Bagaimana jadinya jika kamu mengakhiri sebuah hubungan tanpa sebab lalu meninggalkan kekasihmu begitu saja karena suatu alasan?
Begitu pula dengan Serena, ia meninggalkan kekasih nya begitu saja hanya karena suatu alasan yang kurang jelas. Hingga suatu saat ia melamar pekerjaan disebuah perusahaan ternama milik mantannya dan bahkan saat ini seorang president.
apakah yang akan terjadi pada kehidupan Serena selanjutnya?
guyss mampir yuk, istirahat sebentar dinovel aku❤️❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Austrea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
My Ex³⁰
"Namun..."
Dirga melangkah mendekatinya.
Hingga Serena terpaksa mundur sedikit.
Jarak di antara mereka kini terlalu dekat.
"Seren..."
Panggilan itu membuat jantung Serena berdegup lebih cepat.
Sudah lama sekali Dirga tidak memanggilnya seperti itu.
Dirga menundukkan kepalanya sedikit, menatap kedua mata Serena yang masih merah karena menangis.
"Aku tahu kenapa kau menangis."
Napas Serena tercekat.
Ia berusaha mengalihkan pandangannya, tetapi Dirga lebih dulu menahan dagunya.
Memaksanya menatap lurus ke arahnya.
"Kau menangis karena aku."
Suara Dirga terdengar pelan.
Namun setiap katanya terasa begitu jelas.
Dan yang paling Serena benci, pria itu sedang tersenyum. Bukan senyum hangat yang dulu pernah ia kenal.
Melainkan senyum penuh kemenangan.
Seolah akhirnya menemukan jawaban yang selama ini ia cari.
"Kau masih mencintaiku, bukan?"
“Lalu apa yang kau inginkan saat tahu bahwa aku masih mencintaimu?"
Dirga terdiam.
Serena tersenyum tipis, namun senyum itu terlihat rapuh.
"Aku tahu aku tidak berhak mengatakan itu."
"Setelah semua yang kulakukan padamu."
Tatapannya perlahan turun.
"Aku juga tidak berharap kau memaafkanku."
"Jadi apa yang kau inginkan?"
Suara Serena terdengar pelan.
"Apakah dengan mengetahui aku masih mencintaimu akan membuatmu merasa lebih baik?"
“Apakah aku masih bisa menjelaskan semuanya padamu...?"
Suara Serena terdengar jauh lebih pelan dari sebelumnya.
Dirga tidak langsung menjawab.
Tatapannya tetap dingin.
Rahangnya masih mengeras.
Entah karena marah, atau karena terlalu banyak hal yang ingin ia tanyakan sekaligus.
Serena menundukkan kepalanya.
Jari-jarinya saling menggenggam erat.
Ia bahkan tidak berani menatap mata pria itu saat mengucapkan kalimat berikutnya.
"Apakah..." Napasnya tercekat.
"Apakah aku masih punya tempat di hatimu?"
Suasana mendadak hening.
Angin malam berembus pelan melewati mereka.
Namun tak satu pun dari keduanya bergerak.
Dirga terkekeh pelan.
Suara itu membuat jantung Serena terasa membeku.
Ia tidak pernah menyangka pria itu akan merespons seperti ini.
"Aku punya tunangan," ucap Dirga pelan.
"Dan tahun depan kami akan menikah."
Serena menunduk.
Entah mengapa, meski sudah mengetahui kenyataan itu sejak lama, mendengarnya langsung dari mulut Dirga tetap terasa menyakitkan.
"Tapi anehnya..." lanjut pria itu.
"Aku masih belum bisa melupakanmu."
Tatapan Dirga terlihat begitu gelap di bawah cahaya remang balkon.
Seolah menyimpan terlalu banyak emosi yang tidak pernah berhasil ia lepaskan.
"Kau tahu betapa menyebalkannya itu?"
Serena tidak menjawab.
Ia bahkan tidak berani menatap mata pria yang berdiri begitu dekat di hadapannya.
"Kalau memang kau masih mencintaiku..."
Dirga melangkah semakin dekat hingga Serena bisa merasakan hembusan napasnya.
"Kau bisa membuktikannya padaku." bisiknya pelan.
Napas Serena tercekat.
"Apa yang kau mau?" tanyanya pelan.
Senyum di bibir Dirga perlahan terangkat.
Namun senyum itu sama sekali tidak terlihat hangat.
"Jadilah milikku."
Serena mengernyit.
Belum sempat ia memahami maksud ucapan itu, Dirga kembali berbicara.
"sebenarnya, aku dan Lyora dijodohkan...dan aku sama sekali tidak mencintai dia...."
Dunia Serena seolah berhenti berputar.
Ia menatap Dirga tidak percaya.
Sementara pria itu tetap berdiri di hadapannya dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Jadi simpananku."
Serena membuang muka ke samping. “Itu sama saja kau merugikan aku, Dirga...”
Dirga semakin menyeringai lebar.
“Aku tidak bermaksud merugikanmu...” bisiknya pelan. Jemarinya terangkat, mengusap wajah cantik yang selama ini selalu memenuhi isi pikirannya.
“Bukankah ini juga demi kebaikan kita?” bisiknya.
“Aku tidak meminta apa pun darimu selain tetap berada di sisiku. Dan satu hal lagi... aku akan memberikan apa pun yang kau inginkan.”
Dirga menatapnya lekat sebelum melanjutkan, “Apa pun yang kau inginkan, Serena.” bisiknya pelan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
Bersambung.....
Hai para readers kesayangan Author, terimakasih sudah menjadi para pembaca yang setia dan selalu menemani hari² author💞🌹 Love You buat kalian semua yang selalu tinggalkan jejak sehat dan bahagia selalu ya🍃