Daffa Stewart harus mengalami nasib buruk secara bertubi-tubi di hari yang sama, tapi di hari yang sama juga sebuah keajaiban datang dan merubah jalan hidupnya.
“Daffa si malaikat bersayap putih telah mati, dan kini giliran si iblis bersayap hitam yang akan menggantikannya untuk menginjak-injak semua orang di dunia ini!”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Identitas Pemimpin Kelompok Musuh
Door...
Door...
Door...
Suara tembakan silih berganti terdengar di luar restoran. Beruntung restoran tidak sedang beroperasi seperti biasa sehingga tidak terjadi kekacauan di restoran.
Puluhan orang mencoba memasuki restoran setelah mereka berhasil memukul mundur anak buah Kenzi yang ditugaskan mengamankan kawasan restoran.
Mereka unggul dalam jumlah dan persenjataan, membuat anak buah Kenzi kewalahan menghadapi mereka.
Namun saat puluhan orang itu tinggal satu langkah lagi memasuki kawasan restoran, muncul beberapa orang yang datang entah dari mana dan langsung menyerang mereka dari jarak dekat.
Senjata yang mereka miliki tidak terlalu berguna saat melakukan pertarungan jarak dekat karena senjata itu berguna untuk pertarungan jarak jauh.
Sebelum melakukan penyerangan, mereka telah memastikan hanya akan melakukan pertarungan jarak jauh. Oleh karena itu mereka tidak begitu siap saat harus melakukan pertarungan jarak dekat dengan lawan yang ahli dalam pertarungan jarak dekat.
Dalam waktu singkat belasan penyerang berhasil ditumbangkan oleh orang-orang yang kedatangannya begitu tiba-tiba, dan sampai saat ini tidak ada yang tau darimana datangnya orang-orang itu termasuk anak buah Kenzi.
“Tuan, ada sekelompok orang yang tiba-tiba datang membantu kita!” Vincenzo yang turun tangan langsung membantu anak buah Kenzi, dia melaporkan apa yang dilihatnya pada Kenzi.
Setelah mendengar laporan Vincenzo, Kenzi mengarahkan pandangannya ke arah Daffa. Sedangkan Daffa yang merasa sedang dipandang oleh ayahnya dan tau arti dari pandangan itu, pelan dia menganggukkan kepalanya.
Kenzi ikut menganggukkan kepalanya dan dia takjub akan kepekaan Daffa yang langsung mengerti alasan kenapa dia mengarahkan pandangan padanya.
Vincenzo dan Bara mencoba membantu orang-orang yang sedang berhadapan dengan musuh. Menggunakan pistol yang merupakan senjata utama mereka saat ini, keduanya cepat mengurangi jumlah musuh.
Menyisakan lima orang yang dalam keadaan hilang kesadaran, mereka memang dibiarkan hidup untuk mencari tahu siapa yang telah menyuruh mereka.
Setelah menyelesaikan apa yang diperintahkan oleh Daffa, sepuluh orang yang merupakan prajurit bayangan hadiah sistem, keberadaan mereka tiba-tiba menghilang dan itu membuat bingung Vincenzo dan Bara yang ingin berterimakasih pada mereka.
Bukan hanya tiba-tiba menghilang tapi tidak ada sedikitpun jejak yang ditinggalkan oleh orang-orang itu, seolah mereka menghilang bukannya pergi menjauh.
Di ruangan yang ditempati Daffa dan yang lainnya, semua orang bernapas lega karena keadaan di luar sudah berhasil dikendalikan oleh anak buah Kenzi.
“Putraku, kemana perginya orang-orangmu? Mereka tiba-tiba saja menghilang saat Vincenzo dan Bara ingin berterimakasih,” ujar Kenzi.
“Ayah, mereka telah kembali ke tempatnya dan akan muncul saat diperlukan. Jadi Paman Vincenzo dan Paman Bara tidak perlu berterimakasih pada mereka!” ucap Daffa memberitahu apa yang ingin diketahui Kenzi.
Kenzi hanya menganggukkan kepalanya dan dia tidak bertanya lebih jauh lagi walau sebenarnya dia masih penasaran dengan keberadaan orang-orang, yang diyakininya merupakan anak buah putranya.
Joy yang sejak tadi melihat interaksi antara Kenzi dan Daffa, dia tersenyum senang karena melihat mereka dengan cepat menjalin hubungan selayaknya ayah dan anak, dan lagi mereka terlihat cocok dalam mendalami pekerjaan yang berkaitan dengan kehidupan di dunia bawah.
Di sisi lain, Markus dan Jayden tidak turun tangan membantu kekacauan di luar restoran karena saat ini mereka sedang fokus melakukan sesuatu, terutama Jayden yang begitu fokus pada laptop miliknya.
Mendengar pertarungan yang terjadi adalah pertarungan jarak dekat dan itu bukanlah keahliannya, Jayden lebih fokus menggunakan keahliannya untuk mencari informasi siapa yang melalui penyerangan, dan tidak lama dia berhasil menemukan rekaman yang memperlihatkan pemimpin sekelompok orang yang melakukan penyerangan.
