NovelToon NovelToon
Cinta Pertama Tuan Mafia

Cinta Pertama Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Nikah Kontrak / Cintapertama
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sunshine_2

"Lepaskan tanganmu, jangan sampai tangan lunakmu ini sedikit saja menyentuh tubuhnya atau sampai menyakitinya!" ucap seorang pria menepis tangan penjaga dengan tatapan tajam dan dingin.

Pria itu langsung menarik Sera dan memeluk tubuhnya menatap lembut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sunshine_2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Menjelang malam, tanpa menunggu lama dan melihat keadaan sekitar yang di jaga ketat oleh penjaga, Sera pun berniat kabur melalui jendela. Ia pun merakit sebuah kain sebagai pegangannya untuk turun mengendap-endap.

"Aku tidak akan menikah dengan kekonyolan ini" lirihnya sembari turun.

Sera pun terus bersembunyi di balik-balik dinding yang akan menyelamatkannya sampai ia keluar dari gerbang utama rumah mewah itu.

"Rumah mewah tapi seperti penjara, banyak sekali penjaga. Siapa sebenarnya Altas itu?"

"Nggak mungkin dengan konyolnya aku pergi keluar melewati para penjaga itu, sudah pasti mereka akan menangkapku dan menyerahkan pada tuan mereka. Aku harus mencari jalan lain untuk pergi dari sini" lanjutnya.

Setelah beberapa saat, Sera pun melihat sedikit peluang kecil untuk kabur, gerbang tanpa penjaga. Namun, dengan susah payah ia harus melakukan sedikit pengorbanan dengan memanjat tembok besar itu, dengan heels dan gaun indahnya.

"Ah, susah sekali" melepas heels.

Brukkk (jatuh telentang dengan heels di tangan)...

"Aww, sakitt!"

Sera pun segera bangkit dan pergi dari tempat itu sebelum tuan Altas sadar akan kepergiannya, menghelakan nafas sedikit lega berlari kecil.

Namun, salah seorang pelayan perempuan yang hendak menghantarkan makanan untuk Sera pun tersadar bahwa calon istri tuan Altas itu telah kabur. Dengan tergesa pelayan itu memberi tahu penjaga dan tuan Altas.

"Tuan, nyonya tidak ada di kamarnya!"

Berjalan tergesa Altas menuju kamar Sera, "Apa maksudmu, apa kamu sudah memastikannya?"

Tibanya di kamar, Altas melihat sekeliling dan seutas kain dari balik jendela yang di jadikan sebagai alat untuk calon istrinya kabur.

"Dasar konyol, apakah kamu pikir kamu bisa pergi jauh dariku, tidak tuan putri!" lirih tenang Altas.

Tanpa berlama-lama, Altas pun segera meminta para penjaga mencari calon istrinya itu.

"Cari di seluruh area tempat ini dan cari di luar, mungkin dia sudah meninggalkan tempat ini. Tapi ingat, jangan kalian sentuh ataupun menyakitinya!"

Beberapa menit berlalu, saat mendekati tembok yang menjadi jalan Sera untuk keluar, Altas pun menemukan sebuah kalung terjatuh yang tidak lain milik calon istrinya itu. Sejenak ia menatap dengan senyum tipis langsung menuju mobil seolah tahu akan keberadaan Sera.

"Kalian cukup di sini, saya akan kembali dan membawa dia pulang."

Tunduk para penjaga menganggung.

"Berlarilah semampumu, sayang. Kemana pun kamu pergi, percayalah kamu tidak akan jauh dari dekapan saya."

Disisi lain, sejenak Sera berhenti dengan napas tergesa dan kelelahan. Namun, tanpa di sadar ia justru di hadapkan oleh lelaki tua yang telah membelinya dari sang ayah. Terkejut Sera seolah detak jantungnya berhenti.

"A-anda?"

"Kenapa, kamu terkejut?. Kamu pikir saya akan melepaskanmu begitu saja, tidaklah semudah itu. Kamu dan pria mafia itu sudah menginjak harga diri saya, dan sebuah keberuntungan saya menemukan salah satu mangsa di sini" ucap lelaki tua itu di dampingi 4 penjaga tangguh.

Lirih Sera berjalan mundur untuk menjauhkan diri, di tempat sepi dan suasana sunyi malam dan wajah gugup ketakutan. Lelaki tua itu memberi isyarat pada penjaganya untuk menangkap Sera.

"Lepas, lepaskan saya. Berhentilah dan jauhi saya!"

Dengan kasar lelaki tua itu memegang wajah Sera dengan nada mengancam akan memb*nuhnya jika terus memberontak.

"Dasar lelaki tua tidak tahu diri!" teriak Sera.

