NovelToon NovelToon
Menggantikan Majikanku Dalam Perjodohan

Menggantikan Majikanku Dalam Perjodohan

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Rosa Evalina, hanya seorang anak pelayan yang menggantikan Ibunya menjadi pelayan di rumah keluarga Hartanto. Lalu, tiba-tiba anak dari majikannya meminta dia untuk menggantikannya dalam sebuah perjodohan. Tidak bisa menolak, akhirnya dia terjebak dalam permainan sandiwàra ini.

"Seharusnya aku tidak pernah jatuh cinta padamu, karena nyatanya kamu tetap tidak akan di takdirkan untukku"

Sementara Albyan Danuel, seorang pria tampan yang sudah matang. Memiliki pribadi yang hangat, lembut dan sopan. Dia yang tidak pernah mengenal cinta, akhirnya menemukan perempuan yang membuatnya nyaman. Namun, apa yang akan terjadi ketika dia tahu jika perempuan itu hanyalah seseorang yang bersandiwara?

Bisakah mereka bersama dalam kisah yang berliku, tentang cinta yang dimulai dari sandiwara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menggantikan Laila

"Perjodohan?"

Rosa Evalina terdiam dengan wajah yang sangat terkejut mendengar ucapan dari anak majikannya ini.

"Nona Muda, kenapa saya harus menggantikan anda dalam pertemuan itu?"

"Karena kau yang paling bisa aku andalkan dan aku percaya, Eva. Ayolah, ini hanya pertemuan saja. Kau bisa membuatnya benci kamu dan akhirnya membatalkan perjodohan ini. Sungguh, aku tidak mau di jodohkan" ucap Laila sambil merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur Eva.

Eva menghembuskan napas, dia duduk di pinggir tempat tidur. Menatap Laila yang tiduran di sampingnya dengan kedua tangan jadi bantalan kepalanya.

"Tapi Nona, jika pria itu tahu kalau saya bukan Nona Laila, bagaimana? Saya tidak mau di penjara karena kasus penipuan identitas ya"

Laila tertawa, dia bangun dan duduk di samping Eva. Menatapnya sambil tertawa kecil. "Tidak mungkin, kau hanya perlu membuat dia tidak mau denganmu dan akhirnya membatalkan perjodohan ini. Oh ayolah, apaan Papa ini. Aku masih mudah dan cantik, benarkan?"

Eva mengangguk mengiyakan ucapan Laila itu.

"Tapi kenapa dia sampai menjodohkan aku dengan pria yang tidak aku kenal. Aku tidak mau, Eva. Aku bisa mencari jodohku sendri, cuma memang belum waktunya saja"

Eva menghela napas pelan, malah ikut pusing memikirkan permasalahan anak majikannya ini. "Tapi Nona, sebenarnya Tuan hanya ingin yang terbaik saja untuk anaknya. Apalagi Nona Laila adalah anak satu-satunya. Kenapa tidak mencoba dulu saja bertemu pria itu"

Laila memeluk Eva, tatapannya matanya sudah memelas, dan dia tahu sekali jika Eva tidak akan bisa menolak jika tatapan Laila sudah seperti ini.

"Ayolah Eva, kau sudah seperti saudaraku sendiri sejak kecil. Jadi, kali ini tolong bantu aku ya. Pokoknya semuanya akan aku atur, kamu hanya perlu menurut saja. Buat pria itu tidak suka padamu dan akhirnya membatalkan perjodohan ini"

Bahu Eva jadi lemas sambil menghembuskan napas pasrah, sudah pasti dia tidak akan bisa menolak lagi. "Baiklah, tapi hanya sekali saja ya. Jangan terus seperti ini, nanti Tuan akan tahu dan saya yang akan di pecat"

"Makanya, kamu harus bersikap agar dia tidak suka sama kamu, dan membatalkan perjodohan ini. Tenang saja, Papa dan Mama tidak mungkin memecat kamu, kan dulu Ibu kamu juga bekerja disini"

Eva hanya menghela napas pelan, sudah tidak bisa menolak lagi.

