NovelToon NovelToon
Hidden Lines

Hidden Lines

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Angst
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Bebas dari tuduhan konspirasi penculikan yang dirancang mantan kekasihnya, Michaela Hokked (24) memilih mati demi melepaskan diri dari masa lalu yang busuk.

Namun, takdir memiliki selera humor yang kejam.

Pelariannya menuju Los Angeles hancur bersama taksi yang ia tumpangi dalam kecelakaan maut yang meremukkan wajahnya.

Enam bulan koma dan melewati enam
Kali operasi wajah, Michaela terbangun dengan rupa baru: wajah cantik milik Cecilia Lynch, wanita bermata teduh yang kecelakaan bersamanya.

Kini, Michaela terjebak sebagai 'Cecilia' di hadapan Killian Vale-Knight (28 th) pria berkuasa yang mengaku sebagai kekasih jarak jauh Cecilia.

Tanpa kecurigaan, keluarga miliarder itu menghujaninya dengan kasih sayang yang tak pernah ia miliki.

Namun, kenyataan pahit menghantam: Cecilia asli tewas dalam keadaan hamil, Mencuri identitas Cecilia adalah tiket kebebasannya, atau justru awal dari labirin misteri yang mematikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

004

Keheningan kembali merayap di dalam kamar rawat inap setelah kedua orang tua Killian dan tim dokter keluar untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai proses rehabilitasinya.

Kini, di dalam ruangan VIP yang luas dan kedap suara itu, hanya ada Michaela—yang memakai topeng nama Cecilia Lynch—dan Killian Vale-Knight.

Pria itu duduk di kursi kulit yang diletakkan tepat di samping ranjang.

Sikap badannya tegak, namun ada kecanggungan yang samar dari cara dia sesekali membetulkan letak jam tangan mewahnya atau bagaimana jemarinya mengetuk pinggiran kursi dengan ritme yang tidak beraturan.

Dia terus menatap Michaela, tetapi tatapan elang itu kini meredup, menyisakan sebuah lapisan emosi yang sulit dibaca.

Dari balik selimut rumah sakit yang hangat, Michaela memperhatikan setiap gerak-gerik pria di hadapannya.

Sebagai wanita yang tumbuh besar di jalanan keras San Francisco dan harus menghadapi berbagai macam tipe manusia egois, Michaela memiliki insting yang sangat tajam dalam membaca karakter seseorang.

Pria ini... dia menutup diri, penilaian itu langsung terlintas di kepala Michaela.

Ada dinding tebal yang sengaja dibangun Killian di sekelilingnya.

Kata-kata yang diucapkannya terdengar sangat formal, tertata, dan penuh kehati-hatian.

Bahkan caranya mengecup tangan Michaela tadi terasa seperti sebuah tindakan yang dipaksakan oleh kewajiban moral seorang kekasih, bukan dorongan gairah yang spontan.

Tingkah lakunya canggung, seolah dia tidak terbiasa berbagi ruang yang intim dengan orang lain, terutama dengan seorang wanita.

Michaela mulai menyusun potongan-potongan teka-teki di dalam otaknya.

Apakah ini alasan mengapa mereka berpacaran hanya lewat ponsel selama ini? pikirnya.

Pria sekaya Killian pasti memiliki ribuan wanita yang mengantre untuknya di Los Angeles.

Namun, dia justru memilih menjalin hubungan jarak jauh dengan Cecilia Lynch, seorang wanita dari kota lain, tanpa pernah bertemu secara langsung.

Killian jelas-jenis seorang introvert ekstrem atau seseorang yang memiliki trauma mendalam terhadap kedekatan fisik.

Namun, hal itu justru memicu kontradiksi besar di benak Michaela.

Cecilia Lynch yang asli sama sekali tidak tampak seperti seorang wanita yang tertutup atau canggung.

Michaela mengingat dengan sangat jelas pagi terkutuk di terminal bus. Cecilia-lah yang pertama kali membuka pintu taksi, melemparkan senyum paling tulus, dan menyapanya dengan ramah tanpa ada rasa curiga sedikit pun.

Cecilia adalah wanita yang hangat, penuh percaya diri, dan mudah membuka obrolan dengan orang asing.

Bagaimana bisa dua orang dengan kepribadian yang bertolak belakang seperti ini menjalin hubungan jarak jauh hingga sedalam itu? Michaela membatin, merasakan firasat buruk kembali menggelitik tengkuknya.

...ooo...

Di sisi lain ranjang, Killian Vale-Knight terus memperhatikan wanita yang terbaring di hadapannya.

Matanya memandangi setiap jengkal wajah Cecilia—wajah yang selama enam bulan ini hanya bisa dia lihat dalam bentuk foto-foto digital yang dikirimkan lewat aplikasi pesan, atau lembar identitas yang hancur dari lokasi kecelakaan.

