NovelToon NovelToon
Sistem Koki Gila

Sistem Koki Gila

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Sistem
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: kegelapan malam

Arumi cuma wanita biasa yang hidupnya sangat sederhana. Sampai akhirnya, sebuah kecelakaan membuat hidupnya berakhir. Bukannya tenang, Arumi malah bangun dengan kondisi yang bikin pusing. Jiwanya terjebak di dalam tubuh pria bernama Bagas.

​Belum selesai kagetnya, di kepalanya muncul suara sistem yang menyebalkan dan hobi banget mengejeknya. Sistem itu menuntut Arumi harus jadi koki hebat, padahal Arumi sendiri nggak bisa masak apa-apa.

​Lebih parah lagi, Bagas ternyata adalah siswa di sekolah tentara dengan jadwal latihan yang super padat. Arumi harus berusaha keras biar nggak ketahuan sifat aslinya, sambil diam-diam menjalankan misi memasak dari si sistem yang sangat menyebalkan.

​Dapatkah Arumi melewati hari-harinya di sekolah tentara tanpa ketahuan, dan bertahan dari ocehan sistem yang bikin emosi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kegelapan malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

empat ~

​Malam itu, di barak yang sunyi, keheningan terasa begitu mencekam. Hanya ada suara jangkrik di luar sana yang bersahutan dengan detak jantung Bagas yang berdegup kencang karena ketegangan. Ia melangkah masuk ke dapur barak dengan perasaan seperti seorang tahanan yang sedang digiring menuju meja eksekusi. Lampu neon di langit-langit dapur berkedip-kedip, mengeluarkan suara dengungan pelan yang semakin menambah kepalanya berdenyut.

​Begitu pintu berderit tertutup di belakangnya, Bagas mendapati dapur yang tadinya hanya tumpukan karat dan debu, kini bertransformasi menjadi dapur yang serba lengkap. Di atas meja stainless steel yang memanjang, berderet bahan makanan yang tampak begitu kontras dengan kotornya ruangan itu. Ada satu ekor ayam utuh yang sudah dibersihkan, namun kulitnya tampak begitu tegang seolah menantang Bagas. Ada tumpukan cabai merah keriting yang warnanya tampak merah menyala seperti bara api, bawang putih yang mengkilap, dan daun jeruk yang aromanya langsung menusuk indra penciumannya dengan bau segar yang sangat tajam.

​Bagas menatap semua itu dengan tatapan kosong. Sebagai Bagas, dia terbiasa dengan disiplin militer yang kaku dan senjata di tangan, namun sebagai Arumi dia hanyalah seorang mantan budak korporat yang terbiasa menghadapi deadline proyek, bukan berhadapan dengan ayam potong.

​"Sistem." bisik Bagas, suaranya parau dan bergetar, "aku sudah di sini. Aku sudah berada di tempat terkutuk ini. Sekarang, katakan padaku apa yang harus kulakukan, tapi kumohon... demi kewarasanku yang tersisa, jangan memintaku melakukan hal-hal yang tidak masuk akal atau di luar batas kemampuanku sebagai mantan budak kantor yang hanya tahu cara memesan makanan via aplikasi."

​Ting!

​Suara notifikasi yang dingin dan datar itu memecah keheningan, menggema di dinding dapur yang dingin.

​[Misi dimulai. Langkah pertama: Memarinasi ayam. Potong ayam dengan ukuran 4-5 cm. Segera lakukan sebelum waktu Anda terbuang percuma. Setiap detik yang terbuang adalah pemborosan energi yang sia-sia bagi Tuan Rumah.]

​Bagas menarik napas panjang, mencoba mengumpulkan sisa-sisa kewarasannya yang sudah sangat tipis setelah seharian berurusan dengan latihan fisik yang brutal. Ia meraih pisau besar di depannya. Berat pisau itu terasa janggal dan mengancam di tangannya. Ia lebih terbiasa memegang senapan, namun di sini, ia harus mengolah bahan makanan. Tangannya gemetar hebat. Rasa lelah yang luar biasa masih bersarang di setiap otot tubuhnya, membuat pisau itu terasa seberat beban hidup yang sedang ia pikul.

​Crak!

​Potongan pertama jatuh di atas talenan kayu yang sudah retak-retak. Bagas menatap hasil potongannya dengan kening berkerut. Itu bukan 4-5 cm. Potongan daging itu tampak tidak beraturan, tebal di satu sisi dan tipis di sisi lainnya, hampir seukuran kepalan tangan balita.

​[Peringatan: Ukuran potongan tidak sesuai. 4-5 cm adalah ukuran dua ruas jari orang dewasa, bukan seukuran kepalan tangan balita! Anda sedang memasak Ayam Cabe Garam, bukan sedang membelah kayu bakar untuk api unggun! Potong ulang sekarang juga!]

​Bagas menggeram rendah. Ia merasa ingin melempar pisau itu ke dinding. "Dua ruas jari? DUA RUAS JARI? Ini bahkan hampir sebesar telapak tanganku, memangnya aku ini koki profesional yang punya penggaris di mataku?! Berhenti memberikan instruksi yang ambigu dan tidak membumi itu!" serunya pada udara kosong. Ia mencoba lagi. Namun, karena rasa kesal dan tangan yang tidak stabil, potongan berikutnya malah menjadi sangat kecil, hampir seperti cacahan kasar yang tidak karuan.

