NovelToon NovelToon
DIKEJAR MANTAN

DIKEJAR MANTAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO
Popularitas:28.3k
Nilai: 5
Nama Author: Lel

"Gak usah sok baik sama gue. Ingat, lo tuh orang yang paling gue benci," sewot Niar saat berhadapan dengan bos sekaligus mantan saat SMA dulu. Takdir macam apa ini? mau resign sayang gaji dan fasilitas penunjang, bertahan juga harus menyiapkan mental bertemu dengan dia setiap hari.

"Gak usah jutek gitu. Nanti minta balikan," ledek Gesta yang memang senang sekali bisa bertemu dengan mantan pacar yang terpaksa putus, padahal masih sayang.

Akankah mereka akur dan bisa profesional? happy reading.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KERAS KEPALA

"Jagoan Abang datang!" sindir Dion, Om Gesta. Sudah duduk di sofa dengan menatap wajah Gesta angkuh. Duduk di samping papa Gesta yang masih belum sembuh akibat serangan stroke 3 bulan lalu.

Gesta berdecak sebal, baru saja hatinya lega berbicara dengan sang mantan, pulang ingin istirahat malah bertemu dengan Omnya. Ia sudah bisa menebak, pasti urusan Wilona.

"Gak punya hati," ejek Dion entah apa maksudnya.

"Ja...angan!" ucap papa Gesta terbata, dengan gerakan tangan lemah. Mama datang membawa obat dan segelas air putih untuk sang suami.

"Usahakan kalian tidak bicara serius di depan papa!" ucap mama sembari menyodorkan obat untuk sang suami.

"Masalahnya, Abang juga mau dengar lah. Dia pasti menyalahkan putra kalian. Baru menjabat 3 bulan saja sudah sok sekali. Berasa yang merintis!" Dion terus saja memojokkan Gesta, sengaja memancing emosi pemuda itu agar membalas ucapan nyelekitnya. Nanti kalau terlalu panas, pasti papa Gesta akan menyuruh sang putra menuruti apa kata Dion.

"Gini deh, Om. Om maunya apa?" tantang Gesta. Dia berusaha menggunakan otak dingin, agar tak terpancing emosi. Dia juga memikirkan kondisi sang papa. Dokter sudah mengatakan untuk jaga emosi sang papa, jangan sampai ada beban pikiran berat.

"Aku maunya gampang, kalau memang Wilo dipecat, jangan diminta bayar pinalti dia. Keluarga kita berhutang sama dia," rasanya Gesta ingin menempeleng kepala laki-laki ini. Apa dia bilang, hutang? Sama Wilo?

"Hutang apa nih? Hutang keturunan?" sindir Gesta.

"Bisa dibilang begitu. Kalau saja Wilo gak menggugurkan kandungan itu, tentu anakku sekarang sudah punya hak waris juga. Hanya saja kita gak nikah, jadi gak sah mendapat hak waris. Kamu harusnya berterimakasih karena kamu satu-satunya cucu dari kakek, soal harta kamu sangat terjamin!" tetap ya, pikirannya tentang warisan. Padahal Gesta juga kalau disuruh memilih juga tidak akan mau menanggung semua ini. Dia memikirkan papa dan nasib karyawan, tak membayangkan saja perusahaan dipegang Dion, bisa hancur dalam sekejap.

"Ujung-ujungnya juga warisan kan, sekarang Wilo juga bukan siapa-siapanya Om, kenapa masih ingin melindunginya. Karir dia selama 3 tahunan juga meroket pesat, karena papa menutupi skandal itu. Kurang baik apa kita padanya, tapi untuk sekarang aku tidak akan berjalan dan menutupi kesalahan!" tegas Gesta.

"Kamu ingin menguasai harta kakek sepenuhnya. Ingat dalam perusahaan itu masih ada jatahku!" Dion masih mengungkit, padahal uang tiap bulan yang ia terima adalah transferan dari uang pribadi sang abang, bukan dari laba perusahaan. Gesta spontan tertawa.

