NovelToon NovelToon
KUTUKAN JARAN GOYANG

KUTUKAN JARAN GOYANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Bad Boy / Akademi Sihir
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sang Alifas Yang Merumput

Bagus , seorang pemuda yang di tolak cintanya dengan cara menyakitkan, mengambil jalan pintas untuk mendapatkan cintanya. apa yg terjadi ? jika ternyata semua yang dia dapatkan hanya kenikmatan semu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang Alifas Yang Merumput, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16 : Dua Ilmu Tingkat Tinggi

Waktu penempaan di tanah sakral Desa Pagedongan akhirnya memasuki fase yang paling krusial. Setelah berbulan-bulan lamanya Bagus berhasil mengokohkan pondasi syariatnya dan mengikis habis ego manusianya melalui jalur tasawuf, Ki Ageng Buana menilai bahwa wadah batin pemuda mantan kurir ojol itu sudah benar-benar siap. Pada suatu malam Jumat Kliwon yang sunyi, tepat saat jam dinding menunjukkan angka dua belas malam, Ki Ageng Buana memanggil Bagus untuk duduk bersila berhadapan di dalam ruang tengah Joglo yang remang-remang.

Di antara mereka berdua, tidak ada lagi lilin yang menyala. Suasana di dalam ruangan luas itu benar-benar gelap gulita, hanya mengandalkan temaram cahaya bulan yang masuk menyelinap dari celah-celah ventilasi kayu. Ki Ageng Buana menatap dahi Bagus dengan pandangan mata yang bersinar terang membelah kegelapan.

"Bagus," panggil Ki Ageng Buana, nada suaranya bergetar berat dan penuh dengan penekanan spiritual yang dalam. "Malam ini, masamu untuk belajar ilmu dasar telah selesai. Jiwamu sudah bersih dari kotoran dendam maksiat, dan batinmu sudah pasrah sepenuhnya. Sekarang, saatnya aku menurunkan dua ajian tingkat tinggi jalur putih milik sanad guruku terdahulu, sebagai bekal utamamu untuk membentengi diri dari gempuran penyihir hitam di luar sana."

Bagus menarik napas dalam-dalam, menegakkan posisi duduk bersilanya, lalu mengangguk takzim. "Saya siap menerima ijazah ilmunya, Ki," jawab Bagus dengan nada suara yang lantang dan mantap.

Ki Ageng Buana memajukan tubuhnya, lalu meletakkan ujung jari telunjuk kanannya tepat di titik tengah antara kedua alis Bagus. "Ilmu pertama yang aku turunkan kepadamu adalah Ilmu Tawakalan Ahadi. Ini adalah puncak dari ilmu kepasrahan mutlak kepada Zat Yang Maha Esa. Di dalam ilmu hikmah, Tawakalan Ahadi bukanlah ilmu untuk pamer kesaktian, melainkan ilmu pemutus seluruh tali ketergantunganmu kepada makhluk. Ketika kamu merapalkan zikir ini dengan keyakinan tauhid yang bulat, maka seluruh rasa takut di dalam hatimu akan sirna. Kamu tidak akan lagi bisa digetar atau diancam oleh gertakan iblis, jin, ataupun dukun hitam mana pun, karena sukmamu telah berlindung langsung di bawah takhta kekuasaan Allah Yang Maha Perkasa."

Seketika itu juga, saat jari Ki Ageng Buana menekan keningnya, Bagus merasakan ada sekelebat aliran energi murni yang terasa sangat sejuk, mengalir deras masuk membelah kepalanya, lalu turun menenangkan cakram jantungnya yang dulu pernah tersumbat hawa pelet. Jiwanya mendadak merasa sangat plong, damai, dan dipenuhi oleh rasa aman yang luar biasa dalam yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya.

"Namun, kepasrahan batin saja tidak cukup untuk menghadapi keji dan kasarnya serangan fisik dari penganut ilmu hitam," lanjut Ki Ageng Buana, dan kali ini raut wajah beliau berubah menjadi sangat garang dan berwibawa. Beliau menarik kembali jarinya, lalu menatap lurus ke dalam manik mata Bagus. "Pilar kedua yang akan aku pasangkan ke dalam tubuh fisikmu adalah ilmu benteng pertahanan gaib tingkat tinggi yang bernama Ilmu Neroko Jasad."

