Ini adalah kisah gadis desa yang lugu dan polos bertemu pria dewasa bagaimana keseruan dan tingkah kocak zul saat bersama aditya.
Namanya Aditya Riawan biasa di panggil Adit dan perempuan itu bernama zullaikah biasa di panggil Zul.
Bagaimana jika hubungan yang dijalin antara adit dan zul tidak mendapat restu dari sang ibu sebagai anak harus bersikap seperti apa adit.
Disela-sela adit mencari jalan tapi sang ibu malah ingin menjodohkan adit dengan wanita lain.
Apakah cinta adit dan zul akan sampai di pelamina sedangkan zul lupa siapa adit sebenarnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon imah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30
\#\#**Aku ingin menjadi kuat**\#\#
Di dalam mobil boy tidak bertanya apa-apa mungkin zul butuh sendiri mungkin zul butuh menjernihkan pikirannya.
Sebenarnya boy kasihan dengan zul jika boy menceritakan semuanya boy takut zul akan lebih parah lagi atau mungkin sakit amesia zul malah jadi permanen.
Sesampainya di rumah zul menjadi pendiam yang biasanya periang kini menjadi pendiam.
Satu minggu dua minggu tiga minggu hari-hari zul lalui seperti biasa kali ini zul lebih memperbanyak pergaulan zul tidak mau di bodoh-bodohi lagi zul ingin menjadi zul yang berbeda.
Zul sedang pergi ke toko buku dengan lilis,usman dan ragil.
Di toko buku zul bertemu dengan om heru kali ini zul mencoba menghilangkan segala luka yang telah terjadi.
"Kalian teman-temannya zul boleh abang tampan ini pinjam zul sebentar"
"Ngak boleh"kata usman.
"Kenapa ngak boleh usman"lirih lilis.
"Kau ngak tau kalau aku mencoba jadi pahlawan buat zul"
"Pahlawan kesiangan"kata ragil yang nyamber.
"huussss kamu itu mulut ngak pernah di lapban"kata usman.
"Kalian tunggu sebentar biar aku pergi dengannya"
"Tapi zul"kata usman.
"Sssttt"kata lilis sambil jarinya di letakkan di bibir.
"Sudah sana zul biar kita tunggu kamu disini"kata lilis.
"Ayoo om mau bicara dimana"
"Bagaimana di dalam mobil"
"ngak mau"
"Aku ngak akan ngapa-ngapain kamu"
"Ok"
Heru dan zul pergi menuju mobil.
"Apa yang akan om katakan cepetan zul ngak punya banyak waktu"
"Maafin om yaa soal waktu itu"
"Zul udah lupain apa yang sudah terjadi jadi ngak ada yang harus di maafin"
"Jadi kita masih pacarankan"
"Kalau masalah itu zul ngak bisa pungkiri hati zul......zul ngak bisa terima om heru lagi"
"Kenapa zul katamu kamu udah maafin tapi mana?"
"Yaaa memang zul udah maafin tapi bukan alasan untuk zul terima om lagi"
"Jadi kamu udah punya pengganti om"
"Terserah om mau bilang apa"
"Jadi selama ini kamu menghindar karena laki-laki lain"
"Zul ingin fokus dulu sama pendidikan zul kuharap om heru ngerti di luar sana masih banyak wanita yang lebih baik dari zul"
"Jangan keluar zul"
"Kenapa bukannya sudah tidak ada lagi yang harus di bicarakan semuanya sudah selesai om"
"Klik"suara pintu mobil.
"Maafkan aku om memang kita tidak berjodoh"
Zul pun pergi meninggalkan heru sendiri.
"Silakan kamu pergi zul sejauh kamu suka tapi ujungnya kamu akan berakhir denganku"
Di amerika
Semenjak adit pergi keluar negeri adit berjanji akan belajar sungguh-sungguh dan pulang ke indonsia untuk mencari zullaikah.
Kalung pemberian zul tidak pernah terlepas dari leher adit.
Kalung itu adalah penyemangat hidup adit untuk tetap bertahan hidup.
"Hay dit kamu diam disana ngak mau ikut pesta"kata willy.
Willy william nama panjangnya orang asli amerika adit bertemu willy saat di kejar-kejar berandalan jalan yang suka malak orang lemah seperti willy.
Dari situlah adit dan willy berteman baik.
Sifat adit dan willy yang bertolak belakang jika willy suka bermain dengan wanita beda dengan adit yang terkesan anak baik tidak mau macam-macam.
"Makasih lebih baik aku pulang pak gang sudah menungguku"
"Ok"
"Babay"adit sambil melambaikan tangan.
Adit masuk dalam mobil bersama pak gang yang sudah menunggu sejak tadi.
Adit pulang ke apartemen mewahnya di tempat itulah adit menghabiskan banyak waktu dan mengenang kekasihnya zullaikah.
Yg setiap hari di catat dan ditulis.
Bisa dibaca ulang untuk pengingat diri...