Bella Oceana adalah istri kedua dari Alan Elvis. Alan menikahi Bella karena Tevy sudah tidak bisa melaksanakan kewajibannya sebagai istri untuk melayani Alan. Tevy sudah lumpuh sejak tiga tahun terakhir karena kecelakaan. Karena alasan tersebut, Alan menikah lagi dengan wanita yang ia kenal dari sebuah restaurant. Karena pada saat itu Bella adalah Manager Restaurant tersebut. Pernikahan Alan dengan Bella tentunya tidak di ketahui oleh Tevy. Alan sangat menyayangi Tevy, ia tidak akan sampai hati jika harus mengatakan hal yang sejujurnya kepada istrinya. Namun Alan juga pria normal yang membutuhkan sentuhan wanita. Sudah satu minggu ini sikap Tevy begitu berbeda kepada Alan, menjadi sangat manja dan tidak ingin ditinggal terlalu lama. Tentu saja sikap Tevy membuat Alan serba salah karena ia juga harus bekerja dan tentunya menemui Bella, istri keduanya. Setiap Tevy mulai menyentuh tubuh Alan, yang terbayang dalam benaknya adalah wajah Bella, desahan Bella, dan juga erangannya diatas ranjang. Dan itu semua membuat Alan memiliki hasrat berlebih untuk bersama dengan Bella. "Sayang, aku pikir kamu udah gak bergairah, ternyata sentuhanku masih bisa membuat kamu seperti ini" ucap Tevy Seketika mata Alan terbuka, ia menyadari jika yang sedang menyentuh miliknya bukanlah Bella, melainkan Tevy istri sahnya sejak tujuh tahun ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayalifeupdate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29
Hari ini Bella akan menemui Nanda di sebuah cafe dimana mereka membuat janji. Bella tidak datang sendiri, namun ia bersama Alan, hanya saja Alan memilih duduk di kursi lain yang tidak terlihat oleh mereka.
"Nanda" panggil Bella
Nanda, Imel dan beberap teman Nanda menatap kearah Bella. Mereka terkejut melihat Bella yang sangat cantik dengan tubuh yang juga sangat indah.
"Duduk" ucap Nanda
"Jadi ini kakakku, Bella" ucapnya kepada teman-temanya.
"Halo kak Bella, aku Imel" ucap Imel kemudian di susul oleh temannya yang lain.
Nanda tidak merasa iri dengan Bella, karena ia tahu semua temannya akan bergosip tentang Bella setelah pertemuan ini. Dan Nanda sengaja bersikap manis di hadapan Bella.
"Jadi ini dalam rangka apa?" tanya Bella
"Mereka penasaran aja, kalau aku punya kakak disini. Jadi aku ngundang kamu untuk datang"
"Oh begitu, ini teman kantor semuanya?"
"Iya, satu departemen"
"Gimana kerjaan baru?" "Semua oke sih, gak ada masalah. Dan gaji juga cukup gede"
"Baguslah, setidaknya cukup untuk cover kehidupan disini"
"Kak Bella kerja dimana?" tanya Imel
Bella tidak terkejut dengan pertanyaanitu, karena sebelumnya ia sudah diskusi dengan Alan dan Alan memutuskan jika Bella akan mengatakan kepada mereka jika Bella bekerja di induk perusahaan yang sama dengan mereka.
"Sebenarnya kita dibawah naungan corp yang sama, aku di induk perusahaannya. Bukannya minggu lalu baru meeting ya?"
"Wah di induk perushaannya kak? Masuk kesana sangat sulit, benar-benar seleksi ketat"
"Iya, waktu itu banyak banget seleksinya"
"Gajinya pasti gede ya kak?"
"Kenapa bisa?"
"Gosipnya sih gitu"
"Iya sih"
"Wah, iri banget bisa kerja di induk perusahaannya. Pasti sering ketemu orang-orang penting ya kak?" sahut teman Nanda yang lain.
