sebuah kisah perjalanan seorang bocah menuju puncak kultivasi, demi membalaskan dendam kedua orang tuanya,
namun berakhir dengan penyesalan dihatinya,
dia pun mulai menjelajahi dunia dan membantu semua orang yang tertindas, dan demi menjalankan amanat terakhir ayah dan ibunya
#karya novel pertama ku, jadi mohon maaf kalau banyak typo, alur nya acak2 an, dan lain sebagainya,🙏🙏
sebisa mungkin aku akan berusaha memperbaikinya, maka dari itu komen kalian semua dibutuhkan untuk menjadikan novel ku lebih berkualitas,
tapi mohon komennya yang bagus², jangan asal²an, karena thor orangnya baperan🤭😵😅🥺🥺
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon F⁴&d¹, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31.SISA ENERGI ANEH
"Kemampuanmu memang tidak buruk bocah, hanya dengan kekuatan fisik kau mampu membuatku menangkis seranganmu,.!, pantas saja kau mampu membunuh rekanku, tapi jika hanya itu kemampuan terbaikmu, kau tidak akan bisa mengalahkanku,..!," ucap pendekar raja itu memuji sekaligus mengejek kemampuan Yang Kai, setelah bertukar beberapa serangan dia bisa menilai batas kemampuan Yang Kai yang setara dengan pendekar jendral,
GRRRRR...
Yang An menggeram tidak senang dengan perkataan pendekar raja itu,
"tenanglah An'er,,..!," ucap Yang Kai pelan menenangkan Yang An
"aku tidak butuh pujian dari orang tidak tahu malu sepertimu,..!, sebaiknya kita lanjutkan pertarungan, aku masih sanggup melawanmu,..!" lanjut Yang Kai tenang menanggapi perkataan pendekar raja itu, kini nafasnya sudah mulai kembali teratur setelah menstabilkannya sejenak,
Yang Kai tidak mempunyai pilihan lain selain terus bertarung, mencoba untuk lari pun percuma karena orang didepannya bukanlah pendekar biasa, dia hanya bisa melawan semaksimal mungkin, meskipun dia sadar tidak akan bisa menang, namun dia tetap tak gentar sedikit pun menghadapi pendekar raja itu, didalam pikirannya kini hanya ada kalimat 'lebih baik mati sebagai pendekar sejati dari pada harus menyerah seperti sampah yang tak berguna',
"baiklah jika itu mau mu,.! tapi maaf saja, aku sudah bosan bermain denganmu,.!, aku akan mengakhiri permainan ini,.!" jawab pendekar raja itu tersenyum sinis,
"aku beri kau dua pilihan, menyerah baik-baik dan berlutut di hadapanku atau aku yang akan memaksamu untuk berlutut,..!" lanjut pendekar raja itu,
"asal kau tahu, aku bukanlah orang yang mudah tunduk dibawah kaki orang lain, apa lagi orang sepertimu,.!" jawab Yang Kai tegas masih pada pendiriannya,
"haha.. lucu sekali, kau bicara seolah kau orang paling kuat didunia ini,.!," sahut pendekar raja itu menertawakan Yang Kai,
"lupakan..! kalau itu pilihanmu, jangan salahkan aku jika bertindak kejam, pemimpinku hanya menyuruhku untuk tidak membunuhmu, tapi jika memberi sedikit luka tidak masalah kan..?, aku harap kau tidak mati oleh seranganku..!" lanjutnya menyeringai,
pendekar raja itu pun seketika melesat setelah berkata demikian, pendekar itu sungguh berniat mengakhiri semuanya,
"tinju darah,.!" gumam pendekar raja itu sambil terus berlari,
seketika kedua tangan pendekar itu mengeluarkan energi berwarna merah pekat lalu perlahan merambat dan menyelimuti seluruh tangannya,
"tahap pertama, buka,..!,"
kecepatan gerakan pendekar itu pun meningkat,
SWUUSSH...
"gawat...!" ucap Yang Kai panik, karena merasakan lonjakan energi yang cukup besar dari musuhnya,
"An'er menjauh dari sini,..!" teriak Yang Kai khawatir akan keselamatan Yang An,
Yang Kai yang merasakan bahaya dari serangan pendekar raja itu akhirnya menyuruh Yang An untuk menjauh, namun baru saja selesai bicara tiba-tiba...
"terlambat..!" ucap pendekar raja itu yang sudah ada di depan Yang Kai, lalu melesatkan pukulan keras kearah perut Yang Kai,
BAMMMM...
WUUUSSH..
DUARRR...
