NovelToon NovelToon
Lorenzo Stepbrother'S Obsession

Lorenzo Stepbrother'S Obsession

Status: tamat
Genre:Angst / Beda Usia / Teen / Teen Angst / Keluarga & Kasih Sayang / Cintamanis / Tamat
Popularitas:62.1k
Nilai: 5
Nama Author: _yan08

Bagaimana jika kamu menyukai adik tirimu sendiri? Itulah yang di rasakan oleh Renzo pemuda tampan yang begitu menggilai adik tirinya yang begitu manis dan polos.

"Keluar selangkah lagi, besok kamu gak akan bisa berjalan lagi. Baby!"

Renzo mengendus leher adik tirinya yang sudah menangis ketakutan.
"No, Abang jangan lakuin itu ...,"
tangisan, permohonan adik tirinya begitu candu bagi Renzo, dirinya akan semakin dominan jika adik tirinya menangis memohon ampun di bawahnya!
"You're driving me crazy darling!"

. . .

"ini salah, kita saudara, kita tidak boleh seperti ini!"
Menghadapi fantasi gila Abang tirinya membuat Nazila hampir hilang arah, hidupnya merasa tidak tenang!

baca dulu 10 bab 😁 biar tau alurnya 🤓🥀🙃💐

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon _yan08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter. 30

Pagi harinya Nazila sekeluarga pergi ke makam ayahnya Nazila atas permintaan gadis itu kemarin, kecuali Lorenzo dia sudah harus balik ke kampus karena ini hari terakhirnya melakukan KKN di sekolahnya Nazila.

"Udah siap sayang?" tanya Joana di kursi depan.

"Udah mom." Jawab Nazila lalu mobil itu berjalan menuju makan, mereka bertiga tidak menggunakan sopir karena kali ini yang mengemudi Fathur sendiri.

Tiga puluh menit perjalanan akhirnya mereka sampai, Nazila segera di papah menuju makam sang ayah, mereka berdoa berbeda dengan Nazila yang hanya terdiam diri.

"Mom, sama dad, bisa nunggu di mobil, Zila mau di sini sebentar," pinta Nazila menyuruh pergi kedua orangtuanya secara halus.

"Baiklah, kalo ada apa-apa kamu bisa langsung panggil mommy." Joana dan Fathur akhirnya pergi meninggalkan Nazila di samping makam mantan suaminya.

Nazila duduk menatap sedih ke arah gundukan tanah yang sudah di tumbuhi rumput. "Apa kabar ayah? Zila datang lagi nih," ucapnya menahan tangis. "Sebenarnya Zila malu yah, buat datang ke sini, karena udah ngelanggar nasihat ayah," air matanya jatuh bergeritikan tak terhenti.

"Zila malu, Zila udah rusak ayah, bahkan perasaan brengsek ini menginginkannya ayah ...." Nazila memukul pelan dadanya menahan sesak. "Zila udah bukan anak gadis lagi ayah, Zila kotor, pasti ayah marah kan liat Zila seperti ini?" tanyanya mengusap nisan yang sudah berlumut itu. "Maafin Zila, Zila udah gak tau harus gimana lagi, apa Zila kabur aja dan menjauh dari mommy?"

"Maksud kamu apa sayang? Kenapa kamu mau tinggalin mommy? Kamu gak nyaman selama ini?" pertanyaan beruntun di belakang membuat tubuh Nazila menegang ketakutan.

Apa mommynya mendengar semua ucapannya? Gawat. "Bu-bukan gitu mom, mommy salah denger," panik Nazila menatap takut ke arah mommynya.

"Lalu apa maksudmu yang ingin meninggalkan mommy Zila? Siapa yang mengganggu mu hah? Bila sama mommy Zila?!" Joana berteriak mengguncang kedua bahu putrinya kencang.

"Mommy tenang, Zila gak akan kemana-mana kok, mommy cuma salah dengar, sebenarnya Zila cuma mau menginap di rumahnya Liana itu aja kok mom," terpaksa Nazila harus berbohong menumbalkan Liana.

Joana berteriak panik sehingga Fathur ikut berlari menuju mereka. "Ada apa Joana kenapa kamu berteriak, hem?" Fathur ikut panik saat melihat istrinya menangis tersedu-sedu begitu. "Nazila ada apa dengan mommymu, kenapa dia menangis seperti ini?" tanya Fathur.

Nazila menggeleng. "Mungkin mommy cuma kecapean dad, lebih baik kita pulang, udah siang juga." ucap Nazila mengajak kedua orang tuanya.

Joana hanya menangis melihat anak gadisnya berjalan mendahuluinya, kali ini dirinya tak kan diam saja, siapa yang sudah membuat anak gadisnya seperti itu.

* * *

"Semenjak kau mempunyai ibu baru kau semakin kurang ajar saja ya sialan!" desis seorang wanita tua menatap tajam seorang pemuda jangkung di depannya ini. "Gara-gara ibu tirimu yang brengsek itu, suami saya jadi kena pecat sialan!" sergahnya menatap berang.

Pemuda itu berdecih sinis. "Kenapa? Apa bajingan itu sudah ketahuan kedoknya?" senyumnya menatap remeh pada wanita tua di depannya ini.

"Saya tidak mau tau bagaimanapun kau harus membuat suamiku masuk lagi ke perusahaan pria bajingan itu, bila perlu kau tuduh saja ibu tirimu bahwa dialah yang telah melakukan korupsi!" ucapnya dengan nada remeh dan enteng seperti tidak ada beban.

