NovelToon NovelToon
Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / CEO / Tamat
Popularitas:305k
Nilai: 5
Nama Author: septialina

"Perkenalan"
Namaku Amara Andini, aku terlahir dari keluarga yang kurang mampu, ayahkuu bernama Hasan dan ibuku bernama Jumiati. kami tinggal didesa yang jauh dari keramaian dan kota. ayahku seorang petani dan ibuku hanya sebagai ibu rumah tangga. ayahku juga bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari kami, terkadang ibuku juga menjadi buruh cuci baju untuk membantu ayahku yang pendapatan tidak menentu, maklum karena usianya sudah tidak muda lagi ayahku tidak mampu untuk bekerja terlalu berat. umurku 18 belas tahun dua bulan yang lalu aku lulus SMA. karena parasku yang cantik banyak laki laki yang ingin mempersunting ku tetapi aku tidak mau, karena usiaku yang masih muda, aku ingin bekerja agar bisa merubah nasibku dan kedua orang tuaku.
tak jarang tetangga yang menghina keluargaku karena ketidak mampuan kami.
aku benar benar tidak tega melihat kedua orang tuaku yang selalu dihina, aku bertekad untuk merubah nasibku di kota.
"Buk, pak..aku ingin mencari pekerjaan di kota, boleh kan?" tanyaku kepada kedua orang tuaku
" ndok, sebenarnya kami berat untuk melepaskan mu tapi kami ingin kamu mempunyai masa depan yang cerah tidak seperti kami yang hanya seorang petani."
" jadi ibu mengijinkan ku?" tanyaku lagi dan ibu menjawab dengan anggukan kepala
"dimana kamu akan mencari pekerjaan nak, dengan siapa?" tanya ayahku
"dua minggu yang lalu arum memberi kabar bu, bahwa ada lowongan ditempatnya bekerja, dan aku sudah memasukan lamaran kesana kata Arum aku diterima bu tanpa tes tetapi aku harus membayar sejumlah uang. tapi ibu tenang saja pembayarannya bisa potong gaji kog Bu. dan besok Arum akan pulang untuk menjemput ku jika ibu dan bapak mengijinkan."
"jadi kamu sudah merencanakan semuanya ndok?"
"maafkan aku Bu, tapi.."
"tidak apa apa nak, semoga ini adalah jalan yang diberikan Allah untuk memperbaiki kehidupan kita." sahut ayahku
"amiiin"
Arum adalah sahabat sekaligus tetanggaku kami seumuran tetapi karena aku pernah tinggal kelas jadi Arum lulus lebih dulu.
dan hari ini adalah hari paling bersejarah bagiku untuk pertama kalinya aku harus jauh dari kedua orang tuaku untuk waktu yang tidak menentu.
"Pak, buk..Amara pamit ya doain Amara agar berhasil menjadi orang sukses." pamitku seraya mencium tangan ibu dan bapakku
"pasti nak, doa kami selalu menyertaimu, jangan lupa untuk selalu memberi kabar pada ibu dan bapak."
ibuku menangis akupun ikut menangis.
selamat tinggal desaku tercinta aku akan kembali dengan membawa kesuksesan bersamaku.
Namun siapa sangka Amara justru terjebak dalam kisah cinta yang mengantarkannya dalam lembah penderitaan.
sebuah perjalanan cinta yang penuh perjuangan dan Lika liku
akankah Amara mendapatkan cinta sejatinya?
dapatkah Amara membawa kesuksesan bersamanya?
ikuti kisahnya dalam " KISAH CINTA AMARA"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon septialina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31: l Love You Amara

Setelah mendapatkan aksesoris masing masing. Amara kembali menarik Ray untuk menaiki wahana biangLala.

"Kak aku mau naik itu!"

"Oke! Siapa takut." Setelah membeli karcis mereka mulai memasuki biangLala tersebut. Sebenarnya Ray takut ketinggian tapi demi Amara Ray rela menaikinya.

Ray memilih duduk disamping Amara.

