Di desa xixiang, seluruh penduduk tahu bahwa keluarga Zhao baru saja memungut seorang gadis kecil. Gadis itu berusia tiga tahun, berkulit putih dan bertubuh montok menggemaskan. semua orang berkata bahwa anak perempuan hanyalah beban merugikan. namun keluarga Zhao justru memperlakukan nya bagai permata berharga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salsabila mbil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
"Kenapa ayah A Bao melompat ke bawah? Apa dia sedang memikirkan hal yang tidak-tidak belakangan ini?"
"Pasti ada hal yang tidak bisa ia terima, matanya kan buta."
Kerumunan yang menonton terus berbisik-bisik. Inti pembicaraan mereka adalah Zhao Heng mungkin sedang putus asa dan ingin bunuh diri dengan melompat ke sungai. Zhao Xuan berlari maju seperti orang gila. Tepat sebelum sampai di tepi sungai, ia tiba-tiba berhenti. Ia seolah baru sadar, lalu menoleh ke belakang, melihat Wang chunniang dan yang lain.
Wang chunniang memeluk erat A Bao di tangannya. Lin Xiang juga menggendong Jiang Ting, mengabaikan protes anak itu.
" Xuan'er, ayahmu baik-baik saja. Kau kembali lah,"Wang chunniang berusaha keras agar suaranya tidak bergetar, jangan sampai Zhao Xuan menyadarinya.
Zhao Xuan melihat ke bawah jembatan yang runtuh. Ia tidak melihat bayangan Zhao Heng. Arus air terlalu deras.
Tepat setelah Zhao Heng melompat, tukang besi Yang juga melompat menyusul dengan panik. Kerumunan kembali berteriak.
Nyonya Zhang yang mendengar berita itu dan bergegas datang melihat suaminya dan putranya Dabao, sudah tidak ada di tempat.
"Xuan'er, pulang ambil tali. Ayahmu pasti ada di bawah," Wang chunniang mencubit punggung tangannya sendiri, lalu berteriak keras kepada Zhao Xuan.
Zhao Xuan segera berlari menuju rumah.
Namun, ia belum lari beberapa langkah, ia mendengar tangisan keras A Bao dari belakang. Suara A Bao memang selalu nyaring. Saat ia menangis meraung-raung, keributan itu menarik perhatian, "ayah, ayah, tanganmu berdarah."
Mendengar itu Zhao Xuan mendadak berbalik.
Ia melihat ayahnya berdiri di tempat ia berdiri tadi, seluruh tubuhnya basah kuyup. Tangan kanannya memegang Yang Dabao yang sudah pingsan, sementara tangan kirinya menyeret tukang besi Yang.
" Suamiku, Dabao!" nyonya Zhang mendengar keributan itu dan merangkak mendekati suami dan putranya.
Zhao Heng meletakkan ayah dan anak itu. Ia tidak mengatakan apa-apa,lalu berjalan mengikuti suara ke arah A Bao dan yang lain.
"Ayah,ayah hebat sekali! Ayah menyelamatkan mereka berdua!" A Bao tidak peduli baju Zhao Heng basah kuyup,ia langsung melompat ke pelukan Zhao Heng.
Zhao Heng dengan agak canggung menangkap si gempal kecil itu,lalu mengajak keluarganya kembali.
Kerumunan yang menonton di tepi sungai masih terdiam lama.
Tadi, Zhao Heng melompat turun secepat angin,lalu melesat naik lagi. Tidak terlihat jelas bagaimana gerakannya,tapi...pastilah dia sangat terampil.
Karena pakaian Zhao Heng basah kuyup, Wang chunniang mendesaknya segera pulang untuk berganti pakaian.
"A Bao,biar ibu yang menggendongmu. Baju ayahmu basah semua," Wang chunniang merentangkan tangan ke arah A Bao.
A Bao menolak. Ia memeluk leher Zhao Heng erat-erat dan tidak mau melepaskannya. Zhao Heng juga tidak keberatan. Ia pun menggendong si kecil,berjalan kembali ke rumah berdasarkan ingatannya akan arah.
Di bawah komando nyonya Zhang, kerumunan di tepi sungai juga menggotong tukang besi Yang dan juga Yang Dabao ke rumah tabib Qian. Saat melewati rumah keluarga Zhao, nyonya Zhang menatap rumah itu dengan pandangan yang dalam.
Di rumah keluarga Zhao,
Zhao Xuan melihat Zhao Heng yang baru selesai berganti pakaian. Sambil menyodorkan semangkuk air jahe, ia tidak bisa menahan diri untuk bertanya,"Ayah,dulu ayah tidak semurah hati ini."
Bahkan sebelum matanya buta,ayahnya bukanlah orang yang terlalu suka ikut campur.
Kejadian ini sungguh aneh.
Zhao Heng tidak menjelaskan apa-apa. Ia mendongak dan menenggak habis air jahe itu.
"Aku juga mau minum," A Bao duduk di bangku kecil di sampingnya,menatap Zhao Heng dengan mata penuh harap.
"Kalian tunggu di rumah. Ada orang menjual ikan di luar,aku akan keluar membeli dua ekor ikan mas," kata Wang chunniang kepada keluarganya. Dua ekor ikan yang ia beli dari Yang Dabao di jembatan tadi hilang terlempar karena kecelakaan.
Saat Wang chunniang berbicara, Zhao Heng meraba-raba dan mengambil mangkuk kecil lainnya dari meja,lalu menuangkan sedikit air jahe untuk A Bao.
Melihat itu, A Bao langsung bersorak,memeluk mangkuk kecil itu dan mulai meminumnya dengan cepat.
