NovelToon NovelToon
Tidurkan Aku

Tidurkan Aku

Status: tamat
Genre:Single Mom / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:82.8k
Nilai: 4.7
Nama Author: Lalu Unaiii

Liam tidak pernah merasakan cinta sebelum bertemu dengan Lyra Maharani, perempuan yang masih terikat dengan masa lalunya hingga membuat Liam meradang lantaran cintanya tak kunjung disambut oleh Lyra.

"Menikahlah denganku." -Liam Malik

"Saya tidak bisa."-Lyra Maharani.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lalu Unaiii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 30

“M-mama tidak bersalah Om..o-orang jahat itu, memukul Mama dan.. dan.. mendorong Mama sampai jatuh lalu kepala Mama berdarah...Hiks..”

Sofia bercerita disertai tangisannya yang masih belum reda. Wajah gadis kecil itu basah karna keringat bercampur air mata. Saat ini dia sedang duduk di atas ranjang rumah sakit setelah diperiksa oleh dokter.

“Sudah, Sofia tenang, Mama Sofia akan baik-baik saja Om berjanji.” Liam berkata lembut. Dia membawa Sofia ke dalam pelukannya, mengelus lembut kepala Sofia dengan sayang. Sejak dia datang Sofia belum berhenti menangis sama sekali. Liam sedikit khawatir, takut jika itu akan memengaruhi kesehatan Sofia, hingga Liam meminta dokter untuk memeriksanya beruntung dokter mengatakan jika saat ini Sofia baik-baik saja dan hanya sedikit syok.

Liam mengecup kepala Sofia lama. Tangisan Sofia entah mengapa memicu kemarahan di dalam hatinya. Dia tidak suka melihat bocah dalam pelukannya ini menangis.

Liam menepuk-nepuk pelan punggung Sofia, persis seperti yang sering Lyra lakukan padanya. Sofia sedikit tenang meski masih sedikit sesenggukkan tangisannya sudah sedikit reda.

“Apa Mama akan baik-baik saja?”

Sofia melerai pelukan Liam, gadis kecil itu bertanya dengan raut sendu.

Liam menganggu. Dia menyeka pipi Sofia yang basah oleh air mata, lalu merapikan rambut Sofia yang terlihat berantakan. Hidung, bibir dan alis Sofia memerah. Matanya sembab.

“Mama Sofia akan baik-baik saja.” Liam kembali meyakinkan Sofia. Liam meraih tangan kanan Sofia yang sedikit memar lalu menyentuhnya dengan ibu jarinya. Rahang Liam mengeras saat melihat itu, menurut Sofia dia mendapatkan luka itu saat membantu Ibunya yang ditarik oleh beberapa preman yang mencegat mereka di jalan.

Beberapa jam yang lalu Bi Mirah menghampiri Liam di kamarnya mengatakan bahwa Lyra dilarikan kerumah sakit lantaran mengalami kecelakaan. Saat itu Liam diserang panik. Dia segera melompat turun dari ranjang.

Awalnya Liam mengira Lyra mengalami kecelakaan lalu lintas, namun setelah sampai di rumah sakit Liam mendapati fakta bahwa Lyra dicegat oleh beberapa preman, perempuan itu dipukuli, hingga dia terjatuh dan kepalanya membentur sebongkah batu. Beruntung kejadian itu terjadi di sekitar kontrakan Camila.

Camila langsung berlari keluar saat mendengar ada suara keributan. Pasalnya keributan itu terjadi tidak lama setelah Lyra dan Sofia yang datang menjenguknya pamit.

Setelah melihat Lya yang terbaring di jalan dengan darah mengucur dari kepalanya Camila segera menghubungi ambulans untuk membawa Lyra ke rumah sakit terdekat dari kontrakannya.

Dalam perjalanan ke rumah sakit Camila menghubungi Bi Mirah untuk memberitahukan apa yang terjadi pada Lyra. Camila sedikit kaget Saat Bi Mirah mengatakan bahwa Liam ingin berbicara. Jadi sesuai perintah Liam, Lyra dibawa ke rumah sakit miliknya.

Liam sampai di rumah sakit tidak lama setelah Lyra memasuki unit gawat darurat.

Pihak rumah sakit langsung menangani Lyra dengan cepat. Bahkan beberapa perawat dan dokter sudah menunggu di depan rumah sakit sesaat sebelum ambulans sampai.

Sampai di rumah sakit Liam segera berlari menuju ruangan di mana Lyra sedang ditangani, kepanikan menguasainya. Laki-laki itu bahkan lupa jika sebelumnya dia sedang sakit. Bahkan badannya sekarang masih terasa hangat.

Sampai di depan ruangan Liam disambut oleh Sofia yang sedang menangis sesenggukkan, Camila dan beberapa perawat terlihat mencoba menenangkan bocah itu namun sepertinya percuma tangisan Sofia tetap tidak reda. Melihat kehadiran Liam, Sofia berhambur memeluk laki-laki tersebut, mengadukan apa yang mereka alami dengan suara sengau.

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya. Liam merasa dirinya berarti. Dia merasa dibutuhkan. Pelukan erat Sofia pada lehernya beberapa waktu yang lalu masih sangat terasa.

“Sofia istirahat ditemani tante Camila, Om akan memeriksa keadaan Mamamu.”

Sofia mengangguk lemah. Liam kemudian membantu Sofia berbaring, menarik selimut lalu mengelus lembut kepala gadis kecil itu.

