NovelToon NovelToon
Cinta Tak Sehangat Mentari

Cinta Tak Sehangat Mentari

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Tamat
Popularitas:146.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ratna Dini Thamara

Aditya permana, dokter muda yang terpaksa harus kehilangan cintanya, lantaran kekasihnya yang bernama Nadia mahardika, menikah dengan ayahnya sendiri, tanpa sepengetahuannya. Hubungan yang tidak harmonis antara Adit dan ayahnya, semakin memanas ketika mengetahui kekasihnya menjadi ibu tirinya. Sejak kematian ibunya, hanya Nadia lah tempatnya mengadu.

Suatu ketika, pertemuan tidak sengaja Aditya dan Alexa terjadi, Alexa bekerja di bawah tanggung jawab Aditya, Aditya yang selalu bersikap dingin, suatu saat menjadi luluh dan mulai mencintai Alexa.
Tapi sebuah teror melanda, Aditya harus bekerja keras bersama Rangga, sahabatnya untuk dapat mengungkap sang peneror.


Hingga sebuah insiden terjadi, membuat Aditya harus kembali hancur untuk kedua kalinya, tapi sebagai seorang dokter, Aditya harus profesional dalam pekerjaannya, di tengah kesibukannya, Aditya tetap menjalankan misinya untuk mengungkap pelaku kejahatan itu.


Lalu bagaimana setelah itu?

Siapakah sang peneror sebenarnya?

Dan ada motif apa dibaliknya?

yuk baca kelanjutan ceritanya.

beri dukungan untuk author ya, terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Dini Thamara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertama kali.

Adit mengambil gelas jus yang ada di atas meja.

"Hei, sudah habis, ayo berikan aku minuman lagi!" ucap Adit kepada salah satu pelayan itu.

"Dit, coba kau hubungi Nadia lagi, aku tidak tega melihatmu galau seperti ini?" ucap Rangga.

Adit menuruti kata-kata Rangga, tapi ponsel Nadia masih belum bisa di hubungi.

Adit mengambil gelas di hadapannya yang sudah terisi penuh dan meminumnya.

"Ah, minuman apa ini? Kenapa rasanya aneh?" gumam Adit dalam hatinya.

Tapi Adit tidak peduli dengan rasa minuman itu dan kembali meminumnya hingga habis dan menambah lagi dan lagi.

Tiba-tiba...

Brukk..

Tubuh Adit tersungkur ke lantai tak sadarkan diri, semua orang melihat kejadian itu.

Rangga yang berada di sampingnya segera membantunya duduk kembali.

"Hei, minuman apa yang kau berikan?" ucap Rangga sedikit berteriak.

"Maaf tuan, aku hanya memberi apa yang tuan Adit minta" jawab pelayan itu dengan tertunduk.

"Dasar payah!! Kau sudah tahu kan kalau Adit tidak pernah meminum itu, Ayo bantu aku membawanya ke mobil!"

"Baik tuan"

Rangga dan pelayan itu membawa Adit masuk ke dalam mobilnya dan Rangga mengemudikannya menuju kediaman permana.

Wekk...

Adit merasa mual dan seperti mau muntah, Rangga menghentikan mobilnya dan menepi.

Adit keluar dari mobil dan mengeluarkan seluruh isi perutnya.

"Hah, Dit-Dit, kalau kau tidak sanggup dengan minuman itu, kenapa kau meminumnya, mana besok kita akan ada operasi" Rangga bersandar di mobilnya.

"Baiklah, ayo kita pulang!" Rangga kembali menopang tubuh Adit yang masih lemas.

Sampailah mereka di kediaman Permana, pintu pagar terbuka secara otomatis karena sudah di pasang alat pendeteksi khusus untuk kendaraan keluarga Permana.

Bell rumah berbunyi, Nadia yang kebetulan berada di dapur sedang mengambil air, langsung membuka pintu itu.

Nadia terkejut melihat yang datang adalah Aditya dan Rangga.

"Maaf permisi, aku masuk ya" ucap Rangga tanpa melihat Nadia yang berdiri di hadapannya.

Rangga membawa Adit masuk ke kamar yang berada di lantai utama.

"Hahh.. Akhirnya sampai juga" Rangga ikut merebahkan tubuhnya di ranjang yang sama tempat Adit terbaring.

