NovelToon NovelToon
Rahim Bayaran Satu Miliar

Rahim Bayaran Satu Miliar

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Crazy Rich/Konglomerat / Identitas Tersembunyi / Romansa / Pihak Ketiga
Popularitas:615.7k
Nilai: 4.6
Nama Author: Cumi kecil

Harap Bijak Dalam Membaca!! Jika Tidak suka langsung di skip Aja jangan Meninggalkan jejak yang akan menyakiti Hati Author.

.................



Hidup hanya dengan Seorang Nenek Membuat Gadis berusia Delapan Belas tahun Nekad mengambil Jalan Pintas

Kanaya Menjual Rahimnya kepada seorang Pria " Aku akan Membayar mu 1M Asal Kamu mau Hamil Anakku, Setelah kamu Melahirkan kamu bebas pergi kemana saja asalkan Tidak menampakkan diri di hadapan anakku karena setalah anak itu lahir ia akan menjadi Anakku dan juga istriku "


Hati Kanaya merasa di remas kenapa dirinya harus di hadapkan dengan keadaan yang sangat sulit seperti ini, Walaupun Kanya ragu tapi Karena ini demi sang Nenek Dengan terpaksa Kanaya Menerima Tawaran itu


" Baik, Saya terima tawaran Anda tapi Anda harus menikahi saya dulu karena saya tidak ingin hamil di luar nikah "

" Dil "




Bagai mana Nasib Kanaya selanjutnya dan Apa Kanaya akan Mendapatkan kebahagiaan? Yuk simak..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cumi kecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HARI PERTAMA

Pagi Ini di meja makan sudah ada Wenda dan juga Karan Yang akan sarapan " Mbak, dimana maduku? " Tanya Wenda " Dan kenapa sarapan kali ini sungguh berbeda " keluh Wenda karena tidak bisanya di meja makan Ada nasi goreng

" Panggil Istri kedua saya " Kata Karan dengan suara dingin

" Baru sehari saja sudah bikin Kita menunggu " keluh Wenda memanyunkan bibirnya

" Aku di sini " Kata Kanaya yang keluar dari dapur yang membawa Telor ceplok di piring

Karan mengerutkan keningnya Ia heran kenapa Kanaya keluar dari dapur " Maaf Nyonya, Ini Nona Kanya yang memasak. Tadi pagi sekali nona Kanaya sudah berada di dapur dan Ingin membuat Nasi goreng " jawab Mbak

Kanaya duduk di kursi yang kosong " Selamat pagi Tuan, Nyonya " sapa Kanaya ramah tidak ada rasa cemburu atau iri kepada Nyonya Wenda karena Kanaya cukup sadar diri siapa dirinya.

" Kenapa kamu buat nasi goreng? Kita tidak ada yang suka sarapan dengan nasi goreng " Protes Wenda

Kanaya Tersenyum " Maaf Nyonya, Jika selera Aku Jauh berbeda dengan Nyonya. Aku terbiasa sarapan dengan Nasi goreng bukan Roti " Jawab Kanaya

Wenda berdecak " Chk... Dasar orang kampung " pelan namun masih terdengar

Kanaya tidak ingin memasukkan kedalam hati Karena memang kenyataannya jika dirinya adalah orang kampung.

" Sudah, biarkan saja dia makan dengan apa yang biasa ia makan " Kata Karan yang tidak ingin Ada keributan di pagi hari

Kanaya melihat piring Karan yang masih Kosong sedangkan piring Wenda sudah di isi dengan Roti " Tuan, Anda ingin sarapan dengan Apa? Biar Aku ambilkan " Tawar Kanaya

Walaupun pernikahan ini bukan pernikahan tanpa cinta tapi Kanaya akan tetap melayani suaminya dengan sepenuh hati, agar dirinya mendapatkan surga dari Sang suami.

Karan langsung mematung baru kali ini dirinya di layani bahakan Wenda saja yang sudah menikah lima tahun belum pernah melayani dirinya.

