Kanaya Adistia adalah seorang gadis desa yang super polos, lugu, dan selalu melihat dunia dengan penuh prasangka baik. hidup seorang diri di sebuah rumah tua dan tidak layak di tinggali, ayah dan ibunya telah lama meninggal dan keluarga yang lain tidak ada yang mau menampungnya. Namun, sebuah kecelakaan aneh membuat jiwanya terbangun di dalam tubuh Anaya Alysha Wicaksono, seorang siswi SMA kota yang terkenal nakal, pemberontak, dan sering membuat masalah. Di rumah, Anaya asli dikenal sebagai gadis yang sangat dingin, tertutup, dan enggan berinteraksi dengan keluarganya sendiri. Ia selalu mengurung diri di kamar, menghindari obrolan di meja makan, dan sengaja membangun benteng pembatas yang tinggi dengan orang tua serta kakaknya. Karena nama panggilan mereka sama-sama Naya, orang-orang di sekitar Anaya tidak menyadari bahwa jiwa di dalam tubuh itu telah tertukar. Lalu bagaimana kelanjutan kehidupan Kanaya Adistia setelah bertransmigrasi ke tubuh Anaya Alysa Wicaksono? Yukkk lanjut baca novelnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandhyaruntala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17: ANAYA OHH ANAYA
Setelah kehebohan aksi manjat-memanjat karena Anaya yang ketiduran di atas pohon mangga selesai, di sinilah mereka sekarang.
Semua anggota keluarga berkumpul di ruang tengah yang luas. Barisan para abang Anaya tampak berdiri berjajar dengan wajah lesu dan kepala tertunduk dalam.
Bagaimana tidak? Para pemuda bertubuh tegap itu kini tengah diceramahi habis-habisan oleh para ibu-ibu karena dinilai lalai dalam menjaga sang Princess.
“Kalian itu, badan saja yang besar! Menjaga satu adik sekecil ini saja tidak bisa!” omel mama Karina kesal. Di hadapannya, si kembar Selatan-Utara, Marco, Arka, dan Marvel hanya bisa diam menerima kekesalan sang mama.
“Bagaimana kalu princess terjatuh saat ia memanjat. Kalian ini kan tau princess belum lama sembuh dari sakitnya” sahut mami luna ikut merepet
“Mami, mama, why marah-marah Abang?” Suara lembut Anaya seketika menghentikan ocehan Karina dan Luna. Gadis mungil itu melongok dari balik lengan ibunya dengan tatapan bingung.
Melihat wajah polos kesayangannya, raut kesal Karina dan luna langsung mencair berganti senyuman manis.
“Tidak apa-apa, Sayang. Ini biar para abang tidak mencueki adek lagi, ya,” jawab Karina sekenanya.
“Cih sama bocil saja manis-manis” gerutu kesal marco, tapi tak ayal dia juga merasa bersalah
Utara dan Selatan yang merasa paling bersalah langsung melangkah maju mendekati sofa tempat Naya duduk. “Cil, maafkan Abang, ya? Tadi Abang terlalu fokus bermain game di ponsel, jadinya kamu bosan terus pergi sendirian,” ucap si kembar secara bersamaan dengan wajah menyesal.
Mendengar penuturan itu, Anaya mendongakkan kepalanya sedikit. “Huum?” Gumaman bingung Naya yang disertai kerutan tipis di dahi dan kedipan mata bulatnya benar-benar di luar menggemaskan. Kali ini, Selatan hanya bisa menggigit bibir dalamnya kuat-kuat, mati-matian menahan rasa gemas yang membuncah agar tidak refleks mencubit pipi sang adik lagi.
“Naya tadi tidak bosan lihat Abang bermain. Tapi, Naya tiba-tiba ingat kalau buah mangga Naya sudah matang di pohon. Mangganya seperti sedang memanggil-manggil Naya untuk dipetik,” jawab Naya jujur dengan nada bicara yang teramat lucu.
Seketika itu juga, seisi ruangan langsung melongo berjamaah mendengar alasan mistis di balik aksi nekat sang Princess.
Melihat kepolosan adik imutnya itu, Arka tiba-tiba mendapatkan ide cemerlang untuk menjahili Naya. Dasar abangnya ini tidak ada kapok-kapoknya.
“Adek, naik-naik pohon nggak takut? Di pohon itu kan ada mba kunkun?” goda Arkapada adiknya
Mendengar kata mba kunkun, bulu kuduk Naya seketika meremang. Ia bergidik ngeri membayangkan ada sosok menyeramkan yang menemaninya tidur di atas dahan tadi. Namun, detik berikutnya, Naya langsung melotot garang ke arah Arka untuk menutupi rasa takutnya.
“Abang jangan tipu-tipu Naya, ya! Nanti Naya adukan ke Opa!” ancam Naya sembari berkacak pinggang kecil dan menunjuk ke arah Opa Darwin yang sedang duduk santai di sofa utama.
Padahal, tanpa perlu diadukan pun, Opa Darwin sudah mendengar dengan sangat jelas seluruh kalimat jahil dari Arka. Tingkah defensif Naya yang menggemaskan itu lagi-lagi sukses memicu tawa renyah dari seluruh anggota keluarga besar Wicaksono sore itu.
NB : Maaf ya guys, kali ini babnya pendek soalnya authornya gaenak body🥲.
HAPPY READING🥰
...****************...
# HAI GUYSSS ✨#
GIMANA NIH CERITA DI BAB 17..
PASTI SERU BANGET KAN!!
STAY TUNE TERUS SETIAP PAGI DAN MALAM JAM 08.00-09.00 dan 19.00 YA GUYS. KARNA BAB BARU AKAN UP SETIAP JAM 08.00-09.00 dan 19.00😙
JANGAN LUPA YAAA
LIKE 👍🏻 DAN KOMENNYA 💬, KARNA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI DAN BUAT AKU SEMANGAT BERKARYA.
THANK YOU SUDAH MAMPIR DI KARYA KU🥰🫶
udah bikin satu kelas mikir berjamaah dianya malah anteng anteng aja🤭
Jangan lupa like, komen dan klik favorit yaa🥰
HAPPY READING & HOPE YOU ENJOY GUYSSS💜