"Oke, aku akan mencarikan baju yang pas untuk kamu bertemu dengan pria itu. Pokoknya harus terlihat sangat mewah"

"Loh bukannya harus membuat dia tidak suka sama saya, kenapa harus berpenampilan mewah?"

Laila berdecak pelan sambil menepuk dahinya sendiri. "Biasanya jika laki-laki dari kalangan atas akan tidak suka pada perempuan yang berpenampilan berlebihan, karena mereka sudah terlalu sering bertemu perempuan seperti itu. Jadi, dia akan merasa muak. Sudahlah, kamu menurut saja sama aku"

"Baiklah"

Laila sudah berdiri untuk mempersiapkan Eva, namun ketukan di pintu kamar membuatnya menoleh.

"Laila, kamu di dalam?" Itu suara Mamanya, segera Laila bersikap seolah tidak ada ap-apa.

"Iya Ma"

Ketika pintu terbuka dan Mamanya masuk ke dalam kamar, Laila langsung tersenyum. Sementara Eva juga hanya mengangguk sopan pada majikannya itu.

"Ada apa Ma?"

"Mama hanya mengingatkan saja, malam ini kamu akan pergi bertemu dengan Nak Byan ya. Awas kalau sampai banyak alasan lagi"

Laila hanya menghela napas pelan. "Iya Ma, aku akan datang kok. Tapi 'kan keputusan ada di dia ya, kalau misalkan dia tidak suka padaku, Mama dan Papa jangan memaksa kami lagi"

"Kamu ini, bertemu saja belum, kenapa sudah bilang dia tidak akan suka padamu? Jangan berbuat yang aneh-aneh ya, Laila!" tekan Mama sambil menunjuk wajah putrinya dengan tatapan tajam.

"Hehe, enggak kok Ma. Aku pasti memberikan yang terbaik agar Mas Byan itu mau denganku"

"Nah gitu, bagus"

Laila mendorong Mamanya untuk berbalik dan keluar dari kamar ini. "Sudah, sekarang Mama keluar saja. Papa sudah pulang tuh, kalian nikmati saja waktu berdua. Aku mau disini sama Eva, lagi curhat"

"Ih, apaan kamu ini. Eva, kalau sampai Laila ingin berbuat aneh-aneh tolong kamu ingetin dia ya" teriak Mama yang hampir teredam karena pintu sudah langsung di tutup oleh Laila.

Eva tersenyum masam, seperti mulai sadar jika kejadian ini ketahuan, maka akan jadi permasalahan yang besar. "Nona, apa harus seperti ini ya? Kalau sampai Tuan dan Ibu tahu bagaimana?"

"Tidak papa, pokoknya aku jamin mereka tidak akan tahu"

Eva juga tidak punya pilihan lain, karena ini termasuk dari perintah majikannya juga. Laila juga begitu memohon padanya untuk menggantikan dia pada pertemuan nanti malam dengan pria yang akan di jodohkan dengannya.

Dengan memakai gaun mewah milik Laila, dan wajah yang di rias begitu cantik, membawa tas yang mahal, sepatu hak tinggi yang sebenarnya membuat Eva tidak nyaman, karena dia tidak bisa menggunakannya.

"Kamu jangan sampai seperti itu jalannya saat di depan dia nanti" Laila menatap jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. "Masih ada waktu setengah jam lagi, ayo kita latihan berjalan dulu. Pokoknya kamu harus terlihat elegan dan cetar"

Eva hanya menurut saja, dia mengikuti intruksi Laila saat melangkah. Beberapa kali selalu hampir terjatuh, namun akhirnya dia sedikit bisa menyeimbangkan tubuhnya dengan sepatu hak tinggi ini.

Laila membuka pintu kamar, dia menatap dulu ke sekitarnya. Melihat orang tuanya tidak ada di luar kamar, maka dia langsung menuntun Eva keluar dari kamar, mereka terburu-buru keluar dari rumah. Laila segera mengeluarkan mobilnya dari garasi, dan pergi bersama Eva.

