NovelToon NovelToon
Cewe Cegil Vs CEO Dingin

Cewe Cegil Vs CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Nalara amora

"Apa gunanya menjadi istri CEO kalau hatinya saja sedingin es kutub?"

Hidup Aratala Arasunya Grita tak pernah mudah. Sejak kecil di panti asuhan hingga berjuang demi biaya kuliah semester dua, Aratala sudah kenyang dengan kerasnya hidup. Namun, sebuah insiden sepeda listrik mempertemukannya dengan seorang wanita elegan—yang secara mengejutkan memintanya menjadi istri anaknya.

Elio Lerian Raymond, CEO muda yang dingin dan ceplas-ceplos, bukanlah pria yang mudah ditaklukkan. Awalnya Aratala menolak, namun angka fantastis yang ditawarkan mampu membungkam egonya.
Lagipula, ini cuma kontrak, pikir Aratala.
Namun, bagaimana jika pernikahan atas dasar kontrak dan kebutuhan biaya panti ini justru membawanya ke dalam pusaran perasaan yang tidak pernah ia rencanakan? Apalagi saat sang CEO mulai menunjukkan sisi posesifnya yang tak terduga.

Selamat datang di kehidupan penuh drama antara Cewe Cegil vs CEO dingin

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nalara amora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

perdebatan kecil

Elio yang berada di ambang batas kesabarannya tidak lagi mampu berpikir jernih. Diliputi rasa geram dan jijik yang teramat sangat, ia tidak sadar telah menggunakan seluruh tenaganya untuk mendorong Angel menjauh dengan kasar saat wanita itu mulai menyerang lehernya.

Bugh!

Dorongan kuat itu membuat Angel kehilangan keseimbangan dan terjatuh terduduk di lantai karpet ruang kerja, napasnya terengah-engah karena kaget.

Seseorang mendorong paksa pintu yang dari luar, Karan anggel sengaja menguncinya.

"M-maaf, Pak!" cicit Rehan setengah gemetar, buru-buru membungkuk 90 derajat sambil mengangkat kedua tangannya. "Tadi saya sudah berusaha menahan Nona Angel di luar agar tidak memaksa masuk, tapi beliau langsung menerobos masuk begitu saja saat saya sedang mengambil berkas... Sumpah, saya tidak sengaja melihat, Pak!"

Elio memejamkan matanya sesaat, merasakan urat di pelipisnya berdenyut semakin hebat. Suasana hatinya yang sudah buruk akibat insiden pagi tadi kini benar-benar mencapai titik didih tertinggi.

Pria itu menatap tajam ke arah Rehan, lalu melirik sekilas ke arah Angel yang masih duduk di lantai dengan ekspresi tidak terima.

"Keluar," suara Elio keluar begitu rendah, dingin, dan penuh ancaman mutlak yang membuat udara di dalam ruangan seolah membeku. "Kalian berdua, keluar dari ruangan saya sekarang juga. Atau saya pastikan detik ini juga menjadi hari terakhir kalian bekerja dan berada di kota ini."

Tanpa perlu diperintahkan dua kali, Rehan langsung berbalik badan, berlari kecil menyelamatkan diri sambil menarik Angel yang masih sempat-sempatnya melemparkan tatapan kesal sebelum akhirnya diseret keluar oleh sang sekretaris yang ketakutan.

🌴🌴🌴

Begitu pintu ruang kerja tertutup rapat dan meninggalkan keheningan, Elio langsung kembali menjatuhkan tubuhnya di kursi kebesarannya. Dengan gerakan kasar, ia melonggarkan simpul dasi yang terasa mencekik lehernya, lalu menatap nanar ke arah cermin pantulan di dinding yang memperlihatkan noda lipstik merah mencolok di kerahnya—sisa provokasi murahan dari Angel yang harus segera ia hilangkan sebelum bertemu istrinya.

Netranya melirik sekilas ke arah sudut kanan layar komputer meja kerjanya. Pukul 1 siang.

Di jam-jam seperti ini, Aratala pastinya masih berada di lingkungan kampus, mengikuti sisa jadwal kuliahnya sebelum jam kepulangan tiba. Mengingat insiden motor besar bersama Bastian pagi tadi, dada Elio kembali bergemuruh hebat oleh rasa cemburu dan amarah yang tertahan. Ia tidak akan membiarkan kesempatan sedikit pun bagi mahasiswa sialan itu untuk mendekati istrinya lagi hari ini.

Tanpa buang waktu lebih lama, Elio langsung bergegas menyambar jas hitam serta kunci mobil mewah miliknya dari atas meja.

Langkah kakinya, yang tadinya dipenuhi amarah pada bawahannya, kini berubah menjadi derap tergesa-gesa dengan satu tujuan mutlak di kepala: menjemput Aratala sebelum gadis itu sempat melangkah keluar pagar kampus bersama pria lain.

