raina Larasati janda dengan 2 anak suaminya meninggal karna serangan jantung sekarang dia harus banting tulang untuk menghidupi anak anaknya, dari yang tidak biasa bekerja sekarang Raina harus mencari nafkah......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adca_21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 18
" Arsen tumben sekertaris mu perempuan?"
"gak tau mah yang interview Adi bukan aku aku cuma Nerima beres aja" tatapan ibunya penuh selidik
"apa kamu menyukainya Arsen?'
"Kalau iya kenapa mah?"
"Wahhh.. ada kemajuan juga kamu kamu bisa move on juga dari model yang kampung itu"
"Udah mah ya aku mau kerja mamah pulang aja"
"kamu Arsen berani berani nya mengusir mamah!"
"Habisnya Arsen mau kerja mah jadi gak fokus jadi mamah pulang dulu ya nanti kita bicara lagi di rumah"
"Oke mamah tunggu di rumah kalau kamu gak pulang awas!"
Rania hanya mengangguk dan tersenyum saat melihat ibu Arsen keluar dari ruangan
'Siapa nama mu?"
"Saya Rania Bu"
"kamu sudah menikah Rania"
"Sudah tapi suami saya sudah meninggal Bu"
"Oh maaf saya tidak tau"
"Gapapa Bu Rania tersenyum ke ibu Arsen"
ada rasa terkejut saat tau Rania janda dan anak nya menyukai nya, Apa suaminya akan menerima kalau Arsen menikah dengan seorang janda. ibu apa ibu gapapa suara Rania membuyarkan lamunan nya.
Iya saya tidak papa saya permisi ibu Arsen melangkah pergi, Rania kembali bekerja hari ini sangat sibuk.
Ibu Arsen sepanjang jalan memikirkan apakah benar Arsen menyukai janda,apa wanita itu sudah mempunyai anak aku harus bagaimana bicara sama papahnya.
Rania ayo makan siang dulu, bapak aja duluan saya membereskan pekerjaan saya dulu.
"Ayo Rania simpan dulu ini sudah waktunya istirahat kamu bisa melanjutkan nya kembali nanti"
Rania pergi dengan Arsen bisik bisik karyawan sedeng membicarakan Rania karna Rania selalu ada di dekat Arsen.
Sudah ku duga pasti ini akan terjadi sudahlah Rani berjalan dibelakang Arsen sampai di mobil Arsen membuka kan pintu mobilnya,
"lain kali jangan begini pak saya bisa buka sendiri saya tidak mau menambah bahan gosip"
"Rania aku sudah bilang jangan dengarkan mereka mobil melaju kesebuah restoran yang cukup ramai, Arsen dan Rania tidak sengaja bertemu dengan Luna.
"OHH sekarang seleramu yang seperti ini Arsen dengan senyum mengejek luna"
"kamu kan sekertaris nya Arsen apa kamu sekarang merangkap menjadi simpanan atasanmu"
"Cukup Luna kamu sudah tidak ada urusan lagi dengan ku hubungan kita sudah berakhir tentang selera itu terserah aku dia lebih terhormat dari pada kamu yang mengobral tubuhmu"
"Arsen cukup geram kepada Luna, Arsen langsung menggandeng tangan Rania dan membawa nya ke suatu tempat privat seperti ruangan untuk meeting atau kumpul keluarga yang tidak ingin berbaur dengan orang lain.
Rania dari tadi hanya diam
"Rania maafkan aku gara gara aku kamu di tuduh simpananku"
"Aku sudah bilang mas kamu jangan menaruh harapan kepadaku karna kita tidak akan pernah setara"
"Aku tidak peduli pokonya aku tetap menunggumu untuk menerimaku Rania"
"ayo sekarang makanlah"
Rania sudah tidak ada tenaga lagi untuk berbicara dengan Arsen
"Rania hari Minggu nanti kamu sudah beres masa Iddah mu apa kamu ada waktu hari Minggu aku mau mengajak anak anak mu main ke mall"
"Aku gak tau mas nanti aku kabarin lagi" setelah beres makan Rania dan Arsen kembali ke perusahaan.
Rania hari ini akan lembur karna banyak sekali pekerjaan nya, Rania juga sudah menghubungi ibunya biar ibunya tidak menunggu nya untuk makan malam.