Seorang Dokter Jenius terlahir kembali menjadi Yang Yang, seorang gadis kecil 7 tahun yang sangat lucu, Menjadi kesayangan Ayah CEO yang dingin dan Kakak yang sangat jenius. Kemampuan medis yang dimilikinya dapat menyembuhkan Keluarganya dan orang-orang disekitarnya. Yang Yang selalu menjadi kebanggaan keluarga. Sementara itu ibu tiri dan saudari tirinya yang selalu berniat jahat kepada Yang Yang selalu gagal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmawati18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
"Ibu, Kakak, Kakak!" Ucap Yan Miao.
Xiao yang mendengar itu pun sontak menutup mulutnya tidak percaya, kini putranya sudah bisa bicara dan tidak bisu lagi.
"Anakku,,,anakku!! Kamu sudah bisa bicara, sudah bisa panggil ibu?" ucap Xiao, ia menangis dan memeluk erat tubuh Yan Miao.
"Ibu, Kakak, Kakak!" ucap Yan Miao lagi.
"Anakku" Xiao menangis lagi.
"Bibi, jangan menangis. Barusan Yan Miao memanggilku kakak!" ucap Yang Yang.
"Dia juga memanggilku kakak! Yan Miao akan menjadi anak yang cerdas" ucap Devin juga.
Xiao mengusap air matanya, tapi tangisnya belum berhenti. Ia menatap Yan Miao lekat-lekat seakan takut kalau ini cuma mimpi.
"Ya Allah... 5 tahun aku menunggu hari ini. 5 tahun..." bisiknya sambil menciumi pipi Yan Miao berkali-kali.
Yan Miao mengernyit kecil, lalu mengulurkan tangannya yang mungil dan mengelus pipi Xiao. "Ibu... jangan nangis."
Kalimat itu membuat Xiao pecah lagi. "Iya sayang, Ibu gak nangis. Ibu bahagia."
Yang Yang dan Devin saling pandang. Devin menggaruk kepalanya canggung. "Tuh kan... aku bilang juga apa. Yan Miao pinter. Tadi pas Yang Yang menekan titik di lehernya, aku liat matanya langsung terang."
Yang Yang tersenyum tipis. Ia berjongkok di depan Yan Miao dan mencubit pipinya pelan. "Pintar. Coba panggil Kakak sekali lagi?"
Yan Miao menoleh ke Yang Yang, lalu ke Devin, dan tersenyum lebar. "Ka-kak! Kakak!"
Devin langsung heboh. "Dengar itu?! Dia manggil aku juga! Berarti aku kakak favorit!"
Yang Yang mencubit lengan Devin. "Favorit apanya. Tadi jelas dia manggil aku duluan."
Xiao tertawa di sela tangisnya. Untuk pertama kalinya dalam 5 tahun, rumah ini rasanya hidup lagi.
"Yang Yang, Nenek mu sering membahas tentang mu. Tapi Bibi tidak percaya. Bibi mengira kalau nenekmu hanya membual saja. Tapi setelah kamu menyembuhkan Miao Miao-ku, bibi percaya kamu adalah bintang keberuntungan di keluarga Pratama" jelas Xiao memegang kedua pipi Yang Yang.
Xiao sangat bahagia melihat putranya sudah bisa bicara seperti anak-anak lainnya.
"Yang Yang, sejak kamu datang ke keluarga Pratama, Insomnia ibuku sembuh, Kakak mu juga sudah bisa berdiri, sekarang Miao Miao-ku juga sudah bisa bicara. Kamu benar-benar Bintang keberuntungan kami semua. Yang Yang tetap lah jadi bintang keberuntungan untuk keluarga Pratama" jelas Xiao tidak henti-hentinya memuji keponakannya itu.
"Yang Yang! Devin! Bibi punya hadiah besar untuk kalian berdua. Tapi Bibi belum bisa memberikannya sekarang. Tapi Bibi akan memberi bocoran, ini akan membuat kalian terkejut bahkan sampai jantungan!" ucap Xiao membuat kedua keponakannya itu penasaran.
Sementara dilain tempat, Nenek Sari merasa hari-harinya begitu sangat hampa tanpa kehadiran kedua cucu kesayangannya itu. Ia sedang duduk merenung menunggu kepulangan Yang Yang dan Devin.
"Nenek!" panggil Zhuzhu.
Nenek Sari menoleh dan memperbaiki kacamatanya, penglihatannya kurang jelas ia mengira yang datang itu Yang Yang.
"Yang Yang"! Ucap Nenek Sari sambil memperbaiki kacamatanya.
Zhuzhu mendekat dengan membawa baskom yang berisi air hangat. "Nenek, ini Zhuzhu!".
"Zhuzhu nenek akan tidur. Kenapa kamu kemari selarut ini?" tanya Nenek Sari.