Mobil sedan hitam milik Elio melesat membelah jalanan ibu kota dengan kecepatan di atas rata-rata. Pria itu bahkan mengabaikan beberapa lampu lalu lintas yang mulai menguning, pikirannya sepenuhnya terkunci pada satu nama: Aratala.

Di dalam kepalanya, bayangan gadis itu tengah tersenyum lepas di atas motor sport Bastian terus berputar, memicu rasa posesif dan amarah yang kian mendidih. Apalagi setelah insiden memuakkan dengan Angel di kantor tadi, Elio merasa ia harus segera mengukuhkan kembali kuasanya atas sang istri.

Tak sampai tiga puluh menit, mobil sport mewah itu sudah terparkir di area parkir khusus kampus Aratala. Elio melangkah keluar dengan rahang mengeras, mengabaikan tatapan memuja atau berbisik dari para mahasiswa yang mengenali sosok CEO muda dan berpengaruh tersebut. Jas hitamnya dibiarkan tersampir di lengan, sementara kemeja putihnya yang masih menyisakan sedikit noda samar di kerah—meski sudah sempat ia sapu kasar dengan tisu basah di dalam mobil—memancarkan aura intimidasi yang membuat siapa pun memilih menyingkir dari jalurnya.

Langkah kaki tegas Elio membawanya tepat ke area selasar fakultas, tempat di mana deretan mahasiswa biasanya berkumpul seusai jam kuliah. Dan benar saja, tidak butuh waktu lama bagi netra tajam Elio untuk menemukan sosok yang ia cari.

Aratala sedang berdiri santai di dekat pilar koridor, mengenakan off-shoulder top hitam dan celana abu-abu longgar, sedang tertawa kecil mendengarkan sesuatu dari seorang mahasiswi di sebelah —sementara beberapa meter dari sana, Bastian berdiri menyandar pada motor sport hitamnya, bersiap menanti gadis itu.

Jantung Elio seolah berhenti berdetak sepersekian detik sebelum kembali menghantam dadanya dengan keras. Langkahnya mendadak semakin cepat, memangkas jarak di antara mereka tanpa memberi ruang bagi siapa pun untuk bernapas.

Sebelum Aratala sempat menyadari kehadiran suaminya, sebuah tangan kokoh dan dingin tiba-tiba mencengkeram pergelangan tangannya dengan erat namun terukur, menarik tubuh gadis itu berputar balik ke dalam dekapan dada bidangnya.

"Waktunya pulang, Aratala," bisik suara rendah yang teramat familiar—penuh penekanan, mutlak, dan tidak membantah—berbisik tepat di samping telinga gadis itu.

Tarikan tangan Elio begitu kuat dan tanpa kompromi. Aratala, yang sama sekali tidak mendapati suaminya akan muncul secara tiba-tiba di tengah kampus—apalagi dalam wujud CEO posesif yang sedang terbakar cemburu—terkesiap kaget.

"pa E-Elio? Lepasin! Apa-apaan sih?!" protes Aratala setengah berseru, berusaha menarik pergelangan tangannya yang terkunci dalam genggaman erat sang suami.

tapi, tenaga Elio tentu jauh lebih mendominasi. Pria itu sama sekali tidak mengendurkan cengkeramannya, bahkan terus menyeret Aratala melangkah membelah koridor fakultas yang mendadak sunyi seketika.

Kehadiran Elio—seorang CEO muda yang sangat berpengaruh dan jarang sekali menampakkan diri di tempat umum—langsung menarik perhatian seluruh pasang mata di sana. Bisikan-bisikan tertahan, tatapan penuh tanya, hingga sorot mata iri dan terkejut langsung menghujani mereka. Terlebih saat melihat bagaimana seorang pria berjas rapi berwajah dingin menyeret paksa gadis secantik Aratala di depan umum.

Beberapa meter dari sana, Bastian yang melihat kejadian itu langsung menegakkan tubuhnya dari motor sport-nya. Wajah pemuda itu mengeras, hendak melangkah maju untuk melerai dan menarik Aratala kembali.

"Hei, lepasin dia!" seru Bastian tajam, bersiap memotong jalur langkah Elio.

Mendengar teriakan itu, langkah Elio terhenti perlahan. Pria itu memutar tubuhnya setengah, menatap tajam kepada Bastian dengan sepasang mata kelam yang memancarkan aura membunuh tingkat tinggi. Tanpa perlu melontarkan sepatah kata pun, tatapan intimidasi mutlak dari Elio membuat nyali siapa pun ciut seketika, mengisyaratkan batasan jelas bahwa Aratala adalah miliknya dan tidak seorang pun boleh ikut campur.

Elio kembali menoleh pada Aratala, yang kini balas menatapnya dengan kilatan mata menantang dan kesal luar biasa.

"Masuk mobil, atau saya pastikan ketua BEM kesayangan kamu itu kehilangan seluruh beasiswa dan masa depannya detik ini juga," bisik Elio tepat di telinga Aratala, dingin, mutlak, dan tanpa celah untuk membantah.