Rangga melihat ke arah pintu dan terlihat seorang gadis yang di kenalnya sedang berdiri disana, Nadia.

"Nadia, kau kah itu? Sedang apa kau di rumah Adit malam-malam begini?" Rangga mendekatinya.

Tapi tidak ada jawaban yang keluar dari bibir Nadia, Rangga menatap heran hingga matanya tertuju pada jari manis Nadia yang terpasang sebuah cincin berlian.

"Kau, sudah menikah? Dengan Adit?" Rangga kembali bertanya tapi tetap tidak ada jawaban, Nadia malah meneteskan air mata.

"Hei, kau kenapa? Apa ada yang salah dengan kata-kataku? baiklah kalau begitu, maaf ya, aku pamit"

Rangga keluar dari kamar itu dan kembali ke club untuk mengambil mobilnya.

Nadia masuk ke dalam kamar itu dan menatap wajah tampan Adit yang terlihat sangat lelah.

"Kenapa kau sampai seperti ini, dan ternyata, kau anak dari tuan Brata? Itu artinya, kau adalah anak tiriku?" gumam Nadia.

Nadia hendak menyentuh wajah Adit, tapi tangannya berhenti kala melihat cincin di jarinya, Nadia berlari menuju kamarnya sambil menangis.

Sementara itu.

"Nadia sudah menikah? Tapi kalau Nadia dan Adit sudah menikah, kenapa Adit sangat sulit bertemu dengannya?" Rangga berfikir keras hingga akhirnya mengingat sesuatu.

**flashback on**

"Dit, papa mu sudah menikah lagi, dengan gadis remaja?" ucap Rangga melihat berita melalui laptopnya.

"Biarkan saja, aku tidak peduli si brengsek itu menikah atau tidak" jawab Adit ketus.

"Tapi, sepertinya aku kenal dengan gadis ini? tapi siapa?" Rangga masih berfikir.

"Lupakan saja, ayo kita berangkat" ucap Adit. Rangga mematikan laptopnya.

**flashback off**

"Jadi, Nadia menikah dengan om Brata?" Rangga akhirnya ingat semuanya.

Esoknya.

"Ah, kepalaku pusing sekali, pukul berapa ini?" Adit melihat jam tangannya.

Jam sudah menunjukan pukul 8 pagi, Adit segera bersiap-siap akan ke rumah sakit, karena pukul 11 nanti dia akan melakukan operasi.

Adit keluar dari kamar yang berada di lantai utama, dia melihat Brata sedang sarapan dengan seorang perempuan dengan sebuah koper besar di sampingnya.

Adit datang melewati mereka tanpa menoleh sedikitpun.

"Sarapan dulu Dit" terdengar suara Brata memanggilnya.

Kali ini Adit tidak ingin berdebat, dia menuju meja makan dan duduk dengan jarak tiga kursi dari kursi Brata, Adit sama sekali tidak tertarik untuk melihat wajah ibu tirinya itu.

"Aku akan ke luar Negeri untuk beberapa hari" ucap Brata.

"Lalu?" jawab Adit sambil mengigit roti sarapannya.

"Jaga rumah ini, dan jangan sering pulang malam"

"Hmh.." Adit menyeringai, tanpa sengaja dia melihat wajah ibu tirinya yang ternyata adalah Nadia.

Adit terkejut dan menjatuhkan roti yang di pegangnya di atas meja.

"Baiklah, aku sudah selesai, aku akan segera pergi" Brata beranjak dari duduknya dan melangkah keluar.

"Ingat pesanku tadi" ucap Brata kepada Adit.

Brata berlalu dengan di antar Ridwan menuju bandara.

Sementara, Nadia merapikan piring yang di pakai Brata sarapan.

Prokk.. prokk.. prokk...

Terdengar suara tepuk tangan dari arah meja makan.

Nadia menoleh dan melihat Adit yang sudah berdiri dengan tatapan penuh amarah dan kebencian.

"Waw.. Ternyata kau adalah istri baru pria brengsek itu, aku salut kepadamu" Adit mendekati Nadia.

"Aku tidak menyangka kau sama brengsek-nya dengan pria itu!!" lanjut Adit.

"Adit, dengarkan penjelasanku dulu...!" ucap Nadia.

"Sssttt..."

Adit meletakan jari telunjuk di bibirnya, menandakan melarang Nadia berbicara.

