Melalui dinding yang seolah lenyap itu, Chen bisa melihat dengan sangat jelas interior kamar Mei. Dan yang membuat jantungnya hampir melompat keluar dari dada adalah, ia bisa melihat area kamar mandi kecil di dalam sana. Pintu kamar mandinya pun tembus pandang.
Di dalam sana, Mei sedang berdiri di bawah kucuran air shower. Tanpa sehelai pakaian pun.
Chen terpaku di tempatnya, tenggorokannya mendadak kering. Setiap lekuk tubuh tetangganya itu, bulir-bulir air yang mengalir di kulitnya, bahkan warna rambutnya yang basah terlihat dengan detail yang luar biasa jernih. Kemampuan matanya seolah menembus batas ruang dan privasi yang ada.
Chen buru-buru menutup kedua matanya dengan telapak tangan, napasnya memburu, dan wajahnya memerah padam sampai ke telinga.
“A-apa yang terjadi dengan mataku?!” batin Chen menjerit panik sekaligus tidak percaya. “Apakah kakek semalam… benar-benar nyata?”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Markario Putra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23: Jebakan Sempurna dan Hitung-hitungan sang Dewa Giok
Melihat keyakinan mutlak di mata Chen, Liu akhirnya menarik napas dalam-dalam dan memilih untuk percaya sepenuhnya pada sahabatnya. Ia melangkah maju menghadapi Long Wang dengan dagu terangkat, menyembunyikan senyum licik yang mulai terbentuk di sudut bibirnya.
"Long Wang!" seru Liu lantang. "Kau ingin lahan ini, bukan? Baiklah. Aku akan menjualnya kepadamu sekarang juga, tetapi harganya bukan seratus juta yuan lagi. Karena kau sudah membuat kekacauan di barku dan mengganggu ketenangan tempat ini, harganya naik menjadi seratus lima puluh juta yuan tunai! Ambil atau silakan angkat kaki!"
Long Wang sempat tertegun mendengarnya. Sifat curiganya sempat muncul, bingung mengapa Liu yang tadinya begitu keras kepala mendadak setuju untuk menjual lahan berharga ini. Namun, kesombongan dan ambisi buta Keluarga Wang mengalahkan akal sehatnya. Bagi Long Wang, jika ia berhasil merebut lahan masa depan Keluarga Liu ini, reputasi bisnisnya akan melambung tinggi.
"Hahaha! Tuan Muda Liu, ternyata nyalimu hanya seharga uang!" cemooh Long Wang dengan tawa meremehkan. "Keluarga Wang tidak pernah kekurangan uang. Seratus lima puluh juta yuan? Kecil! Transaksi sah, lahan ini sekarang milikku!"
Setelah dokumen darurat ditandatangani di kap mobil dan transfer dana kilat diverifikasi, Long Wang menatap Liu dan Chen dengan pandangan menghina. "Selamat menikmati uang receh ini, Tuan Muda Liu. Dan untukmu, anak muda misterius... bersiaplah, karena setelah urusan tambang ini selesai, aku akan mengurus perhitungan kita semalam."
Setelah melontarkan ancaman itu, Long Wang dan pasukannya pergi dengan tawa kemenangan yang menggema.
Strategi Kebangkrutan Dua Bulan
Begitu mobil Keluarga Wang menjauh, kepalan tangan Liu gemetar karena menahan emosi. "Chen, bajingan itu baru saja menghinaku! Sekarang, jelaskan padaku sejelas-jelasnya sebelum aku mati penasaran karena menjual aset terbaik keluargaku!"
Chen terkekeh, lalu menepuk pundak Liu dan mengajaknya masuk ke dalam mobil mewah mereka. "Tenang, Liu. Masuklah dulu. Aku jamin, tidak sampai dua bulan, lahan yang baru saja kita jual itu akan kembali lagi menjadi milikmu dengan harga yang jauh lebih murah."
Mobil mulai melaju meninggalkan area tambang. Di dalam kabin yang tenang, Chen mulai membeberkan analisis laboratorium yang ia lihat langsung dengan mata tembus pandangnya.
"Liu, setelah membeli lahan ini seharga seratus lima puluh juta yuan, kas tunai Keluarga Wang pasti akan menipis drastis. Padahal, untuk memulai operasional tambang berskala besar, mereka tetap membutuhkan dana segar yang tidak sedikit," jelas Chen tenang.
"Tapi Chen, bukankah di sana ada batu giok langka? Mereka tinggal menggalinya dan menjualnya untuk menutupi biaya operasional," sanggah Liu bingung.
Chen tersenyum tipis. "Di situlah letak jebakannya. Memang benar cadangan batu giok langka di lahan itu masih ada. Tapi dengan mataku, aku bisa melihat bahwa jaraknya sangat, sangat dalam menembus kerak bumi paling keras. Untuk mencapai titik giok langka itu, mereka membutuhkan biaya operasional awal dan alat berat khusus yang nilainya mencapai seratus lima puluh juta yuan lagi! Sementara itu, batu mentah giok lapis atas yang tersisa di tambang tersebut nilainya sangat minim, bahkan tidak sampai seratus juta yuan jika ditotal."
Chen menyandarkan punggungnya di jok kulit mobil. "Kesimpulannya, mereka akan kehabisan modal di tengah jalan sebelum berhasil menyentuh giok langka tersebut. Pada akhirnya, karena terlilit utang operasional, mereka terpaksa harus menjual lagi lahan itu dalam waktu dekat. Dan saat itu terjadi, kita yang akan membelinya kembali dengan harga separuh dari yang mereka bayar hari ini. Mereka akan bangkrut tujuh turunan karena kesombongannya sendiri."
Emas Tersembunyi di Lahan Sampah
Mendengar kalkulasi yang begitu mengerikan dan detail dari Chen, mulut Liu ternganga lebar. Ia menatap Chen seolah-olah sedang melihat monster dalam wujud manusia. "Astaga... Kamu benar-benar iblis dalam berbisnis, Chen. Tapi tunggu, lalu bagaimana dengan lahan sampah milik keluarga Tang di tepi sungai tadi?"
Mata Chen mendadak berdesir hangat saat ingatan tentang struktur molekul di bawah sungai kembali terbayang di otaknya.
"Itulah kejutan terbesarnya, Liu," ucap Chen dengan binar mata penuh gairah. "Di lahan yang disebut para ahlimu sebagai 'lahan sampah' milik keluarga Tang itu, kandungan batu giok berkualitas tinggi senilai ratusan juta yuan justru sangat melimpah! Memang letaknya terkubur cukup dalam di bawah aliran sungai kuno, tetapi struktur tanah di sana sangat lunak. Biaya penggaliannya mungkin hanya butuh sekitar sepuluh juta yuan, dan biaya pengangkutannya pun sangat murah, hanya sekitar lima juta yuan per ton karena lokasinya yang langsung berbatasan dengan akses jalan raya!"
Liu mencengkeram kemudi mobilnya dengan erat, jantungnya berdegup sangat kencang karena terlalu bersemangat. "Bagaimana bisa... Bagaimana bisa semua ahli melewatkan hal itu dan kamu tahu semuanya secara detail, Chen?!"
Chen hanya tersenyum misterius, menunjuk ke arah kedua matanya sendiri. "Aku akan menjelaskan padamu nanti malam tentang bagaimana aku bisa mengetahui semua ini secara akurat. Intinya untuk sekarang, sebelum Keluarga Wang atau kolektor lain mencium hal ini, kita harus bergerak cepat. Liu, hubungi keluarga Tang sekarang juga! Kita beli lahan tepi sungai itu sebelum matahari terbenam hari ini!"