NovelToon NovelToon
Sistem Check-in Tiada Tanding

Sistem Check-in Tiada Tanding

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:14.9k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Di dunia modern di mana kultivasi berjalan beriringan dengan teknologi, Chen Mo adalah siswa jenius dengan nilai teori sempurna yang bermimpi menjadi kultivator hebat.

Namun, kenyataan pahit menghantam di hari kelulusan saat Upacara Kebangkitan menunjukkan bahwa dia hanya memiliki Bakat Rank F—level terendah yang dicap sebagai "sampah".

Kekecewaannya bertambah ketika teman masa kecilnya, Su Mengqi, yang membangkitkan Bakat Rank S, langsung memutuskannya demi mengejar masa depan bersama para elit.

Meskipun diremehkan oleh semua orang dan masuk ke Akademi Naga Bintang yang bergengsi hanya karena jalur akademis, Chen Mo tidak putus asa, terutama setelah dia secara tak terduga membangkitkan "Sistem Check-in".

Melalui sistem ini, dia mendapatkan hadiah tak terbatas mulai dari pil langka, teknik kuno, hingga uang tunai hanya dengan melakukan check-in di berbagai lokasi akademi.

Diam-diam, di balik tembok akademi yang penuh cemoohan, Chen Mo mulai menumpuk kekuatan dan kekayaan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

"Tentu saja. Lakukan check-in," batin Chen Mo santai.

Ding!

[Check-in Khusus Lokasi Kamar VIP Menara Bintang berhasil.]

[Mendapatkan: Senjata Pusaka - Sarung Tangan Bintang Jatuh.]

[Mendapatkan: Poin Kelincahan x20.]

Dua buah sarung tangan berwarna hitam pekat tiba-tiba muncul melayang di depan dada Chen Mo.

Materialnya terlihat seperti logam, namun terasa sangat lembut seperti kain sutra saat disentuh.

"Senjata yang bisa berevolusi? Ini akan sangat menghemat uangku ke depannya," gumam Chen Mo puas.

Dia memasukkan kedua tangannya ke dalam sarung tangan tersebut.

Syuuut!

Sarung tangan hitam itu seketika mencair dan meresap ke dalam pori-pori kulit tangannya tanpa meninggalkan bekas.

Chen Mo kini bisa memunculkan atau menyembunyikan sarung tangan itu hanya dengan satu pikiran.

Bobot pukulannya kini bertambah sangat mengerikan, namun kelincahannya justru ikut meningkat tajam ke angka 69.

Setelah membersihkan diri dan tidur nyenyak, pagi yang cerah akhirnya menyapa Akademi Naga Bintang.

Chen Mo dan Wang Bo berjalan keluar dari asrama elit menuju arena utama akademi.

Sepanjang jalan, banyak murid elit yang menyingkir ketakutan saat melihat Chen Mo lewat.

Kabar tentang hancurnya rahang Lei Zhen rupanya sudah menyebar ke sebagian kecil penghuni asrama.

Sesampainya di arena utama, pemandangan luar biasa megah menyambut mereka.

Puluhan ribu murid dari semua tingkatan kelas berkumpul di tribun yang melingkari arena batu raksasa tersebut.

Di tengah arena, terdapat puluhan golem baja penguji yang digunakan untuk mengukur daya serang para murid.

"Hari ini adalah ujian praktik resmi pertama, kita harus memukul golem itu sekuat tenaga," bisik Wang Bo gugup.

"Hanya memukul benda mati? Itu terdengar sangat membosankan," jawab Chen Mo sambil menguap pelan.

Di seberang tribun, Su Mengqi duduk bersama sisa-sisa kelompok elitnya dengan wajah sangat pucat.

Gadis itu tidak lagi terlihat seperti dewi yang angkuh dan bercahaya.

Kantung matanya menghitam, menandakan dia tidak bisa tidur semalaman karena dihantui rasa penyesalan.

Saat matanya tanpa sengaja bertabrakan dengan mata Chen Mo dari kejauhan, Su Mengqi langsung menundukkan kepalanya dalam-dalam.

Dia bahkan tidak berani menatap mantan teman masa kecilnya itu lebih dari satu detik.

Sementara itu, di balkon VIP yang tinggi, Ye Qingxue duduk dengan anggun sambil menyesap teh paginya.

Mata birunya yang tajam terus mengawasi setiap gerak-gerik Chen Mo di bawah sana.

"Mari kita lihat kejutan apa lagi yang akan kau berikan hari ini, peternak babi," gumam Ye Qingxue dengan senyum tipis.

Teng! Teng! Teng!

Suara bel raksasa berbunyi, menandakan ujian praktik resmi dimulai.

Seorang kepala instruktur berbadan kekar melangkah ke tengah arena dengan membawa pengeras suara.

"Semuanya perhatikan! Ujian hari ini adalah pengukuran daya hancur fisik murni!"

"Kalian dilarang menggunakan sihir elemen atau senjata pusaka dari luar."

"Skor akan menentukan kelayakan kalian untuk masuk ke ruang gravitasi tingkat tinggi akademi."

Satu per satu murid mulai dipanggil turun ke arena untuk memukul golem baja tersebut.

Skor rata-rata murid kelas dasar hanya berkisar di angka seratus hingga dua ratus poin.

