NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Dokter Anton

Mengejar Cinta Dokter Anton

Status: tamat
Genre:Trauma masa lalu / Persahabatan / Cinta Seiring Waktu / Dokter Genius / Harem / Cinta Murni / Dokter / Tamat
Popularitas:64.6k
Nilai: 5
Nama Author: Indaria_ria

Disarannkan sebelum baca cerita ini baca dulu karya saya Gadis Miskin Kesayangan CEO ya, agar tidak gagal fokus, disana cerita Tania dan Dokter Anton bermula.....#

Anton adalah seorang Dokter Umum yang melanjutkan studinya untuk meraih gelar sebagai Dokter spesialis kejiwaan, dalam tugasnya Dokter Anton bertemu dengan seorang pasien yang bernama Dinda yang sedang mengalami depresi berat atas meninggalnya kekasih yang ia cintai dalam kecelakaan.

Lambat laut kedekatan mereka membuat Dinda menemukan kekasihnya dalam diri Dokter Anton. Tapi saat ini Anton belum bisa membuka hatinya untuk siapa pun, dihatinya masih ada Tania yang susah sekali ia lupakan.

Berjalannya Waktu Tania tiba-tiba datang setelah Anton sudah sedikit melupakannya dan ingin melanjutkan hidupnya siapakah nanti yang akan mengejar cinta Anton?? Apakah Tania atau Dinda??

Karya ini hanya sekedar hayalan Author ya 🤭 semoga kalian suka ceritanya...!!

Happy reading!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indaria_ria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4. Sosok Yang Dicari

Akhirnya Bu Sinta menanyakan pada Dokter dimana Rumah Sakit Jiwa terbaik untuk putrinya agar secepatnya bisa direhabilitasi, meskipun sedikit jauh tapi Bu Sinta dan Suaminya sepakat akan tetap membawa putrinya kesana.

Sambil menunggu rujukan dari Dokter agar bisa membawa Dinda rehabilitasi, Dinda masih tinggal di Rumah Sakit guna penyembuhan fisik pada dirinya.

Sedikit demi sedikit kesehatan Dinda sudah mulai membaik, tapi tidak dengan jiwanya, setiap hari dia hanya melamun dan tidak mau berbicara sama sekali. Badannya yang dulu kecil sekarang bertambah kurus, tatapannya selalu kosong dia jarang merespon ucapan kedua orang tuanya.

Untuk makan saja mereka dengan susah payah merayunya, sekarang tidak ada canda serta senyum di wajah Dinda, yang ada hanya kebisuannya sepi dan seperti dunia ini hampa baginya.

Empat hari sudah Dinda di rawat di Rumah Sakit hingga fisiknya benar-benar sehat akhirnya Dokter memberikan surat rujukan itu untuk Dinda agar bisa secepatnya di bawa untuk menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit Jiwa terbaik yang berada jauh dari pusat kota.

Orang tua Dinda selalu memberikan dukungan penuh pada putrinya, walaupun sangat berat bagi mereka melepas Dinda untuk rehabilitasi dan membiarkan Dinda di rawat disana tanpa mereka.

***

Sementara itu di Rumah Sakit Jiwa Anton baru pertama kalinya bekerja disana, hatinya benar-benar tersentuh melihat pemandangan yang mungkin setiap harinya akan dia lihat, disana dia melihat banyak sekali orang yang mengalami gangguan jiwa.

Dia mulai mempelajari riwayat pasien-pasien disana, ada yang depresi karena keluarga, gila karena harta, cinta, hutang dan masih banyak yang lainnya. Didalam diri Anton bertekat akan sepenuhnya memberikan motivasi untuk mereka agar bisa bangkit dan bisa kembali hidup normal dengan keluarga mereka masing-masing.

"Siang Dok!" Dua orang perempuan memakai baju putih datang menemui Anton disana.

"Siang!"

"Maaf Dok, ini adalah rekan saya Mei yang akan mendampingi sebagai asisten anda." Anton pun tersenyum ramah disana.

"Mei, salam kenal saya Dokter Anton yang baru saja bekerja disini." ucap Anton sambil mengulurkan tangan tanda perkenalan.

"Salam kenal Dok, saya Mei, semoga saya bisa membantu anda selama anda menjalankan tugas, panggil saya, saya akan selalu siap!" ucap Mei yang menyambut uluran tangan dari Dokter Anton.

"Senang bekerja sama dengan mu Mei!" disana mereka sudah mulai akrab antara Dokter dan asistennya.

"Maaf Dok, hari ada pasien baru yang baru saja datang." Ucap Mei sambil memberikan sebuah surat rujukan dari pasien.

Disana Anton langsung menerima kertas itu, dan mulai membaca nama Pasien yang tertera pada kertas itu "Dinda Prameswati" sepertinya aku tidak asing dengan nama ini. Ucap Anton dalam hati.

"Apa Pasien sudah di tempatkan di ruang perawatan?"

"Sudah Dok."