"tidaaakkk...!" teriak Yang Kai yang selamat dari pukulan keras pendekar raja itu, namun tidak dengan Yang An,
Yang An kini terlempar jauh dan menabrak batu besar hingga hancur,
sebelum pukulan pendekar itu mengenai perut Yang Kai, tiba-tiba Yang An melompat dan mendorong Yang Kai, dan akhirnya dia lah yang harus menerima pukulan keras itu hingga membuatnya terlempar jauh, dan berakhir menabrak batu besar,
Yang Kai berlari menuju Yang An yang tengah terkapar tak sadarkan diri, yang entah masih hidup atau sudah tak bernyawa,
"kau mau kemana bocah..?, jangan harap kau bisa seenaknya pergi..!" ucap pendekar raja itu yang tiba-tiba berada di depan Yang Kai dan menghalangi langkah Yang Kai, pendekar itu pun tanpa berlama-lama langsung kembali melayangkan pukulan keras disertai energi merah pekat yang masih menyelimuti kedua tangannya,
BAAMM...
BAAMM...
UGHKK...
DUARRR...
Suara dua pukulan keras menghantam tubuh Yang Kai tanpa bisa dia hindari, dan dia pun berakhir menabrak tanah lalu memuntahkan seteguk darah segar,
Yang Kai yang terluka mencoba untuk bangkit untuk menolong Yang An, tidak peduli dengan kondisi dirinya sendiri, dia pun berusaha melangkah menuju Yang An, namun langkahnya kembali di hentikan oleh pendekar raja itu.
"anjing itu terlalu mengganggu,.!, aku akan membunuhnya dulu,..!" ucap pendekar raja itu kesal karena Yang Kai selalu mengabaikannya,
dia pun menggangkat tangannya dan menunjuk kearah Yang An, lalu seketika dari jari telunjuknya muncul energi bulat kecil dan melesat bagaikan laser kearah Yang An yang masih terkapar,
"hentikaaan,,..!" teriak Yang Kai panik sambil menyerang pendekar raja itu, namun semua sudah terlambat dan serangan pendekar raja itu telah mengenai tubuh Yang An hingga terbentuk lubang kecil diperutnya, dan akhirnya mengeluarkan banyak darah dari luka itu, yang menandakan luka itu sangatlah parah,
Yang Kai pun seketika mematung melihat Yang An semakin tak berdaya, dan disudut matanya kini keluar air mata,
sedangkan Fa San dan paman Jun yang mendengar teriakan keras Yang Kai seketika menoleh dan mendapati Yang An sudah terkapar diantara puing-puing batu yang hancur, mereka berdua ingin menolong Yang Kai yang sedang melawan pendekar raja itu, namun kondisi mereka berdua tidak lebih baik dari Yang Kai, mereka berdua dikepung puluhan pendekar jendral dan 2 pendekar raja yang sedang bertarung dengan mereka berdua, karena seluruh pengawalnya telah dibunuh, akhirnya pendekar jendral musuh yang tersisa pun mengepung Fa San dan paman Jun, mereka berdua tidak dapat berbuat apa-apa dan dengan tenaga yang hampir habis, membuat mereka berdua hanya tinggal menunggu waktu untuk mati ditangan musuh didepan mereka,
"kau..!, aku tidak akan memaafkan mu,...!, kau harus mati..!" gumam Yang Kai dengan kepala tertunduk dan air mata yang mengalir deras,
"memangnya apa yang bisa kau lakukan..?" ucap pendekar raja itu yang mendengar gumaman Yang Kai, lalu tertawa mengejek,
namun seketika pendekar itu terdiam membisu karena merasakan energi aneh, dan saat dia melihat Yang Kai, dia pun mengerutkan kening karena melihat energi aneh itu keluar dari tubuh Yang Kai,
"apa ini..?" gumam pendekar raja itu penasaran karena tidak mengenal energi aneh itu yang bukan berasal dari tenaga dalam,
pendekar raja itu heran karena baru pertama kali melihat energi aneh seperti itu, energi itu berwarna putih transparan yang menyelimuti seluruh tubuh Yang Kai,
energi yang keluar dari tubuh Yang Kai merupakan energi sisa dari sosok yang pernah merasukinya dihutan, energi itu diberikan oleh sosok itu untuk menjaga sementara saat Yang Kai berada dihutan sebelum sosok itu akhirnya menghilang, namun karena tidak ada yang membahayakan saat itu, membuat energi itu tidak berguna, tetapi tidak untuk saat ini, meskipun energi itu telah terkikis dan tersisa sedikit, namun itu cukup untuk membunuh pendekar raja itu. karena dirundung kemarahan Yang Kai yang memuncak energi itu pun seketika aktif dan berusaha melindungi Yang Kai,
"pedang hampa,..!" Yang Kai yang terdiam cukup lama akhirnya membuka suara namun suaranya sangat pelan, seperti orang yang berbisik,
seketika aura putih ditubuhnya berubah menjadi aura hitam pekat namun transparan, dia pun mengeluarkan pedang pusakanya bersiap menyerang pendekar raja itu menggunakan jurus terakhir dari 6 jurus dan yang terkuat dari teknik harimau, jurus ke-6 itu harusnya hanya bisa digunakan saat mencapai tingkat dewa, meskipun Yang Kai telah menguasai jurus itu, tapi tetap saja mustahil untuk menggunakannya saat ini, meskipun dibantu sisa sedikit energi aneh itu, namun itu masihlah tidak cukup, karena memang konsumsi tenaga dalam yang diperlukan untuk mengaktifkan jurus itu sangatlah banyak, dan ditambah tubuh Yang Kai masih sangat lemah,
SWUUSSH...