"Om lupa, Om sudah menjual bagian Om ke papa, bahkan dalam surat perjanjian itu mengatakan bahwa tidak ada pengalihan aset kepada Om lagi, karena itu sudah menjadi hak milik papa sepenuhnya. Om gak lupa kan?" sindir Gesta.

Dion langsung memalingkan muka, sial. Ternyata sang abang memberikan surat itu pada Gesta. Padahal, kalau keep sendiri, tentu Dion masih bersikap jumawa dan menganggap ada bagian di perusahaan itu.

"Lagian Om gak capek apa, hidup bergantung sama papa terus. Om laki-laki, harusnya bertanggung jawab pada diri Om sendiri, kenapa gak punya sikap seperti papa dan kakek sih. Minta mulu!" sindir Gesta agar sang Om sadar. Dulu sang papa, iya iya aja. Tapi tidak untuk Gesta. Sudah cukup keluarganya diobrak-abrik oleh sang Om, sampai papa stroke begini. Uang dan warisan saja yang dikejar, padahal bagiannya juga sudah habis.

"Jaga mulutmu anak muda!" Dion memperingatkan dengan tatapan tajam. "Aku bisa saja mengusir kalian kapan pun!" ancamnya, Gesta diancam nih?

"Mau ancam pakai apa? Tabungan punya? Aset punya? Bukannya Om hanya punya adik Om yang sudah berhasil menghamili Wilo doang," Gesta sudah berada di puncak amarah. Harus melakukan apalagi untuk meyakinkan Dion. Diam dan nikmati transferan papa tanpa ikut campur perusahaan kan bisa. Ini malah cari gara-gara.

"Wah, Bang. Mulut anakmu lancang sekali mengatai aku seperti itu. Kamu masih 24 tahun, gak punya pengalaman, jangan mengajari aku soal kehidupan!" balas Dion dengan menaikkan suaranya.

"Bisa tanpa urat gak, Di?" tegur mama Gesta sembari menggenggam tangan sang suami yang mulai bergetar. "Gesta, sudah Ges. Jalankan perusahaan sesuai aturan kamu. Jangan terprovokasi dengan Dion," sang mama ikut menasehati.

"Kalian itu sama saja sebenarnya, mumpung Abang sakit begini, sehingga bisa mengambil semua aset. Menantu dan anak harusnya gak dapat saja sekalian, sekali dapat saja bisa menggeser kedudukan anak kandung!"

"Om punya kaca gak sih. Om itu dengan sadar menjual aset bagian Om ke papa. Lalu masih menuntut, apa gak takut mati nanti ditolak bumi Om. Sudah tua, gak pada tobat malah masih ngribetin warisan!" Gesta tak mau berhenti kalau Dion masih merasa punya jatah warisan.

"Hey! Omongan kamu, gak usah menyumpahi!"

"Aku gak menyumpahi, aku hanya memperingatkan, karena datangnya nasehat tidak harus berasal dari yang tua," balas Gesta tak takut.

"Begini Bang didikanmu, tak punya sopan santun, dan Abang pilih jadi pemimpin perusahaan. Mana ada hasil, Bang. Siap-siap saja gulung tikar!" sindir Dion soal attitude Gesta.

"Gulung tikar hanya dimiliki oleh orang yang punya mindset tak pernah usaha tapi mau uangnya saja!" balas Gesta, meyakinkan sang papa agar tak terpengaruh pada ucapan Dion.

"Dah, dah!" papa meminta mereka berhenti dengan suara pelan beliau.

"Ka kamu, pu pu lang!" pinta papa pada Dion.

Sang adik menyeringai sinis, tak terima diusir sebelum mendapat keputusan tentang Wilona. "Abang tega sama aku, Bang. Aku punya hutang moril pada Wilo, dan anak abang merusaknya. Mana janji abang menjamin kehidupan Wilona. Abang sekarang tinggal mati aja, tapi janji abang bisa menghambat Abang ke surga!"

"Ngomong apa kamu, Om!" Gesta tak terima, ia yakin ada sesuatu yang disembunyikan sang papa dan adiknya itu sehingga tercetus janji.