"Mungkin besok kita akan mulai mewawancarai pasien agar kita bisa mengetahui status mental pasien, saya akan memantau pasien dengan memperhatikan sikap, suasana hati, dan perilaku pasien selama wawancara besok."

"Baik Dok, kalau begitu saya permisi!"

**

Sementara diruang perawatan yang kini Dinda tempati nampak Dinda sedang berdiri didekat jendela, tatapannya kosong tanpa arah. Kedua orang tuanya masih disana menemaninya sampai Dinda mulai ditangani dan mungkin besok mereka harus bisa melepaskan Dinda disana sendiri.

"Mas, aku tidak tega melihat putri kita seperti itu." Ucap Bu Sinta pada Suaminya matanya pun mulai berkaca-kaca melihat pemandangan putrinya yang terlihat bukan seperti Dinda yang kemarin.

"Aku juga tidak tega Bu, tapi kita harus bisa membantu Dinda sembuh dari depresinya, Dinda harus kembali seperti Dinda yang dulu, ceria dan bahagia. Kita harus membantunya melupakan Andreas."

Sementara itu dalam tatapan Dinda yang kosong tiba-tiba halusinasinya kembali hadir di fikirannya, dia seperti melihat Andreas berjalan disana.

"Bu...Ibu....sini lihat Andreas datang!!" Bu Sinta dan Pak Bagas langsung bertukar pandang setelah mendengar putrinya berbicara, sejak kemarin Dinda tidak pernah mengeluarkan suaranya sama sekali. Bu Sinta dan suaminya langsung bergegas mendekati putrinya.

"Mana sayang, mana Andreas?" Ucap Bu Sinta yang tak ingin merusak kebahagiaan putrinya.

"Itu Bu!" Ucap Dinda sambil menunjuk seseorang disana yang berjalan lurus di depan jendela, orang itu memakai baju atasan putih dan celana hitam. Bu Sinta masih mengamati seseorang itu dari kaca jendela dekat dengan putrinya.

"Benar kan Bu, apa yang aku bilang Andreas akan datang, di tidak akan bisa berjauhan dengan ku!" Ucap Dinda yang sangat antusias.

Sementara itu Bu Sinta masih melongo melihat di balik jendela "Din, itu hanya seorang Dokter laki-laki, kenapa kamu bilang dia Andreas? Gumam Bu Sinta yang sedih saat melihat putrinya yang bisa tersenyum, dan tiba-tiba saja bisa ceria.

"Iya sayang, Andreas datang. Makanya kamu cepat sembuh ya biar Andreas tidak menunggu lama disana."

"Iya Bu, tenang saja aku akan cepat sembuh." Aku tidak tega melihat Andreas menungguku terlalu lama."

Bu Sinta dan Suaminya masih terdiam disana, mereka saling melirik, mereka mempertanyakan siapa Dokter itu yang membuat Dinda sesemangat itu.

"Ya sudah kamu istirahat ya, besok Andreas sudah bisa menemanimu disini."

"Benarkah Bu, ya sudah kalau begitu aku akan istirahat biar aku cepat sembuh dan bisa bertemu lagi dengan Andreas." Dengan cepat Dinda berjalan menuju ke tempat tidurnya disana dia langsung merebahkan tubuhnya dan mulai terlelap dengan sendirinya.

Kedua orang tua Dinda bisa sedikit lega melihat perubahan pada Dinda, mereka mendapat harapan kalau Dinda bisa segera disembuhkan.

"Mas, siapa Dokter tadi yang di bilang Dinda Andreas ya?" Ucap Bu Sinta sambil berbisik.

"Aku juga tidak tahu Bu, mudah-mudahan Dokter itu bisa membuat perubahan untuk putri kita agar cepat sembuh."

"Iya Mas, aku tidak tega melihat putri kita mengalami semua ini." Bu Sinta akhirnya mulai meneteskan air matanya, kepedihannya sudah menumpuk di hatinya. Mau bagaimana pun dia tidak ingin putrinya mengalami gangguan jiwa.

"Kalau begitu aku urus dulu semua keperluan Dinda ya Bu, agar besok kita meninggalkan Dinda sudah tenang kalau semua sudah di persiapkan."

"Ya sudah Mas, kamu urus dulu semua, aku akan disini dulu menemani putri kita.

Akhirnya Pak Bagas keluar dan ingin segera menuju ke bagian administrasi, di lorong Rumah Sakit Pak Bagas melihat seorang Dokter disana yang sedang berbincang dengan rekannya, Pak Bagas dengan segera berjalan mendekati Dokter itu.

"Dok, boleh saya bicara sebentar?" Tanya Pak Bagas pada Anton.

"Silahkan Pak, ada yang bisa saya bantu!"

"Begini saya hanya ingin mengucapkan terimakasih, karena berkat anda tadi putri saya jadi mau berbicara dan mempunyai semangat lagi."

"Maksud Bapak apa ya? Saya tidak merasa  membantu anda, apa anda salah orang? Soalnya saya baru bekerja sebagai Dokter disini."