"Sialan..!" gumam pendekar raja itu setelah melihat Yang Kai melesat sangat cepat lalu dia pun mengeluarkan senjata pusakanya,
TRANGKK..
TRANGKK..
Setelah benturan pedang itu terdengar, tiba-tiba energi hitam pekat yang menyelimuti tubuh Yang Kai kini menjelma menjadi puluhan sosok harimau hitam bercorak putih, puluhan harimau itu terus menerkam pendekar raja itu tanpa memberi celah, sedangkan Yang Kai terus mengayunkan pedangnya untuk menebas pendekar raja itu,
"apa ini..?" ucap pendekar raja itu binggung karena serangan harimau yang menyerangnya berhasil dia hindari, namun tubuh pendekar itu tetap mendapatkan luka sayatan yang cukup dalam, bahkan sampai membuat pakaiannya compang-camping penuh lubang sayatan pedang,
"tahap kelima..!, buka,..!" karena tersudutkan oleh serangan Yang Kai akhirnya pendekar itu pun mengeluarkan jurus terkuat andalannya, dan aura merah pekat yang semula hanya menyelimuti kedua tangannya, kini merambat ke seluruh tubuhnya, dan membentuk perisai pelindung serta memperkuat serangannya hingga 10x lebih kuat dari sebelumnya,
serangan Yang Kai terus menerus menghujam tubuh pendekar raja itu, hingga perisai pelindungnya pun tidak mampu melindungi tubuhnya, dan peningkatan kekuatan pendekar itu pun masih tidak mampu mengimbangi Yang Kai, perlahan-lahan pendekar itu kembali tersudutkan,
"bocah berengsek..!" pendekar itu mengutuk Yang Kai,
"tidak.. tidak mungkin aku bisa ditekan bocah sepertimu,..!" lanjutnya tidak terima karena semakin tersudutkan dan hanya menunggu waktu dia pun akan kalah dari Yang Kai,
perlahan-lahan peningkatan kekuatan dari pendekar itu semakin turun, membuat pendekar itu semakin panik,
"berhenti bocah sialan,,..!, tidak,.! aku tidak mau mati,,.!" ucap pendekar itu sangat panik dan sangat ketakutan seperti ayam kejepit pintu, dia berusaha membujuk Yang Kai agar berhenti menyerangnya,
Yang Kai hanya diam membisu dan tidak peduli ocehan pendekar itu, dia terus menyerang tanpa pandang bulu, dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada, dia sadar kekuatan yang dia punya saat ini hanya bersifat sementara, Yang Kai berpikir setidaknya dia harus bisa membunuh pendekar raja yang telah menyerang Yang An itu untuk membalaskan dendam, sebelum menerima konsekuensi dari penggunaan jurus yang seharusnya tidak dia gunakan,
BOMMM...
Tendangan keras dari Yang Kai bertepatan dengan menghilangnya energi merah pekat dari pendekar raja itu, pendekar raja itu terpental keras menghantam tanah hingga membuat lubang kawah kecil,
SWUUSSHH...
Yang Kai melesat menyusul pendekar itu,
"ampuni aku bocah,.! tolong biarkan aku hidup, aku memiliki anak dan istri yang masih membutuhkanku,..!" ucap pendekar raja itu memohon ampunan tanpa rasa malu, seorang pendekar raja meminta pengampunan bocah 7 tahun tingkat pembentukan menengah,
"bagaimana dengan korban mu selama ini yang meminta pengampunan,..? apa kau mengampuninya,,.? melihat kau menyerang saudaraku tanpa rasa bersalah, sudah pasti kau melakukannya hal yang sama pada korban-korban mu selama ini,..!" ucap Yang Kai tegas
"sebaiknya kau mati saja,..! ku harap di kehidupan selanjutnya kau bisa menjadi lebih baik,.!" lanjut Yang Kai lalu bersiap menebaskan pedangnya,
SWIISHH..
Yang Kai menebaskan pedangnya kearah leher pendekar raja itu,
"i..ini..?" namun saat pedangnya hampir menebas leher pendekar itu tiba-tiba tubuhnya berhenti, dan tubuhnya dipaksa untuk berlutut.
TANGKK..
saat masih tidak bisa mengerakkan tubuhnya, tiba-tiba sebilah pedang menyerang pedang Yang Kai yang berada beberapa centi menuju leher pendekar raja itu, dan membuat pedangnya terlempar jauh.
...•••••°####°•••••...
...| |...
...| |...
...| |...
...###°¥°###...
untuk Yin Mei...