Tentu saja respon tersebut membuat Nanda semakin kesal, mereka tidak menunjukan sisi kesalnya dengan Bella, mereka justru sibuk memuji Bella karena berhasil kerja di induk perusahaan. Dan tentu saja itu membuat Nanda semakin penasaran bagaimana cara Bella bisa masuk ke induk perusahaan.
"Kok bisa lulus seleksi, gimana caranya. Aku juga mau" sahut Nanda yang mendadak akrab dengan Bella
"Ada ujian seleksi, tapi kali ini lagi gak ada job vacancy, kalau ada aku info ke kalian semua"
Setelah bertemu Nanda dan teman-temannya, Bella meninggalkan cafe tersebut, dan masuk ke dalam mobil Alan diam-diam. Lalu kemudian Alan menyusul masuk ke dalam mobil, lalu mereka meninggalkan cafe tersebut.
"Jadi gimana sayang? Ada apa di circle adik kamu?"
"Cuma basa basi, aku gak tahu apa tujuan Nanda tapi ya sudah lah gak apa-apa. Dan makasih sayang idenya, mereka beneran tanya aku kerja dimana"
"Hahaha tentu saja sayang, mereka pasti penasaran karena mereka dengar sesuatu dari Nanda"
"Iya hehe. Kita mau kemana?"
"Kamu mau kemana?"
"Ke mall?"
"Oke sayang"
"Kamu yakin?"
"Kenapa gak?"
"Proses perceraian kamu kan belum selesai"
"Tapi sudah melewati sidang pertama, dan tinggal menunggu sidang terakhir lalu resmi bercerai"
"Jangan hawatir sayang, kalau ada apa-apa kamu bisa alasan menjadi staffku" imbuh Alan
"Oke sayang"
Alan mengemudikan mobilnya menuju pusat perbelanjaan, meskipun Alan akan melindungi Bella namun tetap ada rasa hawatir di dalam diri Bella. Dan karena Alan masih fokus mengemudi, Bella membuka media sosial dan melihat akun Tevy untuk memastikan Tevy tidak berada di tempat yang akan ia kunjungi bersama dengan Alan.
Bella merasa sangat senang, karena ini pertama kalinya Alan menemani Bella ke pusat perbelanjaan. Mereka terlihat sangat serasi ketika sedang berjalan beriringan, namun Bella tetap merasa hawatir jika ada seseorang yang melihatnya.
Mereka sampai di store pertama, Bella membeli beberapa pakaian olahrga dan juga sepatu. Sementara Alan, ia hanya mengikuti istrinya dan menyetujui apapun yang ingin Bella ambil.
Di store ke dua, mereka memilih beberapa pakaian formal untuk Alan, dan pakaian santai. Karena Alan tidak memiliki banyak pakaian dirumah Bella. Bahkan Bella sangat detail untuk membeli apapun, ia juga tahu betul apa yang Alanbutuhkan saat ini.
"Sayang, kamu gak keberatan bawa belanjaan sebanyak ini?"
"Gak sayang, ini gak berat"
"Hmm, atau kita perlu menelfon Ida buat ambil ini semua"
"Gak sayang, gak usah"
"Oke deh"
Karena merasa lapar, keduanya masuk ke dalam sebuah restaurant, dimana restaurant itu tidak terlalu ramai pengunjung dan sedikit membuat Bella merasa aman karena tidak ada mata yang akan memandang mereka yang membuat Bella merasa hawatir.
"Jadi orangtua kamu sudah oke?" tanya Alan
"Sudah, seperti yang aku bilang kemarin hehe. Aku sedikit mengarang cerita sayang"
"It's okay sayang, aku tahu ini demi kebaikan kita" "Iya. Dan mereka siap bertemu kamu" "Minggu depan gimana? Mumpung adik kamu ada di sini, jadi setidaknya pertemuan kita baik-baik saja"
"Oke sayang setuju"
Setelah makan keduanya meninggalkan restaurant tersebut, mereka menuju parkiran melalu pintu samping pusat perbelanjaan.
Dan dari jauh, ada seseorang yang sedang melihat mereka kemudian mengambil foto Bella dan Alan yang sedang bersama.