Liam kemudian beranjak ke luar, menyuruh Camila yang sedari tadi menunggu di depan kamar rawat untuk menggantikannya menemani Sofia. Ada hal penting yang harus Liam urus.

***

Lyra hanya bisa menunduk dalam kala tatapan Liam tak henti-hentinya menyorot ke arahnya. Tatapan tajam Liam sudah seperti laser yang siap melubangi kepalanya.

Orang pertama yang Lyra lihat saat pertama kali membuka mata setelah sampai di rumah sakit adalah Liam. Laki-laki yang tidak pernah dia sangka akan mau menemaninya di rumah sakit saat ini.

“Jadi kamu berhutang pada mereka?”

Setelah cukup lama diam Liam akhirnya membuka suara. Kekhawatiran yang sebelumnya terlihat di wajahnya sudah terganti oleh guratan marah. Tatapan Liam terlihat dingin.

Lyra menggeleng pelan.

Liam mengangkat sebelah alisnya. Kemudian keningnya terlipat. Jelas para pereman itu mengatakan bahwa Lyra memiliki hutang pada mereka.

“Jangan berbohong.” Suara Liam yang terdengar tegas membuat Lyra mengangkat wajahnya membalas tatapan Liam.

Lyra kembali menggeleng membuat kepalanya terasa pening. Mata Lyra terlihat memerah. “Saya tidak kenal mereka, saya tidak pernah berhutang apa pun pada mereka. Saya bersumpah.”

Setetes air mata lolos dari mata Lyra. Perempuan itu menatap Liam sendu.

Melihat itu tatapan Liam berubah lembut. Dia lalu mendekat, menatap Lyra dengan lekat. Tangannya berusaha menyentuh tangan Lyra namun perempuan itu menolak.

“Lalu kenapa mereka mengatakan bahwa kamu berhutang pada mereka dan sudah beberapa bulan tidak dibayar. Jelaskan Lyra agar saya mengerti.” Liam menahan tangannya Lyra yang berhasil dia genggam.

Lyra mengusap pipinya yang basah karna air matanya. Dia menatap Liam sebentar kemudian menunduk, menatap tangannya yang sedang digenggam oleh Liam.

“Itu adalah hutang Harris, Ayah kandung Sofia.”

Liam terdiam. Perasaannya campur aduk mendengar Lyra menyebutkan nama laki-laki yang memberikan Sofia mata indah yang selalu suka Liam pandangi.

“Maaf saya kembali merepotkan Tuan.” Lyra mengusap hidungnya yang berair.

Setelahnya, ruangan itu hanya diisi keheningan. Tidak ada yang membuka suara setelahnya. Namun genggaman dan tatapan mata Liam tidak pernah lepas dari Lyra. Laki-laki itu tidak ingin bertanya lebih jauh lagi.

Untuk saat ini Liam tidak ingin mengetahui lebih jauh apa yang terjadi di antara Lyra dan mantan suaminya.

Liam mengelus tangan Lyra dengan ibu jarinya, mencoba menenangkan Lyra yang terlihat sedang menahan tangis. Liam tidak ingin melihat perempuan itu menangis lagi. Beberapa saat yang lalu Sofia juga menangis karna tidak ingin pulang dan meminta diizinkan menemani Lyra menginap di rumah sakit. Liam sampai kewalahan membujuk gadis kecil itu agar mau menurut.

Meski membutuhkan waktu yang tidak sebentar Sofia akhirnya luluh dengan janji Liam yang mengatakan bahwa laki-laki itu akan membiarkannya bertemu Lyra besok pagi berama Bi Mirah. Liam tidak ingin Sofia kelelahan, jadi dia menyuruh Bi Mirah dan Camila untuk membawa bocah itu pulang, Camila sampai dia izinkan menginap di paviliun untuk menemani Sofia.

Hari ini Liam menyadari satu hal, dia tidak hanya menyukai Sofia tapi dia juga sudah menyayangi bocah itu. Liam sepertinya bisa mentoleransi banyak hal jika itu menyangkut Sofia.

1
Fardiana Hamsah
Luar biasa
Alvivia
mulai meleleh
Alvivia
nina bobo...o..nina bobo..kalo kamu tidak bobo gue tabok
Alvivia
dulu om galak ..sekarang om baik
Alvivia
sabar om....
Alvivia
lanjutkan karya mu thor.....ceritanya bener2 menarik
Nini Munasari
bagus tulisannya rapi enk d baca
Nur HafniOctavia
keren
Nur HafniOctavia
Kecewa
Saeti Yayat
cerita yang mengangkan tapi lucu
Phoo
Mantan suami lyra aja belom dapet ganjaran. Eh udah slesae aja. Kenapa buru-buru banget sih thoor tamanya. Padahal baca dr awal udah menarik, eh kebelakang mengecewakan.
MiatY#penggemarnovel📚❤️📖
🌟🌟🌟
Nadi Rosmiaty Manaba
Buruk
Nadi Rosmiaty Manaba
Kecewa
Siti Sarifah
bagus critanyap
Siti Sarifah
bagus critanya
Inah Ilham
Luar biasa
Inah Ilham
bayi raksasa lagi tantrum 🤣🤣
Inah Ilham
akan kecil itu jujur om, belum bisa bohong 🤣🤣🤣
Vannya.bee@gmail.com Septiani.bee
akn jth cinta g ya Liamnya k Lyra?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!