"Saya tidak salah orang, saya tadi melihat anda di balik kaca disana." Sambil menunjuk ke sebuah kaca jendela kamar Dinda Pak Bagas berucap.

"Oh...Saya malah tidak tahu, kalau boleh tahu kenapa dengan putri anda ya Pak?"

"Anak saya mengalami depresi parah Dok, setelah kekasihnya meninggalkannya untuk selama-lamanya akibat kecelakaan yang menimpanya."

"Siapa pasien, maaf maksud saya siapa Nama putri anda?"

"Putri saya bernama Dinda Prameswati."

"Oh...Iya Dinda Prameswati, saya baru ingat pasien, em..putri anda maksud saya, kebetulan saya yang memegang pasien atas nama Dinda Prameswati."

"Benarkah Dok??" Tidak tau kenapa hati Pak Bagas tiba-tiba bahagia semoga putrinya mendapat penanganan dari Dokter yang tepat, sehingga putrinya bisa segera pulih dari depresinya.

Bersambung...

1
Saidi anton
tetap semangat dan terus berkarya 💪
Tiek
kamu menjengkelkan lek
Tiek
Alex ga punya aklak
Tiek
pasti laki" gila itu Damian
Emy Angga
pasti it damian.tpi bukan kah Dy bunuh diri kemarin di penjara thor
Saidi anton: semangat selalu untuk penulis salam sehat dan selalu membuat karya karya cerita
total 2 replies
Emy Angga
astaga baru sjh di bab pertama SDH senewen ini🤧🤧
Indaria_ria: Othor terharu sampai lanjut karya berikutnya terimakasih kak Emy/Scowl/
total 1 replies
Chris Antono
nanggung sekali
Chris Antono: cobalah bikin season ke 2 nya kak
total 2 replies
Chris Antono
Luar biasa
Indaria_ria: Trimakasih ulasan bintang 5nya kak Cris Antono/Pray/
total 1 replies
Chris Antono
Lumayan
Indaria_ria: Trimakasih ulasanya kak Chris Antono/Smile//Pray/
total 1 replies
reza indrayana
Lanjutan kisah Evan & Alena nich .. to apa eoesode berikutnya ada kisah Evan -Alana sekeluarga yg bikin penasaran ...
Indaria_ria: lanjutannya hanya di Tania dan Dokter Anton kak....soalnya dulu ada yang minta di lanjut...kalau Evan dan Elena belum ada kelanjutannya/Grin/maafkanlah
total 1 replies
Nunik Wahyuni
Ayo dr Anton sembuhkan Dinda dgn kemampuan mu.....kasian klo ga disembuhkan bisa depresi akut dan bunuh diri lagi ....masa depan nya mdh panjang kasian ortu nya.... sakit iahhh terpisah Krn takdir 😔😔🙈🙈
Indaria_ria: Semoga saja ya kak.../Grin/
total 1 replies
Nunik Wahyuni
Astaghfirullah Dinda depresi dan bunuh diri smoga msh bisa dislmtkan....gelooo thorrr awal cerita udh tegang maen bunuh diri 😅😅😅🙈🙈🙈
Indaria_ria: /Grin//Grin//Pray//Pray/
total 1 replies
Nunik Wahyuni
Baru baca tiba tiba ada tokoh baru Dinda 😅😅😅thorrr aku hadir iahh 💃💃😍😍
Indaria_ria: Wah...silahkan kak Nunik Wahyuni/Heart/ semoga suka dengan ceritanya....
total 1 replies
Sri Wardoyo
saya pribadi sangat terkesan. kayaknya penulis seorang yang sangat mendalami masalah kejiwaan
Indaria_ria: Terimakasih kak saya sangat terharu/Cry/
total 1 replies
Sri Wardoyo
saya sangat suka gaya penulisannya yg tdk bertele tele, semangat semoga selalu sukses
Indaria_ria: Aamiiin....terimakasih kak Sri Wardoyo semoga kakak sehat selalu/Pray//Smile//Heart/
total 1 replies
Asyatun 1
keren
Indaria_ria: Terimakasih kak Asyatun 1 sudah mau mengikuti cerita ini dari awal sampai akhir, terimaksih sudah meninggalkan jejak like nya juga. Sehat selalu ya /Pray//Smile//Heart/
total 1 replies
Nita Puspita
kok gak sampek menikah
Indaria_ria: Maafkan Author ya kak Nita puspita ceritanya cukup sampai disini karena sesuatu hal harus saya tamat kan semoga kakak tidak kecewa ya/Facepalm/ boleh baca cerita karya Author yang lain...kalau kakak suka ya😊 Terimakasih sudah mengikuti cerita dari awal sampai akhir sehat selalu buat kakak
total 1 replies
Nita Puspita
lanjut
Indaria_ria: Terimakasih sudah sejauh ini mengikuti ceritanya ini kak/Smile/
total 1 replies
Nita Puspita
jangan sampai tania diapa"in
Indaria_ria: hehe....semoga saja ya
total 1 replies
Nita Puspita
selamatkan tania
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!