NovelToon NovelToon
Hanya Istri Sementara

Hanya Istri Sementara

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Rumah Tangga
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Silvi F. Sari

Selama dua bulan, Ainun hanya menjadi Istri Sementara.

Ia pikir semua akan berakhir saat kakaknya pulang. Namun, takdir justru menghadiahkannya dua garis merah di alat tes kehamilan.

Ketika wanita yang seharusnya menjadi istri Sagara benar-benar kembali, mampukah Ainun melepaskan pria yang perlahan mulai ia cintai... atau justru kehilangan segalanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Silvi F. Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tolong Jangan Beri Tahu Sagara

Ainun melangkah keluar dari klinik dengan langkah pelan.

Di tangannya, sebuah amplop putih berisi hasil pemeriksaan masih tergenggam erat. Jemarinya seolah enggan melepaskan benda itu, seakan seluruh hidupnya kini bergantung pada beberapa lembar kertas di dalamnya.

Pintu klinik menutup perlahan di belakangnya.

Embusan angin siang menyapu wajahnya, tetapi tak mampu mengusir sesak yang memenuhi dadanya.

Tanpa sadar, ingatannya kembali melayang pada ucapan dokter beberapa menit yang lalu.

“Selamat, Bu Ainun. Hasil pemeriksaan menunjukkan Anda positif hamil. Berdasarkan usia kehamilan, janin Ibu diperkirakan sudah hampir dua bulan.”

Langkah Ainun perlahan terhenti lalu kemudian mendongakkan kepala.

Matahari telah berdiri tinggi di langit, memancarkan cahaya yang terasa begitu menyilaukan.

“Bagaimana sekarang?” bisiknya lirih.

Tak ada yang menjawab.

Perlahan, tatapannya turun.

Telapak tangannya terangkat, lalu mengusap lembut perutnya yang masih tampak rata.

“Apa aku harus memberi tahu Mas Sagara?” gumamnya.

Beberapa saat ia hanya berdiri mematung.

Pikirannya dipenuhi berbagai kemungkinan yang membuat napasnya terasa semakin sesak.

‘Kalau Mas Sagara tahu... apa yang akan beliau lakukan?’

Belum sempat menemukan jawaban, bayangan-bayangan mengerikan mulai memenuhi benaknya.

“Gugurkan bayi itu. Saya nggak sudi punya anak darimu.”

Tubuh Ainun seketika menegang.

Bayangan lain kembali muncul.

“Dasar nggak tahu diri! Kenapa kamu bisa hamil?”

Kelopak matanya mulai memanas.

Belum selesai sampai di situ. Suara Liona ikut terngiang di kepalanya.

“Ainun, kenapa kamu mengkhianatiku? Aku memintamu menjaga Mas Sagara, bukan mengandung anaknya!”

“Nggak...”

Ainun menggeleng pelan. Air mata mulai memenuhi pelupuk matanya.

“Nggak...”

Suaranya terdengar semakin lirih.

Ia kembali mengusap perutnya dengan penuh kehati-hatian.

“Anak ini nggak bersalah,” ucapnya dengan bibir yang bergetar.

Setetes air mata jatuh membasahi pipinya.

“Yang bersalah... aku.”

Ia memejamkan mata sesaat.

‘Aku yang gagal menjaga diriku sendiri.’

Napasnya berembus pelan.

“Aku memang sudah mengkhianati Mbak Liona.”

Kalimat itu terasa begitu berat untuk diucapkan.

Namun, saat jemarinya kembali mengusap perutnya, tatapannya perlahan berubah menjadi lebih teguh.

“Maafkan Ibu...”

Suaranya nyaris tak terdengar.

“Tapi apa pun yang terjadi... Ibu akan mempertahankan mu.”

Ia mengembuskan napas panjang, lalu menggenggam amplop hasil pemeriksaan itu lebih erat.

‘Untuk sementara... kehamilan ini cukup aku saja yang tahu.’

“Bu Ainun?”

Suara itu membuat Ainun tersentak dari lamunannya.

Ia segera menoleh.

Keningnya seketika berkerut saat melihat sosok pria yang berdiri beberapa langkah di belakangnya.

‘Pak Liam?’

Jantungnya kembali berdegup lebih cepat.

‘Kenapa beliau ada di sini?’

Ainun refleks menggenggam amplop hasil pemeriksaan lebih erat.

Pak Liam menghampirinya dengan langkah tenang.