Sedangkan murid kelas elit dengan mudah mencetak angka lima ratus hingga delapan ratus poin.

"Murid selanjutnya, Zhao Kuo dari Kelas Elit Rank S!" panggil instruktur dengan nada bangga.

Seorang pemuda berambut pirang dengan tubuh berotot melompat turun ke arena dengan gaya yang sangat arogan.

Dia adalah salah satu dari sepuluh murid terkuat di tahun pertama.

Zhao Kuo mengambil kuda-kuda, lalu meninju dada golem baja itu dengan teriakan keras.

Baaam!

Layar digital di atas golem itu berkedip cepat dan memunculkan angka 1500 poin.

Seluruh arena langsung meledak dalam sorakan kagum dan tepuk tangan meriah.

"Luar biasa! Skor seribu lima ratus itu sudah setara dengan kekuatan fisik monster Rank B!" puji kepala instruktur.

Zhao Kuo tersenyum sombong, melambaikan tangannya ke arah tribun penonton.

Matanya kemudian menatap tajam ke arah Chen Mo yang sedang duduk bersandar dengan santai.

Sebagai teman baik Lei Zhen, Zhao Kuo sengaja datang hari ini untuk membalaskan dendam temannya secara terbuka.

"Hei, murid Rank F yang kabarnya menampar Lei Zhen saat dia sedang lengah!" teriak Zhao Kuo menggunakan pengeras suara.

"Turunlah ke sini jika kau berani, tunjukkan pada kami apakah tenagamu sebesar omongan kosongmu itu!"

Suasana arena seketika menjadi hening, semua mata kini tertuju pada Chen Mo.

Wang Bo langsung memucat dan menarik lengan baju Chen Mo.

"Saudara Chen, jangan turun! Dia mencoba mempermalukanmu di depan seluruh akademi!" bisik Wang Bo panik.

Chen Mo hanya mendengus pelan, menepis tangan Wang Bo dengan lembut.

"Orang bodoh memang selalu suka meminta tamparan secara terbuka," ucap Chen Mo tenang.

Chen Mo berdiri dan berjalan menuruni tangga tribun dengan langkah santai.

Tidak ada aura mengerikan yang terpancar, dia terlihat seperti murid biasa yang sedang berjalan-jalan di taman.

"Apakah dia benar-benar anak yang membuat Lei Zhen masuk rumah sakit?" bisik seorang murid elit ragu.

"Mustahil, Lei Zhen pasti hanya tersandung atau mabuk semalam. Lihat saja dia, tidak punya otot sama sekali," ejek murid lainnya.

Chen Mo akhirnya berdiri tepat di depan golem baja raksasa tersebut.

Zhao Kuo melipat tangannya di dada sambil menatap Chen Mo dengan pandangan meremehkan.

"Gunakan seluruh tenagamu, Bocah. Jika skormu di bawah seribu, aku akan mematahkan kakimu di tempat," ancam Zhao Kuo pelan.

Chen Mo bahkan tidak menoleh ke arah pemuda pirang tersebut.

Dia hanya mengangkat tangan kanannya perlahan, tanpa mengambil kuda-kuda sama sekali.

Sarung Tangan Bintang Jatuh yang tersembunyi di balik kulitnya seketika menyatu dengan aliran energinya.

"Aku harap mesin tua ini tidak terlalu mahal," batin Chen Mo bosan.

Chen Mo menyentuhkan kepalan tangannya ke dada golem baja itu, lalu mendorongnya dengan gerakan yang terlihat sangat santai.

Boooooom!!!

Suara ledakan yang sangat memekakkan telinga mengguncang seluruh arena utama.

Golem baja setinggi tiga meter itu seketika hancur berkeping-keping menjadi serpihan debu besi.

Bahkan lantai batu di bawah golem itu amblas membentuk kawah sedalam lima meter.

Angin kencang berhembus menyapu wajah semua orang di tribun, memaksa mereka menutup mata dan menahan napas.

Saat debu perlahan menghilang, layar digital pengukur skor tampak berkedip liar tanpa kendali.

Angka 9999 muncul di layar tersebut sebelum akhirnya mesin layarnya meledak karena kelebihan beban.

Keheningan yang luar biasa mencekam menyelimuti arena yang diisi oleh puluhan ribu orang itu.

Rahang Zhao Kuo jatuh ke lantai, matanya nyaris keluar dari rongganya melihat pemandangan tidak masuk akal tersebut.

Chen Mo menarik tangannya kembali ke dalam saku celana dan menoleh ke arah Zhao Kuo.

"Skor berapa yang kau minta tadi?" tanya Chen Mo dengan nada pelan yang membekukan darah.

1
Naga Hitam
Chen Mo kaleee...
Yui: nama marganya sama soalnya/Facepalm//Facepalm/
total 5 replies
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
bantai💪💪💪
Hadi Hadi
is good💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪
$umb@k
mantap👍👍👍💪💪💪
pecinta karya orang
lanjutkan karyamu thor💪💪💪👍
Hadi Hadi
lanjut💪💪😍
Hadi Hadi
mantap💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
up😍
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
lanjutkan😍😍💪
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
lanjut😍
Hadi Hadi
is good😍😍💪
Hadi Hadi
kenapa lembek banget menjekelkan
Hadi Hadi
siy💪💪
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
selamat😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!