"Kakak tuh harusnya duduknya disana. Coba kakak lihat semua duduknya berhadapan."

" Kenapa harus meniru orang lain? Jadilah diri sendiri tidak perlu mencontoh orang lain. Lagian aku pengen duduk disamping kamu lebih nyaman." 

"Iya iya terserah kak Ray."

Amara sangat menikmati pemandangan dari atas lampu lampu kota terlihat sangat indah.

" waah.. lihat kak bagus banget ya kalau dilihat dari atas. Ray tidak berani melihat ke bawah. Jangankan melihat kebawah saat bianglala mulai naik saja jantungnya serasa mau copot. Ray menggenggam erat tangan Amara. Amara merasakan tangan Ray sangat dingin. 

" Kak Ray nggak papa? 

"Nggak kok! Aku nggak papa."

"Tapi tangan kak Ray dingin banget loh."

"Aku hanya kedinginan!"

Amara menggosok gosokan tangannya lalu memegang tangan Ray kemudian kedua pipinya.

"Apa lebih baik?"

Ray meraih kedua tangan Amara yang ada di pipinya dan mencium tangan itu.

"Sangat baik. Ketika aku bersamamu semuanya menjadi baik. Meski sesuatu yang besar terjadi kepadaku semua pasti akan baik baik saja jika ada kamu disampingku." Kata kata Ray mampu menggetarkan hatinya dan membuatnya membeku untuk beberapa saat. Namun sedetik kemudian Amara menarik tangannya kasar dan mengalihkan pandangannya ke samping.

Bianglala terus berputar hingga di putaran terakhir tepat di posisi paling tinggi bianglala mengalami kerusakan dan berhenti berputar. Lampu besar yang menerangi bianglala tiba tiba mati.

"Aaaaa…" jerit para pengunjung yang menaiki bianglala.

"Mama aku takut..hiks hiks hiks."

Suara tangisan dan jeritan anak anak 

Membuat Amara panik dan bingung Amara ketakutan dan menutup kedua telinganya namun suara itu terus berputar putar memenuhi otaknya.

"Nggak..nggak..aaaaa.." Amara menggeleng gelengkan kepala dan menjerit.

"Amara kamu kenapa? Amara..lihat aku! Kamu kenapa?" Ray panik melihat Amara seperti itu. Ray mencoba menenangkan Amara.

Ray memeluk Amara dan mendekapnya. Menyembunyikan wajah Amara di dada bidangnya.

" Tenang sayang. Jangan takut ada aku." Amara menangis dalam dekapan Ray.

Cukup lama kerusakan itu terjadi. hingga setengah jam barulah lampu menyala dan bianglala bisa berputar kembali.

Ray terus menggandeng tangan Amara.

Meski Amara sudah tenang tapi Ray tidak mau melepas genggaman tangannya.

Dengan pelan Ray membantu Amara untuk turun dari biangLala.

Setelah turun Ray mengajak Amara duduk di mobil dan memberikannya minum.

"Apa sudah lebih baik?" Amara mengangguk. Ray menyelipkan anak rambut yang menutupi wajah Amara dan mengelus kepalanya pelan.

"Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat apa kamu mau?

"Kemana lagi?"

"Aku akan menunjukan kamu pemandangan yang luar biasa kamu pasti suka."

Ray pun melajukan mobilnya menuju tempat tersebut. butuh waktu dua jam perjalanan untuk sampai kesana karena jalanan sedikit macet. Sedangkan Amara tertidur karena lelah. Ray menyandarkan kepala Amara di pundaknya agar tidurnya terasa nyaman. Sesekali Ray mengelus kepala Amara dengan tangan kirinya.

Sesampainya ditempat tujuan dengan pelan Ray membangunkan Amara.

"Amara sayang..bangun! Kita sudah sampai." Ray mengelus pipi Amara

"Emmh..kita sudah sampai kak?"

"Iya cepat bangun! Lihat! kita sudah ditunggu."