Mendengar ancaman telak itu, Aratala sontak mendengus tajam. Rahangnya mengeras, matanya menatap tajam penuh tanda tanya, dan amarah, Ia tahu persis bahwa Elio tidak sedang menggertak; suaminya itu memiliki kekuasaan mutlak untuk menghancurkan hidup siapa pun dalam hitungan detik.

"Kamu benar-benar gila,pa Elio!" desis Aratala tertahan, melampiaskan kekesalannya lewat rematan di ujung jemarinya sendiri.

Alih-alih melunak, cengkeraman Elio di pergelangan tangan Aratala justru semakin mantap, menuntun gadis itu berjalan keluar area kampus menuju mobil sedan hitam yang terparkir di zona terlarang. Bastian yang sempat ingin maju akhirnya terpaku di tempat, mengepalkan kedua tangannya dengan geram saat melihat Aratala dipaksa masuk ke dalam mobil mewah tersebut.

Pintu mobil ditutup dengan bunyi thug yang berat, mengunci rapat keduanya di dalam kabin yang ber-AC dingin namun terasa begitu panas akibat ketegangan yang membumbung.

Begitu mobil meluncur membelah jalanan kota meninggalkan kampus, Elio tidak langsung bersuara. Pria itu fokus mengemudi dengan satu tangan, sementara tangan kanannya dengan sengaja meraih pergelangan tangan Aratala, membawanya ke dekat pangkuannya dan menggenggamnya erat-erat tanpa celah agar gadis itu tidak bisa kabur ke mana pun.

Aratala membuang mukanya ke arah jendela samping, menolak melihat wajah elio "Lepasin, tangan aku, sakit tau!" protesnya ketus, mencoba meronta kecil.

"Diam, Aratala," balas Elio datar, suaranya rendah namun penuh otoritas mutlak. "Kamu pikir saya tidak lihat bagaimana kamu dengan senangnya nempel-nempel di jok motor mahasiswa itu tadi pagi? Tertawa lepas di atas motornya, seolah kamu bukan istri saya."

Aratala sontak menoleh, menepis tangan Elio dengan kasar dan balas menatapnya sengit

mobil tepat berhenti di depan rumah megah elio.

🌴🌴🌴

elio memutar tubuhnya menghadap Aratala, mengurung pergerakan gadis itu di antara jok mobil dan pintu, lalu mendekatkan wajahnya hingga jarak di antara mereka hanya tinggal beberapa sentimeter saja.

Aratala mendengus keras, telapak tangannya menempel di dada bidang Elio untuk mendorong pria itu menjauh. "Idih, narsis banget! Lagian suka-suka aku dong mau jalan sama siapa, urusan bapak apa?!" sembur Aratala sengit.

Elio tidak bergeming sedikit pun. Cengkeraman tangannya di pinggang Aratala justru semakin erat, mengunci tubuh mungil itu agar tidak bisa melarikan diri sesuka hati.

"Urusan saya?" ulang Elio dengan nada rendah yang kian berbahaya, manik matanya menatap tajam manik mata sang istri. "Status di KTP kamu, Aratala. Kamu istri saya. Jadi setiap gerak-gerik kamu, setiap detik waktu kamu, dan siapa pun pria yang berani mendekat... itu mutlak urusan saya."

"Nikah kontrak, pa Elio! Jangan lupa status perjanjian kita itu!" balas Aratala telak, mendongakkan dagunya menantang tanpa rasa takut sedikit pun.

"bapak gak punya hak buat ngatur-ngatur kehidupan pribadi saya,apalagi sampai ngancam masa depan orang lain, gak jelas!

inget peraturan peraturan yang bapak buat dan kita sepakati" ucap aratala

🌴🌴🌴

1
partini
elio kata"mu itu weleh
Nalara amora: tenang kaaa😭🙏
total 1 replies
partini
masih juga nyalahin orang lain situ tuh yg sarappp pak elio,, jangan lah unboxing kaya gitu trauma loh bukanya suka malah benci
Nalara amora: kaaaaaaa😭😭
total 1 replies
partini
good story
Nalara amora: ahhhhhh makasihh kaaa😄🤭🤭
total 1 replies
partini
busettt agresif sakleeee angel ini pura ' nih ceo ga mau di kokop 🤭
aduh mau di apain si cegil jangan kokop pula biar liur najis angel ilang
ko bisa sih Thor angel bebas masuk apa ga ada bodyguard satpam gitu
Nalara amora: tebak hayoo kaa🤭🤭
total 1 replies
partini
ya elah di tuduh menggoda dasar CEO 1/2 ons ,,noh si angel datang jadikan pelampiasan emosi mu dasar CEO murahan
partini: esmosi aku thor🤭🤭 ,cegil ga boleh bersentuhan ma laki" lain eh dianya mah bebas grepek"😂
total 2 replies
Nalara amora
bagus bgt nih cerita nya, rekomendasi buat yg pengen baca yg manis manis plus ada tom and jary nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!