beruang.

"Dazhi... Bisa kau jelaskan semuanya dari awal? Ayah dan ibu benar-benar membutuhkan penjelasan."

Dazhi meneguk ludahnya sendiri, Shen Guowei sudah memanggil dengan nama. Itu berarti dua hal, ayahnya sedang marah dan serius saat ini.

"Iya... Jadi, tadi aku pergi kehutan diujung desa. Lalu aku bertemu dengan beruang yang terluka parah dan sedang tertidur. Aku menyerang beruang itu, sempat ada perlawanan sebentar, namun akhirnya aku berhasil mengalahkan beruang itu dan memenggal kepalanya." Jelas Dazhi walau penjelasannya tidak sepenuhnya benar.

"Lalu dengan apa kau mengalahkan beruang itu?" Xiao Xinyue bertanya.

"Ah... Itu, aku mengambil kapak milik ayah secara diam-diam. Maaf..."

Akhirnya Xiao Xinyue menghela nafas. Penjelasan itu berhasil diterima dengan baik oleh akal sehatnya. Jika beruang yang dilawan Dazhi sudah terluka parah, maka memang akan mudah untuk membunuhnya, ditambah kapak milik Shen Guowei memang memiliki mata kapak yang tajam.

Walau istrinya terlihat sudah percaya, namun Shen Guowei tetap mempunyai pertanyaan di kepalanya untuk Dazhi.

"Dazhi, jika kau sudah makan, pergilah keluar. Ayah akan menunggumu." Ucap Shen Guowei.

Shen Guowei bangkit dari duduknya setelah selsai makan, ia lalu pergi dari ruang makan tersebut.

Dazhi segera menyelesaikan makannya, ia kemudian meminta izin kepada Xiao Xinyue untuk menyusul sang ayah.

"Pergilah Zhizhi, sepertinya ayahmu mempunyai sesuatu penting yang mau dibicarakan. Ibu akan membereskan piringmu."

Diluar rumah, Dazhi mendapati Shen Guowei sedang berdiri dalam diam sembari menatap bulan di langit.

"Kemarilah, nak."

Dazhi berjalan perlahan seperti apa yang Shen Guowei suruh. Ketika Dazhi sudah berada disampingnya, Shen Guowei kembali berbicara.

"Sejak kapan dirimu menjadi seorang Kultivator?"

Dazhi terkejut dengan pertanyaan Shen Guowei yang tiba-tiba itu. Tapi ia setidaknya tau kenapa sang ayah menanyakan hal tersebut. Ayahnya adalah pendekar di ranah Kultivasi ke-2, jadi ia pasti bisa merasakan aura Kultivator baru yang keluar dari tubuh Dazhi.

"Eh? Apa maksud ayah?" Dazhi berpura-pura terkejut dan tidak mengetahui apa yang Shen Guowei bicarakan.

"Ayah bisa merasakan aura Kultivator dari dalam dirimu."

"Hah? Benarkah?"

Shen Guowei mengangkat alisnya melihat respon Dazhi. Apakah sang anak tidak tahu kalau dirinya telah menjadi seorang Kultivator?

"Akhir-akhir ini aku hanya melatih fisikku agar bisa mengalahkan beruang. Jadi aku tidak tahu bagaimana diriku bisa mengeluarkan aura seperti yang ayah katakan."

Shen Guowei menoleh kearah Dazhi. Melatih fisik juga bisa membuat seseorang menjadi Kultivator tingkat pertama. Jangan-jangan sang anak tanpa sadar telah menjadi Kultivator ketika sedang melatih fisiknya beberapa bulan kebelakang.

Shen Guowei menghela nafas tak percaya, dirinya saja membutuhkan waktu satu setengah tahun untuk menjadi Kultivator tingkat pertama. Bukankah itu berarti hanya satu hal?

"Ya ampun, ternyata Zhizhi seorang jenius yah? Diumur sekecil ini, kau telah berada diranah Kultivasi pertama, ayah benar-benar bangga."

Dazhi bisa merasakan tangan Shen Guowei yang mengelusnya. Ia bernafas lega, sepertinya sang ayah mempercayai semua yang ia katakan.

Setelah suasananya kembali menjadi lebih menyenangkan, Dazhi memberanikan diri untuk berbicara.

"Ayah."

"Iya?"

"Lalu bagaimana dengan janjimu? Aku berhasil mengalahkan beruang. Apakah sekarang aku boleh ikut paman pergi ke kota?"

Shen Guowei berpikir sejenak. Anaknya ini seorang genius, dan bila terus berada di desa ini, mungkin sang anak tak akan mengalami perkembangan dan ini bisa menyia-nyiakan bakatnya.

"Baiklah, kau boleh pergi. Nanti ayah yang akan berbicara pada ibumu agar kau diizinkan."

1
Blueria
up terus🌹👍💪
Anonim
up
Blueria
up up🌹
Dazhi anak sehat: siapp😁
total 1 replies
Blueria
kurang tinggi tingkat kultivasi mu Thor, makanya bingung🤭 hihi🤭
Dazhi anak sehat: iya ini, harus ditingkatkan lagii🤭
total 1 replies
Blueria
haha🤭
Blueria
Latihan Saitama🤣😭
Dazhi anak sehat: gak nyangka ada yang sadar🤭🤣
total 1 replies
Blueria
saya kasih 3🌹 biar tambah semangat
Dazhi anak sehat: terimakasih/Rose/, saya jadi tambah semangat buat up nya
total 1 replies
Blueria
Semangat berkarya, jangan pantang menyerah dalam menulis💪
Dazhi anak sehat: Terimakasih dukungannya/Smile/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!