“Kenapa Ibu berada di klinik ini?” tanyanya datar.

Ainun menelan ludah. “I-itu... saya....”

Kata-katanya terhenti di tenggorokan. Ia tak sanggup mencari alasan.

Tatapan Pak Liam perlahan beralih ke tangan Ainun yang masih menggenggam selembar hasil pemeriksaan.

“Apa yang Ibu pegang?”

Refleks, Ainun menundukkan pandangan.

Ia segera menyembunyikan kertas itu di belakang punggungnya.

“B-bukan apa-apa,” jawabnya gugup.

Pak Liam tetap menatapnya. Sorot matanya membuat Ainun semakin gelisah.

“Serahkan pada saya, Bu Ainun.”

Ainun menggeleng cepat.

“Buat apa?” tanyanya dengan suara bergetar.

Pak Liam tidak menjawab. Ia justru melangkah mendekat.

“P-Pak Liam....”

Belum sempat Ainun menghindar, pria itu telah meraih pergelangan tangannya dengan hati-hati, lalu mengambil lembar hasil pemeriksaan yang disembunyikannya.

“Pak Liam, jangan!”

Ainun spontan mencoba merebut kembali kertas itu.

Namun, tinggi badannya jauh berbeda.

Pak Liam mengangkat tangannya sedikit lebih tinggi sehingga Ainun tak mampu menjangkaunya.

“Pak Liam... tolong kembalikan.”

Nada suaranya mulai terdengar memohon.

Namun, pria itu tetap membuka lipatan kertas tersebut.

‘Jangan....’

Ainun kembali berusaha meraihnya.

“Pak Liam, saya mohon....” Air matanya mulai menggenang. “Jangan dibaca.”

Suara itu nyaris berubah menjadi isakan.

Namun, Pak Liam tetap membentangkan kertas itu hingga seluruh isi hasil pemeriksaan terlihat jelas di hadapannya.

Ainun hanya mampu mematung. Jemarinya mengepal kuat di sisi tubuh.

Jantungnya berdetak begitu keras hingga seolah memenuhi telinganya sendiri.

‘Selesai....’

‘Kalau Pak Liam tahu... berarti cepat atau lambat Mas Sagara juga akan mengetahuinya.’

Satu detik.

Dua detik.

Tiga detik.

Tak ada perubahan sedikit pun pada raut wajah Pak Liam.

Pria itu tetap berdiri diam sambil menatap lembar hasil pemeriksaan yang berada di tangannya.

Beberapa saat kemudian, ia perlahan mengangkat pandangan.

Tatapan mereka bertemu.

“Anda... hamil?” tanyanya pelan.

Pertanyaan itu seolah meruntuhkan seluruh pertahanan Ainun.

Bahu wanita itu melemas.

Bahkan baru saja ia menyembunyikan kehamilannya dari siapa pun.

Namun, semuanya berantakan hanya dalam hitungan detik.

Air mata yang sejak tadi ditahannya akhirnya jatuh membasahi pipi.

“Iya,” jawab Ainun lirih.

Ia menundukkan kepala.

“Sekarang... apa Bapak akan memberi tahu Mas Sagara?”

Tak ada jawaban.

Keheningan itu justru membuat dada Ainun semakin sesak.

Ia kembali mengangkat wajah.

“Kalau Mas Sagara tahu...” Bibirnya bergetar hebat. “Beliau pasti menyuruh saya menggugurkan anak ini.”

Ainun menggeleng pelan.

Tangannya kembali menyentuh perutnya yang masih rata.

“Anak ini nggak bersalah. Dia sama sekali nggak bersalah.”

Napas Ainun tersendat. Ia menatap Pak Liam dengan sorot mata penuh permohonan.

“Pak Liam...” suaranya hampir berubah menjadi isakan. “Bukankah Bapak juga punya hati?”

Jemarinya mengepal di sisi tubuh.

“Tolong jangan biarkan siapa pun mengambil nyawanya.”

Pak Liam masih terdiam.

Tak sepatah kata pun keluar dari bibirnya. Tatapan Ainun perlahan meredup.

“Keputusan ada di tangan Anda pak Liam,” ucapnya lirih.

Dengan tangan yang sedikit gemetar, Ainun mengambil kembali hasil pemeriksaan dari tangan Pak Liam.

Ia melipat kertas itu dengan hati-hati, lalu memasukkannya ke dalam tas.

