NovelToon NovelToon
22.23

22.23

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Patahhati / Balas Dendam / Contest / Tamat
Popularitas:223.1k
Nilai: 5
Nama Author: Okta Diana

"Kamu pahlawanku. Kamu cinta pertamaku. Kamu teman terbaikku. Tapi siapa sangka jika selama ini, kamu adalah anak dari pembunuh Ayahku." ~Pinky~

Dari pengkhianatan seorang pacar membuat Pinky Arkananta tak sengaja bertemu kembali dengan Arion.

Reyhan, Ayah tiri Pinky melarang keras Arion untuk mendekati anak-anaknya. Seperti merpati yang baik akan tau jalan pulang, ya begitulah kisah cinta mereka. Sekuat apapun Rey menjauhkan sepertinya akan percuma. Tapi, jika Pinky mengetahui kenyataan sebenarnya apakah cinta mereka akan tetap sama?

"Jika aku bisa memilih siapa orang tuaku, aku pasti tidak akan memilihnya sebagai Ayahku. ~Arion~

Ada juga Aero, adik Pinky yang menjadi rebutan tiga teman wanitanya!

Area 21+

Ikuti kisahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Okta Diana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan Tinggalkan Aku

"Papamu gak marah 'kan kalau kita jalan berdua?" tanya Arion dengan mendekatkan wajahnya ke Pinky. Manik matanya bergerak kesana kemari. Dia sepertinya akan ikut berbohong sama dengan Aero. "Hey ... kok diem?"

Pinky menggelengkan kepalanya. "Papa taunya kamu 'kan Arya?"

Arion mengernyit, "Jadi Papamu beneran masih marah sama aku?"

Pinky membuang mukanya, dia meremas-remas bajunya. Apa kali ini dia harus jujur dengan laki-laki di depannya?

"Iya 'kan?" tanya Arion lagi.

Wanita itu menunduk. "Aku ... juga bingung kenapa Papa melarang kita berteman hanya karena alasan hubungan Papa dengan Mamamu tak begitu baik."

"Apa?" Arion terlonjak. Dia memegangi bahu Pinky seolah-olah ingin mendengarkan lebih jelas lagi.

"Aku gak tau alasan pastinya seperti apa, Papa hanya melarang kami," Pinky nampak tak tenang. Dia terus menggigiti bibir bawahnya.

"Ya udah, aku akan menjauh dari mu saja!"

Pinky langsung memeluk laki-laki di depannya. Dia menenggelamkan wajahnya di dada bidang itu seraya menggelengkan kepalanya. "Arion jangan tinggalkan aku! Aku mohon! Aku sayang sama kamu."

Arion memegangi dahinya. "Tapi kita gak bisa terus-terusan membohongi Papamu!"

Pinky melepas pelukannya. "Nanti pelan-pelan akan aku rayu Papa."

"Papamu membenciku dari kecil bahkan sampai sekarang, itu tak akan mudah," tegasnya.

"Jadi kamu menyerah?"

Arion menjambak rambutnya, "Bukannya begitu, aku hanya takut kita terlalu jauh dan dalam. Aku tak bisa membayangkan pasti sangatlah menyakitkan."

Pinky langsung melingkarkan kedua tangannya ke leher Arion dan menyatukan kening mereka. "Akan lebih menyakitkan jika kamu meninggalkanku sekarang. Aku gak bisa."

Arion memejamkan matanya, "Apa kamu juga mencintaiku?"

Pinky mengangguk. "Kamu pahlawanku, kamu cinta pertamaku, kamu teman terbaikku."

Airon terkekeh, "Lebay."

"Ihh ...." Pinky bersedekap seraya menekuk mukanya. Arion menarik hidungnya. "Sakit," keluh Pinky.

"Ya udah ayo jalan-jalan!" Arion memiringkan kepalanya dan mendekatkan wajahnya bahkan seperti tak ada jarak dengan wajah wanita di depannya. Hidung mancungnya pun menyentuh pipi halus Pinky.

