Season Terakhir dari Keluarga Roberto.
Baca Dulu Season Sebelumnya:
1. Anak Genius Milik Sang Milliarder
2. Pesona Si Kembar (Ada Cerita di Balik Gerbang Sekolah)
3. Pesona Si Kembar 2 (Cinta Tersembunyi di Balik Gerbang Kampus)
4. Pesona Si Gadis Badas
Callie Noura Eleanor, bocah cilik berusia 3 tahun dan merupakan anak dari Rachel dengan Lucky. Si bocah cilik cerewet dan sangat genius. Usianya yang baru menginjak 3 tahun itu, dia sudah pintar berbicara dan memainkan senjata andalannya. Begitu licik, hingga membuat keluarga hanya bisa geleng-geleng kepala.
Jika sepupunya seringkali merahasiakan identitas keluarganya, justru berbeda dengan Callie. Dia akan terang-terangan mengaku dari Keluarga Roberto. Hal itu membuat dia selalu berada dalam bahaya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bingung
"Kentang goleng?" tanya Rose sambil menatap kentang goreng di depannya dengan mata berbinar cerah.
Biasanya dia hanya melihat kentang goreng itu lewat TV yang Rose tonton di Balai Desa. Namun sekarang kentang goreng itu ada di hadapannya. Begitu juga dengan Vita yang memang belum pernah makan kentang goreng seperti ini. Walaupun Bapaknya preman dan sering memalak orang, tapi tak jarang juga Fathur tidak mendapatkan uang. Makan tetap seadanya dan sedapatnya saja.
"Iya, makan lah yang banyak. Nanti kalau kurang, bisa tambah lagi. Callie yang bayar kok, tenang saja." ucap Rachel yang mengerti bagaimana rasanya hidup susah. Hingga untuk makan makanan seperti ini saja tidak mampu. Begitu lah yang dialami oleh Rachel dulu saat kecil dan belum bertemu dengan Papanya.
"Iya, tenang saja. Duitnya Callie banyak, bantu habiskan saja. Dalipada beljamul," Callie menyibakkan rambut panjangnya. Terlihat begitu sombong dan tengil.
"Boleh bungkus buat Kak Lukman dan Bapak? Pakai sisa yang ini ndak papa. Lose makan sedikit saja," ucap Rose dengan malu-malu.
"Sisa? Apa itu sisa? Ndak ada ya. Nanti beli bungkus sendili. Masa kasih olang kok makanan sisa," seru Callie dengan raut wajah kesalnya.
"Benar apa kata Callie, Rose. Nanti kita belikan yang baru. Ini jatahnya Rose," Sepertinya Rose sedikit takut dengan Callie yang ngomel-ngomel begitu. Rachel mencoba menenangkan Rose.
"Jangan galak-galak jadi orang. Galak banget sih," bisik Rachel tepat pada telinga Callie.
Callie mengedikkan bahunya acuh. Dia memang sangat galak, entah mencontoh siap. Pasalnya dia saja saat sudah menjadi istri begini, hanya kadang-kadang saja galaknya. Bicaranya pun ceplas-ceplos padahal sudah ditegur oleh orangtuanya. Rachel seperti melihat dirinya pada diri Callie. Dia dulu saat kecil juga galak dan asal ceplas-ceplos. Namun untuk kepintarannya itu, ternyata Callie mendapatkannya dari keluarganya yang lain. Entah Rachel harus bersyukur atau tidak dengan kemampuan Callie itu.
Semuanya pun sudah selesai dengan makanannya. Rose dan Vita dibelikan bungkusan makanan untuk keluarga mereka. Semua makanan benar dibayar memakai kartu milik Callie yang diberi oleh Papa Fabio. Setelahnya mereka pergi ke toko pakaian karena Callie kasihan pada Rose dan Vita yang memakai baju lusuh. Tidak mungkin keduanya memakai pakaiannya di lemari yang tak sesuai ukuran itu. Walaupun masih baru, tapi menurut Callie tetap kurang pantas.
"Pilih yang banyak. Buat main, alisan, dan nongklong halus beda. Jangan satu baju buat pelgi kemana-mana," celoteh Callie sambil menarik beberapa gantungan baju. Bahkan Callie sendiri yang langsung mengambil baju dan meminta keduanya segera mencoba.
"Sebenarnya Callie itu sangat baik dan perhatian. Cuma cara ngomongnya itu lho kaya orang nyuruh dan marah-marah," ucap Ussy mengomentari apa yang dilakukan oleh Callie.
"Iya. Ingin temannya tampil bagus, tapi dengan cara diomeli. Sampai heran sendiri aku," Rachel menghela nafasnya pelan melihat tingkah anak bungsunya itu. Namun jika punya anak pendiam, dia malah bingung sendiri. Seperti Arthur yang cenderung lebih dekat dengan Lucky karena sifat mereka hampir sama.
