NovelToon NovelToon
Unconditional Love

Unconditional Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Balas Dendam / Ketos / Chicklit
Popularitas:33.9k
Nilai: 5
Nama Author: Niffi.

Nadira dengan kesederhanaannya harus menerima kenyataan bahwa perundungan harus ia telan setiap harinya. Gadis itu tidak memiliki cukup keberanian untuk menyangkal hinaan yang dilemparkan padanya. Hingga secercah asa datang padanya saat Farhan dan Tina datang di hidupnya sebagai sahabat, lalu membantunya bangkit dan mengubah takdirnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Niffi., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Unconditional Love 30

"Kamu pernah gagal membinanya." Arif ingat. Dirinya dan Naufal, serta Kesya, bukanlah orang asing. Sekolah menengah pertama adalah tempat di mana pertemuan mereka bertiga bermula. Hanya sebatas teman, tidak dekat, atau bahkan bersahabat. "Kamu gagal, Naufal. Tapi kamu harus tahu jika hubungan-hubungan selanjutnya belum tentu akan gagal untuk terus-menerus."

"Kamu tidak tahu bagaimana rasanya, karena kamu belum pernah berada di posisi itu." Apa yang dikatakan Naufal memang benar. Arif belum pernah menjalin sebuah hubungan dengan seorang wanita sebelumnya, karena Arif hanya menyukai Kesya, sejak di bangku sekolah menengah pertama. Arif tidak pernah merasakan kepedihan seperti yang Naufal rasakan, akan tetapi lelaki tersebut merasakan hal yang lebih menyakitkan dari itu. Andai Naufal tahu! 

"Aku merasakan yang lebih menyakitkan, Naufal! Aku mencintai gadis yang mencintai lelaki lain, dan itu terjadi sejak lama! Bayangkan bagaimana rasa sakitnya saat ini, saat harus menggadaikan rasa cintaku dengan membujuk lelaki lain agar sudi membersamai gadis yang amat aku cintai." Itu kebenarannya. Tidak ada yang lebih menderita daripada Arif. Seharusnya Naufal tahu keadaannya, tahu lukanya, sedikit saja. Membandingkan lara yang ditanggung Arif, dengan masa lalunya yang menyedihkan, benar-benar bukan hal yang setara. 

"Jika kamu mencintainya, sebegitu besarnya, maka perjuangkan." Naufal kali ini terdengar bodoh. Dia seharusnya dapat melihat salah satu perjuangan terbesar Arif saat membujuknya. 

"Kamu buta, Naufal! Kesya menginginkanmu! Aku sudah berulang kali berjuang untuk memilikinya! Tapi aku tidak jahat dengan memaksanya agar menerima cintaku! Ini salah satu perjuanganku, perjuangan untuk membahagiakannya untuk terakhir kalinya!" Arif lelah. Dia terpaksa mengorek kenyataan yang menjadi lukanya. Sudah berusaha ia pendam, ia tutup rapat-rapat, dan bergerak untuk melupakannya. Namun kebodohan Naufal memaksanya untuk kembali membedel dan mengacak-acaknya hingga tak karuan. 

Sakit sekali. Arif ingin mengatakan bahwa dirinya sakit, sekarang. Andai ada yang tahu, andai ada yang bersedia menjadi bahu untuknya bersandar sejenak saja, andai ada yang peduli walau hanya berdusta mengatakan sebuah perhatian. Sayangnya untuk pencitraan saja Arif tidak mendapatkannya.

"Aku tahu Kesya tidak pantas untukmu. Naufal yang berwibawa, cerdas, dan bijaksana. Menerima cinta gadis bermasalah, gadis yang sempat mengemban kasus, pasti butuh waktu seumur hidup untuk mempertimbangkannya." Arif benar-benar sudah tak lagi tegar. Ia menangis karena luka hatinya, dan kegagalan untuk membuat gadisnya bahagia. "Itu wajar, Naufal. Jadi tidak apa-apa. Kamu berhak memilih," ucap Arif menjeda. "Memilih yang terbaik, dan Kesya bukan yang terbaik untukmu."

"Tapi dia yang terbaik untukmu, Arif." Apakah Naufal berusaha menghibur? 

"Tidak perlu membuatku senang seperti itu. Kesya adalah dunia untukku, tapi itu percuma saja." Kembali pada sebuah fakta yang pahit. "Toh, yang dia inginkan bukan aku, dan mungkin tidak pernah menginginkanku. Jadi tidak perlu mengungkapkan kemungkinan manis, yang jelas sulit untuk aku jangkau."

Arif selalu mensugesti dirinya seperti itu. Walau akan selalu berakhir luka, sebab kenyataannya selalu berbeda. Jangankan mendapatkan hasil yang indah dan sesuai keinginannya, mengendus balasan baik atas prosesnya saja tidak. Hanya kata 'Sia-sia' yang jelas menjadi penggambaran paling tepat. Terdengar sangat miris, bukan? 

"Semoga kamu bisa lebih tabah." Naufal iba pada Arif. Namun bukan berarti dia menerima permintaan Arif beberapa menit yang lalu. "Aku pergi dulu." 

Permintaan Arif jelas-jelas tidak dipertimbangkan oleh Naufal. Sang Ketua Osis melesat meninggalkan Gedung SMA Cakra Buana, sedangkan Arif masih tampak menyedihkan dengan penampilannya yang semakin berantakan. Arif menangis, sangat-sangat deras, dan isaknya menggema di ruang tempat parkir yang sepi dan gelap. 

1
S_koes
Di siram satu ember dingin pasti
wardah
baru mlai baca jd belum bisa kasih ulasan😊
Ana Novelista
Semangat Thor Niffi, semoga sukses!!!
*-*-Sincerely💕 of APRIL
fighting
*-*-Sincerely💕 of APRIL
up lagi yuk
*-*-Sincerely💕 of APRIL
berapa kata ini
Kak Icha
Semangat terus ya 🥰🥰🥰
Kak Icha
Lanjut Thor, semangat terus yaaa
Kak Icha
Semoga sukses Thor Niffi 🥰
Kak Icha
Semangat Thor 🥰🥰🥰
Kak Icha
Seruuuuu, semangat selalu Thor Niffi 🥰❤️
*-*-Sincerely💕 of APRIL
tumben UP
*-*-Sincerely💕 of APRIL
uuuhhhh aku terharu😘😘
*-*-Sincerely💕 of APRIL
dikit banget😭😭😭 berapa kata ini
Ana Novelista
Penulisan rapi, alur cerita menarik. Semangat Thor, semoga sukses!!!
Alitha Fransisca
Aneh si Arif nih 🤣 katanya lelaki yang punya hati, pelaku kekerasan malah di bela.. ish ... ish ... ish ... cinta bikin buta 🤣
semangat Thor!!
Niffi.ifie: Iya, baru aja dapat😅
total 3 replies
Kymilla Cania Juita
lanjut
Kymilla Cania Juita
semangat
Kymilla Cania Juita
Keysa kebiasaan melakukan tindakan kekerasan. Rekam, trus sebarin biar spiral hahahaha
Alitha Fransisca: Viral itu biasa Thor.. yg lebih heboh itu spiral 🤣🤣🤣
total 2 replies
Kymilla Cania Juita
jadi pengen makan bakso juga 😄
Niffi.ifie: iyaa apa-apa naik sekarang, harus stok sabar juga
total 5 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!