Pinky mendorongnya pelan. Arion tertawa seraya memegangi perutnya. "Kamu berani cium aku?" tanya dengan mencebikan bibir.

Arion masih tertawa dengan menggelengkan kepalanya. "Aku gak mungkin berani. Nanti Papamu marah." Pinky mengernyitkan wajahnya. Ya udah ayo naiklah!"

Helmnya di lingkarkan di tangan kirinya. Dia menaiki motornya dan Pinky memegang bahunya untuk naik ke atas sana. Dia langsung melingkarkan kedua tangannya ke perut laki-laki di depannya dan menyandarkan kepalanya di bahu itu. Arion tersenyum bahagia, dia melirik ke wajah Pinky yang saat ini terlihat berseri-seri. Seperti di mabuk cinta begitulah keadaan hati mereka.

Arion menyalakan motor sportnya dan memutar gas dengan kecepatan empat puluh kilometer per jam saja menyusuri jalanan menghirup segarnya udara pagi bersama Pinky.

"Kamu mau jalan-jalan kemana?" tanya Arion dia memperlambat laju motornya.

"Terserah."

Lagi-lagi dia mendengar kata itu. Arion mengehelakan napasnya gusar. Dia tak menyukai jawaban itu.

"Terserah itu alamatnya mana? Coba tunjukan!" Pinky memukul pelan bahunya dan mengerucutkan bibirnya.

"Aku ingin tau rumahmu, bolehkah aku main kesana?" Aduh, dapat ide dari mana itu? Apa Pinky lupa jika Rey dan Selena tak mempunyai hubungan baik. Bagaimana reaksi Selena jika tau dia siapa?

"Baiklah, bahkan aku belum tau rumahmu," ledek Arion.

"Jangan dulu nanti Papa curiga!"

1
falea sezi
anak Kinan Rey bukannya Jr kok jd pinky aero/Shame/
Susi Andriani
pinky terlalu bodoh
Susi Andriani
anak si Kevin temen rey
Susi Andriani
halo kakak aku datang nih
Husnul Kholil
bagus
Devy
Aero dan pinky itu adiknya JR...?
Okta Diana: bukan. ini beda cerita
total 1 replies
Ayook--
😭😭😭g bisa brkata ap" thor, bab in sungguh mengandung banyak bawah....
fa_zhra
umur segitu msh labil.mengedepankan emosi drpd logika
V_nee ' wife Siwonchoi ' 🇰🇷
Udah baca dan tabur bunga dan ngopi disitu taaa 💃
Anindya Hamdan Syabani
sambil nunggu babang shaka aku mampir kesini,makasih ya thor udah bikin karya2 yg bagus,ttp semangat ya thor semoga author okta ttp sehat
NurIla Rahmatiah
duhh kata2nya Pinky ke papa Rey kejam syekaliii 😭😭😭
NurIla Rahmatiah
hmmm... tetep ga suka sih kalo kaya gini caranya pinky terkesan murah🤦✌️..
padahal ciuman aja belum pernah..eh ini sampe ngasih keperawanan.. terlalu sihh, syeremmm
itttti ajahh 🆘❀⃟⃟✵
otw ta🏃‍♀🏃‍♀🏃‍♀🏃‍♀🏃‍♀🏃‍♀🏃‍♀
Astuti Puji VaNolzky
lah nikahin aero donk thor..ga kasihan ya
Ririn Satkwantono
yaa... nama kinan nyelip...hihi
Ririn Satkwantono
mmpir.... nih aq thor.... ni br smpt bc....
Nenk Leela Poetrie Mawar
yahh kok sudah End gak tunggu Aero nikah dulu ke
Nenk Leela Poetrie Mawar
yahhhhhh
Nenk Leela Poetrie Mawar
pinky😭😭
Nenk Leela Poetrie Mawar
rumit sekali hidup mu pinky
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!