​[Peringatan keras! Anda memotong ayam menjadi seukuran satu ruas jari kelingking. Ayam ini tidak akan bisa digoreng dengan benar, teksturnya akan hancur lebur di dalam minyak! Apakah Anda mencoba membuat ayam goreng atau bubur ayam?! Jika Anda menghancurkan bahan ini lagi, sistem akan memotong 5 Poin sebagai biaya kompensasi atas kesabaran sistem yang saya habiskan untuk meladeni koki amatir seperti Anda!]

​"APA?!" teriak Bagas, suaranya hampir pecah. "Baru mulai saja sudah dipotong poinnya?! Kau benar-benar sistem rentenir yang kejam! Dari awal aku sudah bilang aku tidak bisa masak! Aku ini tentara Bagas, bukan koki restoran bintang lima yang bisa mengiris bawang dengan mata tertutup! Kenapa kau tidak memberikan arahan yang manusiawi daripada hanya mengomel dan memotong poin berharga milikku?!"

​Bagas meletakkan pisau dengan kasar. Ia mengatur napasnya, mencoba meredam api kemarahan yang mulai membakar dadanya. Ia memejamkan mata, memaksakan konsentrasi yang luar biasa tinggi. Ia membayangkan setiap potongan dengan sangat detail. Dengan tangan yang masih sedikit gemetar, ia mulai memotong daging itu lagi, satu per satu, dengan tingkat kehati-hatian yang bahkan tidak pernah ia lakukan saat sedang membongkar pasang senjata. Setelah hampir setengah jam yang terasa seperti selamanya, ayam itu akhirnya siap dimarinasi.

​[Proses memarinasi selesai. Lanjut ke proses memasak nasi daun jeruk. Ambil beras dan cuci hingga bersih.]

​Bagas mengambil wadah berisi beras. Namun, karena tangannya yang licin oleh sisa keringat yang bercucuran, wadah itu tergelincir dari genggamannya yang lemah.

​Prang!

​Suara nyaring itu terdengar sangat memekakkan telinga. Beras-beras putih itu tumpah berserakan di lantai dapur yang kotor. Bagas terdiam. Ia menatap tumpukan beras yang kini kotor itu dengan pandangan kosong.

​[Analisis sistem: Tuan Rumah sangat ceroboh dan tidak efisien. Beras tersebut terkontaminasi oleh kotoran lantai dan tidak lagi layak konsumsi. Kompensasi atas kelalaian: -10 Poin.]

​"CUKUP!" Bagas meledak. Ia membanting lap dapur ke meja dengan kekuatan penuh. "Dengar ya Sistem sialan! Aku ini sudah kelelahan setengah mati, ototku sakit semua, dan kau hanya tahu cara mengomel, menghina, dan memotong poin! Dari awal aku sudah bilang aku tidak bisa masak! Jika kau ingin aku melakukan ini dengan benar, berhentilah bertingkah seperti rentenir yang menagih utang dan berikan aku bantuan yang nyata atau setidaknya sedikit pengertian!"

​Bagas mengambil napas panjang, mencoba menenangkan jantungnya yang berdebar kencang. Dengan tangan yang masih sedikit gemetar karena amarah yang belum sepenuhnya reda, ia mengambil beras baru, mencucinya dengan ekstra hati-hati, bahkan ia memegang wadahnya seolah itu adalah benda paling rapuh dan berharga di dunia.

​[Beras diterima. Lanjut: Iris daun jeruk tipis-tipis.]

​Bagas mengambil daun jeruk. Karena lelah dan kesal, ia mengirisnya dengan kasar. Sret! Sret! Sret! "Ini sudah cukup tipis!" serunya.

​[Itu irisan daun jeruk atau irisan kayu bakar? Anda harus mengirisnya setipis mungkin agar aromanya bisa keluar dengan sempurna. Jika Anda gagal lagi, saya akan memotong 20 Poin sebagai ganti biaya kesabaran sistem level dewa saya yang terus-menerus terkuras.]

​"Kau benar-benar sistem yang tidak punya empati sedikit pun!" Bagas berteriak tertahan, matanya memerah karena menahan rasa frustrasi yang luar biasa. Ia mulai mengiris daun jeruk itu dengan sangat perlahan. Ia memusatkan seluruh sisa jiwanya pada ujung pisau, tidak peduli lagi betapa pegal kakinya berdiri. Satu demi satu irisan tipis terbentuk, setiap irisannya memakan waktu berdetik-detik karena ia berusaha menjaga agar tidak melakukan kesalahan lagi.

​Satu jam berlalu. Dapur itu kini tampak seperti medan perang yang berantakan, namun di atas meja sudah tersaji satu piring Ayam Cabe Garam yang mengepul. Aroma pedas dan gurihnya benar-benar menusuk hidung, membuat perutnya yang tadi kosong langsung bergejolak. Bagas menatap hasil karyanya dengan mulut ternganga. Ia mencicipi sedikit ayamnya, dan matanya langsung membelalak. Rasanya luar biasa.