"Kau ternyata seorang penghianat, ternyata aku sudah salah menilai dirimu!!" Adit memegang lengan Nadia dengan kuat membuat Nadia meringis kesakitan, piring yang di pengannya sampai jatuh ke lantai.

Para pelayan datang kala mendengar suara barang yang jatuh.

"Aku sangat membencimu..!!!!" Adit berteriak dan mendorong tubuh Nadia ke lantai.

Adit pergi dengan kemarahan di hatinya, dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, belum sempat gerbang terbuka, Adit sudah menabraknya hingga rusak parah.

Semua penjaga dan pengawal sangat terkejut melihat kemarahan Adit yang tidak terkontrol.

Nadia membersihkan pecahan beling itu dengan air mata yang terus mengalir, tangannya terluka saat terjatuh tadi.

"Nona, biar aku saja!" Ira, pelayan pribadi Nadia menghampirinya.

Nadia meringis kesakitan, karena lukanya cukup dalam akibat terkena pecahan beling yang tajam.

"Tunggulah disini, aku akan mengambil obat" ucap Ira.

Ira memberi isyarat kepada pelayan lain untuk membersihkan ruangan itu.

Nadia duduk di sofa dan Ira mengobati lukanya.

"Ada masalah apa sebenarnya kau dengan tuan Adit, Nona?" Ira memulai pembicaraan.

Nadia hanya menggeleng.

"Apakah kau sudah mengenal tuan Adit?"

Nadia mengangguk.

"Aku sarankan kepadamu Nona, jangan mencari masalah dengan tuan Adit, dia orang yang sangat kasar jika hatinya terluka" ucap Ira "Dia juga pernah berkelahi dengan tuan besar, sampai tuan besar terluka"

Nadia menatap Ira yang masih mengobati lukanya.

"Baiklah, sudah selesai, aku pergi dulu"

Ira beranjak pergi di ikuti tatapan Nadia, Nadia merasa Ira adalah teman yang pantas untuk berbagi keluh kesahnya.

1
Nelly Djunaidi
terlampau banyak konfliknya gaje
Nelly Djunaidi
penasaran banget nih 🤭 siapa sih yg suka bikin teror itu??
Nelly Djunaidi
Nadia kah otak semua peristiwa ini,??
Nelly Djunaidi
siapa sih yg meneror terus menerus ini??
Nelly Djunaidi
knapa Nadia jadi kek penggoda gitu ya, apa karena ibu tirinya??
Nelly Djunaidi
jadi kepo...siapa tuh yang gak suka liat Adit dan Alexa. akrab
Tatik Purwaningsih
kecewa masa iya peran utama Mala mati
Inez Cacha Maulida
terlalu berbelit dari awal ceritanya
mega keyna
judulnya cakep thor,tp kenapa mlh adit yg mati bukanya yg mati itu nadia,secara nadia udh tau kejahatan kakaknya,tp kenapa malah bahagia hidupnya,dan di sini yg bene2 kehilangan itu bukan keluarganya,tp alexa,kl ada yg bilang atau author bilang keluarganya bahagia itu bohong dan munafik,kenapa sy bilang begitu,mana ada yg mau menerima adik dr se org yg membunuh anaknya atau keluarganya,harusnya nadia jg harus tdk ada di kehidupan mereka lg,kl ada yg bilang bisa memaafkan itu hanya di mulut,mana ada shi yg bsa menerima,,,, udh seru dr awal baca tp endingnya mengngecewakan,,,, haissss,,,, nyesel baca smp akhir aku.
mega keyna
perempuan itu udh pasti nadia...
mega keyna
paling dalangnya nadia,,,,, gelagatnya sudah mulai ketahuan,,,,
krisan
lanjut
IG: @rossy_dildara
Hai Thor aku mampir nih. mampir juga di ceritaku yang berjudul MENIKAH DI ATAS PERJANJIAN yaaa
RN
mampir lagi kk saling support sukses bersama
feedback nya ya kk
Yuliana Ga
kenapa lama sekali lanjutanx.
Yuliana Ga
lanjut thor.
Susi Ana
semangat, mampir ya
Ibunya Esbelfik
semangaaaaaatttt💪💪💪💪💪💪
awaa
semngat akak...
SIMPANAN OM AROGAN
jangan lupa mampir semua
IG harumini_12
Salam dari
CUKUP! Aku Dan Anakku

Semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!