Setelah menyelesaikan misi terakhirnya, Aurora Veyra, seorang agen pembunuh bayaran, tewas akibat kecelakaan konyol dan terbangun di dalam novel favoritnya. Sialnya, ia bukan menjadi tokoh utama, melainkan Shen Yuxin, istri kejam yang gemar menyiksa suaminya, Lu Zhichen, Raja Mafia paling ditakuti di Beijing.
Mengetahui akhir tragis yang menantinya, Aurora bertekad mengubah jalan cerita. Namun, bisakah ia meluluhkan hati suami yang telah terluka, menghindari takdir kematiannya, dan menulis ulang akhir kisah nya sendiri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Han Mo Yang Menyebalkan
Satu bulan berlalu sejak hari ketika Aurora terbangun di tubuh Shen Yuxin. Selama tiga puluh hari itu, seluruh kediaman keluarga Lu dibuat kebingungan.
Karena Shen Yuxin... benar-benar berubah.
Setiap pagi, ia selalu bangun lebih awal daripada para pelayan. Ia memastikan sarapan Lu Zhichen telah tersedia di atas meja. Jika dahulu secangkir kopi selalu sengaja dibuat terlalu pahit hanya untuk merusak suasana hati sang suami, kini Yuxin justru mempelajari selera Lu Zhichen langsung dari kepala koki.
"Master tidak terlalu menyukai makanan yang terlalu pedas," jelas kepala koki.
Yuxin mengangguk sambil mencatat. "Kalau begitu, mulai sekarang semua masakan untuk Zhichen jangan dibuat terlalu pedas," perintah Yuxin.
Semua pelayan saling berpandangan. Mereka masih sulit mempercayai perubahan sang nyonya muda. Tak hanya itu, Yuxin juga mulai memperlakukan para pelayan dengan sopan. Ia tidak lagi membentak, menghina, atau melempar barang seperti Shen Yuxin yang asli.
Seluruh penghuni mansion perlahan mulai bertanya-tanya. Benarkah Shen Yuxin telah berubah? Ataukah ini hanyalah siasat baru?
*
*
Di sisi lain, Lu Zhichen merasa seolah sedang hidup di dalam mimpi. Selama satu bulan penuh, Shen Yuxin tak pernah lagi membentaknya, tak pernah mencambuknya, dan tak pernah lagi melempar barang ke arahnya.
Bahkan setiap hari, wanita itu selalu bertanya dengan suara lembut dan penuh perhatian, memastikan setiap luka Lu Zhichen benar-benar sembuh. Perempuan itu juga terus meminta maaf, menyesali semua perbuatannya di masa lalu.
Perhatian sederhana itu selalu mampu membuat hati Lu Zhichen menghangat. Meski mungkin perubahan Shen Yuxin ini hanya bersifat sementara, Zhichen tetap ingin menikmatinya.
Baginya, sehari diperlakukan dengan lembut oleh wanita yang kini menjadi istrinya sudah cukup untuk menghapus penderitaan yang telah ia rasakan selama bertahun-tahun.
Perlahan, kebiasaan Yuxin yang selalu ada untuknya membuat Zhichen semakin terpesona. Ia semakin yakin bahwa dirinya akan melakukan apa pun demi mempertahankan kebahagiaan kecil yang akhirnya berhasil ia genggam ini.
Sayangnya... tidak semua orang mempercayai perubahan itu.
Terutama Han Mo. Orang yang selama ini menjadi saksi betapa kejamnya Shen Yuxin saat menyiksa Zhichen. Bahkan dahulu Han Mo berkali-kali berusaha membunuh Shen Yuxin, tetapi Zhichen selalu melindungi wanita itu.
Kini Han Mo hampir berubah menjadi bayangan Shen Yuxin. Ke mana pun Yuxin pergi, Han Mo selalu muncul, mengawasi setiap gerak-geriknya.
*
*
Shen Yuxin mengusap pelipisnya. "Han Mo," panggilnya pada suatu sore.
"Ya, Madam," jawab Han Mo yang sedang berpura-pura berpatroli memeriksa setiap sudut mansion keluarga Lu.
"Apa kau tidak punya pekerjaan?" tanya Yuxin kesal. Pria itu hampir setiap saat mengikutinya.
"Tentu saja ada, Madam," jawab Han Mo.
"Lalu kenapa terus mengikuti ku?" tanya Yuxin yang sudah terlampau kesal.
"Karena tugas saya adalah memastikan Master selalu dalam keadaan aman."
Aurora tersenyum kaku. "Kalau begitu, Zhichen saat ini sedang bekerja di kantor. Kenapa justru kau mengikuti ku?"
Han Mo menjawab dengan wajah datar. "Karena Anda adalah ancaman terbesar bagi keselamatan Master."
Senyum Yuxin langsung membeku.
Rasanya Yuxin benar-benar ingin melenyapkan Han Mo saat itu juga. Namun, Shen Yuxin mencoba bersabar karena ia tahu Han Mo adalah orang terpenting bagi Zhichen. Pria itu bukan hanya sekadar tangan kanan Zhichen dalam urusan perusahaan maupun dunia bawah, tetapi juga satu-satunya sahabat yang dimiliki Zhichen.