"Pokoknya kalau sudah, kamu bisa telepon aku untuk jemput kamu ya"

"Iya Nona"

"Ah, terima kasih banyak ya Eva, karena sudah mau membantuku. Pokoknya lakukan saja sesuai ucapanku, kamu harus membuatnya tidak suka padamu"

Eva hanya mengangguk saja, meski dalam hatinya sudah berdebar kencang. Takut sekali dengan pertemuan ini, dia takut jika pria itu mungkin tahu jika dirinya bukanlah Laila.

"Aku sudah bilang padanya kalau kamu memakai gaun pink ini"

Setelah sampai di depan sebuah Restoran berbintang, Eva turun dan berjalan masuk ke dalam Restoran itu. Meski beberapa kali langkah kakinya hampir tergelincir karena sepatu hak tinggi yang tidak biasa dia kenakan.

"Selamat malam dan selamat datang di Restoran kami, Nona. Apa sudah reservasi?"

Eva tersenyum pada pelayan yang menyambutnya. "Em, meja atas nama Tuan Albyan Danuel"

"Ah baik, mari ikut saya"

Setelah di antar ke ruangan VVIP Restoran ini, Eva sedikit ragu saat masuk. Namun ternyata ruangan masih kosong, itu artinya dia yang lebih dulu datang dan itu membuatnya sedikit tenang.

Eva duduk di sofa disana, dia memperhatikan sekitar. Membenarkan rambutnya yang di gerai, jantungnya sudah berdebar kencang.

"Kenapa jadi aku yang berdebar seperti ini, seperti aku saja yang benar-benar akan di jodohkan"

Suara langkah kaki mendekat, membuat Eva langsung mendongak menatapnya. Dia terdiam melihat pria yang berjalan ke arahnya.

"Sudah lama menunggu? Maaf saya terlambat"

Bersambung

Yuhuuu...Cerita Byan meluncur, awas saja sampai gak pada baca atau sampai nabung bab.. Aku santet online kalean...

1
sunaryati jarum
Semoga karyawan yang dipecat ke.depannya tidak membuat masalah
sunaryati jarum
Akhirnya terurai juga masalah mereka,Laila sungguh hatinya baik dan bertanggung jawab apa yang dilakukannya.Semoga orang tua Byan menerima Eva.
sunaryati jarum
Jujur saja tentang perasaan kamu Eva
sunaryati jarum
Baru mampir
Les Tary
semoga org tua Abyan menerima Eva
Sastri Dalila
👍👍👍
Lianty Itha Olivia
enk dan bagus punya kayak abyan
Lianty Itha Olivia
ra ISO ngomong
Les Tary
Bagus Abyan klu ada karyawan yg semena mena pecat aja💪
Milla
Serius thorrr aku g nabung bab loh benaran tiap up aku baca thor malahan aku nunggu2 update tan lo karena penasaran ama kisah nyaa byan dan eva soalnya juga tinggal byan kan yang belum punya pasangan 🥰
Milla
Thor aku g nabung bab kok cius deh suwer begitu ada update tan aku langsung gass poollllll 🤗 🥰 semangat up thorrrr 💪
Mita Paramita
gak Thor sekali update langsung baca . ceritanya seru gini kok🔥🔥🔥
Mita Paramita
lanjut eva😍😍😍
Sastri Dalila
👍👍🤣
Les Tary
Nah klu jujur jadi lega tinggal jalani dengan baik💪💪
Oma Gavin
siapa disini yg suka nabung bab tolong author nya yg sudah bikin cerita gratis bantu baca
vania larasati
lanjut
Pujiastuti
semoga eva dan byan tetap bisa bersama karena mereka saling mencintai
Pujiastuti
hayooooo lu laila byan marah tu, ayo kasih penjelasan kasihan kalau eva jadi dimarahin sama byan
Les Tary
Semoga Byan mau memaafkan Eva
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!