​"Tunggu... ini... ini benar-benar aku yang masak?" Dia mencicipi lagi, tidak percaya. "Rasanya... enak sekali." Bagas merasa haru. "Sistem, terima kasih. Ternyata aku bisa..."

​[Hentikan drama itu Tuan Rumah. Anda tidak perlu berterima kasih atau merasa terharu. Hasil masakan ini 99% berkat arahan saya yang sempurna dan presisi. Anda hanyalah tangan eksekutor yang beruntung memiliki sistem jenius seperti saya. Jangan terlalu percaya diri, Anda masih jauh dari kata hebat.]

​Bagas terdiam. Rasa haru yang baru saja muncul seketika sirna. Dasar sistem narsis dan sombong, umpatnya dalam hati. Meski begitu, dia menyantap masakan itu dengan sangat lahap. Ternyata, makanan enak memang benar-benar bisa menenangkan hati, meskipun sistemnya menyebalkan setengah mati.

1
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Semoga ntun juga merdekaaa, nggak membuat penulisnya putus ada dengan aturan pf yang makin menjadi
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: amin ya allah🫠
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Alamakkk🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
si Bagas langsung kaya raya
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
wahhhhh, andaiii poin di kotak orange juga bisa ya🤣😭
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: jangan harap😭
total 1 replies
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
heleh, mau marah😏 tapi emang bener kok, malah suka aku ledekin nih sistem rentenir kejam 🤪🤪/Slight/
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
heleh, memang bener kok, kau tuh sistem rentenir gila😏😏🤪🤪
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
tumben ngasih poin tinggi nih sistem😏, tapi ku gak akan percaya, biasanya setelah mendapatkan poin gede, pasti di suruh beli sesuatu yang harganya mahal dan menguras poin 😏, jadi, ku gak akan mudah percaya padamu sistem koki gila😏
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: iya lah, karena aku belajar dari sebelumnya/Tongue/, jadi gak akan percaya begitu saja/Proud/
total 2 replies
Teuing Saha🙃
🤣🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: katanya 700k per kg kan😭
total 1 replies
Teuing Saha🙃
Kek aku, kalau untuk jajan gak pernah mikir lagi. tp kalau untuk beli barang kek baju misalnya, mesti mikir ratusan kali 🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: lah sama dongg😭
total 1 replies
Retno Palupi
lanjut
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: siappp 🫡
total 1 replies
☠⎯⎯꯭ᷤ💕ˢ⍣⃟ₛʂιʂᴋ𝚊⃤ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©
cewek masuk tubuh cowok😭🤣🤣
kebalikan kita Thor,, aku cow yg masuk tubuh cew🤣
Teuing Saha🙃
Whooaahhh... Yakin ini, tidak ada udang dibalik tepung 🤭 maap ya suudzon mulu🤣🤣
Teuing Saha🙃: Kan aku udah bilang maap /Curse/ abisnya, kamu selalu mencurigakan /Slight/
total 2 replies
Teuing Saha🙃
Jangankan Bagas, aku juga pasti bingung harus jawab apa😁
Ditunggu up berikutnya othor seksoy 😘
Teuing Saha🙃: macama..
total 2 replies
Teuing Saha🙃
Curiga nih sama harganya /Slight/
Teuing Saha🙃
Aku mau yg cokelat 🤤
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
seenggaknya tunggu besok harinya lah sistem, baru juga masuk saku, sudah minta di keluarin lagi poinnya😭
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: buhhahahhaa aku xuriga sistem gk iklas😭
total 1 replies
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
kan bener, sudah bisa ku tebak harganya 100 poin/Sweat/, dan juga bener kan, jangan seneng kalau dapat poin dari sistem ini, karena setelahnya pasti disuruh beli barang dari toko sistem yang harganya bikin emosi banget, udah capek-capek kerja ini itu, eh dikasih poin seenaknya, terus sekarang harus beli barang yang harganya 2 kali lipat dari poin yang dikasih /Panic//Panic//Panic//Angry//Angry/
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: bener kan tebakanku, harganya dia kli lipat dari kemarin😏
total 2 replies
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
pasti mahal harganya, 1000 poin ting/Panic/, bener bener ya nih sistem, bisanya ngerampas terus, memang cocok banget nih sistem disebut sistem rentenir gila /Angry//Angry/
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: /Right Bah!//Right Bah!/
total 2 replies
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
500 doang /Panic/, pelit bener nih sistem /Scream//Scream/, kasih 2000 poin kek, itu dia udah banyak bikin kue terus di tambah sama teh juga, dan sistem ngehargainya dengan 500 poin!! /Panic/, pengen ku jitak kau sistem/Curse//Curse//Curse//Angry//Angry/
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: 🤣, nanti kasih poin gede, nanti suruh beli barang lagi yang ada di sistem dengan harga tinggi 😏, ku tak percaya dengan sistem/Tongue/
total 2 replies
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
mau lihat gambarnya, kasih spill fotonya 🤭
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: aku belum pernah lihat kue ini/Grievance/
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!