NovelToon NovelToon
Istri Tengil Tuan Presdir

Istri Tengil Tuan Presdir

Status: tamat
Genre:Duda / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:542.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Kim99

Kiara Aleema Jaleela, 25 tahun. Perempuan berparas cantik yang memiliki penampilan urakan. Kiara terpaksa menikah dengan seorang pria pilihan ayahnya. Yups, karena sebuah perjodohan, Kiara dipaksa menerima duda yang umurnya 10 tahun lebih tua darinya.

Awalnya Kiara menolak perjodohan tersebut. Kabur dari rumah, sampai dia dipertemukan dengan pria gagah nan tampan yang sebenarnya adalah calon suaminya sendiri.

Singkatnya pernikahan itu terjadi, Kiara menjalani hari-harinya seperti biasa, jangan harap dia akan menurut kepada suaminya, karena itu sangat sulit.

Seiring berjalannya waktu, Kiara mulai menyukai sosok Habibie yang menjadi suaminya. Muncul benih-benih cinta dalam hatinya sampai dia bertekad untuk memenangkan hati Habibie.

Namun, sebuah fakta mengejutkan membuat Kiara menjadi ragu. Pria yang paham dan mengerti tentang agama itu nyatanya masih sangat mencintai istri pertamanya. Lantas, akankah Kiara berhasil meluluhkan hati sang suami? Atau justru sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30. Kebahagiaan Kiara

Perempuan cantik itu sama sekali tidak menunjukan penyesalan meski Habibie sudah menghukumnya dengan membuat Kiara berdiri dengan satu kaki juga menyilangkan tangan untuk menarik telinganya sendiri. Jangan lupakan bentakan Habibie kepadanya karena perempuan itu salah membunyikan tajwid. Hafalan Kiara diperpanjang karena kamarnya sedang di obrak-abrik Bi Arum, Devi dan si Agus. Mereka ditugaskan untuk mencari anak katak bawaan Kiara sebelum mereka bisa tidur lagi di kamar itu.

"Satu kali lagi salah, saya tidak akan segan untuk memukul betis mu, Kiara!"

Perempuan itu mengangkat kedua bahunya acuh. Terserah Habibie. Kiara sudah tidak perduli. Kemarin Habibie juga sudah mengejeknya karena dia yang takut pada kecoak. Sekarang giliran Kiara yang menakuti suaminya itu karena memang dia pantas untuk mendapatkannya.

"Sudah, Mas Abie!"

"Belum!"

"Udah Mas!"

"Lanjutkan!"

Kiara meringis. Perempuan itu tiba-tiba terhuyung dan jatuh dengan cukup keras. Bibirnya meringis seperti menahan sakit yang cukup banyak.

"Mas Abie tolong Kiara!"

"Enggak mau!"

"Mas Abieeee! Kiara jatoh ini! Tolongin Kiara."

Perempuan itu terus saja merengek meminta untuk ditolong. Padahal ya dia bangun sendiri pun bisa. Kiara hanya ingin mengerjai suaminya. 30 menit bukan waktu yang singkat untuknya berdiri dengan satu kaki.

"Bangun sendiri, Kiara!"

"Enggak mau!" jawab Kiara enteng. "Ekh, enggak bisa maksudnya! Ayolah Mas Abie. Nanti Kiara bilangin lho sama Ummi biar Mas Abie dimarahin Abi Fawas!"

Pria dibalik meja kerjanya itu mengembuskan napas pelan, membuka kacamata bacanya lantas beranjak dari duduk. Habibie berjongkok, menatap Kiara yang sudah merentangkan tangan meminta untuk digendong. Wajah memelas perempuan itu membuat Habibie tidak tega, tapi Kiara juga sangat menyebalkan.

"Gendong!" rengek perempuan itu lagi.

Mau tidak mau Habibie menelusupkan tangannya di bawah lutut sang istri juga dibelakang punggung istrinya itu.

Setelah Kiara berada di gendongan, pintu ruang kerja Habibie diketuk dari luar. Habibie pun mempersilahkan orang itu untuk membuka pintu.

"Ada apa, Bi?"

"Anu Tuan, kamarnya sudah kami bersihkan. Kataknya juga udah Mang Agus buang. Tuan dan Nyonya bisa beristirahat sekarang juga."

Habibie mengangguk ke arah Bi Arum. Beliau berterima kasih dan meminta maaf karena sudah menganggu malam-malam begini.

"Tidak apa-apa Tuan. Kalau begitu saya permisi!"

Habibie kembali mengangguk. Dia menunduk ingin menurunkan Kiara akan tetapi perempuan itu semakin mengeratkan pelukannya.

"Kia enggak mau turun. Ke kamar aja. Kaki Kia masih sakit, Mas!"