"Papa punya janji sama Dion?" tanya mama dan papa tiba-tiba mengangguk pelan, sembari menangis. "Apa Pa?" tanya mama lagi.

"Suami kamu pernah selingkuh, dengan ibu Wilona, bahkan sempat punya anak terpaut 3 tahun dengan Gesta, dan anaknya sakit-sakitan hingga meninggal, ibu Wilona menjadi gila, ya mungkin doa kamu sebagai istri sah terkabulkan bila suamimu berkhianat," Dion menyebutkan rahasia itu, mama dan Gesta langsung membelalak kaget. Pintar sekali papa menyembunyikan, beliau menangis tersedu. Namun Dion tertawa lepas.

"Jangan kira kalian hidup di atas harta warisan hidup bahagia, semua akan hancur karena baik kakek dan abang punya catatan hitam selama menjalankan bisnis ini, dan mungkin sebentar lagi target hidup berantakan akan segera menghampiri kamu, Ges. Jadi jangan sombong dan angkuh, terlebih bila menyakiti keluarga Wilona, karena kita sudah menghancurkan ibu dan Wilona sendiri," tegas Dion semakin membuat Gesta pusing.

Keluarganya sangat rumit, dan ternyata sang papa yang dianggapnya family man ternyata pernah bermain wanita di belakang mama. Tubuh Gesta terpaku seketika, membiarkan mama masuk ke kamar, tanpa mendorong kursi roda papa.

"Ma ma maaf!" gumam papa pelan.

1
novel destiny
hahh nyesek banget ihhh
novel destiny
bijak banget mama nya Gesta😍
Lel: psikolog kakk
total 1 replies
novel destiny
najis banget ihh ama si angel. Gesta juga jadi cowo gabisa tegas. walaupun masih SMA ya
Lel: label sahabat kecil terlalu kuat
total 1 replies
novel destiny
sumpah masih kecil ajah udah manipulatif banget. gimana udah gedenya. hidihhh
Lel: jelas manipulatif karena karakter
total 1 replies
novel destiny
bener banget kata kakanya niar ini
tris tanto
buanyak typo thor
novel destiny
ya pantes biar minta putus
novel destiny
fix si angel bibit pelakor dari muda 💩
novel destiny
wah wah kenapa nih bisa putus?
wah ini mah mode jalan tol 🤣🤣🤣
tris tanto
pelan
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
jgn kbblasan kl njaili niar zal bisa2 puasa
Lel: mulai usil dia
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
uh ayang beb so aweet😍😍 keren ni bojomu jujurrrrr
Lel: when yaaa🤣🤣🤣
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
bljr dr novel2 ya ni🤭
Lel: iya🤣🤣🤣
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
ada kah yg kaya zaldy udah smart guanteng kaya juga tapi g doyan wedhokan🤭
Lel: ada ...1 banding....🤣🤣🤣
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
niar ujian mu okeh bgt..tp stdknya bkn dr ipar dan mertua krn km dpt suami dan kel nya yg baik pnya adik yg baik jg
Lel: kayaknya ujiannya orang luar saja
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
y udh km sm mantane niar coba brgkali jodoh...apes km ges glrn buruk e angel ktauan km udh g pnya ksmptan u niar tp ttp laki labil gt g bs mnjga prasaan istri buat apa
Lel: gak mau ...gesta baik
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
🤣🤣🤣dl mantan pcr status masih lajang wlpn brsha balikan tp skrg sdh g bs ya..jgn smpe lah nasibe kaya iswa, nnti jodohe beneran bang sakti😬
Lel: gak mauuuu
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
maaf ini lnjtne apa? rekan kerja yang 2|
Lel: ke enter kayaknya kak
total 1 replies
Wahyuni Abuzar
yaa salam nge bayangin ci i o tantrum 🤣🤣
baek² jaka ngebujuk bayi ci i o🤪
Lel: pengen gulung2 tapi malu
total 1 replies
Jumi Saddah
🤣🤣🤣🤣🤣gesta tantrum
Lel: hok.oh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!