" Ambilkan Roti saja "

Kanaya Tersenyum " mau di kasih Selai Apa? "

" Kacang " Jawab Karan

Dengan telaten Kanaya membuatkan roti untuk Karan " Ini cukup? " Tanya Kanaya yang langsung di balas anggukan oleh Karan

Wenda yang melihat Kanaya yang begitu ramah kepada sang suami langsung menghentikan sarapannya " Kenapa berhenti? " Tanya Karan kepada Wenda

" Tidak apa-apa Baby " Jawab Wenda Pelan

Karan yang melihat ekspresi Wenda yang sedih ia langsung menatap Kanaya " lain kali, tidak perlu kamu melayani saya. Karena saya masih punya tangan " kata Karan dengan suara dingin

Kanaya langsung terdiam Ia langsung menunduk " Maaf " Lirih Kanaya. Kanaya pikir Karan akan suka dengan apa yang ia lakukan untuk Karan tapi ternyata Pikirannya salah

" Jangan di ulangi lagi " Kata Karan " Honey, Ayo kita berangkat bukanya kamu akan pergi berlibur " kata Karan tersenyum manis kepada Wenda

Wenda langsung menganggukkan kepalanya lalu tersenyum " Iyah Baby " Jawab Wenda. Wenda tersenyum sinis kearah Kanaya " Mau main-main denganku, kau pikir kau siapa ingin mengambil hati suamiku " batin Wenda

Setelah kepergian Wenda dan Karan. Kanaya masih duduk di meja makan Dan melanjutkan nasi goreng buatan dirinya sendiri " Tuan Karan, sangat menyayangi Nyonya Wenda tapi kenapa Ia malah menikahi ku " Batin Kanaya

Kayanya menahan tangisnya ia tidak ingin ada yang melihat jika dirinya lemah " Kamu pasti bisa Kanaya " Gumamnya kepada dirinya sendiri

Setelah beres sarapan Kanaya langsung membereskan piring kotor lalu mencuci semua piring yang Kotor walaupun Bibi sudah melarang Kanaya namun Kanaya masih kekeuh ingin membantu Bibi

" Bibi tenang saja, Aku bisa ko lagian tidak akan ada yang marah " Ucap Kanaya sambil tersenyum.

" Bibi takut Tuan marah Non "

Kanaya tersenyum " Bi, Aku dan bibi tidak jauh beda kita sama-sama kerja di rumah ini jadi mana mungkin Tuan Karan marah, hanya saja kerjaan aku jauh berbeda dengan Bibi " Kata Kanaya sambil tersenyum penuh arti.

" Aku hanya menjadi pecetak anak bi " Batin Kanaya

Bibi membuang napasnya pelan " Baiklah kalo gitu " Jawab Bibi pasrah walaupun sebenarnya Bibi ningung dengan ucap Kanaya. yang bibi tau Kanaya adalah istri kedua dari Tuan mereka.

Jam sudah menunjukan jam sembilan Pagi. Karena tidak ada kerjaan Kanaya menyiram tanaman di taman belakang

" Kamu siapa? "

Kanaya langsung menghentikan Aktivitasnya " Dia pelayan baru di rumah ini mah " Jawab Karan yang baru saja sampai

Deg...

" Iya, Aku pelayan pembuat anak " Batin Naya

Wajah Kanaya langsung berubah menjadi sendu " Kanaya, Ini Ibu saya " Ucap Karan yang memperkenalkan Kanaya kepada Erina Mamah Karan " Mah, Ini kanaya. dia baru saja sampai dari kampung kemarin dan dia juga akan kerja di rumah ini " Lanjut Karana

Mamah Erina langsung mendekat kearah Kanaya " Kamu sepertinya masih cukup kecil untuk berkerja " kata Mamah Erina " Apa kamu tidak bersekolah? "

Kanaya tersenyum " Aku baru saja lulus sekolah Nyonya, dan Tujuan Aku bekerja karena ingin melanjutkan pendidikan ke universitas " jawab Kanaya. walaupun sedikit berbohong tapi Kanaya harap Jika Nyonya besarnya ini percaya dengan apa yang ia ucapkan

Mamah Erina tersenyum " Saya suka dengan Anak muda yang sangat untuk mencari Ilmu " kata Mamah Erina " Rencananya Kamu Akan mengambil jurusan apa? "

" Manajemen. Nyonya " jawab Kanaya

" Wah, kamu pasti sangat pintar. Kalo begitu nanti kamu Kuliah di Kampus milik suami saya saja di sana cukup Komplit dan juga bagus " kata Mamah Erina yang suka dengan Anak muda yang semangat untuk menimb ilmu.