Dalam diam, Killian membatin.

Pikirannya melayang kembali ke rencana awal enam bulan lalu.

Seharusnya, hari di mana kecelakaan itu terjadi adalah hari paling membahagiakan dalam hidup mereka.

Pertemuan pertama mereka di Los Angeles siang itu dijadwalkan bukan untuk sekadar berkencan, melainkan untuk membahas pernikahan mereka.

Cecilia sudah menerima lamarannya secara verbal melalui sambungan telepon internasional sebulan sebelum kedatangannya.

Wanita itu bahkan sudah berjanji dengan suara lembutnya yang khas, mengatakan bahwa dia bersedia mengikat janji suci dan membina rumah tangga bersama Killian di akhir tahun ini.

Namun, takdir memotong rencana itu dengan kapak yang kejam. Truk kontainer itu hampir saja merenggut seluruh masa depan yang telah mereka susun.

Killian melihat bagaimana wanita di hadapannya memandangnya dengan tatapan mata yang luar biasa gugup sejak perban dibuka.

Cecilia terus meremas ujung selimut, matanya bergerak gelisah, dan napasnya tampak tertahan setiap kali Killian bergerak mendekat.

Melihat tingkah itu, Killian mengepalkan tangannya di dalam saku jas, lalu melepaskan sebuah kekehan pelan yang sangat tipis.

Dia mencoba mencairkan ketegangan yang menggantung di udara.

Dia pasti sangat canggung, pikir Killian dalam hati.

Dia tahu kekasihnya mungkin saja merasa asing melihat sosok fisiknya secara langsung.

Di dalam ponsel, Cecilia selalu terdengar begitu ceria, berani, dan penuh kata-kata manis yang mampu meruntuhkan dinding pertahanannya.

Namun sekarang, setelah melewati trauma hebat dan dihadapkan pada kenyataan bahwa ini adalah pertemuan pertama mereka di dunia nyata, wajar jika wanita itu kehilangan kata-kata.

Namun, ada satu keraguan kecil yang mulai menyelinap ke dalam hati Killian.

Dia menatap mata teduh Cecilia yang kini tampak sedikit redup.

Killian merasa takut jika kecanggungan Cecilia bukan hanya karena pertemuan pertama mereka, melainkan karena rasa tidak percaya diri yang mendalam.

Dokter tadi mengatakan bahwa wajah Cecilia tidak akan pernah bisa sama persis seratus persen seperti dulu.

Meski bagi Killian wajah baru ini tetap terlihat sangat cantik dan tidak mengurangi sedikit pun niatnya, dia tahu bagi seorang wanita, kehilangan wajah asli adalah sebuah hantaman psikologis yang sangat berat.

Cecilia mungkin mengira bahwa dirinya akan kecewa.

Cecilia mungkin merasa bahwa dia tidak lagi pantas bersanding dengan seorang Vale-Knight dengan rupa yang telah direkonstruksi oleh pisau bedah.

Killian menarik napas dalam-dalam, merasakan beban berat di dadanya.

Bagaimana cara memulainya? pikirnya frustrasi.

Dia ingin sekali menggenggam tangan wanita itu dan mengatakan bahwa segalanya baik-baik saja.

Dia ingin memberi tahu Cecilia bahwa persiapan pernikahan mereka yang sempat tertunda selama enam bulan koma ini, sebenarnya sudah siap delapan puluh persen.

Keluarganya, terutama ibunya, Suzzy, tidak pernah menghentikan persiapan itu.

Dekorasi, gedung, hingga gaun pengantin yang disesuaikan dengan ukuran tubuh Cecilia sebelum kecelakaan, semuanya sudah tersimpan rapi.

Rencana pernikahan di akhir tahun ini ternyata masih tetap berlaku dan tidak berubah sedikit pun di mata keluarga Vale-Knight.

Namun, melihat kondisi fisik Cecilia yang masih sangat lemah dan tatapan matanya yang dipenuhi ketakutan tersembunyi, Killian menahan lidahnya.

Dia tidak ingin menakut-nakuti wanita itu dengan tuntutan pernikahan di saat dia baru saja membuka mata dari tidur panjangnya.

"Cecilia," Suara bariton Killian memecah keheningan, terdengar begitu rendah dan dalam di ruangan yang sepi itu.

Michaela tersentak kecil mendengar nama itu dipanggil.

Dia memaksa dirinya untuk menatap langsung ke dalam manik mata Killian.

"Y-ya?" jawabnya, suaranya terdengar serak dan cicit, kombinasi antara pita suara yang belum terbiasa digunakan dan rasa ngeri yang mendalam.

"Kau tidak perlu merasa tertekan," ucap Killian pelan, mencoba melembutkan ekspresi wajahnya yang biasanya kaku.

