NovelToon NovelToon
Kelas Abadi

Kelas Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:512
Nilai: 5
Nama Author: TEMOLLA

Reuni kelas yang seharusnya menjadi malam penuh tawa berubah menjadi titik balik kehidupan.
Di hadapan murid-muridnya, Mo Yuan mengungkapkan rahasia yang terdengar mustahil—ia berasal dari dunia kultivasi dan akan segera kembali ke sana. Tak seorang pun mempercayainya, hingga semuanya benar-benar terjadi.
Dalam sekejap, Qin Shang dan seluruh teman sekelasnya terlempar ke dunia yang dipenuhi para kultivator, iblis, dan berbagai bahaya yang belum pernah mereka bayangkan.
Di dunia tempat kekuatan menentukan segalanya, mereka harus memulai kehidupan baru dan menapaki jalan kultivasi dari titik nol. Namun, semakin jauh melangkah, semakin banyak rahasia yang tersembunyi di balik perpindahan mereka ke dunia ini.
Akankah Qin Shang mampu mengubah takdirnya, atau justru tenggelam di tengah kerasnya persaingan menuju keabadian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TEMOLLA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

"Bagus! Usul Ketua Kelas memang bagus!"

"Benar! Aku juga setuju. Tapi siapa yang akan menyumbangkan Sup Peningkat Darah? Dan siapa yang akan mendapat porsi lebih banyak?"

Seseorang mengajukan pertanyaan yang paling penting.

Gu Yang berkata, "Soal itu aku tidak bisa memberi keputusan. Tapi kita semua teman sekelas, jadi apa pun bisa dibicarakan baik-baik. Begini saja, kalian diskusikan dulu. Kalau benar-benar buntu, datanglah kepadaku. Nanti akan kupikirkan jalan keluarnya."

Tanpa memberi kesempatan orang lain bertanya lagi, Gu Yang langsung berdiri.

"Aku harus pergi mendaftar bersama Kakak Senior Lin Yan. Kalau ada apa-apa, cari saja aku. Kita semua berasal dari kelas yang sama. Hanya dengan saling membantu, kita bisa melangkah lebih jauh di dunia ini."

Usai berkata demikian, Gu Yang berbalik dan pergi. Banyak murid memandangnya dengan mata yang nyaris berkaca-kaca.

Saat itu juga, citra Gu Yang di mata mereka kembali terangkat.

"Semuanya tenang dulu! Mari kita bahas siapa yang akan dipilih untuk menerima tambahan Sup Peningkat Darah."

Yang berbicara adalah seorang pemuda berkacamata berwajah bersih dengan pembawaan sopan. Saat membuka suara, ia tampak sedikit canggung.

Namanya Xu Wen, ketua kelas pelajaran Bahasa dan Sastra. Sebelumnya, dialah yang memberikan setengah mangkuk Sup Peningkat Darah kepada Gu Yang.

Seharusnya, sebagai ketua kelas pelajaran dan karena wali kelas mereka, Mo Yuan, juga mengajar Bahasa dan Sastra, ia memiliki banyak kesempatan untuk menonjol.

Namun kenyataannya tidak demikian.

Xu Wen sangat pendiam dan pemalu, tetapi kemampuan menulisnya luar biasa. Karangannya sangat bagus, bahkan pernah menjuarai lomba menulis tingkat kabupaten.

Sayangnya, kemampuannya sangat timpang. Ia hanya benar-benar unggul dalam Bahasa dan Sastra. Selain sejarah, nilai mata pelajaran lain di rumpun sosial sangat buruk. Sementara itu, bahasa Inggris dan matematika bahkan menjadi kelemahan terbesarnya. Ia hanya mampu mengerjakan soal pilihan ganda.

Saat Xu Wen berbicara, semua orang sempat terkejut. Namun, perhatian mereka segera kembali tertuju pada pembagian Sup Peningkat Darah.

"Menurutku, lebih baik kita melakukan pemungutan suara. Di sini ada enam belas orang. Bagaimana kalau kita memilih lima orang terlebih dahulu?" usul Ying Ling, ketua kelas pelajaran Bahasa Inggris.

"Ini tidak adil."

Lin Kai, ketua kelas pelajaran Matematika, langsung menyela.

"Ada orang yang punya banyak teman, ada juga yang tidak. Yang punya banyak teman tentu akan mendapat lebih banyak suara, sedangkan yang temannya sedikit harus berkorban. Jelas itu tidak adil."

Ying Ling mendengus pelan.

"Kalau begitu, menurutmu bagaimana caranya agar adil?"

"Tentu saja dengan undian. Dari sudut pandang probabilitas, itulah cara yang paling adil."

"Undian? Kau bercanda? Ada orang yang berbakat, ada juga yang tidak. Sama seperti di kelas, ada murid berprestasi dan ada yang nilainya buruk. Kalau semua sumber daya justru diberikan kepada mereka yang kurang berbakat, lalu pada akhirnya tetap gagal menembus Alam Peningkatan Darah, bukankah semuanya akan terbuang sia-sia?"

Seorang siswa laki-laki lain langsung membantah.