Mereka pun keluar dari mobil. Saat sudah benar benar keluar dari mobil Amara tercengang disuguhkan dengan gedung megah pencakar langit yang entah ada berapa lantai. Bertuliskan "Henshin The Westin Hotel."

"Hotel?" Amara takjub sekaligus kaget Ray mengajaknya ke hotel. Amara mulai gelisah.

"Ayo kita masuk!" 

"Ma..masuk?"

"Iya! Kenapa?"

"Ta..tapi kenapa di hotel?" Ray hanya tersenyum dan menggandeng tangan Amara untuk masuk.

Setelah melakukan reservasi Ray mengajak Amara menuju lantai 67 dimana akan menjumpai bar dan lounge. Dari sana pengunjung bisa melihat pemandangan sunset yang indah dari balik dinding kaca jika di sore hari. Namun jika di malam hari suasana akan semakin romantis dengan taburan bintang dilangit. Dan lautan cahaya dari kendaraan dan gedung pencakar langit di sekitar The Westin Hotel. Karena tempatnya berada di rooftop bar maka semua keindahan terlihat jelas dari sana.

Sungguh Amara benar benar tercengang dengan keindahan yang disuguhkan.

Seumur hidup baru pertama kali Amara menginjakan kakinya di hotel mewah seperti ini. Keindahan yang sangat luar biasa Amara bahkan tidak mampu untuk berkata kata.

Ray menggenggam tangan Amara. 

"Ayo duduk dulu! Apa kamu suka?"

" Ini luar biasa! Aku belum pernah memasuki hotel semewah ini."

"Kalau begitu mulai sekarang kamu harus membiasakan diri!"

"Apa? Maksudnya?"

"Mau makan apa?"

"Kak Ray saja yang pesan aku bingung."

Ray pun memesankan makanan untuk mereka berdua. 

_

Sambil menunggu makan mereka melakukan obrolan ringan.

"Kak! Aku malu!"

"Hem? Malu kenapa? Apa kamu malu pergi bersamaku?" Ray memicingkan matanya

" Bukan itu! Kakak lihat pengunjung yang lain. mereka semua memakai pakaian yang bagus dan mahal sedangkan aku?" Ujar Amara lesu dan menundukan kepala. Ray mengangkat dagu Amara agar melihatnya.

"Hey..kenapa harus malu? Disini tidak ada peraturan harus mengenakan baju apa. Jadi kamu tidak perlu malu." 

"Tapi kak. Mereka semua melihat ke arahku terus.

"Itu karena kamu cantik."

"Ih kak Ray nyebelin."

"Hahaha.." Ray tertawa

Setelah selesai makan Ray berdiri dari duduknya dan mengulurkan tangan pada amara.

"Kemana?" Tanya Amara bingung

"Aku punya kejutan untuk kamu."

Ray menuntun Amara untuk berdiri di dekat dinding kaca. Dalam hitungan ketiga kembang api menyala bertuliskan I Love You Amara. Entah bagaimana caranya Ray bisa mengatur sedemikian rupa. (Bukan Ray sih yang mengatur Ray hanya membayar hehe🤣)

Amara menutup mulutnya tidak percaya bahwa ini nyata.

Tiba tiba Ray berlutut memegang kedua tangan Amara.

"Amara Andini jika aku harus memilih, antara nafas dan cinta.maka aku akan memilih nafas terakhir untuk mengatakan Aku mencintaimu.

Amara Andini bersediakah kau menemaniku dalam suka maupun duka?

Dan menjadi ibu dari anak anakku?

Pengunjung yang lain ikut berdiri dan menyemangati Ray.

"Terima..terima.." suara riuh para pengunjung.

Amara menitihkan air mata haru sekaligus bahagia. tidak menyangka Ray menyiapkan semua ini untuknya.

"Iya! Aku bersedia."

Dengan mata berkaca kaca ray berdiri dan memeluk Amara.

"Terima kasih sayang. terimakasih kamu sudah bersedia menjadi bagian hidupku."

Berkali kali Ray mencium puncak kepala Amara.