Dia mengulurkan tangannya, ragu-ragu sejenak, sebelum akhirnya meletakkan telapak tangan besarnya di atas jemari Michaela yang dingin.

"Aku tahu ini... aneh untukmu. Kita menghabiskan waktu berbulan-bulan hanya bicara lewat layar, dan sekarang kita bertemu dalam kondisi seperti ini. Ditambah lagi, kau harus menerima kenyataan tentang ingatanmu yang mungkin saja hilang sebagian."

Michaela hanya diam, membiarkan tangan pria itu menghangatkannya, sementara otaknya terus bekerja bagai mesin.

Dia berpura-pura menjadi Cecilia yang kehilangan ingatan—itu adalah satu-satunya pelindung terbaiknya saat ini.

"Dokter bilang ingatanmu tentang beberapa bulan terakhir sebelum kecelakaan mungkin kabur," Killian melanjutkan, matanya menatap lekat-lekat jemari Michaela.

"Jadi, jika ada hal-hal yang tidak kau ingat tentang kita, atau tentang janji-janji yang pernah kita buat... jangan memaksa dirimu untuk mengingatnya sekarang. Kita punya banyak waktu untuk memulainya kembali dari awal."

Michaela menelan ludahnya dengan susah payah.

Janji-janji apa yang dimaksud pria ini? tanyanya dalam hati. Ada nada emosional yang sangat berat dari cara Killian mengucapkan kata 'janji'.

"Killian..." Michaela mencoba mengeja nama pria itu untuk pertama kalinya.

Lidahnya terasa kaku, namun dia harus mulai masuk ke dalam perannya. "Aku... aku minta maaf. Kepalaku masih terasa sangat sakit, dan aku benar-benar tidak bisa mengingat banyak hal. Semuanya terasa... buram."

Killian tersenyum tipis—sebuah senyuman yang sangat langka yang bahkan bawahannya di kantor tidak akan pernah memercayainya jika mereka melihatnya.

"Tidak apa-apa, Sayang. Kau tidak perlu meminta maaf untuk sesuatu yang bukan kesalahanmu."

Pria itu bangkit dari kursinya, lalu memperbaiki letak selimut Michaela hingga mencapai dadanya. "Sekarang, istirahatlah lagi. Kau baru saja sadar. Aku akan berada di luar bersama Mommy dan Daddy untuk mengurus administrasi kepindahanmu ke ruang perawatan privat yang lebih tenang."

Michaela mengangguk lemah, membiarkan kelopak matanya perlahan menutup seolah dia benar-benar kelelahan.

Dia mendengar langkah kaki Killian yang beritme konstan berjalan menuju pintu, membuka selotnya, lalu menutupnya kembali dengan sangat pelan agar tidak menimbulkan suara bising.

Begitu suara klik pintu terdengar menandakan dia kembali sendirian, Michaela langsung membuka matanya lebar-lebar. Dia menatap langit-langit kamar dengan tatapan yang dipenuhi kalkulasi dingin.

Dia aman untuk sementara waktu. Alibi 'hilang ingatan' yang disarankan oleh dokter telah menyelamatkannya dari interogasi mendalam tentang masa lalu Cecilia Lynch.

Killian memercayainya sepenuhnya karena pria itu terlalu fokus pada rasa bersalah atas kecelakaan yang menimpa kekasihnya.

Namun, Michaela tahu badai yang sesungguhnya belum dimulai.

Dia baru saja mengetahui dari Killian bahwa wanita hamil yang tewas di dalam taksi bersamanya adalah Cecilia yang asli.

Jika iya, mengapa Killian sama sekali tidak menyinggung tentang kehamilan itu sekarang? Mengapa dia justru menyebut Cecilia sebagai 'wanita hamil yang satu taksi bersamamu' seolah-olah wanita hamil itu adalah orang asing?

Tunggu...

Sebuah pemikiran yang mengerikan mendadak menyengat kesadaran Michaela.

Killian tidak tahu bahwa Cecilia sedang hamil!

Darah Michaela kembali berdesir dingin. Jika Killian mengira wanita hamil itu adalah orang asing, berarti Cecilia yang asli menyembunyikan kehamilannya dari Killian selama hubungan jarak jauh mereka.

Mengapa seorang wanita menyembunyikan kehamilannya?

Hanya ada satu jawaban logis: Anak itu bukan anak Killian Vale-Knight.

Michaela meremas sprei ranjangnya hingga berkerut.

Jika kemungkinan itu benar, maka Cecilia Lynch yang asli sedang melarikan diri dari sesuatu—atau seseorang—di San Francisco, sama seperti dirinya.

Dan sekarang, Michaela telah mengenakan wajah wanita itu, mengambil alih seluruh hidupnya, termasuk seluruh rahasia gelap tersembunyi yang mungkin ditinggalkan oleh Cecilia.

