NovelToon NovelToon
Cinta Pertama Tuan Mafia

Cinta Pertama Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Nikah Kontrak / Cintapertama
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sunshine_2

"Lepaskan tanganmu, jangan sampai tangan lunakmu ini sedikit saja menyentuh tubuhnya atau sampai menyakitinya!" ucap seorang pria menepis tangan penjaga dengan tatapan tajam dan dingin.

Pria itu langsung menarik Sera dan memeluk tubuhnya menatap lembut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sunshine_2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Pulang Altas dengan raut wajah penuh amarah namun mencoba baik-baik saja di hadapan Sera. Sera yang paham dengan ekspresi Altas yang sedang tidak baik-baik saja pun mencoba membelai lembut kepala Altas lantas bertanya apa yang telah terjadi.

"Sepertinya, suamiku ini sedang tidak baik-baik saja?"

Senyumnya menyuruh Sera duduk di pangkuannya dan memeluk erat tubuh Sera sebagai penyejuk untuk meredakan emosinya.

"Kenapa sayang?"

Altas hanya menggelengkan kepala mengatakan kalau ia hanya lelah menghadapi orang-orang yang ia temui tadi karena perdebatan tadi hanya berisi ancaman-ancaman saja.

"Tapi kamu baik-baik saja kan?"

Angguk Altas seolah mengatakan jika ia baik-baik saja dan tidak menjelaskan apa yang terjadi padanya dan Ivana karena takut jika mengganggu kehamilan Sera, ia tidak ingin sang istri dan anaknya mengalami masalah jika Sera terlalu memikirkan hal yang berat terus-menerus. Seperti yang dikatakan dokter jika kehamilan Sera masih sangatlah muda dan tidak boleh terganggu dengan banyaknya pikiran yang bisa membahayakan nyawa bayi mereka.

...

Hari demi hari berlalu hidup Altas dan Sera di penuhi dengan kebahagian tiap harinya, hingga beberapa Minggu Ivana mendapatkan kabar jika ternyata istri Altas itu juga sedang hamil. Tak menunggu lama, ia pun langsung melancarkan akinya dengan memaksa masuk datang ke rumah Altas sambil berteriak seperti orang gila.

"Maaf nyonya, tuan Altas tidak mengizinkan orang lain masuk ke rumah ini."

"Jangan mencoba menghalangiku, aku datang untuk bertemu dengan Altas."

"Jangan paksa kami untuk menyakiti wanita nyonya, jadi pergilah sebelum kami melakukan sesuatu."

Ivana terus berteriak dan memaksa sampai akhirnya Altas dan Sera keluar. Altas keluar dengan nada amarahnya mendengar teriakan Ivana yang menggelegar sampai ke dalam rumahnya. Ia pun meminta Ivana untuk menutup mulutnya karena berlaku tidak sopan saat masuk ke dalam rumahnya.

"Ini rumah saya, jangan kau samakan seperti di dalam hutan yang mana kau bisa berteriak sesuka hatimu. Aku sudah tidak ada urusan dengan kau Ivana, jadi pergilah dari tempat ini."

Senyum licik Ivana, "Haha apa kau bilang, tidak ada urusan?. Urusan kita belum selesai Altas, lihat tindakanmu ini. Aku hamil anakmu!" tekan Ivana mengejutkan semua orang yang ada di situ terutama Sera dan para pelayan seramta penjaga yang mendengar.

Mereka pun dibuat terdiam tak percaya jika Altas melakukan hal seperti itu. Dan Altas kembali meminta Ivana untuk tidak berbicara omong kosong dan menutup mulutnya karena ia sama sekali tidak melakukan hal seperti yang di tuduhkan Ivana.

Lantas Ivana pun memberi bukti hasil tes yang menandakan positif. Altas kembali membantah dan mengatakan kalau mungkin saja anak yang di kandung Ivana adalah anak orang lain.

Tak berhenti disitu, Ivana pun menunjukan sebuah bukti foto saat mereka bermesraan pada Altas dan Sera. Melihat foto-foto itu pun badan Sera seolah lemas terduduk tak percaya.

"Apa ini, kau menghianatiku?" ucap Sera.

Altas pun mencoba membantu Sera berdiri, namun Sera menolak bantuan Altas dan meminta Altas untuk tidak menyentuhnya.

Bisik-bisik para pelayan tak percaya jika tuan Altas melakukan itu pada Sera, karena dimatanya Altas adalah seseorang yang setia dan sangat mencintai Sera.