Tak ada lagi yang ingin dikatakannya.

Perlahan, Ainun berbalik dan melangkah meninggalkan halaman klinik.

Di tepi jalan, ojek yang mengantarnya sejak tadi masih menunggu.

Begitu azan Zuhur mulai berkumandang dari masjid yang tak jauh dari sana, langkah Ainun kembali terhenti.

Suara azan itu menggema lembut, memenuhi udara siang.

‘Ya Allah... hanya kepada-Mu aku bisa mengadu.’

Ainun menghampiri pengemudi ojek.

“Pak,” panggilnya pelan, “boleh mampir ke masjid dulu? Saya ingin salat.”

Pengemudi itu mengangguk ramah.

“Siap, Neng.”

“Terima kasih, Pak.”

Ainun mengenakan kembali helmnya, lalu naik ke atas motor.

Beberapa saat kemudian, motor itu mulai melaju meninggalkan pelataran klinik.

Ainun menyempatkan menoleh sekilas ke belakang.

Pak Liam masih berdiri di tempat yang sama. Tatapan pria itu masih mengarah kepadanya.

Ainun segera mengalihkan pandangannya kemudian menundukkan kepala.

'Aku harap Pak Liam masih memiliki hati.’

Sementara motor terus melaju menuju masjid, satu-satunya tempat yang ingin ia datangi untuk mencari ketenangan di tengah badai yang baru saja menghantam hidupnya.

1
merry
jgn cepat ksh ainum ktmu dgn Sagara terlalu cepat biar orang saraf kyk Sagara nyesel,, 🙏🙏🙏
merry
iblis busuk km bini dan ank gk diksh mknn
merry
otak y gk tau di mn ya heran aku emang pendidikan tingginya bisa didik ank dgn baik blm tentu x pak justru blansak ia,, klo Sagara jodoh y ainum jgn ksh Sagara nikh sm liona ksh ajj penyesalan trs biar ainum Lhirinn ank solehah hebat genius buat bungkam mulut Bpk dan kakek ya yg jht itu
Nia nurhayati
dasar laki"gilaaa kamu sagara
Ais: nah bnr kak emang gila sagara ini
total 1 replies
Nia nurhayati
Sagara dan BP nya sama brengsekkk laki"kurang ajarrrr😡😡😡
merry
gila bini y gk. diksh mkn minum kata ya cinta marah bini y di dekati org,, emng dikurung tnp mkn minum blm lg memar muka tangan gk diobati,, moga kmu dan pelakor itu dpt karna ya 🙏🙏🙏🙏ainum jgn lemah donk jgn perempuan jgn minta maaf klo ngk salh hrs lawan ke jwb ke kan Sagara juga mau nikah kn sm lion lion itu sdgkn kmu ngk nkh ngk pcarann juga cm ddk bareng knp di perlakuan seperti penjahat,,, hrs disini Sagara salh besar loh dh mau nikah lg,,, kasar lg
merry
egois bgtt si,, istri di seret di tampar gk di akuin org mana tau klo ainum istri mu gara,,, emng org dukun tau ainum bini mu 🤭🤭🤭🤭
Ais
psikopat dan egosi sagara ini ternyata
Ais
wah plot twist banget thor ternyata selama ini sagara mencintai ainun tp knp kayak psikopat gn seh sikap dan kelakuannya apalag pas berhubungan suami istri yg disebut malah nama kakaknya istri mana yg ngak salah paham dan menganggap dirinya hny istri sementara ngak salah dong ainun bersikap dan berkata begitu
Ais: nah bnr kak emang psikopat si sagara ini mungkin dia panggil si musang betina pengen bikin ainun insecure sekaligus cemburu kak🤣
total 2 replies
Arra Bella
saat liona datang sagara tidak akan melepaskanmu ainun
Arra Bella
aku yakin liona bakal nyesel
Ais
semangat updatenya thor bagus alur kisahnya
Arra Bella
salam kenal kakak
Soviani
up lagi dong , ceritanya seru
Skyline Scribe
halo kak aku mampir,
Ikut nunggu kelanjutannya , Semangat nulisnya Kak💪💪
Inarrr Ulfah
gimna mau pergi hp Ainun aja di sadap
Inarrr Ulfah
setelah itu pergi yang jauh Ainun,, hidup bahagia bersama anak mu..
partini
pengantin pengganti nyesek Ampe ulu hati, happy nanti kalau suami udah sreg di hati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!