NovelToon NovelToon
SATRIO PAMUNGKAS

SATRIO PAMUNGKAS

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Petualangan / Supernatural / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Al Orchida

Pandji dilahirkan pada hari yang orang Jawa kuno sebut sebagai hari kejayaan setan, yaitu pada tengah malam saat cuaca sangat tidak bersahabat dan badai angin melanda wilayahnya. Dengan demikian dia memiliki sifat 'lakuning geni' atau berperilaku layaknya api.

Pandji dikaruniai bakat bawaan dari kedua orang tuanya berupa kekuatan supranatural. Bakat istimewa yang dianugerahkan oleh Sang Pencipta untuk menjalani takdirnya sebagai ksatria.

Pandji yang konon adalah 'anak dalam ramalan' hanyalah pemuda biasa. Pemuda berambut hitam bermata tajam dan berkulit putih halus layaknya wanita. Tampan adalah ciri utama yang melekat pada dirinya.

Bagaimana Pandji menjadi seorang pelindung keluarga dan perjalanannya sebagai Ksatria Terakhir yang penuh darah dan cinta?

Bisa dibaca kisahnya dalam SATRIO PAMUNGKAS.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Al Orchida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH 04

Malamnya, Pandji duduk dalam diam di meja makan, mengunyah makanan dengan tenang tanpa ekspresi apapun.

"Mas Pandji kenapa makannya cuma sedikit?" Tanya Giandra, adik perempuannya yang baru berumur 11 tahun. "Mau Gia ambilkan bacem tahu tempe lagi? Atau mau nambah gudeg?

"Mas Pandji tadi udah makan sama Kak Mika di luar, Gia. Masih agak kenyang," jawab Pandji kalem pada adik yang selalu mengidolakannya itu.

"Buat Mas Raksa aja sini! Sekalian ambilkan ayam goreng lagi, Gia! Jangan Mas Pandji aja yang diperhatikan, aku juga kakakmu!" perintah Raksa dengan seringai menyebalkan.

Giandra dengan wajah malas mendekatkan piring lauk pada kakaknya itu, membiarkan Raksa mengambil sendiri sebanyak yang diinginkannya.

"Raksa … makan dengan sopan!" Tegur Ibundanya lembut dan tegas. "Tidak ada yang mengajarkan kamu makan berlebihan dan rakus seperti itu!"

Pemuda tanggung yang akan berumur 15 tahun itu menunduk dan mengangguk, "Maaf … Raksa lapar sekali, tadi latihan berat di kesatrian, Ibunda."

Ayah Raksa menyambung, "Gimana latihan hari ini sama Pakde Noto?"

"Raksa masih belum mahir memakai sihir api, Ayah." Jawab Raksa dengan ekspresi menyesal.

"Bakatmu bukan di sana, Raksa! Kenapa kamu tidak mempelajari pengendalian udara saja?!" Sahut Pandji datar.

Raksa melirik ke arah ayah dan ibunya sebelum bertanya pada kakaknya, "Mas Pandji tadi habis ngajar langsung pulang ya?"

Uhuk … Pandji hampir tersedak mendengar adiknya berani mengadukan dirinya pada orang tua mereka.

"Pandji bisa jelaskan, Ibunda!"

"Ibunda mendengarkan, tapi jika alasanmu tak masuk akal … kamu tau resikonya," ancam Ibunya dengan nada sangat lembut.

Pandji menggaruk kepalanya, menimbang mau berkata jujur atau berbohong. "Pandji … tidak ingin ikut turnamen, jadi Pandji menghindari latihan."

Ayahnya hanya tersenyum tipis menanggapi putranya, "Ayah percaya walaupun tidak latihan Mas Pandji akan tetap bertanggung jawab dengan tugas yang diembankan Pakde Noto sebagai pengurus kesatrian."

" … " Pandji merasa linglung mendengar ucapan ayahnya.

"Kesatrian kita kehilangan pamor dua tahun berturut-turut. Turnamen bela diri tahunan dimenangkan oleh Hargo Baratan milik Paman Candika. Akibatnya banyak murid kesatrian yang pindah belajar ke sana, jumlah pendaftar baru pun menurun tajam.