Sedangkan Karan dia masih diam, Ia tidak menyangka jika Kanaya benar-benar Ingin kuliah Karan pikir Kanaya waktu itu hanya becanda belaka.

" Terimakasih atas tawarannya Nyonya, tapi Aku ingin di Kampus kecil saja biar harganya terjangkau " Jawan Kanaya

" Karan mamah tidak mau tau Pokonya Kanaya harus kuliah di Kampus Kita " Ucap Mamah Erina sambil menatap sang Putra

" Baik mamahku sayang. Sekarang Mamah Ada apa datang kesini dengan mendadak? " Tanya Karan " Tidak biasanya Mamah datang tanpa meminta di Jemput atau setiknya beri kabar " Tanya Karan Heran

" Kenapa? Apa kamu tidak suka jika Mamah Ke sini dengan mendadak? lagian diaman istrimu, kenapa sedari tadi Mamah tidak melihatnya? " tanya Mamah Erina heran

Karan membuang napasnya pelan alu menggaruk kepala yang tidak gatal " Istriku sedang pergi Mah, Ia sedang butuh liburan " Jawab Karan

Mamah Erina langsung memalingkan wajahnya kearah lain " Kamu terlalu memanjakan Istrimu itu Karan, bagaimana dia hamil jika terus saja bepergian seperti itu " Keluh Mamah Erina " Mana tanpa suami pula, kalo mau liburan itu pergi beruda itung-itung bulan madu "

" Sabar mah, lagian aku dan Istriku juga sedang berusaha agar mendapatkan momongan " jawab Karan melirik kearah Kanaya yang masih berdiri

" Mamah harus nunggu sampai kapan Karan, Kalian menikah sudah lima tahun tapi kenapa Istrimu itu tidak kunjung hamil juga, Atau jangan-jangan... "

" Stop Mah. Kita sama-sama sehat lagian Mamah harus sabar semua itu butuh proses " kata Karan yang sedikit meninggikan suaranya lalu ia pergi begitu saja.

Mamah Erina merasa tersentak oleh ucapan putranya itu " Nyonya " kata Kanaya Yang merasa Kasian kepada Mamah Erina

" Saya baik-baik saja Kanaya " jawab Mamah Erina

1
Leha Rahman
knp vebbi gk di tangkap juga kan dia juga ikut andil di penculikan Jessica
Leha Rahman
byuh ... byuh ... koreksi koreksi 😊
Leha Rahman
halooo otor , banyak sekali typo sampe bingung bacanya. kyknya otor GK pernah pernah baca komentar kita ya ... dari bab awal sdh banyak typo. sebelum di up coba dibaca ulang lagi
Leha Rahman
typo dimana mana sampai bingung bacanya 🤣
Indriani Kartini
bwt keluarga hancur sehancur hancurnya, klau sampai mengganggu lagi Brian, orang tua ga tau diri
Elizabeth Yanolivia
menunjukan = MENUNJUKKAN
Elizabeth Yanolivia
silahkan pergi = SILAKAN pergi
Elizabeth Yanolivia
masa ia = masa IYA
Elizabeth Yanolivia
silahkan = SILAKAN
Elizabeth Yanolivia
sekertarisnya untuk = SEKRETARISNYA untuk
Elizabeth Yanolivia
kepergian sekertarisnya = kepergian SEKRETARISNYA
Elizabeth Yanolivia
kepada sekertaris = kepada SEKRETARISNYA
Elizabeth Yanolivia
sekertarisnya = SEKRETARISNYA
Elizabeth Yanolivia
pak supir = pak SOPIR
dengan supir = dengan SOPIR
Elizabeth Yanolivia
supir = SOPIR
Elizabeth Yanolivia
kedalam mobil = KE DALAM mobil
Elizabeth Yanolivia
kedalam = KE DALAM
Elizabeth Yanolivia
nafasnya = NAPASNYA
nafasnya = NAPASNYA
Elizabeth Yanolivia
ko = KOK
Elizabeth Yanolivia
bahakn = BAHKAN
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!