Kalau bukan karena mengetahui isi novel, mungkin Han Mo sudah ia jadikan target untuk dibunuh.
Namun, kecurigaan Han Mo memang bukan tanpa alasan. Ia terlalu mengenal Shen Yuxin.
Selama bertahun-tahun, setiap kali wanita itu berbuat baik, selalu ada niat jahat yang tersembunyi di baliknya. Selalu ada malapetaka yang menunggu. Han Mo bahkan mulai menyusun berbagai kemungkinan di dalam kepalanya.
"Perubahan Nyonya pasti memiliki tujuan lain. Mungkinkah wanita jahat itu berencana membobol kembali brankas Master untuk dibawa kepada selingkuhannya? Ya, Dokter Gu Yichen."
Saat mengingat dokter itu, wajah Han Mo langsung menghitam.
Dasar lintah darat.
Menurut Han Mo, Gu Yichen hanya mendekati Shen Yuxin demi menghancurkan Zhichen. Pria itu terus memanfaatkan perasaan Shen Yuxin, sekaligus menjadi salah satu penyebab terbesar penderitaan Lu Zhichen. Dan Han Mo yakin... di lubuk hati Shen Yuxin saat ini, wanita itu pasti masih sangat mencintai Gu Yichen.
Ia bahkan menduga semua perubahan ini hanyalah sandiwara besar sebelum Shen Yuxin kembali menghancurkan Lu Zhichen hingga tak bersisa. Karena itulah, Han Mo harus mencegahnya sebelum semua itu terjadi.
*
*
*
Suatu siang, Shen Yuxin membawa sebuah kotak bekal menuju ruang kerja Lu Zhichen.
Belum sempat mengetuk pintu, Han Mo sudah muncul entah dari mana. "Madam, apa yang ingin Anda lakukan di sini?" tanya Han Mo dengan penuh kecurigaan.
Yuxin mengangkat kotak bekalnya.
"Aku hanya ingin mengantarkan makan siang untuk Zhichen," jawab Yuxin yang sebenarnya sedang menahan kesal.
"Mohon maaf, Madam. Tetapi izinkan saya memeriksa makanan itu," kata Han Mo tanpa merasa bersalah.
Yuxin mengembuskan napas panjang, mencoba bersabar menghadapi segala tingkah Han Mo yang menurutnya sangat mengganggu. Han Mo akhirnya mencicipi seluruh makanan itu. Setelah benar-benar yakin semuanya aman, barulah ia mengizinkan Aurora masuk ke dalam ruang kerja Zhichen.
*
*
Di dalam ruangan... Lu Zhichen sedang membaca setumpuk laporan. Begitu melihat Yuxin masuk sambil membawa bekal makan siang, wajah dinginnya seketika mencair.
Senyum tipis langsung menghiasi wajah pria itu. "Kamu datang untukku?" tanya Zhichen dengan nada seolah tidak dapat mempercayai apa yang sedang ia lihat.
Yuxin ikut tersenyum.
"Ya, aku membawakanmu bekal makan siang. Ayo makan dulu, selagi masih hangat."
Lu Zhichen segera menutup dokumen di hadapannya, lalu melangkah menuju sofa di ruang kerjanya. Sementara itu, Yuxin mengeluarkan semua bekal yang ia bawa, kemudian menatanya dengan telaten.
Lu Zhichen tersenyum penuh kebahagiaan. Shen Yuxin saat ini benar-benar begitu perhatian kepadanya.
Tanpa sadar, Zhichen terus terpaku pada wajah Yuxin yang terlihat sangat lembut, layaknya seorang istri kecil yang begitu mencintai suaminya.
"Kenapa malah terus menatapku? Cepat makan. Atau kau mau aku yang menyuapi mu?" tanya Yuxin sekadar berbasa-basi.
Namun, Zhichen justru mengangguk. "Boleh," katanya tenang.
Dengan terpaksa, Yuxin akhirnya menyuapi Zhichen hingga semua bekal yang ia bawa habis. Perasaan Zhichen saat ini luar biasa bahagia. Diperhatikan seperti ini oleh Shen Yuxin ternyata membuat dunianya terasa jauh lebih indah dan berwarna.
Zhichen mulai percaya bahwa Shen Yuxin adalah satu-satunya cahaya di dalam hidupnya yang gelap. Ia pun berjanji dalam hati akan terus membuat Yuxin tetap berada di sisinya.Dan siapa pun yang berusaha merebutnya darinya... harus mati. Termasuk dokter munafik itu.
Kali ini, jika pria bermarga Gu itu masih berani mendekati istri kecilnya, Zhichen tidak akan tinggal diam lagi. Bahkan, ia akan memberikan pelajaran yang tak akan pernah dilupakan oleh penerus keluarga Gu itu, agar pria tersebut sadar akan posisinya. Dan yang terpenting... sadar bahwa Shen Yuxin hanyalah milik Lu Zhichen seoRang.
di novel aja ya, kalau di RL hus... hus... jauh" serem
berarti emng dia ga ada perasaan apa" sama zhichen ya...
😁😁😁😁😁