Suara tepuk tangan pengunjung menjadi saksi cinta mereka berdua.

_

_

Karena sudah larut malam Ray mengajak Amara untuk menginap disana.

Ray memesan satu kamar dengan Amara. Ray memberitahu Amara jika mereka tidur di kamar yang berbeda harganya akan dua kali lipat lebih mahal dan persyaratan yang cukup banyak. karena Amara baru pertama menginap di hotel mewah Amara pun percaya. sebenarnya bukan hanya hotel mewah. hotel apapun Amara belum pernah menginap.

Amara berdiri menghadap dinding kaca dikamar itu. hatinya gelisah dan gugup.

Ray datang dan memeluk Amara dari belakang.

"Sedang apa?"

"Eh..kak Ray bikin aku kaget saja. aku hanya melihat pemandangan." Ray membalikan tubuh Amara untuk menghadapnya.

"Apa tadi masih belum puas?" tanya Ray sambil satu tanganya berada di pipi Amara dan mengelusnya

"Tidurlah sudah malam. pagi pagi kita harus cekout. aku harus menemani pak Antoni meeting." Amara mengangguk.

"Jangan khawatir aku akan tidur di sofa."

"emuach.." Ray mencium kening Amara

tak butuh waktu lama mereka berdua telah mengarungi mimpi indah bersama.

**Hay gaess jangan lupa:

*like

* komen dan

* vote

***Happy Reading🥰🥰***

 

1
Sur Yani
ko lama up thooor
Anonim
Lanjut donk thor...
Mxkenzie
jangan lama2 Thor up nya
Maria Suryati Suryati
Mengapa updatenya sangat terlambat?
Leni Marlina
ni
Mona wita Monawita
awal mula cerita yg bikin baper
Karmilawati Lukman
Rasain Mike... kegatelan pake turun tangan sendiri kayak gak ada org Laen aja. ayo Amara buat Mike gak brani berbuat macam2 lagi sudah cukup mendekati si Angel. kayak gak ada jalan Laen aja
Karmilawati Lukman
Rasain si Mike.... kasih Mika pelajaran Amara. jgn langsung luluh dan memaafkan Mike. buat Mike jera dan tidak berbuat dan mendekati angel lagi apapun alasannya
Karmilawati Lukman
Mam**s saya Mike. ayo Amara kasih Mike pelajaran yg sangat berharga yg akan diingatnya seumur hidup. jgn biarkan dirimu dipermainkan Mike Amara... kamu bukan wanita lemah dan bisa di injak2 oleh lelaki
Karmilawati Lukman
Ayo Amara... ikuti Mike. buat Mike mati kutu walaupun niatnya baik tapi cara nya yg tidak baik tanpa sepengetahuanku amara
Mxkenzie
lanjuuut Thor ,,,jangan lama2 Thor up nya
Mxkenzie
jangan lama2 up nya thor
Karmilawati Lukman
Aduh Mike...kenapa harus kamu yg turun ke lapangan. harusnya kamu cari org utk misi ini. siap2 deh kamu disunat Amara. mana dipegang2 LG Ama si Angel. enggak bgt deh si mike
Karmilawati Lukman
kamu wanita hebat Amara. tunggulah sebentar lagi Ray dan Angel pasti akan hancur melebihi dirimu amara
Karmilawati Lukman
ayo Mike... bantu Amara. hancurkan segera Ray dan Angel. buat mereka menderita habisss dan jadi gembel tanpa harta sedikitpun...
Fitri Winaza
rencana nya gtu yang ada nanti rumah tangganya yg hancur.
Salsa Bila
lanjut Thor,,jangn2 lama up nya Thor
Karmilawati Lukman
duh.... jgn kamu donk yg dekati si Angel bahaya Mike, rumah tanggamu taruhannya. kamu cari org utk dekati Amara. yg cakep...mapan... Ray....Ray...ternyata masih Ama si Angel dia. awet ya....🤔
Salsa Bila
lanjut Thor
Fitri Winaza
wkwkkwwk emang enak Mike rasain tidur sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!