Kamu tidak bisa memberikan beban pada Raksa dan Giandra karena mereka juga mengikuti kompetisi sesuai dengan tingkat umur dan level dalam kesatrian. Putra Ganendra itu milikmu, sudah seharusnya kamu ikut membesarkannya sebagai ucapan terima kasih pada Eyang.

Saat turnamen dilaksanakan kamu sudah genap berusia 17 tahun, jadi kamu akan ikut kategori umum dan membuktikan bahwa kesatrian milikmu layak dijadikan pilihan untuk pendidikan bela diri bagi bangsawan sekalipun."

"Artinya Pandji akan melawan jagoan-jagoan dari tempat lain ya Ayah?!"

Benar-benar pertanyaan konyol yang tidak perlu dijawab, karena Pandji sebenarnya tahu persis apa yang dimaksud ayahnya.

Dia memang tidak pernah mengikuti turnamen tahunan karena kepandaiannya membuat alasan, tapi kali ini jelas kedua orang tuanya tidak menerima itu lagi. Ikut turnamen tahun ini adalah sebuah kewajiban.

Acara duel antar kesatrian kali ini akan diikuti oleh 32 perguruan yang tersebar di daerah Yogya dan Solo. Sepuluh diantaranya adalah kesatrian dengan nama kesohor dan berisi juara bela diri dan ilmu sihir yang mumpuni.

"Berapa persentase Pandji akan memenangkan turnamen tahun ini, Ayah?" Tanya Pandji dengan ekspresi pusing.

"Bagaimana Ayah tau kalau kamu tidak pernah latihan?"

" … " Pandji memasang wajah stagnan.

Tidak bisakah Ayah menjawab saja dengan jujur?

Ayah Pandji menyeringai menantang, "Kita akan berlatih di halaman belakang, Ayah juga sudah lama tidak olahraga malam."

Sudut bibir Pandji berkedut, "Jam berapa, Ayah?"

"Tengah malam."

Breng*sek … Ayah benar-benar ingin menguji kemampuanku! Firasatku buruk, sepertinya aku akan babak belur malam ini.

***

1
Ririt Rustya Ningsih
satriyo pamungkas...selkur lanjaran....santet 40 hari nyimak terus👍👍👍
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: terimakasih🙏
total 1 replies
Yuu Puttichai Kasetsin
hadinata yg dl mau dijodohin SM bund selia y Thor?
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: iya kak
total 1 replies
Yuu Puttichai Kasetsin
maung ny gia keren banget. kata alpha: gini susah ny perang sambil momong bocil🤣🤣
Yuu Puttichai Kasetsin
calistung nya kan beda level mas pandji
Kustri
☝solo hadir
Kustri
hla lak tenan to, al meneh
Kustri
ujung"e al meneh ngko
Kustri
buah tibo ora adoh ko uwite😄
Kustri
kisah berulang turun temurun soko bapa'e trus anak'e😄
Sahbana Sahbana
overall ceritanya seru, walaupun banyak fans service nya 🗿
Kusumawardani
silahkan tanya saja lur,,,krna diriku jg tak tahu,,,,semua itu.....🙏🙏
Zzz: mampir kak, judulnya Iblis penyerap darah, kali aja suka🙏
total 1 replies
Suris
Good. Karya ini cukup memikat untuk dibaca sampai akhir. Dengan background lokal (jawa) dan dikombinasika dgn turnamen bela diri ala wuxi (cina). membuat penasaran. Apalagi deskripsi tokoh2nya cukup simple dan mudah dicerna (baca : dibayangkan).
Kekurangannya adalah tidak ada unsur2 islami dlm tokoh2mya
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: Terima kasih🙏
total 1 replies
𝖓𝕯o🕷
thorrr, hiks.. gantung gini... kecewahh aq..
𝖓𝕯o🕷
plakk😉😉
Mamake Nayla
Luar biasa
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: terima kasih 🙏
total 1 replies
𝖓𝕯o🕷
tiaraaaaaa
Diana Dwiari
baru tau kalo nyleneh ya...wkwkkw
Diana Dwiari
woah....pandji suka sama mika ya....
Rafly Rafly
bagus ceritanya THOR... ilmu leluhur yg perlu di lestarikan
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: thanks 🙏
total 1 replies
Sibungas
ouekehhh mas ta kirim yo kupi nya
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: wkwkwk makasih 😂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!