NovelToon NovelToon
Jeritan Dendam Sang Ibu Susu

Jeritan Dendam Sang Ibu Susu

Status: tamat
Genre:Ibu susu / Balas Dendam / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:130k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Sejak SMA, Amelia Hartono diam-diam mencintai Evan Cristian. Ketika takdir mempertemukan mereka kembali setelah lulus kuliah, Amelia mengira Tuhan akhirnya mengabulkan cintanya. Sebagai pewaris tunggal keluarga Hartono, Amelia yang polos dan kesepian menyerahkan seluruh kepercayaan kepada pria yang dicintainya.

Namun, cinta itu ternyata hanyalah jebakan.
Satu per satu aset perusahaan berpindah tangan. Pernikahan yang selama ini diyakininya sah ternyata palsu. Bahkan, bayi yang dikandung dan dilahirkannya dengan taruhan nyawa ternyata bukan darah dagingnya. Amelia hanyalah seorang ibu pengganti yang ditipu.

Di balik semua itu berdiri Evan Cristian dan istri sahnya, Carolin Baskara, model papan atas sekaligus putri keluarga konglomerat Baskara. Namun, saat semuanya hancur, Elang Anderson teman lamanya muncul kembali, pria yang diam-diam pernah jatuh cinta padanya kini membantunya.

"Kau boleh menangis hari ini, Amelia. Tapi besok, aku akan memastikan mereka yang menangis di hadapanmu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28

Malam itu, rumah kembali sunyi. Aurora sudah tertidur pulas setelah menyusu. Laras duduk sendirian di tepi ranjang bayi, menatap wajah mungil putrinya yang begitu damai.

Namun, pikirannya justru dipenuhi kegelisahan. Ucapan Evan siang tadi terus terngiang di kepalanya.

"Setelah perceraian selesai ... aku akan menikahimu."

Laras memejamkan mata. "Tidak ... Aku tidak ingin menikah lagi denganmu." Suara lirih itu hampir tak terdengar.

"Aku hanya ingin Aurora kembali ke pelukanku, itu saja."

Air matanya menetes tanpa disadari. Ia menggenggam ponselnya erat, lalu mencari satu nama yang selalu menjadi tempatnya meminta bantuan. Tak lama, panggilan itu tersambung.

[Hallo. ]Suara Elang terdengar tenang dari seberang.

[Laras?]

Laras menarik napas panjang.

"Elang ... Aku takut."

[Ada apa?]

"Evan bilang setelah dia resmi bercerai dengan Carolin ... dia ingin menikahiku."

Beberapa detik suasana di seberang menjadi hening. Lalu Elang berkata dengan suara mantap,

[Jangan panik. Rencana itu tidak akan pernah terjadi.]

Laras menggigit bibirnya.

"Tapi kalau dia memaksa?"

[Dia tidak akan sempat.] Elang menjawab tanpa sedikit pun ragu.

[Sebelum pernikahan itu terjadi ... Carolin akan bertindak lebih dulu. Dia tidak mungkin membiarkan Evan hidup tenang bersama wanita yang dianggap merebut suaminya, percayalah. Yang akan dihadapi Evan dalam waktu dekat bukan pernikahan. Melainkan kehancuran reputasinya sendiri.]

Laras terdiam mendengarkan.

Elang melanjutkan, [dan kalau semua itu masih belum cukup. Aku sendiri yang akan turun tangan.]

"Maksudmu?"

[Aku akan membawa kasus Amelia kembali.]

Laras langsung mengangkat wajahnya.

"Kamu ingin..."

Elang mengangguk, meski wanita itu tak dapat melihatnya.

[Aku akan menuntut Evan atas hilangnya Amelia. Selama ini Amelia dinyatakan menghilang tanpa kabar. Kalau diperlukan, kita buka lagi semua kebohongan yang pernah dia lakukan. Mulai dari penipuan aset ... dokumen pernikahan palsu ... hingga semua perbuatannya yang membuat Amelia menghilang dari kehidupan lamanya.]

Suara Elang terdengar semakin tegas.

[Laras, kamu tidak perlu menghadapi semua ini sendirian. Fokuslah pada Aurora. Biarkan aku yang mengurus sisanya.]

Air mata Laras kembali jatuh.

"Terima kasih ... Aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana kalau tidak ada kamu."

Elang tersenyum tipis. [Aku sudah berjanji. Aku akan memastikan kamu mendapatkan kembali putrimu. Dan aku juga akan memastikan, Evan menerima akibat dari semua yang telah dia lakukan.]

Laras mengusap air matanya. Tatapannya kembali tertuju pada Aurora yang tertidur lelap. Ia menggenggam tangan mungil putrinya dengan lembut.

"Tunggu Ibu sedikit lagi, Sayang. Ibu akan membawamu pulang."

Kali ini, Laras tidak lagi merasa sendirian. Karena ia tahu, di balik semua rencana yang sedang berjalan, ada Elang yang siap berdiri di belakangnya hingga semua pengkhianatan itu dibayar lunas.

Perlahan, Laras mengakhiri panggilan teleponnya. Ia mengembuskan napas panjang. Beban yang sejak tadi memenuhi dadanya kini terasa sedikit berkurang. Setidaknya, dia tidak lagi dihantui ketakutan akan dipaksa menikah dengan Evan untuk kedua kalinya.