Di dalam kamar rumah sakit yang sunyi itu, Michaela Hokked menatap bayangan dirinya di pantulan kaca jendela yang gelap.

Wajah cantik Cecilia Lynch menatapnya balik dengan keanggunan yang palsu.

"Kau memberikan kehidupan ini padaku, Cecilia," bisik Michaela pada kegelapan.

"Jadi, aku akan memainkan permainan ini sampai akhir. Aku tidak akan membiarkan siapa pun menarikku kembali ke jalanan, bahkan jika aku harus menghadapi iblis yang kau tinggalkan di dunia ini."

1
nayla tsaqif
Ini badainya udah berlalu belom,,,?? gk ada badai madam roses kan,,?? Barang kali madam tua itu tantrum,, 😌
Bakul Lingerie
Millian ga hadir? jgn2 Cecilia hamil sama Millian😅.. eh
Rosdianah 🌷: hihihi Millian Lapak sebelah ada cerita nya sendiri ya kak, Judulnya "My Fake Knight" 🫶🏻
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Rosdianah 🌷: Author Up besok ya kak🫶
total 1 replies
Bakul Lingerie
aku liat sinopsisnya berasa lagi baca novel terjemahan.. menarik...lanjooot
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak🫶
total 1 replies
Mia Camelia
sup ayam dan jus melon 🤔🤔🤔kombinasi sempurna tuh, jadi laper nih ngebayangiin nya🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: Hahah kak reader bisa aja 😅
total 1 replies
Sarinah Quinn
ceritanya pasti akan lebih rumit lagi bagi Michaela 😢 karena kalau nanti killian sudah mencintai nya maka Cecilia asli akan muncul dan mengambil tempat Michaela lebih menyakitkan lagi killian tidak bisa membedakan keduanya Krn wajah yang sama. kasian Michaela thor kenapa sih dia tidak mengaku SJ sebagai Michaela bukan Cecilia.... pokoknya jangan buat Michaela menderita lagi thor 🙏🙏🙏
Rosdianah 🌷: author ikut maunya kak reader 🤭
total 1 replies
Mita Paramita
😍😍😍
Rosdianah 🌷: ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
Mita Paramita
udah jatoh ketiban tangga nih killian 😭😭😭 nyesek banget mesti melepas Mischa 🤣🤣🤣lagian jangan gengsi kalo suka sama istrinya kn sekarang situasi udah diujung tanduk nih 🤨🤨🤨
Rosdianah 🌷: ntar menyesal 🤣🤣
total 1 replies
Mita Paramita
killian panik kehilangan micha 🤣🤣🤣 gimana kalo kontrak nikah udh berakhir mungkin gak mau cerai nih 😈😈😈
Rosdianah 🌷: wkwkw🤭🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Yg paling sedih disini,, rahim micha memiliki masalah pasca kcelakaan hasil sabotasemu yin,, dan kau memperburuknya dg obat kontrasepsi,, kau hampir menghancurkan harta berharga seorang wanita,,mommy pasti kecewa luar biasa, putranya menjadi seorang monster😌kutuk aja mom,, kutuk yin jadi marcusuar,, 😌
Rosdianah 🌷: huhuhu 🥲
total 1 replies
Mia Camelia
ehmmm hamil gak yah🤔🤔🤔
Rosdianah 🌷: aman kak🤣🤣
total 1 replies
Mia Camelia
hahaaha semua rencana killian ketauan semua🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: Mom memang paling peka🤭
total 1 replies
Mita Paramita
akhirnya micha bisa lepas dari killian berkat momy Suzy 🤣🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: mommy best🥳🤭
total 1 replies
Mita Paramita
killian gagal total rencana licik ny udah dibongkar orang tua ny 🤣🤣🤣 semoga micha cepet Hamidun 🔥🔥🔥
Rosdianah 🌷: hehehe iya kak
total 1 replies
Mita Paramita
😍😍😍 keren visual nya
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
nayla tsaqif
Good job daddy mommy,, 👏👏👏🥰
Rosdianah 🌷: yeee🥳
total 1 replies
Ainun Mahya
mana nih lanjutannya kak😄
Rosdianah 🌷: Nanti malam ya kak🤭🤣
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor yang banyak 🤣🤣🤣
itu Mischa kenapa muntah? mungkin kah hamil 🤨🤨🤨
Rosdianah 🌷: author silent 🤭🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Kael, Pergi yg jauh sama kakakmu gaby !! Biar yin gila,,, 😌sebelum berpisah jujurlah ttg semuanya kpd mommy suzzy,, biar yin di hukum gantung sama mommy🤭
Rosdianah 🌷: wkwkw🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Kan,,,, kan,,, kan,,, y gini klo maen api,, menyala meledak,, kobong🔥hangus semua🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: Meledak 🔥🔥🔥
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!