"Zhuzhu membawa air hangat untuk merendam kaki nenek" ucap Zhuzhu dan meletakkan baskom yang berisi air hangat. Ia memasukkan kaki neneknya ke dalam baskom itu dan memijatnya lembut.
"Bau kaki nenek tua bangka ini sangat menjijikan. Setelah ini aku harus mensterilkan tanganku dengan alkohol" Batin Zhuzhu.
"Nenek, kemarin pijatan Zhuzhu kurang enak. Tapi sekarang aku sudah belajar, pasti pijatanku kali ini akan terasa enak" jelas Zhuzhu.
Nenek Sari tersenyum ke arah Zhuzhu. "Kamu sangat perhatian".
Zhuzhu mengangkat pandangannya, "Kalau begitu, apa boleh Nenek tambahin uang jajan ku. Aku mau membeli beberapa gaun baru. Tiga ratus juta saja perbulan sudah cukup kok Nenek".
Seketika raut wajah Nenek Sari berubah. Ia mengeluarkan kakinya dari baskom itu.
"Yang Yang sudah menghasilkan beberapa produk baru, dan itu sangat laris. Setiap bulan dia memberikan uang jajan untuk nenek. Sedangkan kamu malah minta tambahan uang jajan. Kamu harus banyak belajar dari kakak mu!" ucap Nenek Sari.
"Nenek Jelas-jelas pilih kasih. Nenek hanya sayang sama Yang Yang saja" ucap Zhuzhu kesal.
"Renungkanlah dirimu itu, Tadinya Nenek mau bilang kalau Zhuzhu sudah dewasa" Nenek Sari berdiri dan meninggalkan Zhuzhu sendirian di ruang tamu.
Zhuzhu tampak begitu sangat kesal. Di ruang tamu yang luas itu ada dua pelayan yang sedang berbincang.
"Hei, kamu tahu tidak? Nona Yang Yang memberiku Pil awet muda nya secara cuma-cuma. Dia itu sangat murah hati" ucap salah seorang pelayan yang selalu melayani Yang Yang.
"Aku iri padamu, aku melayani Nona Zhuzhu tapi tidak pernah di kasih apapun. Malahan hanya sering disuruh-suruh saja. Aku juga pengen rasanya jadi pelayan Nona Yang Yang" lanjut pelayan yang selalu melayani Zhuzhu.
Zhuzhu yang mendengar semua itu pun merasa sangat kesal. Ia berlari masuk ke kamarnya dan menghamburkan semua baju-bajunya.
"Yang Yang, aku membencimu. Dasar anak Kampung, Anak jalang!!" ketus Zhuzhu.
Lu Xie masuk ke kamar putrinya itu, ia melihat Zhuzhu menghambur-hamburkan semua pakaiannya. Lu Xie mendekati putrinya itu.
"Zhuzhu siapa lagi yang menindas mu?" tanya Lu Xie pada putrinya itu.
"Yang Yang! Yang Yang! Kenapa semua orang menyukai si anak kampung itu. Aku benci padanya" kesal Zhuzhu.
"Zhuzhu dengarkan ibu! Kamu tenang saja, aku akan menyingkirkannya. Bukan cuman Yang Yang, tapi ibu juga akan menyingkirkan Kakaknya" Lu Xie tersenyum licik.
"Lihat saja nanti Yang Yang dan Devin! Mereka akan meninggal saat perjalanan pulang. Dengan begitu tidak akan ada lagi yang menyaingi mu untuk menjadi pewaris satu-satunya keluarga Pratama" jelas Lu Xie pada putrinya.
Raut wajah Zhuzhu seketika berubah menjadi senyum licik.
Keesokan harinya, Devin dan Yang Yang sedang dalam perjalanan pulang. "Kakak, kita sudah dua hari di rumah bibi. sekarang kita akan kembali ke rumah dan bertemu dengan Ayah dan Nenek" ucap Yang Yang.
"Iya Adik!" ucap Devin tersenyum.
Tiba-tiba saja.
Brukk
Suara tabrakan mobil. Devin dan Yang Yang mengalami kecelakaan. Mereka berdua tergeletak di tengah jalan dan berlumuran darah.
"Adik!!" teriak Devin dengan sisa tenaga.
Dunia terasa berputar. Telinganya berdenging. Yang Yang tergeletak beberapa meter darinya, bajunya basah oleh darah. Matanya masih terbuka, tapi pandangannya kosong.
"Kakak... sakit..." suara Yang Yang pelan sekali, hampir tidak terdengar.
Devin merangkak dengan satu tangan, tangan satunya patah dan tidak bisa digerakkan. "Bertahan Adik, jangan pejamkan mata! Kakak ada di sini!"
Sementara mobil yang menabrak mereka pun sudah kabur.
lanjut up lagi thor