"Naula pilih juga. Masa cuma mau beli dalaman gitu doang. Aduh... Uang Callie kapan habisnya ini," seru Callie membuat perhatian dari pelayan dan pengunjung mengarah pada mereka.
Para penjaga toko sudah diminta Rachel untuk membiarkan keempat bocah itu memilih baju. Walaupun mengambilnya sedikit bar-bar, tapi hal itu tak masalah bagi penjaga toko. Pasalnya Rachel akan langsung membeli barang itu jika rusak oleh ulah empat bocah cilik tersebut. Para pengunjung sangat terkejut melihat sikap santai Rachel dan Ussy melihat tingkah empat anak kecil itu. Harga pakaian di sana terbilang tidak murah.
"Orang kaya itu mereka. Itu anaknya tarik banyak sekali pakaian, tapi orangtuanya santai aja." ceplos seorang pengunjung.
"Mungkin. Anakku mah kalau ke sini cuma beli satu doang. Itu pun jarang aku pakaikan karena sayang," tambah pengunjung lainnya sambil terkekeh pelan.
Jangan banyak-banyak ambilnya dong. Aku juga mau beli lho,
Eh...
***
"Astaga... Banyak sekali,"
Bapak Krisman, Lukman, dan Fathur terkejut melihat barang yang dibawa oleh Vita juga Rose. Tadi para pengawal mengantarkan keduanya pulang sampai depan rumah Bapak Krisman. Fathur menjemput Vita di rumah Bapak Krisman karena tahu anaknya tadi ijin pamit bermain bersama Rose. Namun mereka tak menyangka saat melihat barang yang dibawa oleh pengawal keluarga Rachel itu.
"Ini ada makanan juga buat kelualga," ucap Rose sambil menyerahkan satu paper bag dari sebuah restorant ayam terkenal. Vita pun begitu, menyerahkan makanan itu pada Fathur.
"Baik sekali itu, Ibu RT kecil. Membantu warganya yang kesusahan," ucap Bapak Krisman memuji Callie.
"Iya. Mamanya Callie juga mau masukin kita ke sekolah PAUD yang dekat pelumahan itu lho, Pak. Glatis," celoteh Rose dan diangguki oleh Vita.
"Kita juga dibelikan baju, alat tulis, dan lainnya untuk sekolah nanti." tambah Vita dengan antusiasnya.
Syukur lah...
Bapak Krisman dan Fathur tampak sangat bersyukur dengan rejeki yang datang bertubi-tubi. Fathur ingin pensiun dari pekerjaannya sebagai preman terutama memalak orang. Dia lebih memilih menjadi tukang parkir dibandingkan memalak orang. Bapak Krisman sudah ditawari oleh pengawal keluarga Rachel untuk menjadi tukang kebun di rumah. Namun Bapak Krisman masih pikir-pikir dulu karena tak enak hati jika nanti membawa Rose. Apalagi Rose yang dekat dengan Callie, Bapak Krisman takut merepotkan.
"Oh ya... Besok Bapak disuluh ke lumahnya Ibu lachel. Katanya mau bicala hal penting," ucap Rose menyampaikan pesan dari Rachel.
"Bapak juga. Katanya ada infolmasi penting," ucap Vita pada Fathur.
"Buat Bapaknya Rose aja kali, Vita. Kan Bapak nggak kenal sama Ibu Rachel,"
"Apa kamu nakal tadi? Makanya Bapak disuruh menemui Ibu Rachel," Fathur merasa tak mungkin dirinya diminta ikut menemui Rachel. Bahkan berbicara saja tidak pernah dengan Rachel. Sekarang yang Fathur takutkan adalah anaknya itu nakal dan dia dipanggil untuk dimarahi. Walaupun preman, dia juga akan takut pada orang-orang seperti keluarga Lucky.
"Enggak, Vita nggak nakal kok. Iya kan, lose?" tanya Vita yang takut jika Bapaknya akan marah padanya.
Rose menganggukkan kepalanya. Vita memang tidak nakal, bahkan sudah tak lagi mengejeknya. Namun mereka juga tidak tahu alasan Rachel memanggil Fathur. Jika Bapak Krisman, mungkin bisa Rachel memintanya datang. Pasalnya Fathur mendengar dari orang-orang kalau Bapak Krisman ditawari pekerjaan. Jika dia, sepertinya itu adalah hal yang membingungkan dan pertanda buruk.
"Temui dulu saja besok, Thur. Mungkin ini tentang masalah anak-anak yang mau sekolah. Kan butuh orangtuanya juga jadi Bu Rachel minta kita ke rumahnya dulu," ucap Bapak Krisman menenangkan.
Benar juga ya,
Oke besok kita ke rumah Bu Rachel pagi saja,
Da... Lose,
Hati-hati di jalan, Vita.
***********************
Aku usahakan hari ini triple update, tapi kayanya agak malam karena siang aku ada kerjaan lain 🙏
Tapi kalau nggak sempat, double ini aja ya 😬
🤣🤣🤣🤣