“Bagaimana, apa kamu sudah bisa menemukan siapa pemimpin mereka?” Daffa bertanya pada Jayden karena dia tau apa yang sedang dilakukan oleh orang itu.
“Bos, aku mendapatkan rekaman video yang menangkap wajah pria, yang sepertinya merupakan pemimpin sekelompok orang yang melakukan penyerangan.” Daffa menunjukkan rekaman video yang dia maksud pada Daffa, dan secara otomatis Kenzi dan Joy turut melihat rekaman video itu.
Kenzi dan Joy membuka lebar kedua matanya karena terkejut, dan itu terjadi setelah mereka melihat sosok pria dalam video yang masih berjalan.
Keduanya tidak asing dengan identitas pria itu, bahkan mereka belum lama ini bertemu dengannya dalam keadaan baik-baik saja.
Melihat ekspresi orangtuanya, Daffa menebak jika mereka tau identitas pria dalam rekaman video, dan tebakannya tepat sasaran.
“Apa Ayah dan Ibu mengenal siapa pria dalam video?” tanya Daffa.
Kenzi dan Joy kompak menganggukkan kepala. “Dia adik Ayah, walau kita terlahir dari rahim yang berbeda. Selama ini dia terlihat tidak pernah memiliki masalah dengan keluarga kita, tapi dari video itu jelas menunjukkan kalau dia sangat menginginkan kematian kita!” ucap Kenzi yang dengan jelas bisa mengetahui setiap ucapan adiknya pada orang-orang yang melalui serangan ke restorannya.
Walau rakaman video yang didapatkan Jayden tidak dilengkapi dengan rakaman suara, mudah bagi Kenzi mengetahui semua ucapan adiknya hanya dengan melihat gerakan bibir pria itu.
Matteo adalah adik Kenzi yang terlahir dari wanita yang menjebak Ayah Kenzi untuk menghabiskan malam dengannya.
Keberadaan Matteo tidak pernah diabaikan oleh keluarga besar Kenzi, dan hubungan mereka selama ini juga berjalan baik selayaknya hubungan keluarga pada umumnya. Namun siapa yang menyangka kalau Matteo begitu dalam menyembunyikan sifat asli miliknya.
“Apa mungkin Matteo adalah dalang penculikanmu di masa lalu? Kalau benar dia terlibat atau bahkan merupakan otak utama penculikanmu, aku tidak akan memberi pengampunan padanya! Dia harus merasakan siksaan yang membuatnya lebih memilih mati daripada hidup untuk merasakan siksaan!”
Seorang Kenzi bisa menjadi orang yang sangat baik pada mereka yang baik dan menghargainya, tapi di sisi lain dia akan menjadi iblis yang sangat kejam pada siapapun yang terbukti melakukan kesalahan padanya, apalagi jika kesalahan itu termasuk kesalahan fatal.
“Vincenzo dan kamu Bara, segera selidiki apa penculikan putraku di masa lalu berhubungan dengan Matteo! Kalau memang berhubungan, kalian langsung tangkap orang itu tanpa harus lebih dulu mendapat perintah dariku!” Kenzi memberi perintah pada Vincenzo dan Joy yang baru saja datang.
“Baik Tuan, secepatnya kami akan memberikan kabar terbaik untuk Tuan!” ucap keduanya tapi sebelum keduanya beranjak pergi dari tempatnya, Daffa menghentikan mereka.
“Paman berdua berhenti di tempat, dan untuk tugas yang diberikan Ayah pada kalian, biarkan aku yang menyelesaikannya!” Daffa tentu saja tidak akan menyia-nyiakan kesempatan mengungkap pelaku utama penculikan terhadapnya, yang membuatnya harus berpisah dari keluargan selama belasan tahun.
Mendengar itu, Vincenzo dan Bara tidak langsung menyetujuinya. Keduanya lebih dulu meminta persetujuan dari Kenzi.
Setelah mereka melihat Kenzi menganggukkan kepala, barulah mereka setuju dengan apa yang diucapkan Daffa.
“Sayang, jika kamu nantinya membutuhkan bantuan terutama tentang informasi Matteo, kamu cukup mengatakan pada kami, dan kami akan memberikan seluruh informasi tentang Matteo padamu,” ucap Joy sambil menunjukkan senyuman di wajahnya.
“Aku tidak akan ragu meminta bantuan pada Ayah dan Ibu saat benar-benar membutuhkannya.” Walau ada sistem dan orang-orang luar biasa di sekelilingnya, Daffa yakin kalau suatu saat nanti dia bakal membutuhkan bantuan dari orangtuanya.
Usai makan pagi dan pembicaraan antara Daffa dan kedua orangtuanya, Kenzi dan Joy sebenarnya ingin membawa Daffa ke Mansion mereka, tapi keinginan mereka belum bisa terealisasikan karena masih ada pekerjaan yang secepatnya harus diselesaikan oleh Daffa.
Namun sebelum berpisah untuk sementara waktu, Daffa berjanji kalau dalam dua hari ke depan dia akan berkunjung ke Mansion keluarganya, sekaligus dia ingin melihat seperti apa rupa saudaranya yang selama ini terus mencari keberadaannya.
suka dengan karya² thor🔥