Dengan wajah memerah penuh amarah, lelaki tua itupun naik pitam mengangkat tangannya dengan maksud menampar Sera. Namun, tangan lelaki itu langsung di tangkis oleh Altas. Seolah menjadi garda terdepan dan mengerti, Altas menjadi salah satu orang yang tidak akan bisa melihat calon istrinya itu tersakiti atau di sentuh lelaki lain.

Altas langsung menarik Sera ke belakang badannya sebagai pelindung wanita yangvakan menjadi calon istrinya itu.

"Sudah saya katakan, jauhkan tangan anda dari calon istri saya dan jangan sampai tangan anda menyentuh ataupun menyakitinya. Karena saya bisa pastikan, saya tidak segan-segan melakukan sesuatu hal yang akan menghancurkan hidup anda sekaligus bisnis anda!" tekan Altas dimana malam itu auranya sebagai mafia terpancar.

Sekali lagi, lelaki tua itu mengangkat tangannya sebagai tanda menyerah, "Baik tuan, Mafia."

Tatapan tajam Altas dengan gaya penuh wibawa dan karisma yang intens menggenggam erat tangan Sera berjalan menuju mobil.

Namun, si lelaki tua tak ingin berhenti disitu dan dengan liciknya meminta penjaganya melakukan serangan saat Altas lengah. Altas yang jauh lebih peka dan cerdik menghadapi orang-orang seperti itu pun tersadar dan langsung menepis tangan para penyerang dengan gagah, tangguh dan berani tak sedikit pun terlihat ketakutan.

"Tenanglah, kamu aman bersamaku. Tetaplah di belakangku, dan jangan menjauh."

Perkelahian hebat pun terjadi, namun tak sedikit pun pukulan mengenai tubuh Altas dan dengan hebatnya latas mengalahkan ke empat penjaga itu, membuat neraka jatuh tak berdaya.

Duaarr...

Tak ingin berhenti di situ si lelaki tua melakukan temb*kan peringatkan ke udara lalu mengarahkan p*stol mendekat ke arah Altas dan Sera.

Terus Altas melindungi Sera dari balik badannya dan tak gentar sedikitpun ia sama sekali tak mengangkat tangannya sebagai tanda kekalahan, ia hanya diam sembari mengamati.

"Berhentilah berlagak seperti pahlawan. Serahkan gadis itu dan menyerahlan, jangan sampai peluru ini menghabisi kalian di sini!" percaya diri si lelaki tua.

Sedikit gemetar Sera terus memegangi tubuh Altas, "Sekarang apalagi?"

"Tenanglah" bisik Altas.

Saat si lelaki tua mendekat, Altas pun langsung melakukan serangan dengan maksud menjatuhkan senjata itu. P*stol terjatuh, namun tembakan tak bisa terelakan dan menembak lengan kiri Altas.

"Altas!" teriak Sera.

Tak memikirkan lengannya, Altas pun dengan sigap mengambil p*stol yang jatuh tepat di bawahnya dan langsung mengarahkan tepat di kepala si lelaki tua.

"Menjauhlah dan pergilah dari hadapanku, atau peluru ini akan menembus kepalamu dan menjauhkanmu dari dunia ini!"

Si lelaki tua pun bergegas pergi bersama para penjaga, dan dengan sedikit lega tanpa berpikir tiba-tiba Sera langsung memeluk Altas untuk mencari ketenangan. Hela nafas Altas ikut tanang menurunkan senjata, sembari membelai lembut punggung Sera.

"Tenanglah, kamu sudah aman."

Tersadar Sera melepaskan pelukan dengan raut wajah khawatir melihat luka Altas yang penuh dengan darah.

"Darahnya terus keluar."

Sera pun langsung merobek gaun bawahnya dan menutup luka Altas agar darahnya berhenti.

"Tenanglah aku tidak apa-apa ini hanya luka kecil."

"Dasar bodoh, ini luka tembak kamu bilang luka kecil. Berhentilah mengoceh dan biarkan aku menutup lukanya."

Senyum tipis Altas melihat perhatian yang selama ini di rindukan.

"Kau tidak pernah berubah" lirihnya.

Kembali Altas menggandeng tangan Sera dan masuk ke dalam mobil, meringis kesakitan saat akan melakukan mobilnya.

"Kau, baik-baik saja kan?. Aku tidak bisa mengendarai mobil, jadi aku tidak bisa menggantikan mu."

"Sejauh ini masih aman."

1
Sunshine_2
Hai guys bantu dukung karya pertama aku ya, dengan like, komen, subscribe dan boleh kasih tip juga ya, terimakasih 🥰.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!