Laras kembali menatap Aurora yang masih terlelap. Senyum tipis menghiasi wajahnya.

"Aku pasti membawamu pulang..." Bisiknya pelan.

Namun, setelah suasana kembali tenang, pikirannya justru melayang pada sosok Elang. Pria itu selalu ada, sejak dirinya hancur. Sejak kehilangan perusahaan. Sejak kehilangan bayinya. Hingga kini, saat ia hidup dengan identitas baru sebagai Laras.

Elang tidak pernah sekalipun meninggalkannya. Laras menundukkan kepala. Ia mencoba mengingat setiap kebersamaan mereka selama beberapa bulan terakhir. Saat Elang mengurus operasi plastiknya. Saat pria itu membeli rumah untuknya.

Saat tanpa ragu menghabiskan begitu banyak uang demi membantunya mendapatkan kembali kehidupan yang telah dirampas. Bahkan, diam-diam mengambil alih perusahaan Hartono hanya agar hak Amelia bisa kembali. Namun, mengapa hatinya tetap terasa biasa saja. Tidak ada debaran, tidak ada rasa gugup. Tidak ada perasaan yang selama dulu ia rasakan ketika melihat Evan. Yang ada hanyalah rasa nyaman. Rasa percaya, dan rasa syukur karena memiliki seseorang yang selalu berdiri di sisinya.

Laras mengusap pelan pipi Aurora.

"Mungkin ... Aku memang tidak pernah mencintai Elang." Kalimat itu keluar begitu saja, bukan karena Elang kurang baik. Justru sebaliknya Elang terlalu baik untuk disakiti. Yang ia rasakan hanyalah kasih sayang seorang sahabat yang rela mengorbankan apa pun demi dirinya.

Sementara jauh di Berlin. Elang berdiri di depan jendela apartemennya. Tatapannya kosong menembus langit malam. Ia tersenyum kecil mengingat suara Laras yang akhirnya terdengar lebih tenang.

"Setidaknya ... dia sudah tidak menangis lagi." Gumamnya pelan.

Elang sadar, sejak awal ia tidak pernah memaksa Laras membalas perasaannya. Bahkan, ia tidak pernah benar-benar mengungkapkan cinta itu. Ia hanya memilih berada di samping wanita yang dicintainya.

Mungkin, selama ini hanya dirinya yang diam-diam menyimpan rasa. Sedangkan Amelia, tidak pernah melihatnya lebih dari seorang teman dan penolong. Namun, bagi Elang, itu tidak pernah menjadi penyesalan. Karena baginya mencintai tidak selalu berarti memiliki.

Terkadang, melihat orang yang dicintai kembali tersenyum sudah menjadi kebahagiaan yang cukup. Dan untuk saat ini kebahagiaan Elang hanyalah satu.

Melihat Laras mendapatkan kembali Aurora, serta merebut kembali kehidupan yang pernah direnggut darinya.

1
Ummee
beneran tamat kak?
nggantung kak😭
masih pensaran siapa yg bikin Elang celaka
Ummee: insyaAllah kalo ada rezeki lebih ya kak, maafff🙏
ini lagi fokus kebutuhan anak.
semoga kakak di lancarkan rezeki nya oleh Allah, Aamiin🤲
total 4 replies
Ummee
malang benar nasib Elang, kak author...
Ummee
kenapa merasa bersalah? kan yg salah bapak nya evan krn menggambil uang perusahaan
Ummee
apa Laras tdk pakai seragam baby sitter?
Ummee
ya iyalah, Aurora takut sama kamu mak lampir, u uppss🤭
Ummee
penasaran, misal ada di dunia nyata, si bayi DNA nya ikut siapa ya? 🙏
Ummee: oke kak, mkasih infonya🥰🙏
total 2 replies
Alfin Jambak
krnapa tidak ada sambungan dari kisah si elang
siska bejo
untuk cerita elang sudah selesai sampai disini kak
Aditya hp/ bunda Lia
nama grup wa nya apa aku cari gak ada
Aisyah Alfatih: DM aja wa ku kak nantinaku undang ke grup
total 3 replies
Keinara Leticia
mau banget kak
Keinara Leticia
mau kak
Aisyah Alfatih: gabung ke grup yang ada di sini ya nanti ada Wanya
total 1 replies
Yani
Ka, mau gabung link
Aisyah Alfatih: boleh kak langsung masuk grup kak
total 1 replies
tenny
seruu
xuer jinghao
kak lanjut semangat terus kak 💪🥰🥰🥰
Si Memeh
karya mu emang selalu bagus dn seru thooooorrrr 👍👍👍
Woro Septi
tamat ya ga jelas
Aisyah Alfatih: untung di lanjut sampai tamat kak,karna gagal retensi 🫣
total 1 replies
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
karya hebat! tapi masih misterius
Dewi Ansyari
Astaga Elang kasihan celaka😭😭😭,semoga bisa selamat
Dewi Ansyari
Kasihan Elang cinta yg tidak pernah terbalaskan 😭😭
Dewi Ansyari
Tunghulah kehancuran kamu Evan,Carolin dan tuan baskara,sebentar lagi kalian akan mendapatkan ganjarannya 😡😡😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!