Mendengar nama ajian tersebut, Bagus sempat menelan ludahnya sendiri yang terasa kering di tenggorokan. Nama ilmu itu terdengar sangat garang dan mengerikan.

"Neroko Jasad," bisik Ki Ageng Buana dengan suara yang bergaung rendah menembus kesunyian malam. "Artinya adalah menonaktifkan seluruh titik kelemahan di dalam raga manusiamu, lalu melapisinya dengan getaran energi panas membara layaknya api neraka bagi makhluk gaib. Ketika ada dukun yang mencoba mengirimkan jarum santet, paku teluh, racun gaib, ataupun energi hitam Jaran Goyang ke arah tubuhmu, maka sebelum benda-benda gaib itu sempat menyentuh kulitmu, mereka akan langsung lebur, hangus, dan hancur berserakan menjadi abu karena berbenturan dengan hawa panas dari benteng Neroko Jasad ini."

Ki Ageng Buana menyuruh Bagus untuk memejamkan mata rapat-rapat dan mulai merapalkan untaian wirid khusus yang beliau diktekan. Beliau kemudian menempelkan kedua telapak tangan terbukanya tepat di atas pundak kanan dan kiri Bagus, lalu menghentakkan napas spiritual energinya dengan kuat.

Detik itu juga, sebuah sensasi fisik yang luar biasa ekstrem menghantam tubuh Bagus. Ia merasa seluruh aliran darah di dalam nadinya mendadak bergolak panas seperti air raksa yang mendidih. Suhu di dalam ruangan tengah Joglo itu seketika meroket naik menjadi sangat gerah dan pengap. Keringat deras langsung mengucur membanjiri baju kokonya. Bagus merasa kulit dan seluruh tulang di tubuhnya seolah-olah sedang dipanggang di dalam kobaran api yang membara hebat. Rasa panas itu begitu menyiksa hingga Bagus hampir saja berteriak histeris karena tidak kuat menahan tekanannya.

"Tahan, Bagus! Jangan dibuka matamu! Salurkan rasa panas itu menggunakan Ilmu Tawakalan Ahadi yang tadi! Pasrahkan raga manusiamu seutuhnya kepada Allah!" seru Ki Ageng Buana dengan suara yang menggelegar lantang, menembus gelombang rasa sakit di kepala Bagus.

Bagus menggertakkan giginya rapat-rapat hingga rahangnya mengeras kaku, buku-buku jarinya memutih karena mengepal kencang di atas lutut. Di dalam hatinya yang paling dalam, ia membuang seluruh ego pertahanannya dan berserah diri total kepada Tuhan. Ajaibnya, begitu rasa pasrah mutlak itu berhasil ia kunci, hawa panas membakar yang tadinya menyiksa tubuhnya perlahan-lahan mulai mereda, berubah menjadi sebuah aliran energi hangat yang sangat kokoh, berputar-putar membentuk sebuah lapisan pagar gaib yang tidak kasat mata, menyelimuti dan mengunci seluruh permukaan kulit luar jasadnya dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Ketika Bagus membuka kedua matanya kembali, fajar Subuh di ufuk timur Desa Pagedongan baru saja menyingsing, memancarkan semburat cahaya merah yang indah. Tubuhnya terasa luar biasa ringan, segar, dan dipenuhi oleh kekuatan baru yang sangat dahsyat. Ki Ageng Buana menatapnya dengan seulas senyum bangga yang mengembang di bibirnya. Dua ajian tingkat tinggi jalur putih kini telah resmi menyatu di dalam raga dan sukma seorang mantan kurir ojol, menjadikannya sesosok ksatria spiritual baru yang siap melangkah kembali ke kerasnya dunia luar tanpa ada rasa takut lagi.

“Ketika batinmu telah terkunci rapat oleh kepasrahan mutlak Tawakalan Ahadi, dan ragamu telah terbentengi oleh dahsyatnya Benteng Neroko Jasad, maka seluruh tipu daya kegelapan di dunia ini tidak akan lebih dari sekadar debu yang terbakar angin. Kau kini bukan lagi mangsa yang bisa diburu, melainkan benteng cahaya yang siap menghancurkan setiap jaring kutukan.”

— Sang Alifas Yang Merumput

1
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
wah mau apa tuh bagus
Wijaya Mandiri Media Studio: mau ke dukun bagus nya hehehe Semar mesem 😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!