Lagi-lagi Habibie harus menambah kesabarannya agar tidak berbuat dosa lagi dan lagi.

"Kau itu terlalu manja, Kiara."

"Emang!"

Eishhhhhhh. Habibie salah jika ingin memojokan istrinya dengan cara seperti itu.

"Mas....!"

"Hmmm!"

"Kia boleh enggak main ke kantornya Mas Abie. Kia bisa lho jadi sekretaris Mas Abie. Kata asisten Mas Abie itu, Mas lagi butuh---"

"Enggak bisa."

"Bisa lah Mas. Kiara janji, kalau Mas biarin Kiara kerja sama Mas Abie, Kiara akan lebih giat untuk menghafal."

(Visualisasi Neneng yang lagi bujuk Ayang🤣)

"Yah ... boleh ya Mas."

"Enggak bisa, Kiara!"

"Kenapa? Kenapa Kiara enggak boleh ke mana-mana? Kenapa Kiara harus dikurung di rumah. Please ... boleh ya!"

Perempuan yang sudah bergelut di bawah selimut itu kembali merangkak, menarik kaos suaminya yang akan bertolak entah ke mana.

"Lepasin, Kiara!"

"Enggak mau."

"Kiaraaaa~~~!"

"Enggak mau ikh. Jangan maksa Mas. Enggak boleh tahu kayak gitu."

"Tapi dari tadi kamu udah maksa-maksa saya!"

"Itu nego Mas Abie, bukan maksa."

Astagfirullah ... terbuat dari tanah apa perempuan di depannya ini. Habibie sudah mencoba berbicara baik-baik tapi masih tidak masuk juga. Dikembalikan malah ada saja alasannya. Lantas, bagaimana caranya agar Habibie bisa melepaskan perempuan pengganggu ini.

"Terserah kamu aja, Kiara!"

Kelopak mata perempuan itu terbelalak dengan sempurna, Kiara melepaskan cengkeramannya pada kaos yang dikenakan Habibie kemudian berdiri dan melompat-lompat heboh di atas ranjang.

"Yuhuuuuuuuu ... kerja, kerja, kerja,!"

Habibie menggelengkan kepalanya. Perempuan di depannya ini benar-benar sangat aneh, disaat dia bisa menghidupi Kiara dengan harta yang dia miliki, perempuan itu malah menginginkan untuk bisa bekerja dan mencari kesibukan.

....

Keesokan paginya, Kiara benar-benar telah berdandan dengan rapih. Perempuan itu terlihat sangat cantik dan anggun di saat yang bersamaan. Rambut yang biasanya diikat dua atau dia Cepol di atas kepala kini dibiarkan tergerai. Senyum di bibirnya membuat cekungan pada lesung pipinya semakin dalam.

"Wihhhh, mau kemana Nyonya?" tanya Bi Arum saat Kiara telah ada di dekat meja pantry.

"Saya mau kerja, Bi. Saya mau jadi sekretarisnya Mas Abie." Perempuan itu kembali heboh.

Bi Arum tersenyum, beliau ikut bahagia karena Kiara kembali ceria seperti saat pertama kali dia masuk ke rumah ini.

"Selamat, Nyonya Kia. Saya ikut bahagia!"

Kiara mengangguk dalam "Terima kasih, Bi. Saya mau buat teh dulu untuk Mas Abie. Nanti kalau saya libur, ajarin saya masak ya!"

"Gampang itu mah!"

....

Perempuan cantik itu menyambar tas di atas meja lantas berlari mengikuti suaminya yang sudah berjalan lebih dulu. Perempuan itu membuka pintu mobil setelah Habibie membuka kuncinya.

"Ayok Mas!" ajak Kiara melambaikan tangan kepada suaminya.

Habibie menggeleng-gelengkan kepalanya. Pria itu ikut masuk kemudian duduk dan mengembuskan napas berat. "Jangan lupa perbaikan hafalan nanti malam!"

"Siap, Bos!" ucap Kiara memberikan hormat kepada suaminya.

Lagi-lagi Habibie hanya bisa menggelengkan kepalanya pasrah. Pria itu tidak berniat untuk membuat percakapan, sepanjang perjalanan pun, hanya Kiara yang mengoceh, sedang dirinya diam entah karena sariawan atau apa.

Sesampainya di perusahaan, Kiara dan Habibie turun. Kedua orang itu melangkah berdampingan melewati lobby perusahaan. Desas desus para karyawan kian terdengar, mereka semua memincingkan matanya melihat sosok perempuan cantik yang ada di sebelah Habibie.

"Mungkin itu sekretaris baru? Lewat jalur mana ya, cepet amat."