"Uhuk! Uhuk!" Wang chunniang baru sampai halaman ketika ia mendengar A Bao terbatuk-batuk hebat.
"Zhao Heng, bisakah kau lebih hati-hati?" teriak Wang chunniang.
***
Meskipun A Bao tersedak air jahe, siang itu ia tetap bisa menikmati sup ikan mas yang dimasak Wang chunniang.
Hujan yang turun lama akhirnya berhenti. Namun, jembatan yang menghubungkan kota Xiqiao dengan dunia luar sudah runtuh di hantam air bah. Desa xixiang sendiri dinamai karena adanya jembatan ini. Kini jembatan itu runtuh,yang sangat mengganggu lalu lintas penduduk desa.
Oleh karena itu,saat senja, kepala desa jiao mulai berkeliling dari rumah ke rumah,mencari tenaga kerja untuk membangun kembali jembatan.
Ketika sampai di rumah keluarga Zhao, kepala desa jiao ragu-ragu.
Di keluarga Zhao hanya ada Zhao Heng sebagai pria dewasa,tapi matanya buta. Wang chunniang adalah seorang wanita,mana mungkin bisa melakukan pekerjaan seberat itu. Zhao Xuan baru sembilan tahun. Jadi... keluarga Zhao sama sekali tidak bisa menyediakan tenaga kerja.
Meskipun demikian,ia tetap mengetuk pintu. Bagaimanapun,ada banyak orang di desa yang memperhatikan,ia tidak bisa memihak siapa pun.
"Paman kepala desa,apa...apa paman mencari Kakaku?" Lin Xiang yang membukakan pintu. Ia menatap kepala desa jiao,lalu buru-buru menundukkan kepala mempersilahkan masuk.
Kepala desa jiao secara tidak sadar merapikan pakaiannya,lalu mengangguk,"ya. Apa mereka ada di rumah?"
Lin Xiang mengangguk, lalu berbalik masuk ke kamar sayap, tidak muncul lagi.
Di dalam rumah,
Pasangan suami istri Zhao Heng dan Wang chunniang mendengarkan perkataan kepala desa jiao. Wang chunniang baru akan bicara,
Tapi Zhao Heng sudah terlebih dahulu menjawab,"aku setuju."
Semua anggota keluarga Zhao menatap Zhao Heng. Hanya A Bao yang masih fokus makan. Ia mengangkat kepala, Melihat semua orang menatap ayahnya, lalu berseru keras, "Ayah pergi sana! Aku temani ayah jalan-jalan."
"Selesai makan, ayah ajak kamu jalan-jalan." Zhao Heng mengulurkan tangan dan mengusap kepala A Bao.
A Bao menggoyangkan kepala kecilnya dengan tidak puas, lalu berkata dengan heran, "Ayah, ayah tidak pernah mengajakku jalan-jalan sebelumnya. Ayah aneh hari ini."
Zhao Heng tidak menjawab pertanyaan A Bao,ia tetap diam melanjutkan makannya.
Kepala desa jiao tidak mengatakan apa-apa lagi. Karena Zhao Heng sudah setuju, ia pun pergi. Saat berjalan sampai di gerbang halaman, ia menoleh ke belakang dan melihat sekali lagi.
Setelah selesai makan, Zhao Heng benar-benar mengajak A Bao keluar rumah. Ketika melihat Zhao Heng mengambil tongkat yang sudah beberapa hari tidak ia gunakan untuk meraba jalan, A Bao memiringkan kepala kecilnya, wajahnya dipenuhi kebingungan, "Ayah, bukannya ayah sudah tidak memakai tongkat ini lagi?"
" Baru selesai hujan, jalannya licin." jelas Zhao Heng.
A Bao mengangguk mengerti.
Zhao Heng pun mengajak A Bao berkeliling desa. Jarak jalan-jalan mereka meluas, bahkan sampai ke jalan barat.
Sepanjang jalan,banyak orang menyapa Zhao Heng. bertanya apakah ia terluka saat menyelamatkan orang tadi pagi. Zhao Heng menjawab mereka satu per satu.
Tepat saat ayah dan anak itu hendak pulang, tukang besi Yang menyusul dari belakang.
"Saudara Zhao!" panggil tukang besi Yang.
Zhao Heng menoleh. A Bao menyeringai ke arah tukang besi Yang, "Paman besi."
" Kakak Zhao, terima kasih banyak sudah menyelamatkan aku dan Dabao hari ini. Matamu kurang baik, jadi kau tidak perlu ikut urusan perbaikan jembatan. Aku sudah bicara kepada kepala desa jiao. Keluarga kami akan mengirim dua orang, adikku tahun ini delapan belas tahun dan belum menikah. Kami akan mengirim dua orang, jadi kau tidak perlu ikut," kata tukang besi Yang dengan suara bergetar karena emosi yang meluap-luap.
"Itu hanya bantuan kecil,tidak perlu." kata Zhao Heng, lalu ia melanjutkan langkahnya bersama A Bao.
Tukang besi Yang tahu Zhao Heng punya temperamen aneh, jadi ia tidak memaksa. Hanya saja, dia bertekad tidak akan membiarkan Zhao Heng berpartisipasi dalam perbaikan jembatan.
Ketika Zhao Heng kembali ke halaman, Wang chunniang sudah menunggu di sana.
" A Bao,kamu main dengan kakak A Ting dulu. Ibu mau bicara sebentar dengan ayahmu," kata Wang chunniang pada si kecil.
A Bao mengangguk, lalu berlari cepat menjauh.
Begitu A Bao berlari, Wang chunniang menarik tangan Zhao Heng dan berkata, "suamiku, rencana apa yang kau sembunyikan dari tukang besi Yang?"