"Kau bilang kau mencintaiku, tapi apa?. Kau menghianatiku, bahkan wanita lain saja bisa mengandung anakmu!"

"Tidak sayang, aku tidak melakukan itu. Aku dijebak!" mencoba menjelaskan pada Sera.

"Diam!. Aku tidak ingin mendengar apapun" berlari Sera ke masuk ke dalam kamar dengan air mata yang mengalir.

Melihat keadaan Sera membuat Altas begitu marah pada Ivana, memegang keras tangan Ivana dan mengarahkan sebelah tangannya ke leher Ivana.

"Aku tau kau menjebakku Ivana!. Dan jika terjadi sesuatu pada Sera, aku tidak akan tinggal diam."

Senyum licik Ivana mengatakan pada Altas jika ia ingin menghabisinya cukup habisi saja, namun ia tetap tidak menyangkal kalau anak yang dikandungnya adalah anak Altas.

"Kau itu wanita licik Ivana, apapun bisa kau lakukan untuk sesuatu yang kau inginkan!"

Melempar keras tangan Ivana dan meminta para penjaga mengusir Ivana lalu masuk.

"Kau bisa mengusirku Altas, tapi lihat saja aku tidak akan tinggal diam. Dan jangan lupa jika aku sedang mengandung anakmu!"

Altas pun segera menyusul Sera ke kamar atas, di mana di dalam kamar di balik pintu Sera menangis tersedu tak percaya jika Altas yang terlihat mencintainya bisa melakukan penghianatan seperti itu.

"Kau yang mengejar ku, kau mencoba membuktikan jika kau mencintaiku. Tapi setelah aku menaruh harapan dan perasaan lebih padamu kau justru menghianatiku Altas!"

"Aku sedang mengandung anakmu, tapi ada wanita lain yang juga mengandung anakmu."

Saat tiba di depan pintu kamar Altas pun meminta Sera untuk membuka pintu yang dikuncinya dari dalam sambil menjelaskan dan dengan tegas mengatakan kalau ia bersumpah tidak menyentuh Ivana apalagi sampai melakukan hal di luar batas.

"Aku dituduh sayang, tolong buka dulu pintunya. Percayalah padaku."

"Tapi Ivana punya bukti serta foto mesra kalian berdua. Aku tidak percaya padamu!" sambil menangis.

"Aku tidak sadarkan diri sayang, tapi aku bersumpah kalau aku tidak melakukan hal itu!"

"Bersamanya kau tidak sadarkan diri, dan tidak menutup kemungkinan jika Ivana memang mengandung anakmu!"

Altas pun mengatakan pada Sera ia berjanji akan membuktikan pada istrinya itu jika yang ia katakan benar adanya dan meminta Sera untuk membuka lebih dulu pintu kamar.

"Pergilah, tinggalkan aku. Aku tidak ingin menemui mu."

"Sayang."

Sera hanya terdiam menangis duduk di balik pintu. Corleo yang baru pulang dari urusan bisnis pun langsung menghampiri Altas saat mendengar keributan dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi. Singkat Altas menjelaskan apa yang terjadi pada Corleo, dan penjelasan Altas itu membuat Corleo syok.

"Apa benar kak, apa yang kakak lakukan!"

Altas kembali menyangkal kalau ia yakin tidak melakukan itu pada Ivana, ia hanya dijebak dan Ivana mencoba memanfaatkan keadaan. Corleo pun meminta Altas untuk membiarkan kakak iparnya itu sendiri dulu, karena ia pastinya membutuhkan waktu untuk tenang.

Di sebuah ruang, Altas dan Corleo berbincang-bincang membahas tentang masalahnya tadi. Altas pun menjelaskan di beberapa Minggu yang lalu saat terakhir pertemuan bisnis memang sempat ia tak sadarkan diri di sebuah ruang bersama Ivana.

Ia tak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi Altas meyakini ia tak melakukan hal seperti itu.

"Kau tau aku kan Corleo, selama ini jangankan untuk melakukan hal itu, bahkan saat seorang wanita mendekat saja aku selalu menjauh. Bagaiman bisa hal itu terjadi jika Ivana tidak menjebakku."

...

1
Sunshine_2
Hai guys bantu dukung karya pertama aku ya, dengan like, komen, subscribe dan boleh kasih tip juga ya, terimakasih 🥰.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!