"Hmmm. Mana tadi keluar dari mobil Pak Habibie!" ujar seseorang yang baru masuk dan nimbrung di dekat meja resepsionis.

"Jaman sekarang gampang ya deketin petinggi perusahaan, kehilangan harga diri pun sudah tidak berarti."

"Hush! Jangan ngomong yang macem-macem. Itu sama saja seperti kamu memfitnah Pak Habibie. Lagipula, Pak Habibie itu sudah menikah. Mana mungkin dia bermain gila dengan perempuan lain."

Orang-orang itu mulai bungkam dan kembali ke tempatnya masing-masing.

....

"Meja kamu di sini!" kata Habibie menunjuk sebuah meja yang ada di samping pintu ruangannya. Kiara mengangguk. Perempuan itu membungkuk ke arah Habibie kemudian tersenyum.

"Perkenalkan, Pak Habibie, saya adalah Kiara, saya sekretaris Bapak!"

Habibie mendengus, pria itu masuk ke dalam ruangannya tanpa memperdulikan Kiara. Sementara itu, sang perempuan sudah asyik dibalik mejanya. Tersenyum juga terkekeh kecil.

"Baiklah, apa yang harus aku lakukan sekarang? Ah ... mencari tahu tugas sekretaris dari internet!"

Perempuan itu sudah akan membuka laptopnya akan tetapi sebuah Tumbler di depannya membuat dia kembali teringat akan sosok suaminya.

"Yah ... hampir lupa."

Perempuan cantik itu beranjak dari duduknya kemudian berjalan masuk ke ruangan sang suami. Lengkungan di bibirnya tertarik ke atas saat melihat punggung lebar Habibie yang ada di dekat dinding kaca besar. Pria itu sepertinya sedang menelpon seseorang.

"Iya Abi! Beban sih. Nanti Habibie buat Kiara enggak betah aja di sini, biar dia tinggal di rumah."

Deg!

Getir, hati Kiara kembali tercubit karena ucapan suaminya itu. Senyum yang tadinya merekah mulai luntur sedikit demi sedikit.

1
$4D ALONE "-"
anjing banget Habibi kont*1
Ary hartini
novel udah lama.tp baru baca..lucu bikin ketawa..bikin nangis sedih juga.awalnya yg kiara pergi itu sempet kesel knp ketemu lg.pas yg pergi ke2 ikutan maki2 si abie.syukurin syukurin...
seru pokoknya bikin emosi naik turun..novel2 kim99 very good
Tunggul Nogo
Ngga ada terjemahan dr Sunda ke indonesia,, jadi bingung /Frown/
dhena
mata seperti nya kena bawang nieh bacanya sambil mewek
El Sazita
kok cerita nya sedih banget sih
jdi mewekk🥲
Amyy Amyy
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt/
Nurlaila Elahsb
kenapa juga ada si Humaira ,,ya KL mau bantu ya bantu aja lah Gibran gk usah juga di nikahi ,,si Abie juga rada sakit ya!!yg sudah berlalu ya sudah lah...hadeh..
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya, siapa tau Kaka suka.

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

Insyaallah seru ka... xixi
di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
Nurlaila Elahsb
jodoh kang Gibran dh ready say
Nurlaila Elahsb
kayak nya seru nih, baru mampir Thor
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya, siapa tau Kaka suka.

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

Insyaallah seru ka... xixi
di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
Priskha
jgn buat Kiara meninggal dong thor kasihan ijinkan dia hidup bahagia bersama klg kecilnya kasihan dia sdh lama hidup menderita tanpa kasih sayang
Priskha
wis tinggalin aja tuch si Habibie jd laki kok ndak tegas
Priskha
aq kok jengkel sm Habibie ya sdh diberi kesempatan 2x msh mau buat ulah lg pingin aq tonjok aja tuch mukanya ndak ada kapoknya
Priskha
gentleman kmu Gibran aq salut dg pengorbananmu demi keutuhan rmh tangga kakakmu kmu rela mempertaruhkan kebahagiaanmu
Priskha
pinter agama tp akhlak minim ndak rasa klau sdh nyakitin hati istrinya 🙄🙄🙄🙄
Priskha
anjayy ngakak hbs aq thor smp keselek terbatuk2 🤣🤣🤣🤣🤣
Priskha
pantesan aja ayahnya Kiara bludrek lihat kelakuan anaknya spt itu awas nanti jd Hypertensi trs stroke lho ayah...yg sabar aja anggap aja hiburan 😂😂😂😂
Nur Adam
smgt untuk krya mu thoor
Rita susilawati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Maryana Fiqa
baru pertama baca sudah bikin sakit perut,betul betul kami kyara ya🤣🤣🤣
Martina Arvia
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!