"Itu juga masuk akal. Kalau begitu, kita berikan saja sumber daya kepada lima orang yang paling berbakat."

"Lalu menurutmu, siapa lima orang yang paling berbakat?"

Kalimat itu seketika membuat semua orang terdiam.

Bagaimanapun juga, bakat adalah sesuatu yang sulit diukur sebelum benar-benar terbukti.

Ying Ling mengusulkan, "Bagaimana kalau kita melakukan pemungutan suara untuk memilih lima orang yang dianggap paling berbakat? Bagaimana?"

"Itu tetap tidak adil!"

Lin Kai kembali angkat bicara. "Siapa yang bisa menjamin semua orang benar-benar bersikap objektif? Siapa yang bisa memastikan penilaian mereka pasti tepat? Bahkan untuk satu soal matematika saja, ada yang menjawab benar dan ada yang salah."

Ying Ling langsung naik pitam.

"Lin Kai! Kau sengaja mencari gara-gara denganku, ya? Ini tidak adil, itu tidak adil. Menurutmu, apa yang bisa disebut adil?"

Dengan tenang, Lin Kai menjawab, "Menurutku, undian tetap cara yang paling adil."

"Undian, undian, undian! Undian kepalamu!"

Ying Ling langsung memakinya tanpa basa-basi. Suasana pun seketika berubah ricuh.

"Qin Shang, menurutmu bagaimana?"

Seperti biasa, Lu Chen meminta pendapat Qin Shang.

Memandang kerumunan yang tengah berdebat sengit, Qin Shang berkata, "Mereka tidak akan pernah mencapai kesepakatan. Kalau tebakanku benar, Gu Yang sudah memperkirakan situasi seperti ini sejak awal. Kita tidak perlu ikut campur. Fokus saja berlatih, nanti kita lihat bagaimana akhirnya."

Lu Chen mengangguk, lalu kembali berlatih keras bersama Qin Shang.

Meskipun perdebatan berlangsung cukup lama, mereka tetap tidak berhasil mengambil keputusan.

Akhirnya, Xu Wen kembali angkat bicara.

"Semuanya, tenang dulu!"

"Menurutku, bagaimana kalau kita meminta pendapat Ketua Kelas? Biarkan Ketua Kelas membantu mencarikan jalan keluar. Bagaimana menurut kalian?"

Setelah Xu Wen selesai berbicara, keributan perlahan mereda.

Seseorang bertanya, "Bagaimana caranya meminta pendapat Ketua Kelas? Kita semua dikurung di sini dan tidak boleh keluar."

Xu Wen menjawab, "Kita hanya bisa meminta bantuan Kakak Senior Lin Yan."

Seorang siswa langsung menyahut, "Kalau soal menilai siapa yang paling berbakat, Kakak Senior Lin Yan pasti lebih tahu."

"Benar! Kakak Senior Lin Yan sudah membimbing begitu banyak orang. Pengalamannya pasti jauh lebih banyak. Dulu dia juga sangat menghargai Wen Ren, dan ternyata Wen Ren memang menjadi orang pertama yang berhasil menembus Alam Peningkatan Darah."

"T... tidak bisa!"

Xu Wen buru-buru menyela.

"Ketua Kelas pernah mengatakan bahwa Guru Mo diduga telah menjual kita kepada Area Pertambangan Gunung Tianyuan. Kalau begitu, Kakak Senior Lin Yan belum tentu bisa dipercaya."

Mendengar itu, semua orang kembali terdiam.

Setelah lebih dari dua puluh hari berlalu, mereka memang mulai menyadari bahwa Mo Yuan kemungkinan besar benar-benar memanfaatkan mereka demi mendapatkan sumber daya.

Xu Wen ini mencurigakan.

Qin Shang menyipitkan mata.

Biasanya Xu Wen sangat pendiam. Namun kali ini, ia justru tampil aktif berbicara pada tiga momen penting: saat perdebatan mulai memanas, ketika perdebatan menemui jalan buntu, dan saat menolak usulan meminta bantuan Lin Yan.

Bagaimanapun dipandang, semua itu terasa seperti tindakan yang disengaja.

Hanya saja, Qin Shang belum bisa memastikan apakah semua itu dilakukan atas arahan Gu Yang atau memang murni inisiatif Xu Wen sendiri.

Sore harinya, Lin Yan kembali.

Semua orang segera menghampirinya dan memintanya menyampaikan pertanyaan mereka kepada Ketua Kelas, Gu Yang.

Ekspresi Lin Yan tampak agak aneh. Ia mengeluarkan selembar daftar, lalu berkata, "Sebelum berangkat, Ketua Kelas kalian sudah berpesan. Kalau kalian tidak berhasil mencapai kesepakatan, ikuti saja daftar ini untuk menentukan siapa yang berhak menerima tambahan Sup Peningkat Darah."

Semua orang segera berebut melihat daftar itu.

Setelah memeriksanya, mereka memastikan tulisan di atasnya memang tulisan tangan Gu Yang.

Di dalamnya tercantum lima nama...

1
TEMOLLA
Mohon dukungannya🙏🏻😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!