Pemuda itu tertawa terbahak-bahak menatap wanita yang selama ini menjadi ibunya yang sangat ia benci. "Kenapa tidak kau lakukan sendiri saja mami, aku ingin melihat bagaimana usahamu jika tanpaku!" sinisnya menatap remeh balik.

Plak

"Setidaknya berterimakasih kepadaku anak sialan karena sudah melahirkan mu! Jadi beginilah caramu balas Budi kepadaku, hah!" teriak Selen begitu marah pada anaknya.

"Memangnya siapa yang ingin di lahirkan dari wanita haram seperti mu hah! Gue bahkan gak sudi menyebut anda ibu, sialan!" balas Lorenzo berteriak kencang di depan wajah ibunya.

Selen memejamkan matanya. "Berani kamu melawan saya hah! Saya ini ibu kamu Lorenzo, apa begini cara pria bajingan itu mendidikmu hah!?"

Lorenzo hanya tersenyum sinis lalu pergi, jika di ladeni akan semakin panjang urusannya, tak lupa juga dirinya memberi selembaran uang pada wanita paruh baya itu, jika tak mengingat itu ibunya sudah ia hajar hingga menggali kuburnya sendiri.

Selen mengambil selembaran uang itu, lalu ikut pergi, dirinya yang terpenting uang karena suaminya sekarang menjadi pengangguran, akibat di pecat di kantor.

* * *

Lorenzo pergi ke cafe tempat teman-temannya yang sudah berkumpul, sesampainya di sana dirinya di sambut seperti biasa.

“Minum dulu Ren, nih udah gue pesanin!” ujar Liam menyodorkan segelas minuman manis pada dirinya.

“Thanks!”

“Abis dari mana, kok gak masuk tadi?” tanya Veroza membuka pembicaraan.

“Abis temuin seseorang!” jawabnya seadanya.

Veroza dan Liam mengangguk mengerti. “Btw gimana hubungan Lo sama adik tiri Lo?” tanya Liam tiba-tiba.

Lorenzo yang mendengar itu menyerngit bingung ‘’tumben sekali menanyakan hal pribadi semacam itu. “Gak gimana-gimana,” jawabnya.

Liam menghela nafas sejenak. “Sorry jika pertanyaan gue yang barusan bikin Lo gak nyaman, tapi Ren …”

Liam terlihat bimbang akan ucapan yang akan dirinya sampaikan. “Lo gak ada niatan gitu buat mutusin hubungan Lo sama adik tiri Lo?”

Veroza yang mendengar itu segera menendang kaki Liam yang berada di bawah meja. Melototinya seolah mengatakan ‘habis Lo!

Lorenzo yang mendengar hal itu hanya menatap Liam sekilas, jika di ingat hubungannya memang tidak baik-baik saja saat ini, apalagi dengan sikap waspada ibu tirinya.

“Udah Ren, makan aja gak usah di dengerin, gue tau kok Lo cinta sama adik tiri Lo, jadi lanjutin aja, jangan dengerin omongan si Liam kampret!” pungkas Veroza tersenyum sekilas.

Liam memutar bola matanya malas, dasar sesat! Batinnya penuh kekesalan. Apalah nih anak.

1
Rookie.. ~
Mampir kak
Rina Agustina
walaupun Mak bapaknya nikah, mereka juga halal kok menikah, krna GK sedarah ..ak udah pernah baca..
Qaisaa Nazarudin
Sebenarnya gak rumit,mereka cuman adek beradek tiri,gaknada hubungan darah,Kenapa menyulitkan hal yg gampang,itu berbalik kemanusia itu sendiri..
Qaisaa Nazarudin
Lha ceritanya siapa thor?? kok kayak gak nyambung gitu?? flashback ya? tapi siapa?🤔🤔🤔😇😇
Qaisaa Nazarudin
Ntar gak sengaja ketemu Nazila malah langsung naksir nih..Mampos yg bakar tuh sekolah..😂
Qaisaa Nazarudin
Kamu pikir mommy dan daddy kamu percaya apa yg kamu aduin,Yg ada kamu yg kenak marah..
Qaisaa Nazarudin
Abangnya nih jenis Teh celup kali,udah biasanya,makanya adek sendiri dia embat..
Qaisaa Nazarudin
Lagian Nazila ngenyel banget,Udah tau Renzo Tempramen kek gitu,masih aja sok membangkang..Renzo juga kenapa sih kejam banget..
Qaisaa Nazarudin
Ogeb..Yang ada bukannya di jaga,Malah di Mangsa..Ninggalin anak yg gak ada ikatan darah..
Qaisaa Nazarudin
Pantesan temen2 di sekolah lama bilang dia sok polos,Gampang banget di bawak oleh siapa saja,Padahal baru aja kenal
Qaisaa Nazarudin
Cepat banget tidurnya,Bisa ya gitu 🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Bukan adik sedarah..
Qaisaa Nazarudin
B2 itu kelas apa? kelas berapa? 🤔🤔
Reni Anjarwani
saysng bgt ngak bisa bersatu
🔵♨ˢᶜѕ⍣⃝✰❤️⃟Wᵃf₭Ⱡ₳Ɽ₳♕⃟ᶜᶻⱽ🍇
sayang banget ceritanya sad ending..., /Cry/ hanya diakhiri dengan perpisahan yang dipaksakan /Shame/
Ramma Dharma
yah,udah end.sad ending 😭
Teteh Lia
Fathur, Daddy yang baik..
Teteh Lia
Awal bab aja udah bikin aq suka.. langsung aq subscribe kak 🙏
Yan🌾: Makasih kakak 🙏🏻🙏🏻🔥🔥
total 1 replies
Reni Anjarwani
doubel up
Neneng Dwi Nurhayati
double up kak..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!