NovelToon NovelToon
Pelayanku Sang Primadona Sekolah

Pelayanku Sang Primadona Sekolah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Bad Boy / Idola sekolah
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

"Mulai sekarang, setiap satu jam sekali, kamu harus mencium bibirku! Aku tidak akan menerima penolakan," tegas Nathan lagi. "Kamu wajib menciumku di mana pun kita berada, bahkan di dalam kelas atau di tempat umum."

Jenny mulai merasa panik, "Tu - tuan, tapi itu sungguh tidak masuk akal!"

"Jenny, jika ingin ibumu selamat dan semua alat medis tetap terpasang di tubuhnya yang lemah itu, turutilah apa mauku!" ujar Nathan dengan nada mengancam. Ancaman tersebut membuat lamunan Jenny terhenti seketika.

****

Jenny terkejut saat mendengar apa yang baru saja diucapkan Nathan, tuan muda culun yang menjadi murid terbodoh di antara 450 siswa di SMA Taruna. "Jadi, jika kamu ingin aku sembuh dari semua luka trauma yang ditimbulkan oleh ayahmu, mulai sekarang kamu harus menciumku setiap satu jam sekali," ucap Nathan tegas.
****
Jenny adalah seorang perempuan yang sedari kecil hidup penuh kebahagiaan, bahkan hidupnya nyaris sempurna.

Ia terlahir dengan paras yang cantik, hidup penuh kebahagia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30.

"Mungkin ini saatnya aku mulai melihat Nathan dengan cara yang berbeda," pikir Jenny sambil tersenyum kecil.

"Aku melihatnya?" celetuk Nathan tiba tiba, sehingga memudarkan senyuman kecil Jenny.

"Melihat apa tuan?" tanya Jenny bingung.

"Melihat kalau dari tadi kamu itu memandangku dan tersenyum kecil ke arah ku, apakah kamu itu bahagia? Jika aku memperlakukan mu dengan lembut seperti ini. Karena ku pikir tidak semua wanita itu suka dengan laki laki lembut dan juga penyayang."

"Hah." Jenny hanya bisa melongo, mendengar apa yang baru saja di katakan tuannya.

Ia benar benar di buat bingung sendiri dengan maksud tuannya mengatakan itu.

"Apa maksud yang tuan katakan? Saya benar benar tidak mengerti. Karena setahu saya semua laki laki itu memperlakukan saya sangat baik. Termasuk ayah saya, dan saya tahu kenapa tadi tuan muda itu memperlakukan saya kasar. Karena marah saya bersikap murah dengan mau di cium oleh Galen."

"Ya sudah Jenny, gak perlu di bahas lagi. Sekarang aku tanya? Kenapa kamu tadi pergi ke unit kesehatan sekolah?"

Jenny terlihat mengigit bibir bawahnya. Tidak mungkin ia mengatakan yang sebenarnya perihal Tiara dan juga Kamila.

"Be - begini tuan, alergi kulit saya tiba tiba kambuh. Dan Galen yang menolong saya, membawa saya ke unit kesehatan sekolah. Lalu di sana dia menunggui saya, membantu saya mengoleskan salep. Jadi tadi Galen hanya membantu mengoleskan salep tepat di wajah saya, bukan mencium saya. Anda salah paham," jelas Jenny dengan nada terbata bata.

Karena memang ia sendiri tidak pandai dalam hal berbohong.

"Tapi, tadi kata Galen —. Akh sudahlah gak usah di bahas lagi!"

"Baik Tuan, maafkan saya!"

"Kalau begitu sebutkan merek salep itu, biar aku yang memberikannya. Agar alergi mu itu cepat menghilang," kata Nathan.

"Hmm, ti - tidak perlu tuan. Tidak perlu beli lagi, palingan besok sudah sembuh!"

"Jenny! Kamu menolak perintahku untuk menyebutkan nama salep itu," ujar Nathan dengan lirikan tajam.

"Maaf tuan, saya tidak ngeh dengan nama salep itu. Tadi kesakitan jadi saya tidak membacanya."

Cup.

Mata Jenny membelalak sempurna, kala Nathan tiba tiba mencium area kakinya yang terluka.

"Habis ini kakimu pasti sembuh," kata Nathan dengan lembut.

Jenny sampai di buat menyunggingkan senyuman manis, melihat aksi manis yang di lakukan tuannya.

***

Setelah tuannya itu selesai mengobati kakinya, Jenny mengajak tuannya itu belajar bersama tentang pelajaran hari ini.

Bahkan Nathan terus terus mencuri pandang ke arah pelayannya.

Ntah kenapa ia benar benar merasa bahagia sekarang ini.

Baik tuan muda maupun pelayannya terlihat duduk saling berhadapan di atas sofa, sembari mendengarkan dengan seksama penjelasan dari guru yang terekam di dalam box rekaman milik Nathan.

Jika Jenny mendengarkan rekaman itu dengan seksama, ia akan menyadari bahwa ada perubahan pada sikap Nathan.

Nathan yang biasanya penuh percaya diri dan ekspresif, kini terdiam mematung di depan nya.

"Tu - an, apakah ada yang tidak Anda mengerti dari penjelasan guru itu?" tanya Jenny dengan raut bingung, mengingat tuannya kini terus menatap ke arahnya dengan senyuman aneh dan tidak berkedip sama sekali.

Jenny mencoba menyilangkan tangannya di depan mata tuannya, namun Nathan tetap tidak berkedip.

"Tu - tuan," panggil Jenny sembari menepuk pundak Nathan.

"Apa, Jenny?" tanya Nathan dengan wajah bingung, lamunan tak terduga itu seketika buyar.

"Apakah ada yang tuan tidak mengerti dari penjelasan guru tadi?"

"Ada," jawab Nathan, membuat Jenny menjadi semakin penasaran.

"Yang mana, tuan? Biar saya jelaskan." Wajah Jenny terlihat berubah takut, ia malah teringat dengan ancaman yang di berikan oleh Vina, kalau sampai tuannya itu ketinggalan pelajaran. Ia pasti akan mendapatkan sebuah hukuman.

"Apa kamu bisa mencintai ku, Jenny? Seperti aku mencintai mu?" tegas Nathan, membuat Jenny tercengang.

"Apa? Tapi ini soal pelajaran, tuan!" sahut Jenny terkejut.

Jenny berusaha untuk menyembunyikan rasa terkejut dan gugupnya. Apakah tuan Nathan benar-benar jatuh cinta padaku? pikirnya dalam hati. Bagaimana aku harus menanggapinya? Dalam benaknya, berkecamuk pertanyaan-pertanyaan yang sulit dijawab. Ia mulai merasa bingung akan sikap Nathan yang tiba-tiba berubah. Namun, ia tidak bisa menyangkal perasaan yang muncul dalam hatinya: rasa senang akan di cintai seseorang, namun juga takut akan kemungkinan terburuknya, karena Jenny sendiri sadar diri posisinya sekarang ini.

Bukankah surat dengan logo mawar biru itu sudah lama tidak di kirimkan ke lokernya? Bukankah harusnya Nathan itu orang yang membenci dirinya akibat masa lalu.

Bebarapa pertanyaan baru agaknya berkecamuk di dalam benaknya.

Akankah semua ini mengubah hubungan kami menjadi lebih rumit? ataukah membuka pintu bagi kebahagiaan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya? Hanya waktu yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan ini.

1
Alia Chans
Hadir thor, cerita nya seru like+ bunga🌹😉




kalo berkenan mampir juga ya😉
Fitria Callista: terimakasih banyak kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!